Lembar Kenangan

Lembar Kenangan
*Episode 03


__ADS_3

Saat pagi menyapa ...Aku dan Akhsan


Turun kelantai satu, Kami mencium wangi


Masakan, Aku pikir Mbok Sum sedang


Memasak untuk sarapan, Namun terlihat


Mbok Sum sedang Menyapu pekarangan


Dan terlihat rumah telah rapih.


Kami berjalan kearah dapur, Aku tersenyum


Melihat tiga pemuda sedang berjibaku di


Dapurku,


"Pagi....Bu " Ujar Mereka.


Arsyad hanya tersenyum, Ia menghampiriku.


"Bunda mau teh ?" Tawar Arsyad.


"Abang buatin susu Akhsan tunggu ya...!"


Sambungnya.


"Maaf Bunda kesiangan, Jadi merepotkan


Kalian " Ujarku merasa tidak enak, Karena


Seusai shalat shubuh tadi Aku dan Akhsan


Tertidur kembali.


"Tidak apa-apa Bu...Kami sudah terbiasa,


Hanya saja maafkan Kami, Dapur ibu jadi


berantakan " Ujar Seseorang.


Aku hanya menggeleng.


"Tidak apa,...Justru Ibu yang berterima


kasih pada Kalian " Jawabku.


"Udah, Sekarang Ibu dan Akhsan duduk,


Dan tunggu Kita sarapan bareng ya"


Pinta Arsyad seraya meletakkan secangkir


teh hangat dan segelas susu milik Akhsan


Dimeja makan seraya menggiring Kami


Untuk duduk.


"Bentar lagi selesai kok" Sambungnya.


Aku duduk seraya memperhatikan Mereka,


Melihat Mereka seperti melihat Seseorang


Yang terikat denganku dimasa lalu,


Yang mengikat janji hendak bersama,


Dan Aku mengkhianatinya dengan tidak


Menunggunya kembali, Melihat wajah


Mereka kini mengingatkan diriku Padanya.


Seseorang dengan irit senyuman, Dan


Selalu berwajah datar, Seorang Kakak kelas


Dan seorang ketua OSIS dahulu, Kami


Bertemu saat tergabung sebagai anggota


Paskibraka, Hubungan Kami semakin


Dekat dan tak terasa saling jatuh cinta,


Dia yang dingin sedingin es, Namun selalu


hangat untukku, Irit senyuman namun


Perhatian, Berbeda dengan Mas Fakih


Yang hangat dan dewasa selalu menyam


butku dengan senyuman tampan diwajahnya.


Walaupun kesibukannya sebagai seorang


Pemilik Perusahaan, Kadang selalu mem


buatku kesepian, Hanya Arsyad yang selalu


Menemani hari - hariku dahulu, Hingga Arsyad


Pendidikan Aku beruntung Akhsan lahir,


Hingga hidupku tidak pernah kesepian.


Saat Arsyad memilih untuk masuk Militer


Mas Fakih sedikit kecewa, Dia hanya ingin


Sang putra menjadi Pengusaha seperti Dirinya,


Namun akhirnya luluh atas pilihan yang


Diambil sang Putra.


"Nah ...Sudah selesai Mari makan...!"


Suara Arsyad menyadarkan Diriku dari


lamunan.


"Iya terima kasih ....Bunda jadi nggak


enak, Harusnya Kalian dilayani sebagai


tamu " Ujarku merasa tidak enak.


"Nggak pa - pa Bu...Kami terbiasa kok"


Jawab salah seorang dari Mereka,


Seraya tersenyum.


"Nanti Bunda liburan bareng Akhsan ke


tempat tugas Abang kali ini jadi kan?


Walaupun tanpa Ayah ?" Tanya Arsyad.


"Pasti ....Bunda akan datang!" Ucapku


karena sudah berjanji Padanya.


"Bunda ..Yakiiin ?" Tanya Arsyad memastikan


"Sure....Memangnya kenapa?" Tanyaku


"Tempat tugas Kami sekarang kebanyakan


Dataran tandus, Dan tempatnya agak Ter


pencil jauh dari kota, Fasilitasnya pun


nggak selengkap dikota, Bahkan untuk


Sinyalpun agak susah, Itu makanya Abang


jarang hubungin Kalian selama ini,"


Papar Arsyad.


"Dan satu lagi ...Nggak ada hotel ataupun


Penginapan disana " Sambung Arsyad.

__ADS_1


"Nggak Pa - pa, Kita bisa dirikan tenda


Ya dek ...!" Godaku Pada Arsyad dengan


bertanya pada Akhsan.


Sesaat senyuman terbit dibibir Arsyad.


"Baik..Kalau itu keputusan Bunda,


Arsyad tunggu " Ucap Arsyad.


"Lagian ..liburan semester kali ini takkan


lama hanya satu Minggu " Jawabku.


"Oke kalau itu keputusan Bunda,


Abang tunggu, Nanti kabarin saja Abang


Ya .." Ujarnya menutup pembicaraan.


Sesudah Itu Kami sarapan dengan tenang.


Menjelang sore dua sahabat Arsyad pamit,


Mereka hendak menghabiskan masa cuti


Mereka di kampung halaman karena memang


Tidak jauh dari kota ini, Mereka menolak


Diantar ketempat tujuan dan hanya minta


Diantar ke stasiun karena Mereka akan


Menggunakan Kereta api untuk sampai


Ketempat Mereka.


Kini rumah nampak sepi, Hanya Kami


Bertiga beserta mbok Sum dan Pak Kirman


Yang setia, Walaupun rumah Keluarga Mas


Fakih masih satu komplek namun Kami


Jarang berkunjung karena kesibukan Kami


masing - masing, Dan sekarang perusahaan


Dipegang oleh Suami Tante Rahma yang


Memang dulu memegang berdua dengan


Mas Fakih kini hanya tinggal Dirinya seorang


Diri, Dan akan menarik Arkhan Pulang dari


Luar Negeri dan disuruh memegang kendali


Perusahaan bersama sang Paman,


Ia terpaksa pulang karena Mas Fakih telah


tiada, Dahulu Ia pergi karena melanjutkan


Studi nya dan menjalani profesinya sebagai


Seorang dokter bedah disana.


Kemarin Ia tidak bisa pulang, Baru malam


ini Ia bisa datang, Ia datang setelah dijemput


Arsyad dari bandara, Wajah itu terlihat dewasa


Mirip dengan Mas Fakih, Hanya saja Arkhan


lebih muda dari Mas Fakih, Ia datang


Bersama Keluarganya sang Istri Nicole dan


Dua anak mereka yang masih balita


Terlihat lucu dan menggemaskan,


Pas Mas Fakih meninggal kemarin, Aku


harap Mbak dapat memaklumi Kami "


Sesalnya, Ia menundukkan wajahnya,


Aku hanya mengusap lembut pundaknya


"Tidak apa, Kami mengerti,...."


Jawabku.


"Mengenai Mas Fakih dan Mbak Rania,


Kami merasa berdosa Padamu dan Akhsan


Mbak " Ujarnya parau.


"Aku sebagai adiknya tentu sangat


menyesalkan kejadian itu " Lirihnya sendu.


Aku tersenyum getir, Mencoba menahan


air mataku, Menahan semua gejolak


perasaan, Namun Aku tak ingin terlihat


lemah.


"Sudah...Jangan diungkit lagi, Semua


yang pergi takkan pernah kembali,


Karena sejatinya perasaan terdalam


Manusia tidak akan pernah Kita tahu,


Mungkin Mbak saja yang terlalu naif,


Menganggap semuanya Indah tanpa


tahu perasaan terdalam Seseorang"


Paparku getir.


Arkhan hanya mengangguk,


"Sekarang Kami pulang, Mbak jangan


Pernah merasa sendiri, Ada Nicole


Dan Anak - anak, Berbagilah kesedihan


Atau apapun dengan Kami" Pintanya.


Aku mengangguk, Wajah itu terlihat


tulus mengulurkan tangannya Padaku.


"Aku telah kembali, Aku akan bekerja


Di RS swasta di kota ini, Lamaranku


Diterima dan aku akan mencoba mem


bantu Paman mengurus perusahaan"


Paparnya.


"Maafkan Kami....Kamu mungkin akan


lebih sibuk kedepannya, Maafkan.Mbak


Yang memilih jalur berbeda dengan


Kalian, Maafkan Aku dan Arsyad yang


Egois memilih mimpi masing - masing"


Lirihku merasa tidak enak.

__ADS_1


Arkhan tersenyum.


"Tidak apa Mbak memilih sebagai seorang


Guru, Dan Arsyad memilih menjadi seorang


Prajurit, Itu sebuah pilihan atas mimpi


Kalian, Kami keluarga besar sangat menghargai


Semua itu" Ucapnya.


"Lagipula Arsyad akan membantu sebisanya


Diperusahaan jika tugasnya kembali ke


kota ini " Lanjutnya.


Aku mengangguk pelan tanda mengerti.


Memang Mas Fakih tidak pernah mengeluh


Dengan pekerjaannya, Apalagi tugasnya


Sebagai anak sulung mengemban tanggung


Jawab lebih besar terhadap perusahaan


Keluarga, Namun Ia tidak mengharuskan


Aku untuk berkecimpung dalam pekerjaan


nya, Ia membiarkan Diriku mempunyai


Profesi sebagai Pengajar, Dan mendirikan


Sebuah toko Kue dari gajiku, Ini murni


Impian diriku sendiri walaupun sederhana


Mas Fakih selalu mendukungku.


Aku tertegun sendirian saat Arkan pamit


Undur diri dari ruang kerja Mas Fakih


Aku memandang foto Kami dimeja


kerjanya, Foto Kami berempat bahkan


Aku yang berada dalam pelukan Mas


Fakih hanya berdua saja pun masih


Bertengger disini.


Terlihat bahagia, Aku merasa terlena


Dengan semua kebahagiaan yang ada,


Aku yang terlalu naif menganggap semua


Yang ada didepan mata adalah kenyataan


Tanpa sadar ternyata yang bertahta di


Dalam hati Suamiku adalah Orang lain,


Miris memang .....


Dibeberapa waktu terakhirpun tidak ada


Sikapnya yang berubah hingga Kami


Tidak menyadari hal itu, Memang Mbak


Rania adalah cinta pertama Mas Fakih,


Namun hubungan Mereka tidak direstui


Oleh keluarga besar Mas Fakih, Namun


Mereka tetap nekat melangsungkan


Pernikahan walaupun tanpa restu.


Namun Pernikahan Mereka tidak pernah


berjalan mulus, Hingga Mereka bercerai


Saat Arsyad berusia 7 tahun, Dan Mbak


Rania pergi keluar negeri menyusul Orang


Tuanya untuk tinggal disana tanpa mem


bawa Arsyad.


Dan Ia kembali ketanah air setahun yang


lalu dan mereka menjalin.kasih lagi


Dibelakangku, Aku yang bodoh dan naif


Tidak menyadari saat terakhir Mas Fakih


Pergi ke luar kota, Dan mengalami kece


lakaan diperjalanan barulah diketahui


Jalinan Asmara Mas fakih dan Mbak


Rania karena dalam mobilnya diketemu


kan Mas fakih bersama Mbak Rania


Sedangkan sang Asisten berbeda mobil


Dan selamat.


Aku meremas foto terakhir dengannya,


Rasa sakit yang kurasa, Saat menghadapi


Kenyataan bahwa Aku hanyalah Istri


Diatas kertas dengan kebahagiaan semu


Tanpa arti dihatinya,


Aku mengepalkan tanganku hingga buku


- bukunya memutih, Walaupun kecelakaan


Itu ditutupi dengan hadirnya wanita lain


Yang bersama Suamiku demi kehormatan


Dan nama baik perusahaan,


"Andai Aku tahu hubungan Mereka, Tentu


Semuanya takkan kubiarkan walaupun


Mereka Ayah dan Ibu kandungku sendiri"


Lirih Arsyad kecewa,


"Aku yang akan membuatmu bahagia,


Aku berjanji hingga Bunda lupa akan


rasa sakit yang dirasa saat ini "


Suara hati Arsyad tanpa siapapun yang


Mengetahuinya, Saat Ia melihat Wajah


Sedih Alisha menghadap jendela besar


Didepannya, Hingga Ia tidak menyadari


Arsyad masuk dan memperhatikan


Alisha tanpa Dirinya tahu.


********************************************


**Bersambung

__ADS_1


**Like, comment please 🙏😘


__ADS_2