
sore ini para GOLDY kumpul dimarkas untuk merencanakan penculikan Cecilia. namun sebelum itu, birru ingin mendapatkan semua bukti-bukti kejahatannya.
"kita gerak dari kampus terlebih dahulu. 5 orang dari kalian sudah aku atur bersama dosenku untuk masuk ke kampus. kalian menyamar jadi mahasiswa disana. kalian harus bisa mendapatkan perhatian Cecilia, aku akan mendanai seluruh kebutuhan kalian seperti tas, sepatu, pakaian, serta aku menyiapkan mobil sport termahal untuk kalian."
"misi yang seperti apa yang harus kami lakukan queen?"
"cukup pengaruhi Cecilia agar mau kalian ajak enak-enak di hotel yang akan aku pesan untuk kalian. kalian bebas menikmatinya jika mau. jika tidak, cukup beri perangsang dengan dosis berlebih saja lalu tinggalkan"
"widiiiihhhh, dapet misi Jedag jedug gini ya gak mungkin kami lewatkan lah queen. meskipun dia pasti udah longgar. hahahaha"
"hahha. kalian memang GOLDY ku yang bangsat. silahkan, silahkan"
....
pagi ini 5 inti GOLDY drakula, GOLDY yang memang mahir dalam urusan jebak menjebak enak-enak diatas ranjang datang ke kampus sebagai mahasiswa baru.
masing-masing mereka membawa mobil sport yang disediakan birru.
birru yang juga bertepatan baru sampai di kampus melihat GOLDY nya yang kece badai itu tersenyum puas.
ia berjalan pelan supaya bisa menyampaikan pesan untuk goldynya.
"berhati-hatilah, jika aku disakiti siapapun jangan bantu aku".
"eh, ini queen? kok jadi culun gini?" ucap GOLDY 1
"iya lah, liat aja lolipopnya. gak bakal ilang dari mulutnya" GOLDY 2
"bajingan!!. diam!!" ucap birru
.....
sesaat sebelumnya, Didi dan Andreas sudah menyebar banyak cctv di area kampus bahkan sampai dalam toilet sekalipun. hehe bukan untuk mengintip yang lainnya. hanya fokus pada Cecilia saja ya.
saat ini pelajaran baru saja dimulai. dosen yang bekerjasama dengan birru masuk ke kelas Cecilia dengan 5 pria tampan di belakangnya.
"permisi, pak Anton. ini saya bawakan 5 mahasiswa baru di kelas ini. sini anak-anak. nah ini mereka pak Anton"
"ah, baik Bu. terimakasih. silahkan perkenalkan diri kalian".
"saya Rahman pindahan dari kampus x di kota p sebelumnya. ini sahabat-sahabat saya ada Reno, galih, sandi, dan amar. mereka juga pindahan dari tempat yang sama seperti saya". ucap Rahman mengetuai GOLDY.
dengan paras yang cool, tubuh atletis, Rahman memang mempunyai nilai jual yang sangat tinggi.
hal itu membuat Cecilia yang awalnya meletakkan kepalanya di atas meja kini mendongak menatap kearah 5 GOLDY itu.
ia tertarik dengan wibawa dari Rahman saat perkenalan diri.
"baik, silahkan cari kursi yang kosong. kalian bisa duduk disana dan kita akan melanjutkan pelajarannya " ucap pak Anton.
....
Rahman yang memang menatap Cecilia sejak awal dapat dipahami dengan GOLDY lainnya, sehingga mereka mencari tempat duduk selain di samping Cecilia.
__ADS_1
"boleh aku duduk disini?" ucap Rahman pada Cecilia yang terus memandangnya dengan tersenyum
"boleh dong"
"aku Rahman. siapa namamu cantik?"
Cecilia tersipu malu dengan sebutan Rahman itu.
"a-aku Cecilia"
"oke Lia"
"Cecilia bukan Lia"
"sengaja. itu panggilan sayangku untukmu"
rasanya ingin melompat dari atas jurang dengan kedalaman 1000 meter saking bahagianya.
....
ketika jam istirahat berbunyi, semua mahasiswa berbondong-bondong keluar kelas. lain halnya dengan 5 GOLDY dan Cecilia yang masih setia ditempat duduknya.
"Rahman, kami ke kantin dulu. kau mau nitip sesuatu?" ucap galih
"belikan aku cemilan dan air dingin saja"
"oke"
"aku samakan saja". ia tersenyum menjawab pertanyaan Rahman.
"ciie apa kalian langsung jadian di hari pertama kuliah ini?"
"diamlah. jangan ganggu wanitaku. pergi sana. ini uangnya". Rahman memberi uang 500.000 pada temannya itu.
.....
1 Minggu sudah 5 GOLDY berada di kampus yang sama dengan birru dan Cecilia.
selama itu pula hubungan Rahman dan Cecilia semakin dekat. Cecilia pun sudah tak pernah lagi ke club untuk menjajakan dirinya pada pria hidung belang diluar sana.
ntah apa yang membuat dirinya berubah seperti itu. ia merasa bahwa Rahman sangat menjaganya serta menghormatinya sehingga ia berusaha untuk menjaga dirinya pula.
5 GOLDY dan birru serta Didi dan Andreas berada di rooftop kampus untuk membahas kelanjutan misinya terhadap Cecilia.
"bagaimana Rahman? apa kau berhasil mendekatinya?" tanya birru
"jelas berhasil lah. dari awal masuk kuliah udah di embat duluan. bahkan Cecilia kini tak lagi jual diri karena Rahman" ucap amar
"ha? apa kau menyukainya?" tanya Didi
"tidak!" jawab Rahman singkat
"jangan sampai kau menyukai nenek lampir seperti dia" ujar Didi ngeri mengingat kelakuan Cecilia
__ADS_1
"aku hanya menjalankan misi untuk menjeratnya. jika ia berubah ya bonus sebelum dia mati berarti"
"apa kau yakin?" tanya birru melihat gelagat Rahman yang tak biasa
"aisssss sudahlah queen, jangan menyudutkan aku terus. kalaupun aku suka, itu artinya waktuku bersamanya tak akan lama lagi karena dia harus mati kan"
"aku bisa mengubah takdirnya jika kau memang menyukai Cecilia. tapi dengan syarar" ucap birru
"apa syaratnya?" cepat Rahman bertanya
"gercep kali kau ingin tahu syaratnya. syaratnya kau bawa dia jauh dari negara ini. kau akan aku jadikan anggota golden rose yang ada di negara Q sebagai ketua inti GOLDY" ucap birru dengan santai dan menghisap-hisap lolipopnya.
"oke misi Jedag jedug selesai. aku akan membawa Cecilia pergi ke negara Q tanpa harus dia tahu siapa aku disini dan disana. aku akan mengatakan jika aku bekerja paruh waktu supaya ia tak curiga identitas diriku"
"ha? jadi kau memang menyukainya? dan kau akan meninggalkan kami?" ucap amar tercengang
"kalian ikut bersamanya. tetap awasi Cecilia disana. jangan sampai ia kembali menjual dirinya atau berbuat yang tak baik. aku akan memasukkan kalian ke universitas ternama disana" ucap birru
"terimakasih queen" ucap Rahman lega
ya 1 Minggu ia menjalani misi untuk memikat Cecilia membuatnya nyaman dekat dengannya. hingga rasanya tak rela jika ia harus kehilangan Cecilia.
"jangan ada yang mendekati Cecilia. tidak ada yang boleh menyentuhnya barang seujung kuku sekalipun kecuali aku" peringatan Rahman pada 4 temannya.
"cih, menjijikan. belum sempat aku Jedag jedug dengannya sekarang sesak sudah celanaku tanpanya". ucap galih
"hahaha, malam ini aku bebaskan kalian berempat untuk menikmati malam terakhir kalian disini dengan para wanita. ini black card ku. gunakanlah".
.....
dalam perjalanan pulang mengantar Cecilia, Rahman memberhentikan mobilnya di dekat taman.
"sayang, besok aku akan pergi ke luar negeri, apa kau mau ikut?"
"kenapa mendadak sekali?"
"iya sayang, papa memintaku untuk melanjutkan perusahaan miliknya disana"
"aku ikut. tapi bagaimana dengan kuliah kita?"
"kita akan kuliah di universitas ternama disana. keempat sahabatku juga akan ikut kesana untuk membantu anak cabang perusahaan"
"hmmmm baiklah sayang. aku akan berkemas malam ini. tapi sebelum itu, aku ingin.. hmmm" Cecilia menggigit bibir bawahnya
"hahaha katakan saja sayang kau mau apa. jangan kau gigit bibirmu. itu akan membuatnya terluka. aku tak suka milikku terluka. kita ke hotel sekarang".
"hehe kau paham ternyata"
"aku calon suami yang baik kan. haha. tenang sayang. aku akan memuaskanmu malam ini. barang-barang biar diurus oleh sahabatku"
"baiklah, sayang"
Cecilia memeluk erat Rahman. mereka melanjutkan perjalanan ke hotel untuk memuaskan hasrat Jedag jedug yang tertahan Selama seminggu ini.
__ADS_1