Love Different Age And Case

Love Different Age And Case
26. SUPRISE?!


__ADS_3

~Brian~





Always said i would where to find love


Always though I'd be ready and strong enough


But sometimes i just felt i could give up


But you came and you changed ny whole world now


I'm somewhere I've never been before


Now i see... what love means...


It's so unbelievable... and i don't wanna let it go


It's something so beautifull, flowing down like a waterfall


I feel like you've always been forever a part of mereka


And it's so unbelievable to finally be in love


Somewhere i never thought I'd be...


(Unbelievable - Craig David)


Gw udah memutuskan mengejar Adrian. Semuanya sudah benar-benar gw pikirkan, kalau lo mau tau. Dan gw tipe orang yang menganut motor 'dimana ada kemauan disitu ada jalan'. Toh, gw nggak berniat married sama ekhem 'Adrian' dalam waktu dekat (yang benar saja!), dan kita masih punya banyak waktu untuk mencoba. Nah 'mencoba' yang gw maksud disini bukan menjalani hubungan iseng dan tanpa tujuan lho ya. 'Mencoba' yang gw maksud adalah lebih saling mengenal dan belajar mengerti pribadi satu sama lain, dan nantinya, kalau berhasil, bisa beralih ke hubungan jangka panjang.


Gw akui, hubungan gw sama Adrian memang banyak banget halangannya. Tapi tetap aja, gw benar-benar sayang sama dia. Love conquers all. Dan sekarang yang penting adalah, gw nggak mau Adrian sampai kenapa-kenapa gara-gara gw. Pokoknya nggak boleh ada yang tau dia dekat sama gw. Apalagi infotainment. Juga Brianders. Pokoknya siapa pun.


Bukannya gw takut kehilangan fans atau apa, tapi gw sama sekali nggak tau Brianders mana yang bener-bener baik, dan mana yang psycho. Kalau tau hidup gw bakal seribet ini, mungkin dulu gw nggak bakal ikut audisi vokalis Skillful. Mungkin gw bakal hepi-hepi aja jadi mahasiswa fakultas hukum yang suka nyanyi di kafe-kafe.


Tapi kalau nggak gara-gara jadi vokalis Skillful, gw juga nggak mungkin kenal Adrian kan?


"Bri, ini schedule lo". Mas Tyo, salah satu kru Skillful, menyodorkan selembar kertas ke gw. Jadwal Skillful di Balikpapan, 5 September 2006. Flight dari cengkareng jam setengah tujuh pagi, sampai di Balikpapan dan istirahat. Check sound jam empat sore, manggung jam dua belas malam. Ckckck... Kafe, sih!


Gw melipat kertas schedule itu dan memasukkannya ke kantong, lalu mengeluarkan HP. Hehehe... foto Adrian yang jadi wallpaper HP gw jadi lucu banget! Dia lagi ketakutan setelah keluar dari rumah hantu kemarin, dia bilang sih nggak bakal takut eh nggak tahu nya sekali masuk dia langsung teriak hahaha. Dan juga gw iseng memotretnya. Cowok ini benar-benar lucu!


"Foto siapa tuh?" tanya Ernest yang ternyata sudah melongok diam-diam dari balik bahu gw. Gw nyaris loncat saking kagetnya!


"Ekhem! Cowok baru, ya?"


"Bukan. Bukaaaaannn... ini..."


"Udahlah, Bri, lo ngaku aja deh. Muka lo udah kayak stoberi busuk tuh merahnya" Ernest cengegesan.

__ADS_1


Gw benar-benar salting! "Eeh... bu-bukan cowok gw juga sih... belum...," kata gw malu, dan Ernest langsung memamerkan senyum kemenangannya. Biar deh, toh cepet atau lambat juga dia bakal tau.


"Dari tadi kek ngakunya!"


"Tapi... Bang, jangan cerita ke yang lain, ya? Gw nggak mau orang-orang tau gw deket sama orang ini"


"Lho? Kenapa?" dahi Ernest berkerut. Kalau tampangnya serius gitu, baru deh dia kelihatan kayak bapak beranak satu! Tapi Bang Ernest nih ganteng juga menurut gw nggak heran si Dovan sampai ke sem-sem apalagi sama tingkah gombalnya si Ernest.


"Kalian ngomongin apa sih?" tanya satu orang lagi, dan gw langsung pusing begitu tau itu suara siapa. Bang Budy!


"Foto siapa itu, Bri? Yang di HP kamu?"


Yeah, kalau gini sih sekalian aja gw bikin konpers!


"Bukan foto siapa-siapa, Bang" gw langsung mengganti wallpaper HP gw dengan gambar lain yang nggak jelas apa.


Kelihatan banget Bang Budy nggak percaya omongan gw barusan.


"Yah, Abang nggak mau ikut campur, itu kan urusan pribadi kamu," kata Bang Budy sambil mengangkat baju.


"Tapi kalau orang itu memang lagi deket sama kamu, tolong jangan sampai fans tau, ya? Kamu kan tau sendiri gimana fans, nanti kamu sendiri yang bakal pusing. Dan ini semua demi kebaikan orang itu juga"


Gw mengangguk cepat tanpa dibilang pun gw emang udah berniat begitu. Pokoknya, jangan sampai Adrian dikenal media.


Hell, Bang Budy tuh orangnya baik juga lho. Cuma kadang-kadang dia terlalu overprotective sama gw...


Dan kalau buka karena manajer sehebat dia, nggak mungkin Skillful bisa jadi sengetop sekarang ini.


♡♡♡


Ini semua gara-gara Nathan! Subuh tadi waktu gw bangun dan mau bikin kopi instan, dia dengan sengaja mendahului gw ke dapur, dan mengambil sachet kopi terakhir yang ada di sana! Dia pakai kopi itu untuk diminum sendiri, padahal dia PASTI bisa melihat gw lagi butuh banget asupan kafein, karena gw cuma sempat tidur satu jam, dan kemarin Bang Budy sudah mewanti-wanti supaya semua kumpul di markas jam setengah enam pagi supaya nggak ketinggalan flight. Akibat nggak minum kopi itu, sekarang gw jadi limbung, dan anak-anak nggak nyambung kalau di ajak bicara saking ngantuknya! Nathan sialan!


"Brian!"


Gw menoleh. Arghhhhhh!


Ada Karla di sini! Karla!


Dari mana dia tau gw naik pesawat jam segini? Atau dia emang udah biasa stand by di bandara dari pagi-pagi buta? Mata gw membeliak lebar melihat Karla berlari-lari menghampiri gw.


"Hai Brian~" sapa Karla kenes begitu gw menuju departure gate.


Buset, anak ini dandannya kayak mau clubbing aja!


"Hai, Kar" salah gw balik. "Udah lama nunggunya?"


"Lama banget! Sampai gw dilihatin orang-orang nih" rengek nya.


Ya iyalah, pakaian lo kayak gitu! Gw malah heran kalau orang-orang nggak ngeliatin lo!


"Oh" gumam gw pelan.

__ADS_1


Karla mulai berceloteh macam-macam. Tanya ini-itu yang bikin kepala gw serasa mau pecah. Ya ampun, ini masih pagi, dan gw ngantuk berat, tapi anak ini malah merepet segala macam di depan gw!


"Eh, Bri gw cuma pengin mastiin aja nih. Lo masih jomblo, kan?"


Gw mengernyit mendengar pertanyaannya, tapi secepatnya mengubah kernyitan gw menjadi cengiran begitu gw ingat gw harus mengendalikan emosi di hadapan fans, termasuk Karla.


"Ehm... iya, gw masih jomblo kok. Mana mungkin gw cari cewek kalau ada cewek secantik lo yang perhatian sama gw"


Karla menbelalak, dan gw rasanya kepengin banget mengigit putus lidah gw gara-gara omongan gw barusan. Ngomong apa sih gw???! Apa ngantuk berat bisa membuat orang jadi error dan mengakibatkan ketidaksinkronan antara otak dan mulut???!


"Jadi..." Karla kelihatannya nyaris meledak karna bahagia.


"Jadi... lo suka sama gw?"


Lihat, Brian, lihat! Itu tuh akibat dari omongan ngaco lo barusan!


Gw nggak menjawab, tapi langsung tolah-toleh mencari orang yang bisa menyelamatkan gw dari keadaan genting ini. Ah! Ada Dovan!!


"Van! Dovan! Kita boarding-nya jam berapa sih?" tanya gw setengah berteriak, padahal mata gw jelas-jelas ngasih isyarat supaya dovan menyelamatkan gw dari Karla.


"Ehh..." Dovan kelihatan bingung, tapi dia berlagak melirik jam tangannya. "Sekarang sih, iya sekarang!"


Thanks god, dia ngerti isyarat gw!


"Mmm... Karla, sori ya, tapi gw udah mau boarding nih," kata gw sok menyesal, padahal gw girang banget bisa kabur secepatnya dari sini!


"Oh. Ya udah deh. Hati-hati ya?" Karla cemberut. "Ehh... Foto dulu dong!" dia menarik gw ke sisi-Nya dan dengan cepat memotret menggunakan kamera HP-nya. Gw nyengir kepaksa.


"Bye," kata gw setengah bersemangat. Huh, gara-gara Karla, dan omongan ngaco ge barusan, kantuk gw jadi hilang lenyap tak berbekas! Dan kenapa sih gw harus selalu foto bareng dia tiap kali ketemu? Jangan-jangan semua foto bareng itu dia bikin kolase terus di pasang di langit-langit kamarnya juga, di sebelah poster gede gw. Hiii...!


Gw menenteng tas gw ke area boarding tanpa menoleh lagi ke arah Karla. Begitu udah di dalam, gw langsung telepon Adrian. Entah kenapa tiba-tiba gw kangen sama dia...?


"Halo?"


"Hai!" sapa Adrian riang. "Belum berangkat?"


"Nih udah boarding kok. Kamu jangan nangis ya kalau aku tinggal"


Adrian tertawa. "Ya nggak lah! GR deh kamu!"


"Ya udah, nanti malam aku telepon lagi ya sebelum manggung. Ini Bang Budy udah ribut aja nyuruh kita naik pesawat"


"Oke. Hati-hati disana ya, jaga kesehatan juga!"


"Hahaha iya, kamu juga take care ya. See ya"


Gw memutuskan sambungan telepon. Kayaknya gw nggak rela deh nggak bisa ketemu Adrian dua minggu penuh...


Gimana kalau selama dua minggu itu ada cewek yang deketin dia?


S**t, tu orang harus berhadapan sama gw!

__ADS_1


♡♡♡


fllw+komen+like!!!


__ADS_2