Love And Recipe

Love And Recipe
Bab 2


__ADS_3

Gista sukses menjadi co-host di acara masak memasak Hugo. Duma benar-benar niat menempatkan Gista sedekat mungkin dengan Hugo. Melengserkan beberapa kandidat co-host artis yang lain dengan mudahnya.


"Adanya kamu di You Can Cook belum di bocorin ya, Gis. Ini perdana pengenalan kamu sebagai co-host baru." Jelas produser yang mengurusi program masak memasak Hugo, chef cebolan ajang pencarian bakat memasak tahun lalu di Australia.


"Tugasmu gampang banget, sebelum Hugo masak. Sebutin bahan-bahan yang harus disiapin. Selebihnya kamu tinggal baca di layar, paham?"


Gista tersenyum, mengangguk sopan.


"Mohon bimbingannya, mas Danu."


"Mohon kerja samanya juga."


Gista kembali merapikan riasannya. Mengecek sekali lagi untuk meyakinkan jika riasannya tahan air. Tidak lucu 'kan. Riasannya luntur terkena uap panas memasak.


"Mau masak atau mau kondangan."


Ucapan sarkastik orang yang berada di belakang Gista sukses membuatnya mengumpat di dalam hati. Gista belum pernah bertemu Hugo secara langsung. Tapi berkat adanya kecanggihan mulut ke mulut sesama pelakon dunia entertain. Hugo terkenal ramah dan friendly. Ada juga yang bilang Hugo itu dingin dan angkuh. Mau tidak mau Gista mempercayai kalau Hugo itu angkuh. Tidak peduli bagaimana bisa ada kesimpulan yang berbeda.


"Mau masak juga harus terlihat cantik. Kalau bawaannya kusut, mana enak ditonton, yang ada langsung pindah siaran." Jawab Gista tenang.


Hugo tidak menjawab, dirinya di sibukkan dengan peralatan yang di susun ke atas meja.


"Ada yang bisa di bantu, nggak?" tanya Gista, tidak enak juga berdiam diri terus sementara Hugo sibuk menyiapkan bahan.


"Bisa diam dan tenang, aja? Bawelmu bikin kepala sakit." Ujar Hugo sadis, tanpa hati memikirkan perasaan Gista yang tersinggung.


Gista berdecak kesal. Memilih diam dan mengamati tangan Hugo yang cekatan menyusun dan merapikan bahan yang akan di gunakan memasak sesuai urutan.


Terorganisir banget! Pikir Gista.


"Siap, di posisi semuanya. Siap, ya! Satu.. Dua.. Take!"


Gista memasang senyum manis yang dia punya begitu pun Hugo yang langsung terlihat sangat ramah di depan kamera.


"Selamat pagi semua, kembali lagi di acara You Can Cook dimana semua orang bisa memasak. Tanpa ada alasan dan tanpa kecuali."


"Pagi ini saya tidak sendirian. Saya di temani si cantik Gista Sasmita. Dia akan jadi partner saya untuk kedepannya." Hugo mulai memperkenalkan.

__ADS_1


Gista tersenyum lebar ke arah kamera. Pura-pura merasa tersanjung dengan pengenalan singkat dari Hugo.


(Tulisan miring suaranya Hugo ya!)


"Nah, jadi apa yang kita masak, Gis?"


"Hari ini, kita akan masak Soto Ayam Kuning Kental, chef!"


"Bahan-bahan yang di perlukan : 1 ekor ayam, 4 lembar daun jeruk, 1 lembar daun salam, 1 lengkuas seukuran jempol, 4 sendok teh gula, 1.5 sendok teh garam, secukupnya lada, secukupnya air, secukupnya minyak."


"Dan untuk bumbu halusnya, kita siapkan : 10 siung bawang merah, 5 siung bawang putih, 1 kunyit ukuran jempol, 6 butir kemiri, 1 sendok teh ketumbar."


"Wah semangat sekali, bagus-bagus. Jadi bisa saya jelaskan sedikit mengenai cara pengolahan menu kita pada pagi hari ini."


"Pertama, bersihkan ayamnya. Potong sesuai selera. Lalu sisihkan. Rebus air sampai mendidih, baru dimasukkan ayamnya sampai airnya cukup untuk merendam ayam."


"Haluskan bumbu, tumis hingga tercium aroma wangi. Masukkan tumisan bumbu dan bahan-bahan ke rebusan ayam. Masak hingga bumbu meresap ke ayam. Lalu koreksi rasa."


"Yang perlu di catat. Jangan lupa robek daun jeruk dan daun salam. Tujuannya untuk mengeluarkan aroma dan rasa bumbu. Untuk lengkuasnya jangan lupa diparut halus. Penggunaan penyedap masakannya pun optional ya!"


Gista terbengong-bengong menatap kecekatan Hugo menguasai dapur. Bahkan di setiap prosesi masak Gista tidak sempat menanyakan banyak hal karena lebih sering berdiam di belakang Hugo untuk mengamati olahan tangan koki yang digadang-gadang sangat hebat di Indonesia itu.


Mungkin saat ini tampang Gista seperti wanita bodoh yang tidak pernah ke dapur.


"Oh, iya. Saya juga lagi suka masak pakai Saora Saus Tiram." Ujar Hugo dengan luwes. Kini mereka memasuki sesi iklan. Sesi terakhir siaran masak memasak ini.


Gista mengangguk dan ber-O dengan kagum.


"Jadi, apa chef mau buat menu special yang murah meriah dengan itu?" tanya Gista. Senyum palsunya mengembang dengan sempurna.


"Wah! Bagus idemu, Gis. Coba siapkan bahan yang sudah saya siapkan sebelum syuting."


Gista buru-buru menaikkan satu ikat kangkung, sepiring kecil bawang merah yang sudah di iris tipis, satu butir tomat merah dan segelas air di atas meja.


"Jadi, cara mengolahnya sangat amat simple ya. Kita cuma butuh satu ikat kangkung segar, irisan bawang merah, tomat, air dan minyak secukupnya."


Gista mengangguk-angguk saja ketika Hugo menerangkan.

__ADS_1


"Tahapnya mudah sekali, Gis. Pertama-tama, siangi atau potong kangkung dan tomatnya. Setelah itu cuci bersih dan tiriskan."


"Selanjutnya, panaskan wajan dengan minyak secukupnya. Tumis irisan bawang merah sampai harum."


"Setelah itu, tuang dua sachet Saora Saus Tiram. Masukkan kangkung lalu aduk dan kasih air secukupnya saja. Saat kangkung sudah mulai layu masukkan irisan tomat dan aduk kembali. Setelah matang, hidangan siap di sajikan. Gampang, kan?"


(Resep by me)


Gista mengangguk semangat, lebih kagum ketika Hugo mempersilahkannya mencicipi soto ayam dan tumis kangkung.


"Gila, enak banget!" Gista mengerang keenakan. Dari semua ekspresi yang dia tunjukkan, baru kali ini dia jujur. Tidak salah kalau Hugo di juluki koki hebat. Nyatanya dia bisa mengubah masakan sederhana menjadi masakan enak yang berkelas.


"Bacakan komentar yang masuk!" Desis Hugo memlototi Gista. Pasalnya Gista malah asyik mengunyah kembali ayam dan tumis kangkungnya.


Meski sedikit dongkol karena Hugo mengganggu acara icip-icipnya, Gista otomatis melihat ke arah layar dekat dengan kamera. Membacakan satu-satu komentar yang masuk dengan senyum palsunya lagi. Mengabaikan beberapa hujatan yang beruntun masuk memaki-maki dirinya.


Awalnya, Gista bersusah payah mengabaikan semua komentar beruntun yang menghujatnya itu. Tapi lama kelamaan komentar yang tidak terkendali itu sukses mengusik kesabaran Gista.


"Iya, itu yang namanya Eulis-Depok. Kalau merasa lebih pintar dari saya sebagai co-host tolong ke studio 8."


"Maaf, ya Angel-Bali. Namanya boleh bagus komentarnya jelek banget!"


"Itu, Ningsih-Bogor. Kalau sekiranya saya nggak pantes jadi co-host. Sini gantiin saya ke studio 8."


Hugo menatap Gista dengan kaget. Ucapan yang tadinya teratur membaca pertanyaan kini melantur kemana-mana.


"Gis!" Peringat Hugo, pelan.


Gista tidak mengindahkan Hugo, toh memang sifatnya sudah dikenal kurang baik di mata publik. Gista juga sangat yakin terpilihnya dia jadi co-host di You Can Cook hanya akal-akalan untuk mendongkrak rating saja.


Gista terpekik kaget karena adanya api yang berkobar di atas pan tepat di depannya. Para crew langsung mengambil alat pemadam untuk memadamkan api. Gista melirik Hugo yang ekspresinya seperti ingin menguliti Gista hidup-hidup.


Gista tau, Hugo sengaja melakukan itu untuk membuatnya diam.


Hugo sukses membuat Gista terdiam dan membuat Gista menyadari kalau dirinya sudah mengacaukan acara memasak dan mengacaukan kesan pertama yang harus dia tinggalkan untuk Hugo.


Duma, maafin gue! Gista membatin.

__ADS_1


__ADS_2