
Aku menghempaskan tubuh lelahku diatas
Tempat tidurku, Entah kenapa hari ini Aku
Melalui saat yang panjang dan melelahkan,
Aku minta diantar pulang langsung ke rumah,
Aku tidak mengikuti permintaan Arkhan yang
Ingin mengantar Akhsan untuk mampir ke
Kebun binatang, Entah kenapa rasanya untuk
Saat Sekarang Aku merasa tidak enak saja,
Terlebih Arkhan sudah mempunyai keluarga
Ada Istri dan anak Mereka, Mungkin nanti akan
Lebih baik Kami bertamasya bersama, Dan
Sebagai gantinya Aku menemani Akhsan ke
Tempat yang ingin dikunjunginya dengan catatan
Tempat itu dekat dengan rumah karena harus
Kembali mengurus toko kue yang Aku tinggal
Selama liburan.
Aku kini tinggal dirumah mungil yang dekat dengan
Toko kue ku, Karena ini lokasi yang strategis antara
Toko kue dan sekolah tempatku mengajar.
Jujur Aku sengaja pindah dari rumah besar Kami,
Untuk sejenak bisa melupakan kenangan manis
Namun berakhir pahit bersama Mas Fakih,
Ada rasa sakit diujung hati Terasa sakit namun
Tidak berdarah, Rasa sakit ini tetap terasa
saat ini mungkin sampai nanti.
"Assalamualaikum....!" Salam seseorang didepan
Rumahku, Hari ini Akhsan sedang berada dirumah
Eyangnya, Kangen katanya.
"Waalaikum sallam " Jawabku, Aku mematikan
Kompor dan menghentikan kegiatan memasakku.
Karena rumah ini mungil jadi suara Seseorang
Terdengar sampai belakang.
"Waah... Kejutan Bu Al tahu rumah saya ?"
Ujarku sumringah, Menyambut pelukan hangat
Wanita bergamis dengan warna lembut seperti
Sifatnya, Sosok anggun berparas cantik istri
Seorang Polisi, Yang selalu membuatku kagum
Akan sosoknya yang mempunyai panggilan
Sama denganku, Namun jika dibandingkan
Dengan Diriku tentu Kami sangat jauh berbeda,
Kami mengajar ditempat yang sama dan itu
Membuat Kami menjadi dekat.
Taklama secangkir coklat panas dan kue dalam
Toples terhidang di meja, Aku beringsut untuk
Sekedar membetulkan kerudung instan yang
Kupakai,
"Cantiiik ...." Pujinya seraya meraih gelas
Menghirup aromanya sebelum meminumnya,
Aku tersenyum sesaat,
"Untuk masa awal mungkin belum terbiasa,
Tapi lama kelamaan akan terasa nyaman"
Lirihnya.
Aku mengangguk,
"Terima kasih Bu Al, ...Saya akan terus belajar"
Ujarku.
Terlihat senyum sumringah diwajahnya,
"Semangat ....Aku selalu berdo'a untukmu juga
Bu Al ..." Serunya lembut.
"Oh Ya...Aku mendapat info rumah Bu Al yang
baru dari security dirumah lamamu, Aku pikir
Ini tempat yang nyaman dan strategis, Aku
berharap Bu Al selalu tabah, Tetap seperti
Al yang kukenal, Jangan karena suatu hal
Dapat merubahmu menjadi pribadi yang lain,
Yakinlah Allah punya rencana Indah yang lain
Untukmu " Sambungnya,
Aku mengangguk seraya tersenyum Kelu,
"Yaa Aku selalu berharap seperti itu Bu!"
Ucapku,
"Kehilangan Seseorang yang berarti dihidup
Kita tentu terasa berat, Aku sangat merasakan
Itu saat Seseorang yang berarti dalam hidupku
Pergi dan tak pernah kembali, Aku memang
Sangat terpuruk namun Bang Ray selalu ada
Disisiku dan tak pernah meninggalkan Kami
Disaat tersulit sekalipun, Namun sekarang
Saat terberat dimana Kami menantinya pulang,
Walaupun orang lain menyuruhku untuk
Berhenti, Namun disudut hatiku terdalam
Aku menantikan Dirinya Pulang karena
Aku yakin Dirinya akan pulang " Mata itu
Menyorotkan sebuah kerinduan, Kami terbiasa
Saling menguatkan, Namun saat Mas Fakih
__ADS_1
Meninggal Bu Al sedang berada diluar kota
Bersama keluarganya namun Ia buru - buru
menjengukku ketika Mereka pulang.
"Allah sedang menguji Kita dengan cara
Yang berbeda - beda, Ada Orang tersayang
Yang membuat Kita bertahan, Terutama
Kita punya Anak - anak " Ujarnya penuh
Semangat dan Aku mengiyakan semua
Pendapatnya Karena memang Itu benar.
Sepulang Bu Kaysha Almira dari rumahku,
Aku pergi ke toko kue, Hanya untuk sekedar
Mengecek laporan atau stok yang masih ada,
Dan sorenya Akhsan pulang diantar Arkhan,
Itupun tidak lama Ia menyempatkan mengantar
Akhsan sepulang dari kantor.
*****
"Bu Al,...Anda dipanggil ke ruangan Kepala
Sekolah Bu !" Sahut salah seorang murid
Yang menghampiri mejaku di ruang kelas
Tempat mengajarku.
Aku tersenyum seraya mengangguk,
"Baiklah Shani ...Terima kasih Ya " Balasku,
Yang ternyata bernama Shanny murid kelas
Lima A,
Yang dibalas anggukan lagi Olehnya, Ia pamit
Seraya berlalu, Taklama Akupun berdiri setelah
Memberi Tugas kepada anak - anak didikku sebelum
Aku pamit meninggalkan ruangan kelas Mereka
Sebentar, Aku berjalan perlahan menuju ruangan
Kepala Sekolah seraya bertanya dalam hati,
Ada apakah gerangan Kepala Sekolah
Memanggilku pagi ini, Pelajaran awal baru
Saja dimulai
"Assalamualaikum ...!" Sallamku seraya
Mengetuk pintu yang setengah terbuka,
Aku terhenyak disana telah duduk Seseorang
Yang pernah berarti dihidupku, Ia menoleh saat
Aku berdiri diambang pintu Ia berhenti saat
berbincang dengan kepala sekolah, Dan sesosok
Mungil tersenyum dan berlari menyongsong
Tubuhku.
"Ibuuuuuu, ....Ica kangen Ibu !" Sahutnya
Tangan mungilnya memeluk kakiku,
Aku merengkuh Akhsan, Aku tersenyum me
ngusap pucuk kepalanya lembut, Aku menun
Dukkan tubuhku mensejajarkan tubuhku dengan
Tubuh mungilnya, Pak Kepala Sekolah hanya
Tersenyum mungkin Mas Dewa telah berbicara
Bahwa Kami telah saling mengenal.
"Ibu kemana aja,,? Ica pengen cari Ibu cuma
Ayah bilang nanti Ica juga bakalan ketemu
Ibu " Tanyanya antusias.
Aku tersenyum lembut seraya menjawab
Pertanyaan, Taklama Aku bergabung dan
Pak Kepala sekolah mengenalkan Ica
Sebagai muridku dan mulai masuk tahun
Ajaran baru kali ini.
"Aku titip Putriku, Setidaknya itu akan mem
berikan jeda waktu untuk Kita tanpa saling
Melupakan dan memulai semuanya dari awal"
Ucapnya sebelum Ia meninggalkan halaman
Sekolah setelah pamit kepada Kepala Sekolah
beserta jajaran stafnya.
"Kamu semakin cantik dan terlihat Anggun
Al, Aku harap semuanya berasal.dari hati
Al " Sambungnya menilik penampilan baruku.
"Insyaallah,...Aku akan berusaha belajar "
Jawabku,
"Kamu pasti bisa Al" ucapnya antusias,
Aku hanya mengangguk.
Ia buru - buru pamit pada Putrinya tanpa menu
nggu jawaban dariku, Seperti dulu Ia tidak
Mau menerima penolakan, Aku menghela
Nafas tanpa sempat berucap, Menatap
Dirinya yang berlalu ke Parkiran menuju
Mobilnya,
"Semoga menjadi awal yang Indah ya Bu Al"
Ucap Bu Kaysha seraya menepuk bahuku
Dan tersenyum lembut, Aku hanya terse
nyum taklama Kami berjalan beriringan
Di lorong Sekolah seraya tanganku menuntun
Ica menuju ke Kelas masing - masing.
Waktunya pulang untuk Ica dan Kelas Akhsan
__ADS_1
Beristirahat, Ia mematung diambang pintu
Saat melihatku bersama Ica.
"Kamu...!" Sapanya tak ramah pada Ica.
"Ibuu...." Lirih Ica mengkerut bersembunyi
Dibelakang tubuhku.
"Sayaang ...Kemari mulai saat ini Ica juga
murid Ibu Nak ...!" Ujarku seraya tersenyum
Mengusap lengan Akhsan.
"Ibu Kira Kalian bisa berteman, Sayang mau
kan ?" Pintaku lembut.
Akhsan tidak menjawab, Ia hanya terdiam
Namun sorot matanya tajam memandang
Wajah Ica yang semakin takut.
"Sayang ....Jangan begitu Nak, Kasihan Ica
Ketakutan, Adek kan cowok masa begitu
Kepada perempuan, Nggak baik lho ...
Bunda akan tetap jadi bundanya Akhsan
Nggak akan berubah, Namun jangan lupa
Ibu juga punya anak - anak juga disekolah,
Nah Ica juga salah satunya, Akhsan mau
Ngerti kan? " Paparku lembut,
Sesaat sorot tajam itu melunak namun
Tanpa kata, Ia masih mencerna perkataanku.
"Tapi ..Ia nggak boleh pegang Bunda!"
Ucapnya tak terima.
"Aksan boleh kok pegang tangan Om "
Ujar Seseorang dari arah belakang Akhsan.
Aku menatap kearah belakang Akhsan,
Seseorang berdiri dengan gagah dengan
Tatapan lembut mendekat tubuh Akhsan
Mengusap pundak kecilnya.
"Apa kabar Nak ?" Sapanya.
Akhsan hanya terdiam sesaat Ia tersadar
Meraih punggung tangan kokoh Mas Dewa.
Untuknya Salim Karena telah mengenalnya
Ia diajarkan itu.
Mas Dewa tersenyum,
"Anak baik, Kita akan sering bertemu,
Om minta Kalian bisa berteman baik bukan !"
Pintanya, Belum sempat Akhsan menjawab
Ia melirik jam ditangannya,
"Maaf Om tidak lama, Nanti Kita ketemu lagi
Boy...Ayo Sayang Ayah antar Pulang !"
Ajaknya, Namun Ica hanya cemberut Ia enggan
Menerima ajakan Sang Ayah yang menjemputnya.
"Ayoo Sayang!, Tidak ada penolakan,..
Besok Ayah tidak bisa menjemputmu, Mbok
atau Pak Supir yang akan menjemput Ica,
Aku titip Ica jika Mereka belum datang Al "
Pintanya.
"Tentu,...Silahkan, Ayo Ica pulang dulu bareng
Ayah, Kan besok Kita ketemu lagi !"
Pintaku lembut membujuk Ica, Dengan perlahan
Dan sedikit enggan Ica mulai berjalan mendekati
Sang Ayah.
Akhsan berlari mendekat kearahku, Meraih tangan
Ku.
"Kami pamit Al,...Nanti Kita jumpa lagi" Ucapnya
Sebelum pergi dan mengusap pucuk kepala
Akhsan sebelum pamit.
Aku memandang punggung lebarnya yang
Berlalu seraya menggendong Ica yang melam
baikan tangannya padaku.
"Ayo Akhsan makan bekalnya bareng Bunda!"
Ajakku
Aku memeluk tubuhnya erat seraya tersenyum.
"Aku nggak pingin punya Ayah baru,...Aku
Cuma pengen Bang Arsyad sama Bunda,
Nggak pingin yang lain Bundaa...." Lirihnya
Seakan seperti sapuan angin ditelinga ku.
Lirih dan hampir tak terdengar,
"Sayaang....!" Ucapku lembut.
Aku sangat terkejut darimana Akhsan dapat
Pemikiran seperti itu,...Nanti akan Aku
Tanyakan perlahan Padanya.
"Abang kapan pulang? Akhsan kangen Bun"
Lirihnya lagi, Mungkin Ia melihat seragam
Yang dipakai Mas Dewa sama seperti Mengi
ngatkannya pada Abangnya Arsyad.
"Bunda juga kangen... Tunggulah sebentar
lagi Abang pulang Sayang ...Kita akan
Menunggunya pulang !" Ucapku lembut.
*****************************************************
__ADS_1
**Bersambung
**Maaf lama Yaaa, Baru Up lagi 🙏