
birru yang telah Kembali masuk ke kampus hari ini terlihat sedikit berbeda. ia tak lagi memakai kacamata besarnya, meskipun rambut dan tampilannya masih sedikit sama dengan sebelumnya.
saat ia berjalan dilorong menuju kelasnya. ada segerombolan mahasiswi yang tak suka dia dekat dengan Andreas.
"woy, Lo!"
"siapa? aku?" ucap birru
"ya Lo lah siapa lagi. Lo denger baik-baik. jauhin Andreas atau Lo bakalan mati ditangan gue"
"haha, oke"
namun saat birru melangkah ingin meninggalkan mereka, salah seorang dari mereka menarik rambut birru hingga ia jatuh.
"aw, perutku. tolong perutku sakit sekali" ucap birru menahan sakit pada perutnya
"hahah mampus Lo"
terlihat darah segar mengalir dari kedua pangkal paha birru.
"cabut" ucap wanita itu ketakutan
"tolong, tolong" birru mencoba berteriak meminta toong siapapun.
tak lama kemudian, Didi tak sengaja mendengar rintihan birru saat ia akan mengantar makanan ke ruang dosen.
"biruu!" ia berlari menjatuhkan mangkuk berisi bakso itu
"tolong di. tolong bayiku"
"kau kenapa queen, tahan sebentar aku akan mencari bantuan"
Didi berlari kesana kemari mencari Andreas, ia ingat jika Andreas pasti ada di rooftop tempat dirinya menenangkan diri.
"ndre, queen. tolong queen". hooss hoooss hooss Didi mencoba menetralkan deru nafasnya.
"ada apa dengan queen?"
"ah ayo nanti aja aku ceritakan" Didi menarik paksa tangan Andreas menuju tempat birru tergeletak tak sadarkan diri.
"queeenn! siapa yang melakukan ini? matilah kita ditangan tuan muda"
"sudah ayo bantu bawa dia kerumahsakit"
....
sesampainya di rumahsakit, birru, Andreas dan Didi sudah ditunggu oleh nyonya ghanesia dan dayyan.
ya, dalam perjalanan tadi Didi menghubungi dayyan memberi tahu keadaan birru.
"sayang, bangun. dokter tolong"
__ADS_1
"tenang ya tuan. biarkan kami menangani istri anda terlebih dahulu"
"apapun itu tolong lakukan yang terbaik"
"baik"
.....
dayyan mondar-mandir di depan pintu ruangan birru diperiksa. begitu tak tenang dirinya melihat istrinya yang tangguh menjadi lemah seperti itu. terlebih lagi ia juga mengkhawatirkan keadaan sang buah hati dalam kandungan birru.
"apa yang terjadi? bukannya kalian satu kampus?" ucap dayyan pada Andreas dan Didi yang menangis
"aku di rooftop. Didi yang memberi tahu queen seperti tadi. tapi aku tadi sudah meminta anggota lain untuk mengambil rekaman cctv yang tersembunyi didekat tempat kejadian"
"mana hasilnya?"
"ini. Rania. dia yang melakukannya. hmm maaf karena ia meminta queen untuk menjauhi aku. aku tahu Rania terobsesi untuk memilikiku"
"sial! segera kau urus kucing betina mu itu. aku tak mau ada hal seperti ini terulang lagi"
"bagaimana jika kau menikah saja. maka tak akan ada yang menyakiti queen karena dirimu" ucap Didi menghapus jejak airmatanya.
"kau pikir cari istri kayak beli kerupuk dikantinmu?" jawab Andreas
"aku akan menikahkanmu dengan Kartika. dia penembak jitu wanita dari golden rose" ucap dayyan
"aku setuju" ucap nyonya ghanesia yang mendengarkan secara seksama apanyang dikatakan para anak muda itu.
"sudahlah. besok malam kau akan menikah dengannya. aku yang akan mempersiapkan segala keperluan kalian. aku juga akan memberikan sebuah apartemen untuk kalian tinggali"
"widih, enak bener kamu ndre. aku sendiri dong ini yang jomblo" ucap Didi menepuk pelan bahu Andreas yang masih diam
"kamu juga aku nikahkan dengan Nuha. dia hacker di golden rose" ucap dayyan
"aku juga? wahahahaha aku nikah. aku nikah Bu" Didi berlompat riang mendengar penuturan dayyan.
dayyan hanya menggeleng kepala melihat anggota baru di golden rose itu.
....
malam ini rooftop golden rose yang awalnya dijadikan tempat latihan beladiri, kini menjadi tempat yang sangat indah.
terlihat disana dua orang pria duduk menunggu para pengantin wanita.
"gak nyangka ya ndre, tiba-tiba kita nikah barengan gini" ucap Didi yang terlihat begitu antusias meskipun dia tak mengenal mempelai wanitanya.
beda hal dengan Andreas yang malah terlihat dingin dan datar.
tak lama kemudian, terlihat birru menggandeng Nuha dan Kartika yang sangat cantik.
ya birru sendiri harus kehilangan janinnya kali ini. ia keguguran karena hentakan saat ia terjatuh di kampus membuatnya pendarahan hebat hingga mengharuskan melakukan tindakan kuretasi.
__ADS_1
pernikahan kedua GOLDY baru itu diadakan dengan sederhana. kedua pasangan itu sah menjadi pasangan suami istri.
.....
di markas itu pula Rania sudah diamankan oleh GOLDY lain sesuai perintah dayyan.
byuuurrrr
"aaa banjir tolong, tolong" ucap rania
"diam!" ucap birru
"kau? lepaskan aku. apa maumu ha!"
"kuat juga nyalimu"
"siapa sebenarnya kau? kenapa aku ada ditempat pengap seperti ini?"
"kau ada dimarkas golden rose"
"markas mafia gila itu?"
"ya. aku queen of golden rose"
"what? ta-tapi penampilanmu"
"aku memang sengaja berpenampilan culun untuk mengelabuhi musuhku. dan asal kau tahu, Didi dan Andreas adalah GOLDY ku"
"ja-jadi mereka anggotamu? maafkan aku. aku janji tidak akan mengganggumu lagi. lepaskan aku"
"gampang sekali mulutmu berbicara. apa kau tahu? aku kehilangan bayiku saat kau tarik rambutku lalu mendorongku hingga tersungkur. apa aku akan melepasmu begitu saja?"
"ha? kau hamil? tapi kau?"
"ya. dia istriku. dan kau telah menghilangkan nyawa anakku". ucap dayyan berjalan mendekat
"maafkan aku tuan. aku tidak bermaksud"
"percuma. semua sudah terlambat. bahkan Didi dan Andreas pun sudah menikah. kau salah pilih lawan, kawan." ucap birru memegang belatinya
jleebb jleeeb
"aaarghh sakit"
birru menancapkan belati itu pada wajah Rania berulang kali tanpa ampun.
"biar aku yang membereskannya" ucap dayyan.
dayyan yang terbakar emosi karena kehilangan bayinya mengambil busur panah lalu memanah Rania tepat pada matanya, lalu paha nya dan perutnya.
dayyan puas melihat hasil karyanya yang mana banyak anak panah menancap pada bagian tubuh Rania.
__ADS_1