
Adzan shubuh berkumandang, Aku
Menggeliat membangunkan Akhsan
Namun Aku terheran, Akhsan sudah
Tidak berada disampingku, Aku men
coba turun dari tempat tidur seraya me
ngikat rambutku, Setelah itu turun
Dari tempat tidur.
"Bunda sudah bangun ?" Tanya Arsyad,
Terlihat sudah rapi memakai sarung dan
Pecinya, Taklupa Akhsanpun telah siap
Aku tersenyum, Seraya berjongkok didepan
Akhsan.
"Bunda kaget Adek nggak ada dipelukan
Bunda, Dan ternyata Adek udah bangun
Mau shalat shubuh bareng Abang "
Sahutku.
"Tadinya Akhsan mau bangunin Bunda, Hanya
Saja kata Abang nanti dulu, Bunda pasti capek "
Seloroh Akhsan.
"Ayo ...Dek ! Ntar keburu telat " Ajak Arsyad,
Taklama Arsyad menuntun Akhsan untuk
Pergi ke masjid yang berada tidak jauh dari.
Sini,
Perlahan tubuh Mereka menjauh, Aku tersenyum
Hangat, Perbedaan umur yang jauh antara adik
Dan sang Kakak, Terlihat seperti seorang Ayah
Yang menuntun Putranya, Aku segera pergi ke
Kamar mandi, Sesudah mandi Akupun berwudhu
Dan shalat dikamar Arsyad, Sesudah shalat Aku
Menitip do'a untuk Orang - Orang tersayang yang
Telah pergi, Termasuk Mas Fakih.
Jujur....Sakit memang Kurasa, Didunia ini
Tidak ada wanita atau laki - laki yang telah
Menjadi pasangan dikhianati tanpa sepengeta
huan Dirinya, Apalagi tanpa sadar Kita telah
Dibohongi, Namun Aku ikhlas karena mungkin
Kisahku berbeda dengan Orang lain, Mungkin
Disini Aku yang berdosa.
Tanpa sadar Aku selalu terisak dipenghujung
Do'aku, Masih ada rasa sakit tertinggal didada.
Aku tak ingin kesedihan berlarut, Aku takut
Membuat Anak - anakku khawatir, Sesudah
Itu Aku menuju dapur, Mungkin ada sesuatu
Yang bisa kuolah untuk sarapan.
Untung saja Aku menemukan sesisir pisang
Dan tepung terigu, Aku tersenyum maka Aku
Buat pisang goreng,
"Assalamualaikum " Terdengar salam sesudah
Pintu dibuka.
"Waalaikum sallam " Jawabku dari arah dapur.
"Sudah pulang ...Sayang !" Sambung ku,
Membawa sepiring pisang goreng hangat
"Wooow pisang goreng !" Ucap Akhsan.
"Tadi Bunda nemuin pisang didapur jadi
Bunda bikin pisang goreng " Sahutku,
"Iya waktu berangkat dikasih sama Bu Edi
Tetangga Deket rumah" Jawab Arsyad,
Seraya masuk ke kamar dan mengganti
Baju Koko nya dan bersiap hendak olahraga
Pagi.
"Bun...Nanti abis Apel pagi Abang antar ke
pasar, Deket kok, Dirumah nggak ada stok
Makanan" Ujar Arsyad.
"Emang nggak pa - pa?" Tanyaku.
"Enggak, Abang izin sebentar kok" Ucapnya.
"Akhsan ikut ya Bang ...!" Pinta Akhsan
"Siip ...!" Ujar Arsyad mengangguk.
Ia duduk di depan rumah seraya meminum
teh hangatnya dan memakan goreng pisang
Diikuti Akhsan didekatnya yang tengah me
minum susunya.
Taklama beberapa teman Arsyad menghampiri
Dan berbincang Sebentar seraya mengenal
kan Aku sebagai Ibunya Arsyad, Saat pertama
__ADS_1
Mereka tidak percaya, Namun Arsyad seolah
tak perduli, Mereka akhirnya pergi bersama
Setelah pamit dan tersisa Piring kosong
Bekas pisang goreng barusan.
Taklama seorang Iwanuta muda menghampiri,
Ia berkenalan dengan Kami.
"Oh ini Ibunya Om Arsyad dan adiknya ya...
Yang sering diceritain oleh Om Ar"
Selorohnya seraya berbincang hangat,
Dirinya masih muda, Dan Mereka pasangan
Baru menikah Ia ikut suaminya pindah tugas
Kemari baru sekitar 4 bulan yang lalu,
Ia terus menggoda Akhsan, Rupanya Ia
Sangat menyukai anak kecil, Walaupun
Arsyad sudah berumur 7 tahun namun
Masih lucu baginya,
Namanya Rika hanya dikenal dengan nama
Bu Edi Karena suaminya bernama Edi.
Ternyata Kami sama - sama berasal dari
Pulau Jawa.
"Nggak nyangka Ibunya Om Ar masih muda,
Maaf Bu kalo dilihat sekilas seperti Istrinya
Lho " Ujar Mbak Rika tersenyum.
"Nggak dong Sayang ...! Ibu udah tua berharap
Cepet dapet mantu dari Bang Ar, Biar nggak
Sepi kalo cepet punya cucu "Jawabku
"Memangnya Mbak Rika nggak pernah liat
Bang Ar Deket sama seorang gadis gitu?"
Sambung ku mencari tahu.
Sesaat Ia menggeleng.
"Ndak Bu,..Padahal Om Ar ganteng itu juga
Yang buat Aku sama Suami Aku heran,
Padahal untuk cowok seganteng Om Ar
Pasti gampang punya pacar atau Istri
Ya Bu...!" Jawabnya.
"Belum ada jodohnya mungkin "Selorohku.
Mbak Rika atau Bu Edi hanya manggut -
manggut, Bersyukur ada Bu Edi yang
Ternyata humble dan hangat, Baru bertemu
Pamit pulang.
Aku dan Akhsan masuk kedalam rumah,
Aku memasak Nasi serta menghangatkan
Lauk sisa semalam Karena Arsyad membeli
Dalam jumlah banyak jadinya banyak tersisa
Daripada mubazir jadi Aku Aku angetin bisa
Untuk lauk sarapan.
Aku sedang menyapu ketika Arsyad pulang,
"Bunda nggak usah report, Abang bisa kerjain
Sendiri" Sahutnya.
"Udah nggak pa-pa, Lagipula Bunda jenuh
nggak ngerjain apapun" Jawabku.
"Yaudah terserah Bunda aja, Kalo cape stop
ya !" Ujar Arsyad.
"Siap Pak Komandan ...!" Jawabku menggoda
Arsyad.
"Iya Ibu Negara...!" Jawabnya tak ingin kalah.
Aku hanya terkekeh, Aku melanjutkan menyapu
Didepan sedang Arsyad membawa sapu lidi
Dan ikut menyapu halaman.
Ketika Kami sedang memungut sampah
Daun dari pohon mangga didepan rumah
Aku menyadari Seseorang sedang mem
perhatikan Kami dari atas motor,
Namun Ketika Aku menoleh, Ia sudah
Tidak.ada.
"Bunda ...Ada apa? " Tanya Arsyad.
"Nggak ada apa - apa?" jawabku.
"Oh ya Ar...Nanti Bunda mau belanjanya
Bareng Mbak Rika, Abang lagi kerja kan?"
Ucapku.
"Bu Edi,...Bunda udah kenalan ?" Tanya
Arsyad.
Aku mengangguk, Dan bercerita singkat
Pertemuan Kami tadi.
__ADS_1
Setelah itu Arsyad mandi dan Kami sarapan
Bersama setelah itu Ia pergi untuk apel Pagi
Taklama Mbak Rika menjemput seraya
Membawa sebuah motor,
Kami pun pergi berbelanja bersama,
Kami dekat ..banyak bercerita hangat
Tentang keadaan pasar yang baru Aku temui.
Setelah berbelanja Kamipun pulang,
Kami pulang setelah melapor dulu di pos
Depan, Seperti tadi Kami hendak berangkat.
Pas ditikungan ...Tak sengaja Aku hampir
Menabrak seorang anak Kecil yang tengah
Berlari dari belokan, Aku yang kaget segera
Menghindar kearah lain.
Untuk Akhsan dibonceng Mbak Rika,
Karena belanjaan Mbak Rika hanya sedikit
Dan Aku membeli banyak, Karena stok
Makanan kosong semua di rumah Arsyad,
Karena memang Mereka belum belanja
Atau kebanyakan beli yang sudah jadi.
"Ckiiit ....Braak!" Aku terjatuh di Gorong
- gorong, Karena menghindar, Motorku
Oleng dan terjatuh, Barang belanjaanku
Berhamburan, Aku segera bangkit melihat
Gadis kecil itu yang kaget dan ketakutan.
Aku menghampiri dan memeluknya yang
Berwajah pucat.
"Kamu ...Nggak pa - pa Sayang ?" Tanyaku.
Ia tergagap dan ketakutan wajahnya pucat.
"Syukurlah Kamu nggak kenapa - Napa?"
Lirihku.
"Ibu nggak pa - pa?" Tanya Mbak Rika
Yang datang kemudian, Kemudian Orang
- Orang membantuku.
Motor Arsyad beserta belanjaannya dibawa
Ke rumah oleh Om - om junior Arsyad.
Akhsan memandangku khawatir, Ia tak
dapat berkata apa - apa, Hanya wajahnya
Yang pucat,
"Bunda nggak pa - pa, Sayang ...!"
Ujarku seraya mengusap pucuk kepala
Akhsan lembut yang duduk disisiku
Diruang kesehatan, Sedangkan Putri kecil
Itu tidak mau lepas walaupun dibujuk
Sang pengasuh.
"Ibu...Ibu datang ..!" Ujarnya lagi,
"Nggak ini Bundaku bukan Ibumu !"
Akhsan menatap marah pada putri kecil
Dipangkuan ku.
Sang dokter menghela nafas, Ketika dua
Orang anak kecil tak mau lepas, Seraya
Memandang penuh permusuhan.
Mbak Rika mencoba membujuk Akhsan
Namun usahanya sia - sia.
Namun terdengar derap langkah Seseorang
Yang tergesa terdengar memasuki ruangan.
"Sayang .....!" Aku mengenal suara ini,
Aku hafal, bahkan teramat hafal, Saat
Ia dengan Arsyad berbarengan masuk
Ruangan,
"Bunda nggak pa - pa," Arsyad tak perduli
Dengan seseorang yang sedang berdiri
Mematung Didepanku,
Kurasakan waktu berhenti, Hanya terdengar
Detak jantung Arsyad yang berbunyi buah
Dari rasa khawatirnya, Sedangkan pandangan
Ku tertuju pada wajah Seseorang yang terdiam
Sedikit terhalang oleh tubuh Arsyad.
Aku memeluk erat dua anak kecil dipangkuan
ku, Seakan semuanya terhenti pada satu
Titik,
"Ayaaah....!" Panggil putri cantik dipangkuan ku.
**************************************************
**Bersambung.
__ADS_1
**Harap bersabar ini alur lambat 🙏
**Please like or commentnya ya 🙏😘,