Lolipop Untuk Si Culun Dari Kepsek Lumpuh

Lolipop Untuk Si Culun Dari Kepsek Lumpuh
pasti sembuh


__ADS_3

Kini dayyan dan birru akan pergi ke rumahsakit yang mana mereka telah sepakati untuk melakukan terapi agar dayayan bisa kembali jalan seperti dahulu.


"Aku kok takut ya sayang, kayak lebih menyeramkan dibanging datang melamarmu waktu itu". Ucapan dayyan dengan memegang dadanya yang mau copot


"Tenang aja kak. Aku kan ada. Semua pasti akan baik-baik saja .


....


Sesampainya di rumahsakit, dayyan dan birru telah ditunggu dengan dokter Frans yang akan menangani kasus dayyan.


"Selamat pagi tuan muda,nona muda". Ucap perawat ya g sedang bertuga menyapa.


"Selamat sinag nona. Bisa kami bertemu dengan dokter Frans?


Ucap birru yang tak sabar.


"Bisa nona. Kalian memang sudah ditunggu oleh dokter Frans.


...


"hmmm hmmm. Dokter frans." Netral kan pikiran birru. Karena melihat bibir pink milik pak dokter.


"Ya birru. Apa kabar?" Ucap dokter itu.


"Baik" jawabnya singkat


Dokter dan perawat meminta dayyan untuk segera naik ke ranjang untuk diperiksa.


Dayyan hanya melirik sekilas lalu birru membantu dayyan untuk naik keatas ranjang.


"Apa kau yakin sayang dengan keputusmu. Apa kau yakin aku bisa sembuh?" Tanya dayyan yang masih tak percaya.


"Jika kita tak mencobanya siapa yang akan tahu kau bisa kembali berjalan normal atau seumur hidupmu menggunakan kursi roda itu". Jawab birru


Dokter memeriksa seluruh kondisi kaki dayyan. Scan demi scan dilakukan.


"Tuan, apa kau bisa menggerakkan kakimu?" Tanya dokter itu


"Aku akan mencobanya". Jawab dayyan dan mencoba untuk menggerakkan kakinya.


Hingga akhirnya ia berhasil untuk menggerakkan sedikit kakinya itu.


"Baiklah tuan. Tidak perlu dipaksakan. Mulai besok anda bisa melakukan terapi. Dengan melihat anda dapat menggerakkan kaki, itu berarti masih ada beberapa persen untuk tuan berjalan". Jelas dokter membuat senyum birru merekah.


....


"Sayang, aku mau beli lolipop ya". Ucap birru saat melewati pasar kecil yang tak terlalu ramai


"Jangan banyak-banyak, kau punya stok melimpah di hotel jika kau pikun sayang". Ledek dayyan ingat dirinya telah memberikan birru banyak lolipop sebelumnya.


"Baiklah. Ini sudah cukup." Ucap birru dengan menggenggam beberapa lolipop ditangannya.


...


Siang ini sesuai janji bahwa dayyan dan birru akan pergi terapi pertama.

__ADS_1


"Semangat lah cinta, jika kakak sembuh itu artinya kakak akan bisa menggendongku dan memuaskanku diranjang. Hahahah". Dengan mengedipkan matanya birru menggoda dayyan.


"Dasar nenek sihir. Yang iya-iya aja yang diingatnya." Ucap dayyan


Birru yang sedang memakan lolipopnya pun melirik ke arah dayyan,


"Ada apa? Kenapa melihatku seperti itu?".


"Kau bahkan lebih memilih untuk memakannya dibandingkan harus memikirkan ku". Ucap dayyan sembari menunjuk sesuatu dibawah sana".


"Nanti setelah selesai terapi, aku akan memanjakan mu sebagai hadiah". Jawab birru yang paham dengan keinginan suaminya itu.


.....


Mereka kini telah sampai dirumahsakit. Mereka menunggu dokter untuk melakukan terapi itu.


"Siang, maaf saya terlambat tuan, nona". Sopan dokter meminta maaf seraya membungkukkan tubuhnya


"Tak mengapa dok. Lakukan sekarang". Ucap birru dingin.


"Baik kita akan memulainya. Tuan bisakan kau sedikit menekuk kakimu?. Yah, seperti itu. Perlahan saja tuan. Semakin tidak dicoba untuk digerakkan akan semakin kaku".


Ucap dokter itu.


"Aaaaaargh. Sakit sekali". Ucap dayyan menggenggam tangan birru.


"Seperti anak kecil yang kehilangan lolipopnya" geleng birru


"Aku mendengar ucapanmu sayang." Ucap dayyan melirik birru


Dayyan memekik tatkala dokter menggerakkan jari-jari kaki dayyan


"Sakit dok." Ucap dayyan


"Ckkk. Bersabarlah sebentar. Dokter tidak bisa konsentrasi jika kakak terus berteriak" jawab birru malas.


Birru yang sedang mengemut lolipop pun segera membungkam mulut dayyan menggunakan lolipopnya.


"Jika terasa sakit, rasakan sajabkenikmatan rasa lolipop itu. Terlebih kan itu dari dalam mulutku. Hahaha". Ledek birru.


Latihan demi latihan dilakukan dayyan menurut begitu saja.


Tak terasa terapi yang ia lakuksn itu kini usai.


Dokter meminta smdayyan untuk datang kembali Minggu depan".


....


Dayyan dan birru yang hendak pergi ke mall melihat dari kejauhan ada seorang nenek yang berteriak meminta tolong.


"Aku kesana sebentar". Ucap birru.


"Berhati-hatilah". Jawab dayyan


Birru berlari kearah perampok yang mengambil tas seorang nenek dari depan mini market. Birru melayangkan sepakannya tepat pada wajah perampok itu. Seketika darah segar muncrat keluar. Sudut bibir pecah, mata lebam, hidung mengeluarkan banyak darah.

__ADS_1


"Kembalikan tas itu. Atau kau akan berhadapan langsung pada golden rose." Ucap birru santai.


"Cuiiihh. Aku tak pernah takut oleh siapapun. Yang ada golden rose yang harusnya tunduk takut padaku. Dan siapa kau menghalangi jalanku". ,Ucap birru


Dengan sigap ia kembali menendang dada perampok itu hingga tak sadarkan diri.


Birru mengambil tas itu untuk memastikan bahwa barang didalamnya utuh tak ada yang hilang.


"Ini tas anda nyonya. Berhati-hatilah saat dalam perjalanan. Pastikan dulu dalamnya ada yang hilang atau tidak." Ucap birru memberikan tas nenek itu.


"Masih lengkap nona. Terimakasih. Jika saya boleh tau siapa namamu?". Tanya nenek itu.


"Ah aku birru Wijaya. Ini suamiku dayyan Bramantio". Jawab birru.


"Namaku xhavhila. Dan apa aku tadi tidak salah dengar namamu, nona?" Ucap nenek dengan pakaian yang terbilang cukup mahal.


"Benar nyonya". Jawab birru.


"A-apakah kau ketua golden rose nona?" Aku mengingat nama ketua mafia itu". Ucap nenek xhavhilla.


"Benar nyonya. Ada yang perlu aku bantu?". Tanya birru yang melihat guratan kebahagiaan dari wajah nyonya itu mendengar penuturan diri birru.


"Akhirnya aku bisa melihatmu secara langsung. Maukah kau membantuku mencari keberadaan cucuku?. Ah ya. Besok aku harap kau bisa datang ke villa ku. Ini alamatnya. Aku akan menceritakan semua kejadian demi kejadian yang lalu". Penjelasan nyonya xhavhilla sangat dipahami oleh birru.


....


"Apa kau senang nona birru?" Tanya dayyan datar


"Senang untuk apa?" Birru gantian bertanya


"Ckk. Orang bertanya untuk dijawab bukan kembali memberi pertanyaan". Cuek dayyan


"Aku tak paham kak. Jangan bertele-tele". Ucap birru kesal.


"Perhatikan pakaianmu." Ujar dayyan.


Birru seketika melihat pakaiannya yang penuh dengan percikan darah perampok tadi.


Ada juga noda darah yang sudah mengering di tangan dan pipi birru.


"Ckk. Menjijikkan. Tapi aku suka. Hahah" ucap birru dengan terbahak-bahak


"Cepat laju jalanmu. Ayo kembali saja ke hotel. Bersihkan dirimu" ajak dayyan


"Iya iya. Cerewet sekali. Seperti ibu-ibu saja kakak ini". Ucap birru yang maish setia mendorong kursi roda suaminya itu.


Sesaat sampai hotel, birru berendam di bathtub untuk merilekskan dirinya


"Apa kau tak berniat mengajak diriku berendam sayang? Aku juga merasa badanku lengket karena keringat". Dayyan tiba-tibamuncul dari arah luar.


"Kau mengejutkan aku kak. Mari kesini aku bantu kau turun". Ucap birru.


Dengan tidak menggunakan sehelai benang pun birru berjalan ke arah dayyan. Seketika dayyan bersusah payah menelan Slavia nya.


" Kau menggodaku?". Tanya dayyan yang memperhatikan diri birru.

__ADS_1


"Ckk. Bahkan kau sudah merasakan semuanya" jawab birru seraya menurunkan dayyan dari kursi roda menuju bathub.


__ADS_2