Lolipop Untuk Si Culun Dari Kepsek Lumpuh

Lolipop Untuk Si Culun Dari Kepsek Lumpuh
permen buah original


__ADS_3

setelah beberapa hari dayyan berada dikediaman nyonya ghanesia, beberapa hari itu pula birru tinggal di kapal pesiar membuatnya kehabisan stok lolipop.


ia berniat ingin membeli banyak lolipop dikota, namun niatnya urung tatkala dayyan tiba-tiba saja muncul di kapal pesiar.


"nona cepatlah masuk ke kamar. tuan berjalan kesini" ucap koki yang juga sebagai pengawas keadaan khawatir dayyan tiba-tiba muncul seperti saat ini.


"dasar pria gila. selalu saja membuatku repot. padahal mulutku sudah sangat menginginkan lolipop"


"sudahlah nona. nanti ku buatkan saja ya"


"apa kau bisa?"


"hmm tak seperti lolipop biasanya sih. hanya buah dengan gula saja"


"ah baiklah. aku masuk. jangan lupa gula buahnya. cucuk juga pakai tusukan lidi"


"oke nona"


....


tak lama kemudian dayyab terkejut kala melihat koki membuka pintu dapur yang bertepatan pula ia akan masuk ke dapur.


"eh, kau. mengagetkanku saja" ucap dayyan


"maaf tuan. saya terburu-buru"


"mau kemana kau? kenapa tergesa-gesa seperti dikejar hantu?"


"ini lebih dari darurat tuan. aduh nanti saja ya. saya mau ke kebun belakang mau cari buah-buahan"


"tunggu. aku ikut. aku juga bosan di mansion makannya aku kesini"


"ba-baiklah, Tuan"


.....


keduanya memetik banyak buah-buahan dikebun itu. nyonya ghanesia memang pecinta buah sehingga ia memang mempekerjakan tukang kebun untuk menanam banyak pohon buah-buahan seperti stroberi, mangga, apel, pear, melon, ceri, semangka, dan lainnya.


"mau untuk apa semua buah ini? apa kau diam-diam menjualnya tanpa sepengetahuan nenek?"


"tidak, tuan. hanya saja kata nyonya ghanesia ada pesanan permen buah original tuan. sehingga saya harus membuatnya sebanyak mungkin sesuai kebutuhan"


"sesuai kebutuhan bagaiamana, bahkan kau memanen semua buah hingga tak tersisa."


"hehe supaya tidak bolak balik, tuan. siapa tau kurang"

__ADS_1


"lalu jika berlebih?"


"ya untuk tuan saja"


"huftt. aku jadi teringat istri kecilku. dia pergi sudah ntah berapa lama. seperti yang kau tahu, dia pecinta lolipop teramat sangat. bahkan seminggu sekali kami harus menyetok lolipop untuknya"


dayyan curhat akan kerinduan dirinya pada birru yang tak kunjung kembali. koki itu mendengarkannya dengan baik apa yang tuan mudanya itu katakan.


dalam hatinya ia juga bersyukur nona mudanya memilih untuk bersembunyi, sehingga tuan muda dapat menyadari kesalahan yang ia buat menyakiti istrinya.


"nah nah kan, rasain. kangen kan. kapok gak tu selingkuh-selingkuh begitu? atau mau tukar posisi sama aku? aku jadi suaminya nona dan tuan jadi koki. hahah" koki itu bermonolog dalam hatinya.


"hei, kenapa kau bengong? kau mendengarkan aku atau tidak?"


"eh, iya tuan. saya mendengarkan cerita sedih tuan. semoga nona muda segera kembali kepada tuan ya. tuan juga tobat deh kayaknya, kan bingung sendiri kan kalau nona pergi gini"


"huu kau ini. namanya aku khilaf"


"khilaf kok sampe lama tuan?"


"ya khilaf aja itu. udah ayo kita buat permen buah originalmu itu. aku mau belajar juga. siapa tau nanti birru kembali aku bisa membuatkan khusus untuknya"


"hmm, anu tuan. tuan tunggu saja di rooftop ya. saya takut nona mati kelaparan kalau kelamaan nunggu kita buat permen itu. dia kan juga harus keluar untuk sekedar minum atau makan"


"maksudmu? nona siapa?"


"ya sudah keluarkan saja. gitu saja kok repot"


"tidak boleh tuan. tidak bisa dikeluarkan sembarangan. ia akan mengamuk dan mencakar habis-habisan jika dibiarkan berkeliaran"


"ya sudahlah. bagaimana jika kita buat di rooftop saja. kau bawa saja alat-alat yang dibutuhkan"


"baiklah. tuan tunggu diatas ya"


"oke. ah ya, bawakan aku minuman dingin"


"baik tuan"


....


dayyan berlalu meninggalkan koki dengan banyak keranjang berisi buah ditangannya.


cekleeek


"hufttt dasar tuan aneh. mau ikut campur saja dia. hampir aku keceplosan bilang kalau nona muda disini. untung aku punya ide bilang kucing. haha" ucap koki itu mengelap butiran keringat yang keluar.

__ADS_1


"siapa yang kau sebut kucing?" ucap birru yang keluar dari kamar karena mendengar gerutuan kokinya itu.


"eh anu nona. anu"


"ona anu ona anu. enak sekali kau samakan aku dengan kucing. begini-begini aku ini singa bukan kucing. hahaha"


"eh??"


"mana permenku?"


"ini nona belum selesai. baru juga aku memetik buahnya bersama tuan tadi."


"oh, ya sudah ayo buat"


"tidak bisa nona. tuan menungguku diatas. ia ingin aku mengajarinya membuat permen buah ini. katanya supaya kalau nona kembali pada tuan, ia akan membuatkannya sendiri untuk nona"


"oh sweet banget suamiku. eh eh. aku masih marah. ya sudah sana. hmm tinggalkan aku beberapa buah untuk ku makan"


"oke nona".


..


koki dan dayyan sedang asyik membuat permen buah di rooftop.


koki memilih untuk membuat permen buah stroberi, semangka dan melon.


"nah ini buah yang sudah dicuci dicelupkan pada lelehan gula ini tuan. nanti akan membeku seperti permen."


"semudah itu? apa kau yakin ini enak?"


"tentu saja enak tuan. ibuku dulu sering membuatkan aku permen ini"


"baiklah. nanti aku akan mencoba saat permen itu sudah kering"


dengan telaten dayyan dan koki membuat permen itu hingga selesai 4 keranjang.


sesekali dayyan memakan permen yang mereka buat hingga ia tak sadar jika telah menghabiskan banyak permen.


"tuan. jangan dimakan terus. nanti habis bagaimana?"


"heheh aku tidak bisa berhenti memakannya. ini enak sekali"


"tu kan apa aku bilang. resep dari ibuku memang tak main-main"


"kalau begitu beri aku sekeranjang permen untuk ku bawa ke mansion"

__ADS_1


"ha? banyak sekali tuan. tapi tak apa, karena tuan sudah membantuku maka aku akan berikan pada tuan"


"kau memang paling bisa di ajak bekerjasama"


__ADS_2