
"Dia....!" Ucapku menggantung
Kening Arsyad bertaut seolah tidak
Mengerti dan menuntut jawaban,
"Kita harusnya bicara..Bunda!" Sambung
nya,
"Iya, ...Kita memang seharusnya bicara tapi
Tidak Untuk sekarang " Jawabku melihat
Dua anak kecil bersamaku.
"Baiklah ....!" Ujarnya, Seraya mengusap
Pucuk kepala Akhsan, Dan Putri kecil
Dalam pangkuanku.
"Bang ada kiriman dari Pengasuhnya Ica,
Tadi diatas meja, Udah dirapiin sama mbok
nya, Tinggal makan aja " Seruku pada Arsyad.
"Abang juga pesan makanan, Mungkin bentar
Lagi sampai Bun" Jawab Arsyad.
Taklama Mbak Rika datang membawa makan
Siang Kami berterima kasih dan meminta maaf
Karena sering merepotkan.
"Ah Bunda jadi merasa nggak enak Bang, Semua
Orangnya disini pada baik - baik " Ujarku pada
Arsyad,
"Nggak pa - pa, Disini memang Orangnya pada
Baik - baik Bunda " Jawab Arsyad ketika sesudah
Makan siang.
Dan taklama Mbok Minah datang kembali,
Ia membujuk Ica untuk pulang namun sayang
Ia tidak mau.
"Biar nanti saya yang antar Mbok, Sekalian
Saya kembali ke kantor"Ucap Arsyad.
"Saya akan bujuk Ica Mbok " Ujarku.
"Maaf Bu... Merepotkan biasanya non Ica
Nggak begini sama siapapun, Malah Ter
kadang Dirinya cuek" Papar Mbok Minah.
Terlihat Ica anteng bersamaku walaupun
Ia banyak berseteru dengan Akhsan Yang
Kadang membuatku terkekeh bersama
Arsyad yang menjadi hiburan bagi Kami.
Namun pas Arsyad pergipun Ica tetap
Tidak mau diantar,
"Biar Aku minta maaf sama Pak Danki"
Ujar Arsyad.
"Abang akan menyambangi rumahnya dahulu"
Ucap Arsyad, Karena terlihat Ica sedang tidur
Siang dengan lelapnya.
"Iya tolong sampaikan maaf Bunda,
Tidak dapat membujuknya kali ini "
Ujarku.
Arsyad hanya mengangguk setelah pamit,
Ia pergi setelah menggoda Akhsan terlebih
Dahulu yang terlihat setengah mengantuk.
Setelah lebih dulu membereskan barang
"
*Dewa POV
Kenapa Aku bisa bertemu dengannya setelah
Sekian lama, Setelah Aku melalui waktu yang
Lama untuk melupakannya, Ternyata dunia itu
Sempit, Tuhan mempertemukan Aku lagi
Dengannya, Kisah Kami mungkin selesai
Namun tak pernah ada kata usai diantara
Kami, Aku sangat membencinya namun
Entah kenapa debaran itu masih sama,
Aku berharap tidak akan pernah bertemu
Dengannya lagi namun ternyata takdir
Mempertemukan Aku lagi dengannya.
Aku bahkan yang memberi nama pada
Putranya kalau memang Mereka tidak
Merubahnya.
"Akhsan Erlangga " Nama itu yang kusematkan
Pada bayi mungil yang tanpa sengaja Aku
__ADS_1
Menyambut kelahirannya, Saat Itu Aku sedang
Cek up rutin kesehatanku di sebuah RS milik
Intansiku, Dan tak sengaja bertemu dengan
Asisten keluarga Pak Rahadi yang sedang
Menunggu persalinan Alisha,
Aku ingin meledak saat bertemu lagi dengan
nya Ia yang sedang berjuang untuk melahir
kan Putranya tanpa didampingi siapapun
Karena suaminya sedang diluar negeri,
Dan Ia mendadak kontraksi lebih awal
Dari waktu melahirkannya.
Rasa sakit dan benci yang Aku rasakan
berganti rasa tidak tega atas dasar ke
manusiaan, Aku mendampinginya melahir
kan sesuai dengan Impian Kami dahulu,
Menikah dan mempunyai keluarga kecil
Seperti Orang lain, Mimpi yang sederhana
Namun ternyata berat untuk dicapai.
Mimpi yang kami rajut saat itu harus terhem
pas begitu saja,Saat Aku pulang dan Ayah
- Ibuku serta sanak keluargaku mengatakan
Bahwa Alisha telah menikah dengan Orang
Lain tentunya dengan sebuah perjodohan,
Alisha sempat menolak dan kabur namun
Akhirnya Ia mengalah ketika saat Ayahnya
Masuk ICU.
Setelah sekian lama Aku mencari barulah
Kami bertemu dengan secara tidak sengaja
Dengan keadaan yang sudah berbeda pula.
Ternyata Dia bahagia dengan kehidupannya
Aku sendiri tidak ingin mengganggu hidupnya
Asal Dirinya baik - baik saja, Walaupun mungkin
Luka ini tidak akan bisa terobati, Namun Aku
Akan mencoba melupakan, Namun tidak
Dengan penghianatan yang Dirinya lakukan,
Namun ternyata Akhirnya Takdir mempertemu
Takdirku ?
*POV End
"Maaf Pak ...Ada Om Arsyad sedang menunggu
Anda diruang tamu " Suara Mbok Minah
"Baiklah Aku akan kesana" Jawab Dewa,
Ia meminum kopinya sesaat, Lalu beranjak
Ke ruang tamu,
"Lho mana Putriku? Apakah Ia tidak pulang
Bersamamu ?" Tanya Dewa melihat Arsyad
hanya seorang diri.
"Maaf Pak...Ica sedang tidur siang, Aku jadi
Tidak tega membangunkannya" jawab Arsyad.
Dewa hanya mengangguk.
"Baiklah untuk hari ini Aku akan membiarkannya,
Tapi tidak untuk hari lain, Karena Ica akan Saya
antarkan ke Pulau Jawa untuk tinggal
Sementara dengan neneknya " Ucap Dewa
To the point.
"Sebelum Ia mempunyai pengganti Almarhumah
Ibunya " Sambungnya.
Arsyad mengangguk, Ia mengerti lama sudah
Istri Pak Dewa meninggal dunia namun sampai
Saat ini Pak Dewa belum mempunyai sosok
Pengganti Ibu untuk Ica.
Setelah berbincang sebentar Arsyad pamit,
"Bilang pada Ibumu, Maaf kali ini menyusahkan
nya namun tidak untuk lain waktu " Pesan
Dewa.
"Kenapa ? Apa Kalian punya masa lalu yang
Tidak Aku ketahui " Tanya Arsyad.
"Maaf walau Saya tahu pertanyaan saya
mungkin tidak sopan bagi Anda" Ujar
Arsyad meminta maaf pada atasannya.
Sadewa tersenyum getir.
__ADS_1
"Tanya saja pada Bundamu" Jawabnya
Singkat ada kilat amarah dalam bola
mata coklatnya.
Arsyadpun berlalu setelah pamit,
dengan segudang pertanyaan di
dalam benaknya, Ia hendak berbicara
Dengan sang Bunda.
"Ada hubungan apa diantara Kalian, Apakah
Bunda sudah menghianati Ayah dahulu hingga
Ayah mengkhianatinya dengan Ibu?" Tanda
tanya besar dalam benak Arsyad saat ini.
Masih terbayang dalam ingatannya hubungan
Ayah dan Bundanya baik - baik saja, Bahkan
Bundanya selalu ada waktu untuk keluarganya
Walaupun Ia mengajar dan mempunyai toko
Kue, Arsyad sering menunggu ditoko kue
Milik Alisha namun Ia tidak menemukan hal
Yang aneh, Patutkah Ia curiga pada sang Bunda,
Kalau memang kenyataannya, Sungguh Arsyad
Membenci Orang tuanya sekaligus Alisha,
Dan Ia mungkin akan membenci tentang
Arti dari sebuah cinta dan pernikahan itu
Sendiri.
Wajah cantik itu tengah terlelap,
Tengah menikmati mimpinya, Dengan tertatih
Aku membuka pintu, Karena Seseorang
Mengetuk pintu, Akhsanpun tengah terlelap
"Ya tunggu sebentar!" Ucapku,
Terlihat Seseorang sedang berdiri didepan
Pintu,
"Aku mau mengambil putriku !"
Ucapnya tanpa basa - basi.
"Tapi Ia sedang tidur siang" Jawabku.
"Itu lebih baik, Supaya Ia tidak merajuk "
Ujarnya.
"Tidak bisakah Mas Dewa menunggunya?"
Potongku.
Sesaat wajah teduh itu memandangku
Tajam.
"Untuk apa? Supaya Aku luluh karena Dia
Memanggilmu Ibu!" Sarkasnya.
"Lebih baik Kita tidak usah bertemu lagi,
Aku rasa pertemuan kali ini Aku anggap
adalah sebuah kekeliruan" Sambungnya.
Aku menutup mata saat Aku tahu sorot
Kebencian dimatanya, Aku bisa menerimanya
Saat ini, Aku rasa sakit hatinya bisa Aku
Rasakan sekarang, Saat cinta berubah
Benci rasa ikhlas sulit untuk dirasa.
"Maafkan Aku Mas ..!" Ucapku lirih,
Keluar dari sanubariku yang terdalam
Aku menunduk dan tak terasa air mataku
mengalir di pipi putihku.
Terlihat Ia menghela nafas berat.
"Tidak perlu meminta maaf karena sudah
Terlalu terlambat untuk Kita, Kemana
Dirimu ketika Aku menyuruh Dirimu
Menungguku dan memperjuangkan
Bersama Kisah Kita, Dan Aku rasa Kisah
Kita telah Usai bersamaan dengan Kamu
Yang mengkhianati Aku " Lirihnya.
Dan taklama Ia meraih tubuh Ica kedalam
Gendongannya dan berlalu tanpa menolehku
"Dan Aku minta Padamu ini pertemuan Kita
Untuk yang terakhir kalinya" Sambungnya.
***********************************************
**Bersambung
**Maaf untuk hari kemarin tidak bisa Up,
Biasa kegiatan padat merayap, Maafin
Aku ya 🙏
__ADS_1
**Please like or commentnya ya 🙏😘