
birru yang sebelumnya telah mendaftarkan diri di universitas ternama di kota itu, hari ini mulai memasuki masa perkuliahan.
birru mengikuti kegiatan ospek yang dilakukan sebagai awal perkenalan di kampus.
ia yang datang ke kampus di antar dengan supir pribadi dayyan pun menjadi perbincangan di kampus itu. hal itu pula tak luput dari perhatian sang badboy yang dikagumi oleh para mahasiswi di kampus itu.
kampus yang dijadikan tempat kuliah birru ini adalah kampus yang mendapatkan 80% donasi dari nyonya vhii.
"wah, bening banget"
"gila ini sih cantik banget, tapi ketutup gayanya aja"
"iya, sayangnya culun gitu. pake kepang dua lagi tu rambut"
"tapi dia manis loh kalau benar-benar diperhatikan"
banyak mahasiswa yang memuji birru yang memang memiliki paras cantik itu. tapi tak sedikit pula yang mengatakan culun, cupu, gak banget dan sebagainya.
bukan birru namanya jika harus meladeni mereka semua. dia dengan senyum ceria diwajahnya menambah karismatik dirinya.
masih sama dengan penampilannya sewaktu sekolah. ia tetap berpenampilan culun untuk mengelabuhi lawannya yang kemungkinan di kampus itu juga ada pembullyan atau penindasan lainnya terhadap Mahasiswa lain.
kini waktunya pelaksanaan ospek dimulai. semua mahasiswa baru dikumpulkan di lapangan.
"baik, perkenalkan nama saya ridho. saya mahasiswa jurusan hukum semester 3. saya ketua BEM disini. hari ini kita akan mulai ospeknya dengan bermain tebak-tebakan. saya akan melempar bola karet ini untuk kalian jalankan. jika musik berhenti maka orang terakhir yang memegang bola karet ini harus maju dan menjawab pertanyaan. jika salah maka akan ada hukuman untuknya. paham?"
"paham kak" seluruh mahasiswa serempak menjawab.
........
beberapa mahasiswa telah mendapat giliran. ada yang terkena hukuman untuk berjoget seperti bebek ada yang menang dan mendapat gantungan kunci sesuai fakultasnya masing-masing ada yang berbentuk hewan jika fakultas peternakan ada yang tanaman jika fakultasnya pertanian, kedokteran dengan bentuk stetoskop, dan lainnya.
ntah sengaja atau tidak, wakil ketua BEM yakni Cecilia mematikan musik saat bola karet sedang ada pada genggaman birru.
Cecilia terkenal sebagai mahasiswi paling cantik dan banyak gaya di kampus itu. ia juga menyombongkan diri dan sering membully mahasiswa yang dianggap lemah.
Cecilia adalah anak dari pak Seno, ketua jurusan kedokteran. apapun masalah yang dibuat oleh anaknya itu, pak Seno tetap membela nya. bahkan pernah memberikan sejumlah uang pada wali mahasiswa yang di bully agar tak memenjarakan anaknya.
"nah, Lo yang dandanannya gak banget sini maju". ucap Cecilia dengan tatapan remeh
birru maju dengan berjalan santai. banyak pasang mata yang menyadari kecantikan birru yang tertutupi oleh gayanya yang nerd.
begitu juga dengan Andreas yang sejak kedatangan birru ke kampus itu sangat menarik perhatiannya.
ia merasa jika birru bukanlah orang biasa. Andreas sendiri adalah mahasiswa semester 3 jurusan kedokteran yang dikenal sebagai badboy karena tingkahnya yang sering tawuran dan balapan. namun ia juga menjadi the king of campus karena wajahnya yang tampan dengan hidung mancung dan kulit putih bersih.
"Lo, siapa nama Lo? fakultas apa?"
"halo kak nama saya birru, fakultas kedokteran".
ia menjawab pertanyaan Cecilia dengan menyematkan senyuman.
__ADS_1
"gue mau Lo lari keliling lapangan ini 3x sambil bilang gue anak culun"
"eh, Cecilia. gak gitu juga dong. lu pikir lapangan ini kecil apa? sekali aja orang udah pingsan saking besarnya". ucap ridho khawatir akan kejailan cecilia berujung pada bubarnya BEM.
"diem aja Lo. ini urusan gue. cepet lari sana".
"baik kak". birru mulai berlari kecil dengan menyebut "aku anak culun" sesuai permintaan Cecilia.
namun sebelum berlari, ia meninggalkan Cecilia dengan senyum smirk di bibirnya yang pink alami itu. hal itu tak lepas dari perhatian Andreas yang berdiri dibagian tengah mahasiswa untuk berjaga-jaga ketika ada yang pingsan.
Andreas yang melihat senyuman birru yang menakutkan itu semakin yakin jika birru bukanlah anak culun biasa.
putaran pertama dilakukan birru dengan santai, ia dengan mudah melakukannya karena terlatih saat baru menjadi ketua mafia.
begitu juga dengan putaran kedua, ia masih bisa berlari dengan menyebut kalimat yang diminta kakak tingkatnya itu. mahasiswa yang melihat itu pun kagum dengan kekuatan birru.
di putaran ketiga birru sudah lelah bermain-main. ia menambah kecepatan berlarinya agar cepat selesai dan tak menjadi tontonan bagi mahasiswa lainnya.
"let's play, *****!". ucap birru dalam hatinya.
mahasiswa yang melihat birru menambah kecepatan berlarinya itu memuji dirinya.
"wah gila. bisa ikut lomba lari ni anak culun"
"eh kayaknya dia gak beneran culun deh"
"ini anak bakal jadi Boomerang buat Cecilia ni"
"menarik. siapa kau sebenarnya?" ucap Andreas dalam hatinya.
....
"sudah 3 kali putaran kak" ucap birru pada Cecilia yang menatapnya dengan tatapan tidak suka
"sekarang buka kacamata Lo yang sebesar dunia itu, buka juga ikatan rambut Lo. biar gue yang nguncir rambut Lo. Lo gak boleh lepasin apa yang udah gue buat di rambut Lo sampai pulang".
birru menatap tajam Cecilia. tapi karena misinya memberantas kejahatan di kampus itu, ia hanya bisa menurutinya saja. toh kedepannya ia akan membunuh siapapun yang bertindak semena-mena di kampus.
birru mulai melepas kacamata besarnya. lalu rambut kepang duanya. semua mahasiswa melotot kala melihat rambut birru tergerai dan kacamatanya yang tak lagi bertengger di hidungnya.
"kan apa gue bilang dia cantik"
"fix gue bakal jadikan dia sahabat gue"
"gila ni cewek. penampilannya aja yang cupu, tapi aslinya beugh panas dingin gue".
Andreas yang mendengar bisik-bisik dari mahasiswa itu hanya tersenyum penuh arti.
"gila! gak bisa dibiarin ni anak culun. bisa kalah saing ni gue". dalam hati cecilia.
"sudah selesai kak". ucap birru dengan penampilan barunya.
__ADS_1
"sini tas Lo, gue mau periksa"
birru memberikan tas yang ia bawa. birru menggunakan ransel ke sekolah.
"cih apa ini, Lo pikir Lo anak SD yang sering makan lolipop ha? sebanyak ini Lo bawa lolipop. bagus gue buang aja".
"jangan kak. saya memang menyukai lolipop. please jangan dibuang. mubazir juga kan."
"apaan sih lu Cecilia. itu ranah pribadi dia. biar aja lah". ucap ridho
"nih tangkap woy. siapa yang mau lolipop. due lempar ya".
Cecilia melempar semua lolipop birru, birru tak masalah daripada harus dibuang begitu saja.
ketika merogoh saku kecil di dalam tas itu, Cecilia mengangkat benda pipih yang dapat diperkirakan itu adalah ponsel milik Birru.
"wah, apa ini? Lo yang kayak gini punya ponsel Boba begini? Lo jual diri ha? atau Lo maling ya?"
"gak kak. itu hasil dari kerja paruh waktu saya selama ini"
"hahah gak percaya gue. kalo gitu ponsel ini milik gue sekarang"
"gak bisa gitu dong kak. itukan milik saya. data didalamnya juga penting". birru memang sengaja membawa ponsel itu karena di dalamnya hanya ada nomor kedua orangtuanya.
ponsel yang terhubung dengan markas ada disaku rok yang ia gunakan
"apa yang di saku rok Lo? keluarkan"
"tidak ada kak"
"jangan bohong"
"ini apa ha? Lo memang ****** ya. ponsel Lo semuanya keluaran terbaru. ini juga buat gue"
sebelum Cecilia mengantongi ponsel itu, tangannya telah lebih dulu dicekal birru
"jangan mentang-mentang Lo senior Lo pikir gue takut. bahkan Lo gak tau siapa gue." ucap birru merubah aura wajahnya.
"diem Lo. berani Lo ya sama gue. Lo yang gak tau siapa gue".
birru memutar kepala jam yang ada ditangannya seketika ponsel markas birru mengeluarkan tanda bahaya dengan menampilkan waktu 5 menit. hal itu tak disadari mahasiswa lainnya. tapi tidak dengan Andreas yang tetap melihat gerak-gerik birru.
bom, ya, itu adalah bom waktu yang sengaja dibuat untuk berjaga-jaga ketika ponsel itu terampas musuh.
"apa ini?"
"aku gak tau kak. kan ponselnya kakak yang pegang. emang kakak apain? kakak mau merusak ponselku?"
"gue amgak apa-apain. kayaknya rusak deh. hmm ya udah yang ini buat Lo"
setelah ponsel itu sudah di tangan birru, ia memutar kepala jam tangannya lagi untuk mematikan waktu di jam itu.
__ADS_1