Lolipop Untuk Si Culun Dari Kepsek Lumpuh

Lolipop Untuk Si Culun Dari Kepsek Lumpuh
ngambek


__ADS_3

Sesuai kesepakatan Dayyan dan birru pergi ke Spanyol. Awalnya mereka ingin liburan tapi ntah mengapa birru meminta dayyan untuk segera mengkonsultasikan kakinya.


Birru sudah membulatkan tekatnya untuk masuk ke fakultas kedokteran. Birru memilihnya dikarenakan ia ingin membantu dayyan agar bisa kembali berjalan. Ia yakin melaluinya dayyan bisa sembuh dan berjalan.


Dayyan yang awalnya tak setuju karena pesimis akan hasilnya pun mengatakan kepada birru supaya berlibur saja, tidak perlu konsultasi mengenai kakinya


"Tidak bisa. Kita harus konsultasi. Aku yakin kamu bisa berjalan dengan normal lagi dalam waktu dekat. Aku pun berjanji akan terus membantumu jika nantinya kamu diharuskan untuk terapi.". Ucap birru memaksa dayyan.


"Hmm baiklah-baiklah. Kita akan melakukannya. Tapi jika dalam waktu selambat-lambatnya 6 bulan aku masih tak mampu untuk berjalan, makan jangan memaksaku untuk melakukan terapi. Biaralah ini akan menjadi takdirku. Jikalau kamu nantinya ingin berpisah denganku, aku tak akan melarang mu sebab aku sadar akan kekuranganku". Pernyataan dayyan yang membuat birru kesal.


"Siapa yang ingin berpisah dari siapa? Jika aku tak menyukaimu, aku tak menyayangimu, kenapa juga aku harus kesana-kemari menghubungi si a si b si c hanya untuk meminta bantuan untuk mencarikan dokter spesialis untuk kakimu. Salahkah aku yang ingin mengabdikan diriku padamu? Salahkah aku menunjukkan baktiku pada suamiku? Aku kecewa dengan ucapanmu. Batalkan keberangkatan kita." Biruu berlari keluar apartemen dengan bulir-bulir bening yang membasahi kulit wajahnya yang putih.


"Aaarrggghh. Bisa-bisanya kau melukai hati gadismu itu. Dia hanya ingin membuat dirimu berjalan kembali. Toh kau bukan cacat sejak lahir. Sial, sial, sial!!!". Monolog dayyan merutiki kebodohannya dalam menanggapi keinginan birru.


.....


Dayyan mencari birru keseluruh mansion namun tak ditemukan. Ia berpikir kemana birru jika sedang dalam keadaan sedih.


Dayyan akhirnya ingat, birru akan pergi ketaman kala ia bersedih. Dengan bergegas dayyan meminta supir untuk mengantarnya.


Sebelum sampai ke taman, dayyan mencari minimarket untuk membeli banyak lolipop. Ia sangat tahu bahwa birru menyukai lolipop. Bahkan saat mengeksekusi musuhnya pun ia tetap menghisap lolipop di dalam mulutnya.


......


Akhirnya benar dugaannya, disebuah kursi panjang di taman kota itu ia melihat birru menangis dengan menekuk kakinya untuk menyimpan wajahnya.


"Cinta, maaf". Ucap dayyan lembut serta mengelus rambut hitam birru.


Birru mendongak menatap dayyan dengan mata sembab nya. Dayyan meraih birru untuk dibawa kedalam pelukannya.


"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud melukai hati mu. Ayo kita bersiap untuk pergi bulan madu serta konsultasi akan kakiku." Ucap dayyan merayu birru agar tak menangis.

__ADS_1


"Beneran? Gak bohong cuma untuk ngerayu aku supaya gak marah kan?" Jawab birru dengan isakan yang masih tersisa.


"Gak cinta. Ayo kita bersiap. Hmm oh ya ini aku belikan ini untuk perjalananmu nanti." Dayyan menyerahkan sekardus besar lolipop dengan berbagai jenis rasa.


"Sebanyak ini? Kamu pikir aku mau buka pabrik lolipop apa.". Birru tak habis pikir dengan dayyan yang memberikan banyak lolipop untuknya.


"Kalau gak mau ya udah. Siniin. Aku kasih ke anak-anak yang ada diujung sana aja. Sekalian aku kasih ke mamanya yang bahenol itu. Lumayan kan beli satu gratis satu. Dapet mamanya plus dapet anaknya juga". Dayyan memanas-manasi birru dengan jata-kata yang membuat birru kesal


"Dasar. Pria memang selalu mau menang sendiri. Sini, ini punyaku. Dan jangan pernah macam-macam untuk mendekati mama ana itu. Atau aku sendiri yang akan memotong..." Ucapan birru terpenggal dan melihat ke arah anu dayyan.


Sontak dayyan membulatkan matanya seraya menutup anunya. Ia ngeri membayangkan jika birru benar-benar memotong masa depan para cebongnya itu.


"Jangan menatapnya seperti itu. Aku masih membutuhkannya untuk ternak cebong darat. Kau ini, mengerikan sekali. Bisa-bisanya mau memutilasinya dariku". Ucap dayyan dan berlalu pergi meninggalkan birru.


Birru yang melihat guratan ketakutan dayyan berlari menghampiri dayyan yang menekan-nekan tombol kursi rodanya agar tetap berjalan.


"Ahahahh sayang, kau takut? Bahkan aku bisa sehabis memotongnya lalu ku goreng. Ku beri sedikit potongan bawang bombai, cabai, lalu sedikit saus sambal. Setelah selesai aku bisa menikmatinya. Nyammmiiii". Biruu semakin membuat dayyan bergidik ngeri.


Biruu berlari guna mengejar dayyan.


"Yaa aku memang akan memakanmu saat ini juga karena berani membuatku kesal. Hmm seperti ini contohnya......" Biru berjongkok menangkap ceruk leher dayyan dan ******* bibirnya dalam."


"Kau mau membunuhku dengan ciumanmu itu ha? Bahkan kau tak memberiku jeda untuk menghirup udara. Jika aku mati bagaimana?" Kesal dayyan dengan nafas yang masih memburu.


"Ya tinggal dikuburin lah atau masukin kandang aja jadi santapan para kesayanganku. Heh, kau pun sering melakukan itu padaku ya pak kepala sekolah yang terhormat." Birru berjalan mendekap kardus lolipopnta dan berlalu pergi.


"Dasar gadis gila". Teriak dayyan


"Aku mendengarnya pak tua". Ucap birru terkekeh.


........

__ADS_1


Saat ini biruu dan dayyan telah sampai di sapnyol. Mereka menginap di hotel ternama di kota D.


"Aku mau nanti sore kita ke rumahsakit. Aku sudah menelepon dokter Carles untuk bertemu". Sambil mengemut lolipopnya birru mengatakannya.


"Hmmm. Lakukan apapun yang ingin kau lakukan terhadapku. Aku tau itu yang terbaik". Ucap dayyan menimpali ucapanbirru.


"Oke, termasuk menggoreng itumu kan" ledek birru menakuti dayyan.


"Kau memang selalu menakutkan. Dan.. hentikan caramu menghisap lolipopmu seperti itu. Kau menggodaku secara tak langsung". Dayyan yang sejak tadi memperhatikan cara birru memasukkan lalu mengeluarkan lolipopnya merasa membangkitkan sesuatu yang terasa sesak saat ini.


Birru segera memalingkan muka ke arah bawah dayyan. Benar saja, terlihat lebih menonjol dari sebelumnya.


"Kau menginginkan sesuatu pak tua? Hmmm". Goda birru dengan menaik turunkan alisnya.


"Aku belum tua jika kau rabun". Tak terima dikatai tua, dayyan hendak memutarkan kursi rodanya untuk pergi ke balkon, namun belum sempat ia memutarkan ya birru memegang tangannya.


"Oh ayo lah. Kenapa kamu sekarang jadi seperti bayi yang menggemaskan begini. Jangan ngambek. Nanti kerutan diwajahmu akan terlihat jelas. Baiklah, aku akan membantumu sebab kamu mau mengikuti saran ku untuk berkonsultasi".


Birru menjongkokkan dirinya menyetarakan pada dayyan. Ia mencium pipi dayyan dan ******* bibir dayyan. Tangannya yang melepas sleting celana dayyanpun tak tinggal diam. Hingga akhirnya. Ia melahapnya seperti ia memakan lolipop kesukaannya.


"Kau memang nakal, cinta. Sejak kapan kau jadi liar seperti ini?". Tanya dayyan dengan menikmati setiap sentuhan birru.


"Diamlah. Aku liar juga karena diajarkan olehmu yang sering tiba-tiba menyerang ku tanpa henti." Birru melanjutkan belaiannya.


"Cinta, lepaskan. Aku ingin keluar. Akan kotor mulutmu jika memakannya begitu terus". Ucap dayyan yang merasa sudah hampir mencapai puncak gunung tertinggi dialam semesta.


Birru yang tak mengindahkan ucapan dayyan terus menghisap lolipop besar milik dayyan itu. Hingga dayyan menekan kepala birru untuk tetap tinggal disana.


"Ahhhhh". Dayyan mengeluarkan suara lacknut nya.


Birru masih saja menelan dan menjilati sisa-sisa susu kental yang tak manis itu hingga bersih.

__ADS_1


"Kau sangat menggairahkan dengan wajahmu yang penuh dengan cairan itu, cinta". Ucap dayyan memperhatikan birru mengelap sisa cairan yang terkena wajahnya.


__ADS_2