Lolipop Untuk Si Culun Dari Kepsek Lumpuh

Lolipop Untuk Si Culun Dari Kepsek Lumpuh
uji kesetiaan


__ADS_3

sebulan berlalu, dayyan kembali ke apartemen untuk menunggu birru pulang. ia sangat berharap istri kecilnya itu mau memaafkannya.


"cepatlah kembali. aku masih disini untuk menunggumu. aku benar-benar tersiksa dengan semua ini". ucap dayyan yang lesu.


seminggu detelah kepulangan dayyan, nyonya ghanesia memberi ide cemerlang untuk birru.


"bagaimana jika kau menyamar sebagai seorang pelayan yang diutus orangtuamu untuk membantu membersihkan apartemen. kau bisa menilai apakah suami bodohmu itu bisa menjadi lelaki yang setia atau tidak"


"boleh juga. tapi kalau ketahuan gimana?"


"ketua mafia sih, tapi begonya kebangetan deh kamu. pake wig, pake tompel, atau pake wig pake dress mini. ha iya begitu saja. dandan secantik mungkin. kita lihat dia akan tergoda atau tidak"


"bagaimana jika menak ikut saja. anggap saja aku pelayan dari nenek"


"hmm oke. setuju. kemasi barangmu. simpan dengan baik permen buahmu itu. jangan sampai dia tahu."


"oke oke. aku juga lagi nunggu koki ni. masih ada beberapa permen buah yang aku pesan untuk kubawa pulang"


"Astoge. eh astaga. lama-lama kau ompong kalau makan permen itu terlalu banyak"


"pasang gigi kambing saja"


"ah sudahlah. cepat. susah ngomong sama anak ingusan blepotan kayak kau ini".


.....


setelah melakukan perjalanan panjang tanpa memberitahu dayyan akan kedatangan sang nenek dan istri yang telah menyamar membuat dayyan terkejut kala melihat sang nenek berada di ambang pintu dengan dua koper disisinya.


"loh? kok" ucap dayyan bingung


"kenapa? aku takut kau frustasi dan bunuh diri makannya aku menyusulmu"


"kenapa gak ikut aja sih kemarin. kalau terjadi apa-apa gimana?"


"kau mendoakan aku yang tidak-tidak, begitu? sudahlah aku mau masuk. masak iya aku berdiri terus disini"


saat nyonya ghanesia melenggang masuk, dayyan melihat wanita seksi dan bohai dibelakang neneknya itu.


"permisi, tuan" ucap birru yang menyamar


"siapa kau?" dayyan merasa tak asing dengan suara wanita itu.


"jangan ganggu dia. dia Tia pelayanku." ucap nenek ghanesia memulai misi


"oh, gitu. silahkan" dayyan mempersilahkan tua alias birru masuk.


...

__ADS_1


makna malam yang telah dihidangkan oleh Tia alias birru itu menggugah selera makan dayyan. sejak hilangnya birru memang dia sangat sulit menemukan nafsu makannya.


"biar saya yang ambilkan makanannya tuan" ucap Tia


"terimakasih" ucap dayyan seraya memberikan piring kosongnya pada Tia.


mereka bertiga makan dengan khidmat. hingga waktunya kini untuk beristirahat.


"aku ke kamar dulu. kau bereskan semuanya ini. baru kau bisa beristirahat" ucap nenek ghanesia pada Tia.


"capek nek. capeeek. cwpe banget aku ini udah lebih dari babu". monolog birru dalam hatinya.


"baik nyonya" senyum Tia mengembang dengan membentuk lesung pipi yang dalam menambah kecantikannya.


.....


waktu menunjukkan pukul 3 dini hari. Tia alias birru turun ke dapur untuk mengisi botol air minumnya.


"hmm"


"ya ampun kaget. eh ,maaf tuan"


"sedang apa kau disini malam-malam begini Tia?"


"mengambil air, tuan"


saat melihat itu, dayyan langsung menepis pikirannya.


tuan. ada yang bisa saya bantu?"


"hmm jika kau tak keberatan bisakah kau membuatkan aku pasta?"


"oh, bisa tuan. tuan tunggulah dulu"


Tia segera mempersiapkan bahan makanannya. Dengan cekatan ia memotong bawang dan lainnya.


"silahkan dicoba tuan" Tia mempersilahkan dayyan makan


"hmm ini lezat sekali"


"ah terimakasih tuan"


"kau makanlah juga. a-aku akan membagi dua makananku ini"


"eh, anu. hmm baiklah"


"ini untukmu"

__ADS_1


"terimakasih"


duaarrr duaaarrrr teekkk


saat sedang asyik bercengkrama dan memakan pasta, listrik padam dan suara petir menyambar kemana-mana.


"aaaaaaaaaaaaa tolong" teriak Tia yang sengaja menguji kepekaan dayyan


"Tia tenanglah.baku disini" dayyan meraba-raba sekelilingnya dan menemukan tangan Tia. ia menggenggam erat tangan itu.


"tenanglah. ayo kembali ke kamarmu. aku antar"


"hiks hiks. aku takut tuan. aku taakut akan hujan, gelap dan petir"


"sudah ayo aku temani kau sampai tidur."


dayyan mengangkat tubuh Tia dan membawanya ke kamar tamu yang ditempati Tia.


...


"tuan, apa kau keberatan jika aku meminta bantuanmu?" ucap Tia yang kini sudah diatas ranjang.


"bantuan apa? tidurlah aku akan menunggumu hingga terlelap"


"biasanya jika hujan turun atau mati lampu begini, ibuku akan memelukku hingga aku tertidur"


"hmm, baiklah. aku akan memelukmu. tidurlah" dayyan beranjak dari sofa yang didudukinya menuju sisi samping Tia.


dayyan mendapat kehangatan yang biasa dia dapatkan saat memeluk birru. entah mengapa ia juga mendapatkannya pada wanita yang tak lain adalah pelayan neneknya itu.


"tuan"


"hmm"


"dadamu bagus"


dayyan menatap lekat manik mata Tia yang sepertinya sangat dayyan kenali.


"sudahlah pejamkan matamu. cepat tidur"


"hmm baiklah"


Tia sengaja mengeratkan pelukannya. ia menjadikan lengan dayyan sebagai bantal kepalanya.


mereka berpelukan hingga pagi menyapa.


"eungh" Tia mengerjapkan matanya melihat dayyan yang masih saja memeluknya.

__ADS_1


sejujurnya ia sangat merindukan suaminya ini, hanya saja karena misinya pada sang nenek mengharuskan dirinya untuk menyelesaikan itu terlebih dahulu agar ia juga tau seperti apa suaminya ini.


__ADS_2