Lembar Kenangan

Lembar Kenangan
*Episode 04


__ADS_3

"Bunda baik - baik saja bersama Akhsan"


Ujar Arsyad, Ketika Aku dan Akhsan


Mengantarkan kepergiannya di Bandara.


"Kamu juga baik - baik saja disana, Jaga


Kesehatan dan jangan lupa shalatnya"


Aku memeluknya erat tak perduli panda


Ngan beberapa Orang.


"Ekheeem..!" Ujar Arkhan yang juga ikut


mengantar kepergian Arsyad kali ini.


Kami mengurai pelukan Kami, Kemudian


Arsyad beralih memeluk Akhsan, Serta


Beberapa pesan Padanya.


Aku terpaku saat Arsyad berlalu, Aku


Melihat punggungnya yang semakin


Menjauh, Ia melambaikan tangannya


Tanpa berbalik, Ia lurus terus melangkah


Kedepan tanpa menoleh kebelakang.


"Ahh....Sepi lagi deh, Bahu tempatku


bersandar sudah pergi, Satu putraku


Telah pergi meninggalkan diriku "


Lirihku seraya berjalan beriringan,


Akhsan dituntun Arkhan.


"Lebaaay....Kalian kayak sepasang


Kekasih, Bukan kayak Emak sama


Anaknyalah, Perbedaan umur kalian


Aja cuma 7 tahunan ditambah Kamu


Yang imut gitu, Style Kamu aja anak


Muda banget " Kekeh Arkhan.


Kami kembali pada mode teman dan


Sahabat karena umur kami yang tidak


Jauh, Terkadang Arkhan memanggilku


dengan sebutan Mbak, Atau Aku dan


Kamu ketika diluar.


"Benarkah Pak Dokter?" Akupun terkekeh


Baru kali ini Aku bisa tertawa, Setelah


Beberapa hari berduka, Walau Aku tahu


Arkhan hanya menghiburku supaya Aku


Dan Akhsan tidak terlalu larut dalam


Kesedihan,


"Seriusan....Tapi masih kalah cantik


Sama My Queen yang dirumahlah ..."


Jawabnya tanpa dosa.


"Yeey ....Bucin !" ujarku seraya mengerucut


kan bibirku.


Arkhan terkekeh, Sesaat Ia berhenti dan


Berjongkok meraih tubuh Akhsan dan


Menggendongnya seraya memeluknya


erat.


"Kamu ngantuk Ya...?"Ucap Arkhan


karena Akhsan hanya diam saja, Entah


Sedih karena kepergian Arsyad atau


Benar - benar mengantuk.


"Sayang...?" Panggilku.


"Aku ngantuk Bunda" Akhirnya bibir mungil


Itu menjawab dan Iapun terlelap dipangku


anku di jok belakang sedangkan Arkhan


Didepan bersama Pak Kirman.


Hening dirasa....


Aku hanya melempar pandanganku keluar,


Seraya menyurai lembut rambut Akhsan.


Sampai akhirnya Kami tiba dirumah,


" Biar Aku yang gendong ...!" Pinta Arkhan.


Aku hanya mengangguk, Taklama Ia


mengangkat tubuh Akhsan dan membawa


nya ke kamarku, Karena kini Aku tidur


Bersama Akhsan, Aku belum berani


Tidur sendiri.


Terlihat Celine menyambut Kami bersama


Ayah mertuaku yang ikut menginap disini


Beliau sangat khawatir karena Arsyad


Pergi , Jadi untuk sementara Mereka tinggal


Disini, Lagipula rumah Arkhan masih


Dalam tahap renovasi.


"Mana Anin dan Arin ?" Tanyaku pada Celine


Wanita cantik blasteran Indo - Jerman yang


Merupakan Istri Arkhan.


"Baru saja Mereka tidur Mbak ..."


Jawabnya ramah.


Aku mengangguk, Aku berbincang sebentar


Bersama Ayah Mertuaku dan Celine, Per


bincangan hangat, Namun Seseorang


mengetuk pintu, Taklama Mbok Sum


Membuka pintu, Terlihat Seorang wanita


Parubaya yang terlihat kusut.


"Aku ingin bertemu dengan Istri barunya


Fakih !" Teriaknya tak sopan karena


Dihalangi Oleh Mbok Sum dan dicegah


Pak Kirman, Ia terlambat menghalangi

__ADS_1


Tamu tersebut masuk karena sedang


memasukan mobil kedalam garasi.


Kening Kami bertaut, Aku mencoba berdi


ri karena terdengar teriakan dari arah


Ruang tamu.


"Ada Siapa Mbok ?" Tanyaku.


"Anu Bu, ...Tamunya mencari Ibu"


Jawab Mbok Sum.


"Biarkan Dia masuk Pak...Dan silahkan


Duduk !" Ujarku sopan mempersilahkan


Tamuku duduk.


"Takperlu Aku hanya sebentar, Aku hanya


ingin memperingatkan Dirimu jangan


Menuduh adikku sebagai Pelakor karena


Justru Kamulah yang Pelakor, Merebut


Suami dan Putranya, Kamu yang telah


Mengambil kebahagiaan adikku, ...!"


Ujarnya sarkas tanpa tendeng Aling


Aling


Aku terdiam mendapatkan serangan


Mendadak,


" Tunggu sebentar...!" Potongku tidak


Terima, Tercium aroma alkohol dari


Bibirnya yang sangat menyengat.


"Jangan pura - pura sok suci, Asalkan Kamu


tahu Riana dan fakih saling mencintai hu


bungan Mereka sejak SMA, Namun Kakek


dan Nenek tua itu tidak memberikan


Restu pada Mereka, Padahal kurang apa


Adikku, Cantik, seksi dan modis dan


Nggak seperti Kamu yang kampungan,


Orang desa!" Isaknya seraya menuduhku


Terlihat gurat kemarahan disana.


Aku mencoba menarik nafas dalam


- dalam, Mencoba bersabar


"Dasar perempuan licik sampai Arsyad


Kamipun Kamu ambil, Pada saat Ibunya


meninggalpun Ia lebih khawatir dengan


Keadaanmu ketimbang Kami keluarga


nya, Kamu telah mencuci otaknya


Bukan? Dan Merebutnya dari Kami "


Teriaknya.


Akhirnya Aku tidak tahan, Biarlah kali ini


Aku ingin membela diriku,


"Sudah cukup ! Sebaiknya Anda pergi


Ini rumahku, Saya harap anda segera


pergi!" Titahku Padanya,


"Pak Kirman tolong bawa tamunya keluar!"


Titahku pada Pak Kirman.


Aku mencoba bersabar, Walaupun kemarahan


ku sudah diubun - ubun, Namun apa gunanya


Meladeni Orang yang berada dalam penga


ruh alkohol.


"Kamu berani mengusirku !" Teriaknya Ia


mendekat hendak menjambak rambutku


Namun Seseorang mencekal pergelangan


tangannya, Dan menarikku untuk berada


Dibalik tubuhnya,


"Mbak Rima!" Bentaknya.


"Dasar tidak tahu malu mengacau dirumah


Orang, Saya panggil keamanan Komplek


untuk menyeretmu dari sini" Ucap Arkhan


Dengan nada tinggi,


"Kamu ada disini? Kukira Arsyad pergi


Pelakor itu tak punya pelindung lagi,


Ternyata ada Kamu, ...Jagoan " Ejeknya


"Pak Kirman seret Dia keluar !" Teriak.


Arkhan.


Tanpa dikomando Pak Kirman menarik


tangan sang tamu,


"Beraninya Kalian......Akan kupastikan


Kalian akan menyesal !" Teriaknya.


Aku segera berlalu dan pamit undur


Diri ke kamarku, Aku benar - benar shock


Kali ini, Aku berniat istirahat.


Aku termenung di kursi kerja Mas Fakih


Dikamar ini, Dikursi ini biasanya mas


Fakih memeriksa pekerjaannya seraya


Menemaniku yang tertidur,


Masih terbayang wajah tampannya yang


berkacamata tengah serius memeriksa


laporan yang sesekali Aku menggodanya,


Namun kini semua itu lenyap berganti


Dengan rasa sunyi yang mendera


Aku menaruh fotoku bersamanya Keda


lam laci, Mencoba menutup kenangan


manis yang berujung pahit, Aku mencoba


Berdamai dengan keadaan, Aku kini

__ADS_1


Menerima dan mencerna takdir yang


Digariskan untukku,....Namun entah


Kenapa terasa sakit kurasa


"Aku tidak baik - baik saja !" Lirihku


Sendu.


"Aku dihukum lewat Mas Fakih,...


Karena menyakitimu Mas Dewa"


Kini Aku tahu rasa sakit yang Kamu


Rasakan saat Aku meninggalkan


Dirimu.


*******


3 Bulan kemudian


"Huft.....Panasnya !"Ujarku,


Aku menuntun Akhsan seraya menarik


Koporku,


Kami melihat Arsyad melambaikan tangan


Dan Kami segera menghampiri Dirinya.


Ia tersenyum sumringah.


"Selamat datang jagoan Abang"


Ia menyongsong Akhsan dalam


Pelukannya, Yang disambut senyum


Penuh rindu dari Akhsan.


Angin kencang menerpa Kami,


Aku mengikuti langkah lebar kaki Arsyad.


Menuju sebuah mobil yang telah menung


gu Kami,


"Bersiaplah Karena kalian pasti lelah,


Karena perjalanan Kita sendiri memakan


Waktu 2 hari satu malam, Kalau Bunda lelah


Bilang saja agar bisa Istirahat sebentar"


Pesan Arsyad, Aku mengangguk dan


Duduk bersama Akhsan sedangkan


Arsyad duduk didepan bersama seorang


Temannya yang mengendarai mobil ini.


"Mudah mudahan cuaca bagus, Hingga


Kita tidak ragu saat menaiki kapal feri


nantinya " Sambung Arsyad.


"Semua perlengkapan yang Kita beli


tidak ada yang kurang ?" Tanya Arsyad.


"Siap ...Sudah !" Jawab seorang lagi.


""Ya sudah...Ayo berangkat, Kita mampir


Sebentar didepan Kita makan siang


dulu, Pasti kalian lapar" Titah Arsyad.


Aku hanya mengangguk bersama Akhsan


Taklama mobilpun melaju meninggalkan


area bandara.


Kami mampir disebuah restauran untuk


makan siang dulu, Karena perjalanan jauh


Arsyad menyiapkan bekal untuk Kami.


Sepanjang jalan yang Kami lalui terlihat


Akhsan yang antusias pertanyaan demi


Pertanyaan Ia lontarkan padaku ataupun


Arsyad, Dan dengan sabar dijawab oleh


Arsyad,


Miris memang seharusnya Kami liburan


bertiga dengan Mas Fakih, Padahal


Dirinya yang antusias ingin liburan


Disini, Namun ternyata takdir berkata


lain,...Aku tersenyum getir terbayang


wajahnya dipelupuk mata, Airmata ini


ingin merebak dipelupuk mataku


Namun Aku berusaha melempar pandangan


ku keluar, Ia yang sudah mengatur jadwal


Liburnya dari kemarin berharap liburan


lebih lama disini, Walaupun tujuan liburan


Kali ini bukalah Paris , Swiss ataupun


Negara lainya, Namun Ia terlihat sangatlah


Antusias, Walaupun tujuan liburan kali ini


Adalah wilayah terdalam sebuah pulau


Yang mungkin minim pasilitas dan jalan


Menuju kesanapun bukan jalur yang mudah,


Namun Mas fakih terlihat lebih bersemangat.


Walaupun akhirnya kini hanya Aku dan


Akhsan yang pergi kemari karena memang


Sudah terlanjur janji.


Walaupun sakit namun ternyata Aku tak


bisa melupakan Mas Fakih begitu saja,


Waktu kebersamaan Kami tak bisa Ter


hapus begitu saja walau sesak didada,


Karena ada amarah yang tersimpan


Dibalik perasaan rinduku akibat penghi


anatan Dirinya, Yang kusesalkan Aku


tak bisa memarahinya atau mengutarakan


Rasa benci ini langsung Padanya.


"Kamu ....Kejam Mas !!"


**********************************************


**Bersambung


**Please like or comment 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2