Lembar Kenangan

Lembar Kenangan
*Episode 16


__ADS_3

Aku menghempaskan tubuh lelahku diatas


Tempat tidurku, Entah kenapa hari ini Aku


Melalui saat yang panjang dan melelahkan,


Aku minta diantar pulang langsung ke rumah,


Aku tidak mengikuti permintaan Arkhan yang


Ingin mengantar Akhsan untuk mampir ke


Kebun binatang, Entah kenapa rasanya untuk


Saat Sekarang Aku merasa tidak enak saja,


Terlebih Arkhan sudah mempunyai keluarga


Ada Istri dan anak Mereka, Mungkin nanti akan


Lebih baik Kami bertamasya bersama, Dan


Sebagai gantinya Aku menemani Akhsan ke


Tempat yang ingin dikunjunginya dengan catatan


Tempat itu dekat dengan rumah karena harus


Kembali mengurus toko kue yang Aku tinggal


Selama liburan.


Aku kini tinggal dirumah mungil yang dekat dengan


Toko kue ku, Karena ini lokasi yang strategis antara


Toko kue dan sekolah tempatku mengajar.


Jujur Aku sengaja pindah dari rumah besar Kami,


Untuk sejenak bisa melupakan kenangan manis


Namun berakhir pahit bersama Mas Fakih,


Ada rasa sakit diujung hati Terasa sakit namun


Tidak berdarah, Rasa sakit ini tetap terasa


saat ini mungkin sampai nanti.


"Assalamualaikum....!" Salam seseorang didepan


Rumahku, Hari ini Akhsan sedang berada dirumah


Eyangnya, Kangen katanya.


"Waalaikum sallam " Jawabku, Aku mematikan


Kompor dan menghentikan kegiatan memasakku.


Karena rumah ini mungil jadi suara Seseorang


Terdengar sampai belakang.


"Waah... Kejutan Bu Al tahu rumah saya ?"


Ujarku sumringah, Menyambut pelukan hangat


Wanita bergamis dengan warna lembut seperti


Sifatnya, Sosok anggun berparas cantik istri


Seorang Polisi, Yang selalu membuatku kagum


Akan sosoknya yang mempunyai panggilan


Sama denganku, Namun jika dibandingkan


Dengan Diriku tentu Kami sangat jauh berbeda,


Kami mengajar ditempat yang sama dan itu


Membuat Kami menjadi dekat.


Taklama secangkir coklat panas dan kue dalam


Toples terhidang di meja, Aku beringsut untuk


Sekedar membetulkan kerudung instan yang


Kupakai,


"Cantiiik ...." Pujinya seraya meraih gelas


Menghirup aromanya sebelum meminumnya,


Aku tersenyum sesaat,


"Untuk masa awal mungkin belum terbiasa,


Tapi lama kelamaan akan terasa nyaman"


Lirihnya.


Aku mengangguk,


"Terima kasih Bu Al, ...Saya akan terus belajar"


Ujarku.


Terlihat senyum sumringah diwajahnya,


"Semangat ....Aku selalu berdo'a untukmu juga


Bu Al ..." Serunya lembut.


"Oh Ya...Aku mendapat info rumah Bu Al yang


baru dari security dirumah lamamu, Aku pikir


Ini tempat yang nyaman dan strategis, Aku


berharap Bu Al selalu tabah, Tetap seperti


Al yang kukenal, Jangan karena suatu hal


Dapat merubahmu menjadi pribadi yang lain,


Yakinlah Allah punya rencana Indah yang lain


Untukmu " Sambungnya,


Aku mengangguk seraya tersenyum Kelu,


"Yaa Aku selalu berharap seperti itu Bu!"


Ucapku,


"Kehilangan Seseorang yang berarti dihidup


Kita tentu terasa berat, Aku sangat merasakan


Itu saat Seseorang yang berarti dalam hidupku


Pergi dan tak pernah kembali, Aku memang


Sangat terpuruk namun Bang Ray selalu ada


Disisiku dan tak pernah meninggalkan Kami


Disaat tersulit sekalipun, Namun sekarang


Saat terberat dimana Kami menantinya pulang,


Walaupun orang lain menyuruhku untuk


Berhenti, Namun disudut hatiku terdalam


Aku menantikan Dirinya Pulang karena


Aku yakin Dirinya akan pulang " Mata itu


Menyorotkan sebuah kerinduan, Kami terbiasa


Saling menguatkan, Namun saat Mas Fakih

__ADS_1


Meninggal Bu Al sedang berada diluar kota


Bersama keluarganya namun Ia buru - buru


menjengukku ketika Mereka pulang.


"Allah sedang menguji Kita dengan cara


Yang berbeda - beda, Ada Orang tersayang


Yang membuat Kita bertahan, Terutama


Kita punya Anak - anak " Ujarnya penuh


Semangat dan Aku mengiyakan semua


Pendapatnya Karena memang Itu benar.


Sepulang Bu Kaysha Almira dari rumahku,


Aku pergi ke toko kue, Hanya untuk sekedar


Mengecek laporan atau stok yang masih ada,


Dan sorenya Akhsan pulang diantar Arkhan,


Itupun tidak lama Ia menyempatkan mengantar


Akhsan sepulang dari kantor.


*****


"Bu Al,...Anda dipanggil ke ruangan Kepala


Sekolah Bu !" Sahut salah seorang murid


Yang menghampiri mejaku di ruang kelas


Tempat mengajarku.


Aku tersenyum seraya mengangguk,


"Baiklah Shani ...Terima kasih Ya " Balasku,


Yang ternyata bernama Shanny murid kelas


Lima A,


Yang dibalas anggukan lagi Olehnya, Ia pamit


Seraya berlalu, Taklama Akupun berdiri setelah


Memberi Tugas kepada anak - anak didikku sebelum


Aku pamit meninggalkan ruangan kelas Mereka


Sebentar, Aku berjalan perlahan menuju ruangan


Kepala Sekolah seraya bertanya dalam hati,


Ada apakah gerangan Kepala Sekolah


Memanggilku pagi ini, Pelajaran awal baru


Saja dimulai


"Assalamualaikum ...!" Sallamku seraya


Mengetuk pintu yang setengah terbuka,


Aku terhenyak disana telah duduk Seseorang


Yang pernah berarti dihidupku, Ia menoleh saat


Aku berdiri diambang pintu Ia berhenti saat


berbincang dengan kepala sekolah, Dan sesosok


Mungil tersenyum dan berlari menyongsong


Tubuhku.


"Ibuuuuuu, ....Ica kangen Ibu !" Sahutnya


Tangan mungilnya memeluk kakiku,


Aku merengkuh Akhsan, Aku tersenyum me


ngusap pucuk kepalanya lembut, Aku menun


Dukkan tubuhku mensejajarkan tubuhku dengan


Tubuh mungilnya, Pak Kepala Sekolah hanya


Tersenyum mungkin Mas Dewa telah berbicara


Bahwa Kami telah saling mengenal.


"Ibu kemana aja,,? Ica pengen cari Ibu cuma


Ayah bilang nanti Ica juga bakalan ketemu


Ibu " Tanyanya antusias.


Aku tersenyum lembut seraya menjawab


Pertanyaan, Taklama Aku bergabung dan


Pak Kepala sekolah mengenalkan Ica


Sebagai muridku dan mulai masuk tahun


Ajaran baru kali ini.


"Aku titip Putriku, Setidaknya itu akan mem


berikan jeda waktu untuk Kita tanpa saling


Melupakan dan memulai semuanya dari awal"


Ucapnya sebelum Ia meninggalkan halaman


Sekolah setelah pamit kepada Kepala Sekolah


beserta jajaran stafnya.


"Kamu semakin cantik dan terlihat Anggun


Al, Aku harap semuanya berasal.dari hati


Al " Sambungnya menilik penampilan baruku.


"Insyaallah,...Aku akan berusaha belajar "


Jawabku,


"Kamu pasti bisa Al" ucapnya antusias,


Aku hanya mengangguk.


Ia buru - buru pamit pada Putrinya tanpa menu


nggu jawaban dariku, Seperti dulu Ia tidak


Mau menerima penolakan, Aku menghela


Nafas tanpa sempat berucap, Menatap


Dirinya yang berlalu ke Parkiran menuju


Mobilnya,


"Semoga menjadi awal yang Indah ya Bu Al"


Ucap Bu Kaysha seraya menepuk bahuku


Dan tersenyum lembut, Aku hanya terse


nyum taklama Kami berjalan beriringan


Di lorong Sekolah seraya tanganku menuntun


Ica menuju ke Kelas masing - masing.


Waktunya pulang untuk Ica dan Kelas Akhsan

__ADS_1


Beristirahat, Ia mematung diambang pintu


Saat melihatku bersama Ica.


"Kamu...!" Sapanya tak ramah pada Ica.


"Ibuu...." Lirih Ica mengkerut bersembunyi


Dibelakang tubuhku.


"Sayaang ...Kemari mulai saat ini Ica juga


murid Ibu Nak ...!" Ujarku seraya tersenyum


Mengusap lengan Akhsan.


"Ibu Kira Kalian bisa berteman, Sayang mau


kan ?" Pintaku lembut.


Akhsan tidak menjawab, Ia hanya terdiam


Namun sorot matanya tajam memandang


Wajah Ica yang semakin takut.


"Sayang ....Jangan begitu Nak, Kasihan Ica


Ketakutan, Adek kan cowok masa begitu


Kepada perempuan, Nggak baik lho ...


Bunda akan tetap jadi bundanya Akhsan


Nggak akan berubah, Namun jangan lupa


Ibu juga punya anak - anak juga disekolah,


Nah Ica juga salah satunya, Akhsan mau


Ngerti kan? " Paparku lembut,


Sesaat sorot tajam itu melunak namun


Tanpa kata, Ia masih mencerna perkataanku.


"Tapi ..Ia nggak boleh pegang Bunda!"


Ucapnya tak terima.


"Aksan boleh kok pegang tangan Om "


Ujar Seseorang dari arah belakang Akhsan.


Aku menatap kearah belakang Akhsan,


Seseorang berdiri dengan gagah dengan


Tatapan lembut mendekat tubuh Akhsan


Mengusap pundak kecilnya.


"Apa kabar Nak ?" Sapanya.


Akhsan hanya terdiam sesaat Ia tersadar


Meraih punggung tangan kokoh Mas Dewa.


Untuknya Salim Karena telah mengenalnya


Ia diajarkan itu.


Mas Dewa tersenyum,


"Anak baik, Kita akan sering bertemu,


Om minta Kalian bisa berteman baik bukan !"


Pintanya, Belum sempat Akhsan menjawab


Ia melirik jam ditangannya,


"Maaf Om tidak lama, Nanti Kita ketemu lagi


Boy...Ayo Sayang Ayah antar Pulang !"


Ajaknya, Namun Ica hanya cemberut Ia enggan


Menerima ajakan Sang Ayah yang menjemputnya.


"Ayoo Sayang!, Tidak ada penolakan,..


Besok Ayah tidak bisa menjemputmu, Mbok


atau Pak Supir yang akan menjemput Ica,


Aku titip Ica jika Mereka belum datang Al "


Pintanya.


"Tentu,...Silahkan, Ayo Ica pulang dulu bareng


Ayah, Kan besok Kita ketemu lagi !"


Pintaku lembut membujuk Ica, Dengan perlahan


Dan sedikit enggan Ica mulai berjalan mendekati


Sang Ayah.


Akhsan berlari mendekat kearahku, Meraih tangan


Ku.


"Kami pamit Al,...Nanti Kita jumpa lagi" Ucapnya


Sebelum pergi dan mengusap pucuk kepala


Akhsan sebelum pamit.


Aku memandang punggung lebarnya yang


Berlalu seraya menggendong Ica yang melam


baikan tangannya padaku.


"Ayo Akhsan makan bekalnya bareng Bunda!"


Ajakku


Aku memeluk tubuhnya erat seraya tersenyum.


"Aku nggak pingin punya Ayah baru,...Aku


Cuma pengen Bang Arsyad sama Bunda,


Nggak pingin yang lain Bundaa...." Lirihnya


Seakan seperti sapuan angin ditelinga ku.


Lirih dan hampir tak terdengar,


"Sayaang....!" Ucapku lembut.


Aku sangat terkejut darimana Akhsan dapat


Pemikiran seperti itu,...Nanti akan Aku


Tanyakan perlahan Padanya.


"Abang kapan pulang? Akhsan kangen Bun"


Lirihnya lagi, Mungkin Ia melihat seragam


Yang dipakai Mas Dewa sama seperti Mengi


ngatkannya pada Abangnya Arsyad.


"Bunda juga kangen... Tunggulah sebentar


lagi Abang pulang Sayang ...Kita akan


Menunggunya pulang !" Ucapku lembut.


*****************************************************

__ADS_1


**Bersambung


**Maaf lama Yaaa, Baru Up lagi 🙏


__ADS_2