Lembar Kenangan

Lembar Kenangan
*Episode 06


__ADS_3

Adzan shubuh berkumandang, Aku


Menggeliat membangunkan Akhsan


Namun Aku terheran, Akhsan sudah


Tidak berada disampingku, Aku men


coba turun dari tempat tidur seraya me


ngikat rambutku, Setelah itu turun


Dari tempat tidur.


"Bunda sudah bangun ?" Tanya Arsyad,


Terlihat sudah rapi memakai sarung dan


Pecinya, Taklupa Akhsanpun telah siap


Aku tersenyum, Seraya berjongkok didepan


Akhsan.


"Bunda kaget Adek nggak ada dipelukan


Bunda, Dan ternyata Adek udah bangun


Mau shalat shubuh bareng Abang "


Sahutku.


"Tadinya Akhsan mau bangunin Bunda, Hanya


Saja kata Abang nanti dulu, Bunda pasti capek "


Seloroh Akhsan.


"Ayo ...Dek ! Ntar keburu telat " Ajak Arsyad,


Taklama Arsyad menuntun Akhsan untuk


Pergi ke masjid yang berada tidak jauh dari.


Sini,


Perlahan tubuh Mereka menjauh, Aku tersenyum


Hangat, Perbedaan umur yang jauh antara adik


Dan sang Kakak, Terlihat seperti seorang Ayah


Yang menuntun Putranya, Aku segera pergi ke


Kamar mandi, Sesudah mandi Akupun berwudhu


Dan shalat dikamar Arsyad, Sesudah shalat Aku


Menitip do'a untuk Orang - Orang tersayang yang


Telah pergi, Termasuk Mas Fakih.


Jujur....Sakit memang Kurasa, Didunia ini


Tidak ada wanita atau laki - laki yang telah


Menjadi pasangan dikhianati tanpa sepengeta


huan Dirinya, Apalagi tanpa sadar Kita telah


Dibohongi, Namun Aku ikhlas karena mungkin


Kisahku berbeda dengan Orang lain, Mungkin


Disini Aku yang berdosa.


Tanpa sadar Aku selalu terisak dipenghujung


Do'aku, Masih ada rasa sakit tertinggal didada.


Aku tak ingin kesedihan berlarut, Aku takut


Membuat Anak - anakku khawatir, Sesudah


Itu Aku menuju dapur, Mungkin ada sesuatu


Yang bisa kuolah untuk sarapan.


Untung saja Aku menemukan sesisir pisang


Dan tepung terigu, Aku tersenyum maka Aku


Buat pisang goreng,


"Assalamualaikum " Terdengar salam sesudah


Pintu dibuka.


"Waalaikum sallam " Jawabku dari arah dapur.


"Sudah pulang ...Sayang !" Sambung ku,


Membawa sepiring pisang goreng hangat


"Wooow pisang goreng !" Ucap Akhsan.


"Tadi Bunda nemuin pisang didapur jadi


Bunda bikin pisang goreng " Sahutku,


"Iya waktu berangkat dikasih sama Bu Edi


Tetangga Deket rumah" Jawab Arsyad,


Seraya masuk ke kamar dan mengganti


Baju Koko nya dan bersiap hendak olahraga


Pagi.


"Bun...Nanti abis Apel pagi Abang antar ke


pasar, Deket kok, Dirumah nggak ada stok


Makanan" Ujar Arsyad.


"Emang nggak pa - pa?" Tanyaku.


"Enggak, Abang izin sebentar kok" Ucapnya.


"Akhsan ikut ya Bang ...!" Pinta Akhsan


"Siip ...!" Ujar Arsyad mengangguk.


Ia duduk di depan rumah seraya meminum


teh hangatnya dan memakan goreng pisang


Diikuti Akhsan didekatnya yang tengah me


minum susunya.


Taklama beberapa teman Arsyad menghampiri


Dan berbincang Sebentar seraya mengenal


kan Aku sebagai Ibunya Arsyad, Saat pertama

__ADS_1


Mereka tidak percaya, Namun Arsyad seolah


tak perduli, Mereka akhirnya pergi bersama


Setelah pamit dan tersisa Piring kosong


Bekas pisang goreng barusan.


Taklama seorang Iwanuta muda menghampiri,


Ia berkenalan dengan Kami.


"Oh ini Ibunya Om Arsyad dan adiknya ya...


Yang sering diceritain oleh Om Ar"


Selorohnya seraya berbincang hangat,


Dirinya masih muda, Dan Mereka pasangan


Baru menikah Ia ikut suaminya pindah tugas


Kemari baru sekitar 4 bulan yang lalu,


Ia terus menggoda Akhsan, Rupanya Ia


Sangat menyukai anak kecil, Walaupun


Arsyad sudah berumur 7 tahun namun


Masih lucu baginya,


Namanya Rika hanya dikenal dengan nama


Bu Edi Karena suaminya bernama Edi.


Ternyata Kami sama - sama berasal dari


Pulau Jawa.


"Nggak nyangka Ibunya Om Ar masih muda,


Maaf Bu kalo dilihat sekilas seperti Istrinya


Lho " Ujar Mbak Rika tersenyum.


"Nggak dong Sayang ...! Ibu udah tua berharap


Cepet dapet mantu dari Bang Ar, Biar nggak


Sepi kalo cepet punya cucu "Jawabku


"Memangnya Mbak Rika nggak pernah liat


Bang Ar Deket sama seorang gadis gitu?"


Sambung ku mencari tahu.


Sesaat Ia menggeleng.


"Ndak Bu,..Padahal Om Ar ganteng itu juga


Yang buat Aku sama Suami Aku heran,


Padahal untuk cowok seganteng Om Ar


Pasti gampang punya pacar atau Istri


Ya Bu...!" Jawabnya.


"Belum ada jodohnya mungkin "Selorohku.


Mbak Rika atau Bu Edi hanya manggut -


manggut, Bersyukur ada Bu Edi yang


Ternyata humble dan hangat, Baru bertemu


Pamit pulang.


Aku dan Akhsan masuk kedalam rumah,


Aku memasak Nasi serta menghangatkan


Lauk sisa semalam Karena Arsyad membeli


Dalam jumlah banyak jadinya banyak tersisa


Daripada mubazir jadi Aku Aku angetin bisa


Untuk lauk sarapan.


Aku sedang menyapu ketika Arsyad pulang,


"Bunda nggak usah report, Abang bisa kerjain


Sendiri" Sahutnya.


"Udah nggak pa-pa, Lagipula Bunda jenuh


nggak ngerjain apapun" Jawabku.


"Yaudah terserah Bunda aja, Kalo cape stop


ya !" Ujar Arsyad.


"Siap Pak Komandan ...!" Jawabku menggoda


Arsyad.


"Iya Ibu Negara...!" Jawabnya tak ingin kalah.


Aku hanya terkekeh, Aku melanjutkan menyapu


Didepan sedang Arsyad membawa sapu lidi


Dan ikut menyapu halaman.


Ketika Kami sedang memungut sampah


Daun dari pohon mangga didepan rumah


Aku menyadari Seseorang sedang mem


perhatikan Kami dari atas motor,


Namun Ketika Aku menoleh, Ia sudah


Tidak.ada.


"Bunda ...Ada apa? " Tanya Arsyad.


"Nggak ada apa - apa?" jawabku.


"Oh ya Ar...Nanti Bunda mau belanjanya


Bareng Mbak Rika, Abang lagi kerja kan?"


Ucapku.


"Bu Edi,...Bunda udah kenalan ?" Tanya


Arsyad.


Aku mengangguk, Dan bercerita singkat


Pertemuan Kami tadi.

__ADS_1


Setelah itu Arsyad mandi dan Kami sarapan


Bersama setelah itu Ia pergi untuk apel Pagi


Taklama Mbak Rika menjemput seraya


Membawa sebuah motor,


Kami pun pergi berbelanja bersama,


Kami dekat ..banyak bercerita hangat


Tentang keadaan pasar yang baru Aku temui.


Setelah berbelanja Kamipun pulang,


Kami pulang setelah melapor dulu di pos


Depan, Seperti tadi Kami hendak berangkat.


Pas ditikungan ...Tak sengaja Aku hampir


Menabrak seorang anak Kecil yang tengah


Berlari dari belokan, Aku yang kaget segera


Menghindar kearah lain.


Untuk Akhsan dibonceng Mbak Rika,


Karena belanjaan Mbak Rika hanya sedikit


Dan Aku membeli banyak, Karena stok


Makanan kosong semua di rumah Arsyad,


Karena memang Mereka belum belanja


Atau kebanyakan beli yang sudah jadi.


"Ckiiit ....Braak!" Aku terjatuh di Gorong


- gorong, Karena menghindar, Motorku


Oleng dan terjatuh, Barang belanjaanku


Berhamburan, Aku segera bangkit melihat


Gadis kecil itu yang kaget dan ketakutan.


Aku menghampiri dan memeluknya yang


Berwajah pucat.


"Kamu ...Nggak pa - pa Sayang ?" Tanyaku.


Ia tergagap dan ketakutan wajahnya pucat.


"Syukurlah Kamu nggak kenapa - Napa?"


Lirihku.


"Ibu nggak pa - pa?" Tanya Mbak Rika


Yang datang kemudian, Kemudian Orang


- Orang membantuku.


Motor Arsyad beserta belanjaannya dibawa


Ke rumah oleh Om - om junior Arsyad.


Akhsan memandangku khawatir, Ia tak


dapat berkata apa - apa, Hanya wajahnya


Yang pucat,


"Bunda nggak pa - pa, Sayang ...!"


Ujarku seraya mengusap pucuk kepala


Akhsan lembut yang duduk disisiku


Diruang kesehatan, Sedangkan Putri kecil


Itu tidak mau lepas walaupun dibujuk


Sang pengasuh.


"Ibu...Ibu datang ..!" Ujarnya lagi,


"Nggak ini Bundaku bukan Ibumu !"


Akhsan menatap marah pada putri kecil


Dipangkuan ku.


Sang dokter menghela nafas, Ketika dua


Orang anak kecil tak mau lepas, Seraya


Memandang penuh permusuhan.


Mbak Rika mencoba membujuk Akhsan


Namun usahanya sia - sia.


Namun terdengar derap langkah Seseorang


Yang tergesa terdengar memasuki ruangan.


"Sayang .....!" Aku mengenal suara ini,


Aku hafal, bahkan teramat hafal, Saat


Ia dengan Arsyad berbarengan masuk


Ruangan,


"Bunda nggak pa - pa," Arsyad tak perduli


Dengan seseorang yang sedang berdiri


Mematung Didepanku,


Kurasakan waktu berhenti, Hanya terdengar


Detak jantung Arsyad yang berbunyi buah


Dari rasa khawatirnya, Sedangkan pandangan


Ku tertuju pada wajah Seseorang yang terdiam


Sedikit terhalang oleh tubuh Arsyad.


Aku memeluk erat dua anak kecil dipangkuan


ku, Seakan semuanya terhenti pada satu


Titik,


"Ayaaah....!" Panggil putri cantik dipangkuan ku.


**************************************************


**Bersambung.

__ADS_1


**Harap bersabar ini alur lambat 🙏


**Please like or commentnya ya 🙏😘,


__ADS_2