
...~Adrian~...
...○...
...○...
...○...
...○...
Farel menutup kedua telinganya dengan tangan dan menatap gw jengkel.
"Ad, gw tau lo ngefans banget sama Brian, tapi nggak udah ngomongin tentang dia terus deh... Gw juga tau kalau Brian itu ganteng, jadi lo nggak perlu bolak-balik bilang... plis deh! Jangan buat mood gw makin ancur karena denger lo ngomong!"
Gw mendengus. "Ya habisnya gw harus cerita sama siapa lagi kalau bukan sama lo, Farel? Lo kan sohib gw"
"Iya, tapi kalau lo terus-menerus cerita soal betapa ngefansnya lo sama Brian..."
"Gimana kalau gw nggak ngefans?" potong ga cepat.
"Nggak ngefans apanya! Dari tadi tuh lo ngomongin soal Brian terus!"
"Lo kenapa si ngegas mulu hari ini?" tanya gw sewot.
"Gw lagi ada masalah sama orang baru tadi gw keluar dari ruang BK! Gw pusing! Dan makin pusing karena lo yang terus ngoceh Brian terus!"
"Ck! Itukan urusan lo kok gw di bawa-bawa? Makanya jadi orang jangan berantem terus sok-soakan adu jotos giliran korbannya masuk RS-"
"Arghhh udahlah iya gw slh! Dan Iya, iya gw tau lo ngefans sama dia udah!" teriaknya frustasi.
"Gimana kalo gw bukan sekedar fans..."
"Maksud lo?"
"Gimana kalau gw... suka?" tanya gw takut-takut. Farel bengong, tapi sedetik kemudian dia tertawa terbahak-bahak. Tapi karena melihat gw nggak ikut tertawa juga, dia akhirnya berhenti ketawa dan menatap gw dalam-dalam.
"Lo serius? Lo sadar nggak kalau dia itu... SELEB?"
"Gw tau! Gw tau!" desis gw jengkel. "Itu alasannya kenapa gw cerita ke lo! Kalau gw suka sama cowok biasa aja, gw nggak akan sebingung ini..."
Farel terdiam, sepertinya dia berubah mencerna kata-kata gw barusan.
"Ad, gini lo... bener-bener serius sama omongan lo barusan? Maksud gw lo suka sama cowok? Lo nggak lagi ngerjain gw, kan?" tanyanya curiga.
"Gw nggak bakal bercanda untuk hal-hal kayak gini, Farel, dan... gw emang suka sama cowok, suka sama Brian!" tegas gw.
__ADS_1
"Dari pertama kali lihat Brian, gw udah suka sama dia. Gw tau ini gila, tapi gw suka sama dia Rel. Dan sebelum lo tanya lagi, gw sudah tau apa resiko suka sama cowok seleb kayak Brian"
"Ya Tuhan," Farel mengerjap. "Lo bener-bener udah gila! Brian itu cowok dan lo juga cowok! Gimana bisa lo suka sama sesama hah! Kalo lo bandingin sama gw itu beda lagi karena gw cuma main-main sama lo, jangan sampai lo bisa kayak gini Ad. Lo nggak boleh terlibat cinta terlarang!!" bentak Farel keras membuat nyali gw tiba-tiba menciut.
"Brian itu seleb! Ad, banyak banget cewek yang suka sama dia! Kemarin waktu dikonser aja, lo digencet cuma karena Brian nunjuk lo! Apa jadiannya kalau lo jadi pacar Brian hah? Lo bakal hidup di dalam TEROR! Gw nggak mau lo kayak gitu!" bentaknya lagi dan membuat gw menunduk dalam-dalam. Gw tau dia sering bentak gw tapi itu cuma candaan beda lagi sama dia yang udah mulai masuk mode serius. Demi apapun gw paling takut lihat Farel kalau udah marah sumpah.
"Ma-maaf..." ucap gw takut tanpa mengangkat wajah.
"Huft... Gw minta maaf... sori tadi gw terbawa suasana karena lagi pusing, bukan maksud gw bentak lo tadi... gw cuma khawatir sama lo kalo seandainya itu terjadi sama lo" ucapnya langsung mengelus kepala gw.
"Eum..."
"Lo nggak marah kan?"
"Enggak, gw cuma takut aja liat lo kayak gitu..."
"Hahaha maaf-maaf gw kelepasan, gw cuma nggak mau kejadian yang seharusnya nggak lo alami malah... pokoknya gw takut kalo seandainya lo ngalamin itu"
Gw tertawa pahit. "Jangan Hiperbolis gitu deh, Farel, gw kan bukannya pembongkar kasus korupsi yang jadi target balas dendam"
"Ini malah lebih parah dari pada itu, tau!" Farel merenggut.
"Lo sih nggak tau gimana makan hatinya Mbak Karin setelah Brian jadi vokalis Skillful!"
"Memang. Dan kemarin malam gw telepon-teleponan sama-"
"Lo telponan sama dia? Kok gw nggak kedengeran?"
"Yeee si monyet main potongan-potong aja orang lagi ngomong! Gimana lo mau denger orang lo udah tidur dan gw telpon sama Kinar sekitar jam 3!"
"Anjir lo nggak tidur?"
"Tidur tapi kebangun tiba-tiba si Karin nelpon, ya udah kita telponan dan dia tiba-tiba ceritain masa lalu kakaknya"
"Ooo gitu... Ya udah lanjut omongan lo tadi"
"Ck! Gw telponan sama Kinar, dan gw shock begitu tau alasan sebenarnya Mbak Karin bisa sampai putus sama Brian"
"Apa?" tanya gw penasaran.
"Dia... Dia di T e r o r Ad"
"What?!"
"Iya, Ad. Dan gw cerita ini bukannya mau nakut-nakutin lo atau apa, tapi Kinar bilang, sejak fakta Brian pacaran sama Mbak Karin terungkap, Mbak Karin hidup dalam teror. Kinar bilang, hampir setiap hari ada surat yang datang ke rumahnya. Dan chat-chat jahat yang masuk di HP Mbak Karin udah nggak bisa terhitung lagi. Dan karna itu gw nggak mau kalo itu terjadi sama lo Ad, hati lo nggak bakal kuat..."
__ADS_1
Gw terpaku. "Apa semua fans Brian meneror dia?" tanya gw takut dan merasa dada gw sudah berdebar kuat saat mendengar penuturan Farel tadi.
"Gw yakin nggak sampai semua, cuma segelintir orang. Gw percaya ada fans yang benar-benar baik, yang nggak mencampuri urusan pribadi idolnya"
"Memangnya Mbak Karin nggak cerita sama Brian soal teror-teror itu?"
"Ya dia cerita, tapi memangnya lo mengharapkan Brian bakal berbuat apa? Memangnya lo kira Brian bakal memarahi fans-fansnya itu? Ingat Ad, selain nggak ada bukti, fans itu segalanya buat artis, apalagi yang lagi naik daun"
"Tapi kan Mbak Karin pacarnya sendiri! Harusnya dia ngebelain pacarnya dong" jawab gw kesal.
Farel menggeleng-gelengkan kepalanya. "Brian nggak bisa ngapa-ngapain. Dia sedih, marah, tapi dia jiga nggak bisa menghilangkan teror-teror itu, kan?"
"Jadi... mereka putus karena..."
"Ya karena Mbak Karin nggak tahan sama semua teror itu. Dia memutuskan putus sama Brian, daripada mereka tetap pacarnya tapi Mbak Karin makan hati melulu. Memang sih, masi ada faktor-faktor lainnya yang membuat mereka putus, tapi aja alasan teror itu jadi alasan yang utama"
Lidah gw kelu. Astaga, padahal waktu kejadian itu pasti Brian baru ngetop, dan fansnya mungkin belum sebanyak sekarang. Kalau dulu aja kayak gitu, sekarang bagaimana?
"Gw tau lo orangnya suka spontan, dan mungkin lo... yah... terpesona sama Brian dua hari belakang ini. Tapi percaya deh, lo nggak akan mau ada di posisi Mbak Karin dan gw berharap lo nggak bakal ngerasain itu. Rasanya nggak setimpal aja. Brian's not that worth"
"Farel... Gw..." gw tergagap. "Tapi gw suka..."
"Masih banyak cewek ato cowok lain yang baik buat lo. Gw bukan nggak mau mendukung lo, tapi kita harus realistis... Brian terlalu jauh buat lo Ad. Saran gw sih, lo jadi fans yang baik aja. Lo tetep bisa datang ke konser-konser Skillful, join di milisnya, dan sering ketemu sama Brian, tapi cuma sebatas itu aja," katanya sambil menatap gw dalam-dalam. "Jangan berharap terlalu jauh. Gw cuma nggak mau lo jadi terluka dan terlalu kecewa nantinya... Gw nggak mau lo kenapa-kenapa Ad"
Farel menepuk bahu gw, sementara pikiran gw campur aduk, antara mau menerima saran Farel atau mengabaikannya.
Apa gw harus jadi fans yang baik? Nonton konser, join dimilis dan memendam semua mimpi gw untuk bisa deket dengan Brian secara pribadi?
Atau gw harus terus berusaha mengejar Brian?
...****...
^^^Ok next^^^
^^^Eps selanjutnya^^^
^^^Maaf kalo ad typo🙇🏻♀️^^^
^^^Follow+ komen💬^^^
^^^Jgn lupa vote juga>
^^^Bantu promosi juga biar makin rame:')^^^
To be continue...
__ADS_1