
setelah makan usai, sesuai perkataan birru mereka semua para karyawan nenek vhii akan dilatih fisiknya. mulai dari bela diri, penggunaan senjata tajam maupun api, guna untuk melindungi nenek vhii dari ancaman diluar sana ketika banyak orang tahu akan identitas nenek vhii yang merupakan nenek dari suami seorang mafia besar.
"bagi yang wanita bersiaplah melakukan latihan dengan anggotaku yang wanita pula. begitu juga yang laki-laki. selesai latihan aku ingin kalian menguji kemampuan kalian semua, hari ini dilatih hari ini pula aku uji. bagi yang kalah silahkan bermalam dengan macan kumbang di kebun binatang".
ucap birru.
"terkencinglah aku di celana ini".
"aih bisa dipastikan kalau aku masuk ke kandang itu, di elus sedikit saja dengan si macan kumbang itu jantungku langsung pindah haluan ke empedu".
"aduh Tuhan, aku belum nikah. gimana kalau aku diterkam kumbang. bisa mati dalam keadaan perjaka aku".
ucapan-ucapan kekhawatiran bersemayam di hati para anggota yang akan di latih.
"jika kalian takut, maka berlatihlah dengan bersungguh-sungguh. kelak ketika kami kembali ke negara kami, kalian akan tetap berlatih dengan mereka yang kutinggalkan."
birru seolah sangat memahami isi hati mereka.
....
birru kini melihat mereka berlatih, dengan lolipop yang bertengger di mulutnya itu tak mengurangi aura keam dari jiwanya.
dayyan yang juga memperhatikan mereka berlatih menjadi semangat untuk sembuh karena seperi para pelayan wanita itu yang awalnya lemah lembut kini mereka berubah menjadi pelayan yang kuat, tegas, serta tak takut akan apapun hal yang akan terjadi dikemudian hari.
"apa kalau aku sembuh aku juga akan berlatih seperti itu sayang?" tanya dayyan
"tentu, bahkan aku sendiri yang akan melatihmu. dalam waktu 3 hari kau harus sudah bisa menjadi manusia yang ditakuti." jawab birru seraya tersenyum.
"mengapa hanya 3 hari? kau pikir latihan itu semudah kau menghabiskan lolipopmu itu?" ucap dayyan protes.
"karena kau yang akan membantuku bahkan menggantikan diriku untuk membunuh kawanku". birru tersenyum smirk.
........
hari ini adalah hari terakhir dayyan untuk terapi di rumahsakit ini, dengan kemajuan kesehatan yang baik membuat dokter yakin akan kesembuhannya.
__ADS_1
"tuan, kita terapi hari ini sedikit lebih lama juga akan menggunakan laser yang akan membuat kakimu sedikit mengilu. tapi aku pastikan setelahnya tuan akan bisa berjalan meski belum sempurna." dayyan terapi kali ini tidak ditemani birru lagi karena birru sedang ikut menguji para anggota nenek.
"aku akan berusaha dok. berikan aku terapi terbaikmu, sehingga aku tidak bersusah payah lagi untuk memakai kursi roda ini". ucap dayyan penuh harap.
"baik kita akan mulai dengan melaser kakimu tuan. setelahnya kau harus beristirahat dahulu 1 jam. baru bisa melakukan latihan untuk berjalan".
latihan demi latihan dayyan ikuti, hingga penggunaan alat canggihpun iya terima.
5 jam berlalu untuk penyelesaian terapi terakhir ini.
dokter meminta dayyan untuk berdiri dan mencoba berjalan.
"tuan, bisakah kau coba lepaskan tongkatmu. kau cukup berdiri dalam beberapa detik, jika kau rasa tak ada terasa sakit pada bagian kakimu, kau bisa mulai melangkahkan kakimu perlahan. tapi jika kau rasa sangat sakit kau tak boleh menahannya. itu artinya kau harus tertap terapi dinegaramu. aku akan menunjukkan rumahsakit yang memiliki alat hampir sama denganku."
"baiklah, aku akan mencobanya. tolong tetap berada di sampingku." ucap dayyan mencoba berdiri.
percobaan pertamanya hanya mampu menyeimbangkan diri beberapa menit. namun ia tak mau menyerah.
beberapa kali ia harus tumbang, namun tetap berusaha lagi.
"sudah cukup tuan. kaki anda akan sakit jika Anda paksakan".
"tak mengapa, aku bisa. aku pasti bisa. aku ingin menunjukkan pada istriku bahwa aku bukan laki-laki yang lemah".
setelah berulang kali mencoba, akhirnya kini dayyan sudah bisa berjalan. bahkan berjalan dengan sangat baik.
dokter pun tak percaya akan kepercayaan diri dayyan membuahkan hasil yang maksimal.
"Anda hebat, tuan. kini Anda berjalan layaknya orang normal. selamat tuan. saya sarankan untuk anda jangan terlalu sering berjalan dulu. bagaimanapun tulang kakimu maish perlu pengistirahatan yang cukup".
"baiklah. aku rasa kali ini aku akan mengikuti saranmu. aku tak mau apa yang aku usahakan nantinya akan kembali membuatku duduk di kursi roda itu lagi."
......
dayyan kembali ke pulau pribadi dengan jemputan jet pribadi nenek. ia sengaja maish Duduk di kursi roda untuk membuat kejutan pada sang istri.
__ADS_1
sesampainya di rooftop, ia masih melihat birru menguji beberapa orang untuk melawannya seorang diri. terlihat sangat tak adil mengingatnya wanita. tapi itu tak berlaku baginya karena seorang ketua mafia tak akan pernah takut pada berapa banyak orang yang mengincar nyawanya.
"sayang, kau kembali. bagaimana terapimu?" tanya birru yang melihat dayyan mendekatinya.
"hmm seperti biasa. dokter hanya menambah sedikit alat untuk melatih kekuatan tulangku". jawab dayyan seolah masih dengan hasil yang sama seperti sebelumnya.
"tak apa. kita akan terus menc
"mencobanya". ucap birru memeluk dayyan.
"mencoba menanam benihku dalam rahimmu, begitu maksudmu?" dayyan menyeringai puas melihat istrinya bingung.
"maksudmu? jangan bercanda ya kak. tak mungkin aku menampung cebongmu lalu ku masukkan sendiri dalam rahimku". kesal birru
"biasanya juga kan aku harus membuat mulutku yang imut ini penuh dengan cebongmu. rasanya aku memasukkan 100 lolipop dalam mulutku saat itu". sambil memasuk dan mengeluarkan lolipopnya, birru memperaktekkan saat memuaskan dayyan.
"hahah kau ini. kali ini aku tak akan membuatmu bisa berjalan selama sebulan.". ucap dayyan berdiri dan berjalan ke arah birru lalu menggendongnya dan membawanya pergi ke kamar.
"kak, kau??? kak kau sembuh? kau bahkan bisa menggendongku. lega rasanya aku kau bisa kembali berjalan. tapi rasanya tak ada fungsinya jika aku nanti kuliah kedokteran. tujuanku sudah tak ada lagi". dalam dekapan dayyan, ia terus saja mengomel dengan mulutnya yang terisi lolipop.
"kau harus tetap menjadi dokter. suatu saat keluarga kita sakit kau bisa mengobatinya. atau jika ada musuhmu menyerang, lalu anggotamu terluka kau sendiri yang harus bertanggungjawab akan kesembuhan mereka." ucap dayyan seraya membuka pintu kamar.
"beristirahatlah. aku akan membersihkan diri dulu. siapkan dirimu, makan yang banyak. supaya kau kuat melayaniku". ucap dayyan berlalu ke kamar mandi.
"Tuhan, kali ini aku yang berdoa padamu. selamatkan aku dari terkaman tembok datar itu." ucap birru yang sedikit tak yakin akan kekuatannya berada pada kungkungan dayyan.
......
"sayang. aku mau ini ini ini ini ini ini ini ini dan semuanya sekarang juga". ucap dayyan menunjuk pada pipi bibir dada perut dan inti birru.
"apasih kak? mending kamu istirahat dulu deh. baru sembuh juga kan. jangan di paksa gitu". kilah birru agar dayyan mengurungkan niatnya.
"aku sudah sangat lama beristirahat.njadi kenapa harus ditunda lagi? kau tak bisa liat, ha? liatlah dia yang meronta-ronta menginginkan kehangatan darimu". goda dayyan pada birru menunjuk pada Joni Joni yes papa nya.
"matilah aku kali ini kak. sepertinya tidak ada kesempatan untukku bernafas ketika berada dibawah kendalimu. hahahah". birru yang sedikit nyengir ngeri pun membayangkan betapa ganasnya dayyan saat itu.
__ADS_1