Lembar Kenangan

Lembar Kenangan
*Episode 08


__ADS_3

"Dia....!" Ucapku menggantung


Kening Arsyad bertaut seolah tidak


Mengerti dan menuntut jawaban,


"Kita harusnya bicara..Bunda!" Sambung


nya,


"Iya, ...Kita memang seharusnya bicara tapi


Tidak Untuk sekarang " Jawabku melihat


Dua anak kecil bersamaku.


"Baiklah ....!" Ujarnya, Seraya mengusap


Pucuk kepala Akhsan, Dan Putri kecil


Dalam pangkuanku.


"Bang ada kiriman dari Pengasuhnya Ica,


Tadi diatas meja, Udah dirapiin sama mbok


nya, Tinggal makan aja " Seruku pada Arsyad.


"Abang juga pesan makanan, Mungkin bentar


Lagi sampai Bun" Jawab Arsyad.


Taklama Mbak Rika datang membawa makan


Siang Kami berterima kasih dan meminta maaf


Karena sering merepotkan.


"Ah Bunda jadi merasa nggak enak Bang, Semua


Orangnya disini pada baik - baik " Ujarku pada


Arsyad,


"Nggak pa - pa, Disini memang Orangnya pada


Baik - baik Bunda " Jawab Arsyad ketika sesudah


Makan siang.


Dan taklama Mbok Minah datang kembali,


Ia membujuk Ica untuk pulang namun sayang


Ia tidak mau.


"Biar nanti saya yang antar Mbok, Sekalian


Saya kembali ke kantor"Ucap Arsyad.


"Saya akan bujuk Ica Mbok " Ujarku.


"Maaf Bu... Merepotkan biasanya non Ica


Nggak begini sama siapapun, Malah Ter


kadang Dirinya cuek" Papar Mbok Minah.


Terlihat Ica anteng bersamaku walaupun


Ia banyak berseteru dengan Akhsan Yang


Kadang membuatku terkekeh bersama


Arsyad yang menjadi hiburan bagi Kami.


Namun pas Arsyad pergipun Ica tetap


Tidak mau diantar,


"Biar Aku minta maaf sama Pak Danki"


Ujar Arsyad.


"Abang akan menyambangi rumahnya dahulu"


Ucap Arsyad, Karena terlihat Ica sedang tidur


Siang dengan lelapnya.


"Iya tolong sampaikan maaf Bunda,


Tidak dapat membujuknya kali ini "


Ujarku.


Arsyad hanya mengangguk setelah pamit,


Ia pergi setelah menggoda Akhsan terlebih


Dahulu yang terlihat setengah mengantuk.


Setelah lebih dulu membereskan barang


"


*Dewa POV


Kenapa Aku bisa bertemu dengannya setelah


Sekian lama, Setelah Aku melalui waktu yang


Lama untuk melupakannya, Ternyata dunia itu


Sempit, Tuhan mempertemukan Aku lagi


Dengannya, Kisah Kami mungkin selesai


Namun tak pernah ada kata usai diantara


Kami, Aku sangat membencinya namun


Entah kenapa debaran itu masih sama,


Aku berharap tidak akan pernah bertemu


Dengannya lagi namun ternyata takdir


Mempertemukan Aku lagi dengannya.


Aku bahkan yang memberi nama pada


Putranya kalau memang Mereka tidak


Merubahnya.


"Akhsan Erlangga " Nama itu yang kusematkan


Pada bayi mungil yang tanpa sengaja Aku

__ADS_1


Menyambut kelahirannya, Saat Itu Aku sedang


Cek up rutin kesehatanku di sebuah RS milik


Intansiku, Dan tak sengaja bertemu dengan


Asisten keluarga Pak Rahadi yang sedang


Menunggu persalinan Alisha,


Aku ingin meledak saat bertemu lagi dengan


nya Ia yang sedang berjuang untuk melahir


kan Putranya tanpa didampingi siapapun


Karena suaminya sedang diluar negeri,


Dan Ia mendadak kontraksi lebih awal


Dari waktu melahirkannya.


Rasa sakit dan benci yang Aku rasakan


berganti rasa tidak tega atas dasar ke


manusiaan, Aku mendampinginya melahir


kan sesuai dengan Impian Kami dahulu,


Menikah dan mempunyai keluarga kecil


Seperti Orang lain, Mimpi yang sederhana


Namun ternyata berat untuk dicapai.


Mimpi yang kami rajut saat itu harus terhem


pas begitu saja,Saat Aku pulang dan Ayah


- Ibuku serta sanak keluargaku mengatakan


Bahwa Alisha telah menikah dengan Orang


Lain tentunya dengan sebuah perjodohan,


Alisha sempat menolak dan kabur namun


Akhirnya Ia mengalah ketika saat Ayahnya


Masuk ICU.


Setelah sekian lama Aku mencari barulah


Kami bertemu dengan secara tidak sengaja


Dengan keadaan yang sudah berbeda pula.


Ternyata Dia bahagia dengan kehidupannya


Aku sendiri tidak ingin mengganggu hidupnya


Asal Dirinya baik - baik saja, Walaupun mungkin


Luka ini tidak akan bisa terobati, Namun Aku


Akan mencoba melupakan, Namun tidak


Dengan penghianatan yang Dirinya lakukan,


Namun ternyata Akhirnya Takdir mempertemu


Takdirku ?


*POV End


"Maaf Pak ...Ada Om Arsyad sedang menunggu


Anda diruang tamu " Suara Mbok Minah


"Baiklah Aku akan kesana" Jawab Dewa,


Ia meminum kopinya sesaat, Lalu beranjak


Ke ruang tamu,


"Lho mana Putriku? Apakah Ia tidak pulang


Bersamamu ?" Tanya Dewa melihat Arsyad


hanya seorang diri.


"Maaf Pak...Ica sedang tidur siang, Aku jadi


Tidak tega membangunkannya" jawab Arsyad.


Dewa hanya mengangguk.


"Baiklah untuk hari ini Aku akan membiarkannya,


Tapi tidak untuk hari lain, Karena Ica akan Saya


antarkan ke Pulau Jawa untuk tinggal


Sementara dengan neneknya " Ucap Dewa


To the point.


"Sebelum Ia mempunyai pengganti Almarhumah


Ibunya " Sambungnya.


Arsyad mengangguk, Ia mengerti lama sudah


Istri Pak Dewa meninggal dunia namun sampai


Saat ini Pak Dewa belum mempunyai sosok


Pengganti Ibu untuk Ica.


Setelah berbincang sebentar Arsyad pamit,


"Bilang pada Ibumu, Maaf kali ini menyusahkan


nya namun tidak untuk lain waktu " Pesan


Dewa.


"Kenapa ? Apa Kalian punya masa lalu yang


Tidak Aku ketahui " Tanya Arsyad.


"Maaf walau Saya tahu pertanyaan saya


mungkin tidak sopan bagi Anda" Ujar


Arsyad meminta maaf pada atasannya.


Sadewa tersenyum getir.

__ADS_1


"Tanya saja pada Bundamu" Jawabnya


Singkat ada kilat amarah dalam bola


mata coklatnya.


Arsyadpun berlalu setelah pamit,


dengan segudang pertanyaan di


dalam benaknya, Ia hendak berbicara


Dengan sang Bunda.


"Ada hubungan apa diantara Kalian, Apakah


Bunda sudah menghianati Ayah dahulu hingga


Ayah mengkhianatinya dengan Ibu?" Tanda


tanya besar dalam benak Arsyad saat ini.


Masih terbayang dalam ingatannya hubungan


Ayah dan Bundanya baik - baik saja, Bahkan


Bundanya selalu ada waktu untuk keluarganya


Walaupun Ia mengajar dan mempunyai toko


Kue, Arsyad sering menunggu ditoko kue


Milik Alisha namun Ia tidak menemukan hal


Yang aneh, Patutkah Ia curiga pada sang Bunda,


Kalau memang kenyataannya, Sungguh Arsyad


Membenci Orang tuanya sekaligus Alisha,


Dan Ia mungkin akan membenci tentang


Arti dari sebuah cinta dan pernikahan itu


Sendiri.


Wajah cantik itu tengah terlelap,


Tengah menikmati mimpinya, Dengan tertatih


Aku membuka pintu, Karena Seseorang


Mengetuk pintu, Akhsanpun tengah terlelap


"Ya tunggu sebentar!" Ucapku,


Terlihat Seseorang sedang berdiri didepan


Pintu,


"Aku mau mengambil putriku !"


Ucapnya tanpa basa - basi.


"Tapi Ia sedang tidur siang" Jawabku.


"Itu lebih baik, Supaya Ia tidak merajuk "


Ujarnya.


"Tidak bisakah Mas Dewa menunggunya?"


Potongku.


Sesaat wajah teduh itu memandangku


Tajam.


"Untuk apa? Supaya Aku luluh karena Dia


Memanggilmu Ibu!" Sarkasnya.


"Lebih baik Kita tidak usah bertemu lagi,


Aku rasa pertemuan kali ini Aku anggap


adalah sebuah kekeliruan" Sambungnya.


Aku menutup mata saat Aku tahu sorot


Kebencian dimatanya, Aku bisa menerimanya


Saat ini, Aku rasa sakit hatinya bisa Aku


Rasakan sekarang, Saat cinta berubah


Benci rasa ikhlas sulit untuk dirasa.


"Maafkan Aku Mas ..!" Ucapku lirih,


Keluar dari sanubariku yang terdalam


Aku menunduk dan tak terasa air mataku


mengalir di pipi putihku.


Terlihat Ia menghela nafas berat.


"Tidak perlu meminta maaf karena sudah


Terlalu terlambat untuk Kita, Kemana


Dirimu ketika Aku menyuruh Dirimu


Menungguku dan memperjuangkan


Bersama Kisah Kita, Dan Aku rasa Kisah


Kita telah Usai bersamaan dengan Kamu


Yang mengkhianati Aku " Lirihnya.


Dan taklama Ia meraih tubuh Ica kedalam


Gendongannya dan berlalu tanpa menolehku


"Dan Aku minta Padamu ini pertemuan Kita


Untuk yang terakhir kalinya" Sambungnya.


***********************************************


**Bersambung


**Maaf untuk hari kemarin tidak bisa Up,


Biasa kegiatan padat merayap, Maafin


Aku ya 🙏

__ADS_1


**Please like or commentnya ya 🙏😘


__ADS_2