
menyetujui permintaan nyonya xhavhilla kemarin, kini birru menuju mansion nyanya vhii. birru pergi bersama anggotanya yang ada dikota itu. sedangkan dayyan harus terapi lagi saat ini. ia tidak mau menunggu Minggu depan melakukannya.
kini birru telah sampai dimansion dan disambut oleh nyonya vhii.
"selamat datang nona muda. senang nona mau berkunjung memenuhi permintaan saya". ucap nyonya vhii ramah.
mereka duduk bersantai bersenda gurau hingga makan siang selesai dilakukan.
"begini nyonya, apa nyonya memiliki gambaran seperti apa cucu nyonya. atau orangtuanya, atau nyonya memiliki foto mereka saat bersama nyonya". tanya birru mulai serius untuk menjalankan misinya.
"ah ada, sebentar saya ambilkan fotonya". nyonya vhii bergegas mengambil foto anak dan cucunya.
deg. birru seketika mematung kala melihat foto itu. ya, foto yang sama yang di miliki oleh dayyan.
"maaf nyonya, kenapa anda bisa terpisah dengan anak dan cucu anda?" tanya birru memastikan.
"karena suami saya harus berobat disini. hingga ia wafat. saya ingin mengabarkan pada anak dan cucu saya namun nomor mereka sudah tidak aktif.". ucap nyonya vhii sedih.
"siapa nama cucu nyonya?". birru langsung bertanya pada nama cucunya bukan anaknya.
"Dayyan bramantio.". birru menangis mendengar nama itu. ya nama suaminya, Yang artinya nyonya vhii adalah nenek dari suaminya itu.
"aku permisi dulu nyonya. aku pastikan besok pagi aku akan membawa cucu nyonya kesini. permisi". birru berlari meninggalkan mansion dan di ikuti anggotanya.
...
birru kini menuju kerumahsakit untuk menjemput dayyan yang sedang terapi.
"tolong jangan katakan apapun tentang yang kau dengar tadi. aku sendiri yang akan menyampaikan pada suamiku". ucap birru pada pengawalnya yang tadi sempat tercengang mendengar penuturan nyonya vhii.
"baiklah nona". jawab pengawal itu.
.....
"apa kakak sudah selesai? jika sudah ayo pulang. hari semakin gelap sedang aku harus ke supermarket untuk membeli bahan makanan". ucap birru dengan raut wajah yang tak bisa diartikan.
"apa ada masalah?" tanya dayyan yang menyadari akan perubahan raut wajah birru.
"tidak ada. aku rasa aku hanya sedikit lelah" birru mengelak.
.....
saat ini dayyan dan birru sampai di hotel. malam harinya birru mengajak dayyan jalan-jalan kepantai dekat hotel.
sejak pulang dari mansion nyonya vhii, birru berpikir keras tentang suaminya dan nyonya vhii.
"kak, apa kau yakin kau tidak memiliki siapapun lagi didunia ini?" tanya birru
__ADS_1
"ya, karena ayah dan ibu sudah tiada. sedangkan aku anak tunggal". jawab dayyan
"apa kau tak memiliki paman, bibi, nenek, kakek begitu?" pancing birru pada dayyan
"hmm. aku rasa aku memiliki kakek dan nenek. tapi aku lupa apakah mereka masih hidup atau tidak. sudah sejak lama mereka menghilang." ucap dayyan membuat birru menghentikan langkahnya mendorong kursi roda dayyan.
"jika mereka masih ada, apa kau mau menerima mereka? maksudku, apa kau tak marah pada mereka yang menghilang sejak lama hingga kakak mengira kakak seorang diri didunia ini". birru mengatakannya dengan mensejajarkan dirinya dengan dayyan.
dayyan mengelus kepala birru dan tersenyum.
"aku akan sangat bersyukur jika ternyata aku masih memiliki keluarga didunia ini".
"baiklah. kita lanjutkan jalan-jalannya. apa kau lapar?" tanya birru mengalihkan pembicaraan.
ia lega saat tahu dayyan tak akan menyalahkan siapapun keluarganya yang ternyata masih ada sedangkan ia hidup sendiri dengan keadaan yang lumpuh pula.
"ya aku mulai lapar dan..." dayyan menarik tangan birru hingga birru terduduk dipangkuan dayyan.
"ada apa? ayo pulang katanya lapar". ucap birru
"aku ingin memakan dirimu" jawab dayyan yang ******* bibir birru.
........
pagi hari ini birru akan membawa dayyan pada sang nenek.
"oke, aku akan bersiap".
.......
saat ini keduanya tiba didepan mansion yang sangat mewah dan megah.
"ini mansion temanmu sayang?" tanya dayyan kagum dengan kemewahannya.
"lebih tepatnya keluarga bukan sekedar teman. ayo masuk". ucap birru.
....
"nona muda". sapa bodyguard didepan mansion.
"nyonya ada?" tanya birru tanpa membubuhkan nyonya siapa yang ia maksud.
"ada nona. mari saya antar".
...
"nyonya". panggil birru kepada nyonya vhii yang sibuk menanam bunga-bunga ditaman.
__ADS_1
"nona muda. kau datang". ucap nyonya vhii memeluk birru.
"bisa kita bicara di ruang tamu? aku ingin mengatakan sesuatu".
"baiklah, mari. ayo tuan". ajak nyonya vhii.
.....
"sesuai perkataanku sebelum meninggalkan mansion ini kemarin. aku membawanya untuk bertemu dengan nyonya". ucap birru yang dayyan masih tak paham begitu pula dengan nyonya vhii yang melihat mana cucunya.
"dimana dia?" tanyanya.
"ada di hadapanmu, nyonya. dayyan bramantio. cucu nyonya xhavhilla Yang sekarang harus menggunakan kursi roda dalam hidupnya karena kecelakaan 10 tahun lalu. hal itu juga yang membuat orangtuanya meninggal". ucapan birru membuat dayyan menatapnya lekat seolah bertanya ada apa ini.
"sayang, maksudmu apa membawa-bawa keluargaku?" tanya dayyan yang memang tak mengingat wajah sang nenek.
"silahkan nyonya vhii". birru memberi ruang agar dayyan dan neneknya bercakap-cakap.
"apa kau dayyan, nak? apa kau cucuku? hiks hiks". nyonya vhii menangis memeluk dayyan yang masih bingung.
"iya, aku dayyan. tapi aku tak tahu aku cucumu atau bukan. aku tak mengingat siapapun setelah kecelakaan itu kecuali ibu dan ayah yang sudah tiada." ucap dayyan yang berhasil membuat nyonya vhii semakin terisak.
"ini nenek, nak. kemana saja kalian. kenapa tidak ada yang bisa dihubungi. kakekmu sudah tiada. nenek sendiri disini". dayyan mengeratkan pelukan sang nenek seolah tak ingin lagi berpisah.
"nek. aku rindu. aku juga kesepian tak punya siapapun kecuali keluarga dari birru. birru adalah istriku nek." ucap dayyan membuat nyonya vhii melihat birru yang menunduk.
"kemari nak. nenek ingin memelukmu. selamat atas pernikahan kalian. semoga maut yang dapat memisahkan kalian. pantas saja kemarin kau menangis dan berlalu pergi tanpa aku menjawab ucapan permisimu." ucap nyonya vhii.
Terimakasih telah menerima cucuku menjadi suamimu nak. Semoga hidup kalian selalu bahagia. Juga segera mendapat momongan yang lucu". Ujar nyonya vhii
" Terimakasih banyak nek. Aku pun bersyukur memiliki suami seperti kak dayyan. Semoga kedepannya kak dayyan bisa berjalan kembali. Aku sedang mengusahakan yang terbaik untuk kesembuhannya." Birru meneteskan airmata harunya.
....
"Sayang, kenapa kau tak mengatakan jika kau bertemu dengan nenek?" Tanya dayyan penasaran.
"Apa kakak tidak mengingat nenek itu? Iya, nenek itu yang sewaktu kita di supermarket dia kerampokan. Itulah awal mula kita bertemu beliau. Hanya saja saat itu kita masih belum mengetahui jika beliau adalah nenek dari pria tampan dihadapan ku ini". Goda birru pada dayyan
"Jangan menggoda. Aku sedang lelah" ucap dayyan cemberut.
"Baiklah aku tak akan menggodaku, sayang". Birru berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Ketika ia keluar, dayyan melototkan matanya melihat birru yang sangat sexy menurutnya.
"Tak menggoda tapi kau dengan berani membangunkan singa yang sedang kelaparan sayang". Ucap dayyan kembali merasa sesak pada celananya.
"Hahaha. Aku hanya ingin tidur kak. Siapa yang menggodamu. Tak kah kau merasa ini sangat panas? Aku merasa gerah, makannya aku memakai lingerie ku." Ucap birru mengipas rambutnya.
__ADS_1