
...~Adrian~...
...β...
...β...
...β...
...β...
Gw selalu merasa jadi cowok separo bule itu nggak ada untungnya. Bener deh! Karena waktu kecil sempet ngerasa gw kayak merasa ada di "area abu-abu", gitu.
Soalnya waktu kecil, gw selalu di ejek "bule kampung" oleh teman-teman main gw gara-gara rambut gw yang warnanya merah-coklat. Dan mereka selalu mencibir kalau gw bilang gw orang Indonesia juga, sama seperti mereka. Mereka bilang, orang Indonesia rambutnya hitam, bukan berwarna merah-coklat kayak rambut gw ini.
Gara-gara itu, gw sempat berpikir sebaiknya keluarga gw pindah ke Australia saja, negeri asal Daddy. Tapi waktu gw sekolah di sana selama setahun, ternyata suasananya nggak jauh beda. Teman-teman sekolah gw waktu itu malah memanggil gw 'asian', karena gw nggak 100% berdarah Kaukasia. Dan gara-gara itu juga, gw merengek minta kembali ke Indonesia. Di Australia, gw terlalu pendek untuk bisa dibilang orang Australia (yalah orang Australia kan tinggi-tinggi Daddy juga tinggi banget).
See? Seperti, gw nggak akan diterima di dua negara itu. Di Indonesia, gw terlalu bule untuk bisa dibilang orang Indonesia. Di Australia, gw terlalu pendek untuk bisa dibilang orang Australia. Gw benar-benar ada di daerah abu-abu, nggak jelas gw ini sebenarnya hitam atau putih.
Tapi, sekarang gw nggak peduli lagi. Toh sekarang gw udah keren, ganteng, cool, dan... manis? Kenapa gw sekarang merasa bodoamat? Karena kayaknya percuma karena sesering apa pun mengomel tentang penampilan fisik, gw juga bakal begini-begini aja kan. Jadi gw memutuskan cuek, dan sebisa mungkin berlagak senang kalau ada yang benar-benar tanya kenapa di profil friendster gw menulis hometown-gw jakarta & Melbourne.
Hari ini Minggu pagi yang biasa-biasa aja. Gw punya feeling hari ini bakal jadi hari nggak istimewa seperti hari-hari lain dalam hidup gw. Yah, sejauh ini kan hari-hari spesial si hidup gw masi bisa dihitung pakai jari!
Lho? Apa itu?
Gw mendengar lagu pop mengalun, dan itu cuma berarti satu hal: HP-gw bunyi! Dimana barang jelek itu tadi gw taruh???
Gw geragapan sendiri mencari HP-gw ke seluruh penjuru kamar, tapi akhirnya HP itu malah gw temukan di meja, di sebelah tempat gw duduk tadi.
Ya ampun, gw memang tolol. Ini pasti virus tolol ny Farel nempel ke gw!
Dan siapa ini yang telepon? +628133xxxx. Siapa sih?
"Halo?" sapa gw bingung.
"Halo? Dengan Adrian?"
"Iya, ini siapa?" gw mengernyit. Gw nggak kenal suara orang ini.
"Saya Mirna dari SMA 93, panitia Cheerful Paradise yang kemarin itu"
Ha? Ngapain panitia cheerful paradise menelpon gw?
"Eh... ada apa ya, Mbak?"
"Kamu bisa datang ke tempat saya nggak? Untuk ambil kado?"
"Kado apa?" kayaknya gw nggak ikut lomba apa-apa deh, jadi gw nggak mungkin menang kado apa pun.
"Waktu cheerful paradise kemarin, kami bikin Lucky Circle. Kebetulan kamu yang ter potret di antara penonton pensi, dan kami memilih kamu jadi pemenangnya"
Ha? Eh, tapi boleh juga tuh kayaknya... Hmm... Lucky Circle ya? Pantas gw bisa menang, itu kan masalah kemujuran saja.
"Jadi... mmm... Gw harus datang ke mana? Kapan?"
"Ke kafe Upgraded, bisa? Di Tebet"
Oh. Gw tau tempat itu. "Boleh. Kapan?"
"Sekarang," jawab di Mirna itu.
When! "Mmm... Boleh..."
"Oke. Saya tunggu. Oh ya, Adrian?"
"Ya?"
"Kalau datang sendirian, bisa nggak? Secepatnya?"
Permintaan yang aneh. Tadinya sempet terlintas di otak gw untuk minta diantar Farel, siapa tahu hadiahnya voucher makan, tapi kalau gw harus datang sendiri yah... sudahlah
Gw bergegas berganti baju dan setelan gw sekarang adalah celana hitam panjang biasa dan sweater putih yang agak kebesaran dan topi hitam. Gw memandang bayangan gw yang terpantul di cermin. Gw mengoleskan lipbalm tipis di bibir gw agar tidak terlihat pucat. Okee... Cuma pergi ambil hadiah, nggak usah dandan lebih lah ya...
...****...
Kafe Upgraded ini bagus banget, tapi gw nggak sering nongkrong disini. Yah... Gw kan anak gaul jadi tongkrongan nya ya di area balap.
Setelah masuk dari pintu, gw menelpon Mbak Mirna, yang nomornya masih tersimpan di liat call Hp-gw
"Halo? Mbak? Em gw udah di Upgraded nih"
"Kamu di mana?"
"Pintu masuk. Gw pakai baju warna putih"
"Oh, oke. Saya kesana sekarang"
Persis di depan gw, ada kaca berukuran super besar. Gw mendekatkan ke kaca itu dan mengadakan sedikit sambil menunggu Mbak Mirna datang.
Sial, ada jerawat muncul di pipi kanan gw! Dan ini kenapa wajah gw pucat gini? Perasaan suhu badan normal-normal aja deh...
Tapi yang buat gw kesal adalah 2 jerawat yang bersarang di pipi kanan gw. Pokoknya nanti setelah terima kado, gw bakal langsung pulang. Dan... ya ampun skincare gw abis! Gw butuh Farel cefattt!
"Adrian?"
Gw menoleh dan melihat seorang cewek bertubuh mungil dan berkacamata sedang menatap gw. Pasti ini Mbak Mirna.
"Mbak Mirna, ya?" tanya gw.
Cewek itu mengangguk. "Selamat ya," katanya sambil menjabat tangan gw. "Kamu beruntung banget!"
Gw nyengir. "Memangnya hadiahnya apa, Mbak?"
Oke, gw tau bertanya kayak gitu nggak sopan, tapi toh hadiah itu cepat atau lambat bakal gw lihat juga, jadi nggak ada salahnya kan kalau gw tahu hadiah apa yang gw dapat?
"Liat aja nanti," jawab Mbak Mirna sambil tersenyum. Anehnya, gw merasa cewek ini menyembunyikan sesuatu dari gw. Apa sih hadiahnya? Nggak mungkin motor, kan? Kalau iya, gw bakal pingsan nanti. Bener deh.
Gw mengikuti Mbak Mirna berjalan melewati kafe sampai ke taman belakangnya. Dan begitu dia berhenti di tempat yang di tujunya, gw tercengang.
Kenapa banyak kamera dan peralatan syuting disini? Mbak Mirna terus berjalan tanpa mempedulikan gw yang keterangan, lalu berhenti di salah satu sudut taman. Gw semakin bingung. Nggak ad apa-apa disitu, kecuali bangku taman. Apa hadiah Lucky Circle itu bangku taman???
"Adrian, saya mau minta maaf," kata Mbak Mirna. Gw bengong.
"Minta maaf untuk apa?"
"Saya bukan dari SMA 93, dan kamu sebenarnya nggak menang Lucky Circle"
__ADS_1
Gw diam, dan dengan gobloknya mulai menyadari keanehan-keanehan yang tadinya sama sekali nggak terpikir oleh gw. Pertama, kalau gw memang menang Lucky Circle, kenapa gw diminta kesini untuk mengambil hadiahnya? Harusnya kan hadiahnya gw ambil di SMA 93, bukannya di kafe begini. Dan kenapa juga gw tadi diminta datang sendiri?
Ya ampun, gw memang goblok!
"Jadi, sebenarnya Mbak ini siapa? Dan kenapa gw di panggil ke sini" tanya gw dengan ketus dan menatap nya sinis.
"Kayaknya ini akan menjelaskan" Dia tersenyum, dan gw mendengar jingle sebuah acara TV.
Lho, ini kan...?
Nggak mungkin...
Ini...
Dan gw benar-benar nyaris pingsan sewaktu melihat Anastasya muncul di depan gw. Omigod, dia ini kan presenternya Pacar Selebriti, ngapain dia disini???
Dan kenapa dia nyengir sama gw?
"Halo Adrian," sapa Anastasya riang.
"H-halo?" sapa gw bingung.
"Lepasin dulu donk topinya kan ganteng nya nggak keliatan"
"Ha? Oh iya" gw lantas langsung membuka topi dan sedikit merapikan rambut.
"Nah gitu donk, ekhem... selamat datang di Pacar Selebriti!"
Apa dia bilang? Dia... bilang apa tadi?
"Kamu sudah terpilih sebagai peserta Pacar Selebriti episode ini, kamu bakal dapat kesempatan buat kencan sehari bareng... Brian Skillful!"
"Dan episode ini khusus karena kamu peserta cowok pertama yang terpilih kencan bareng Brian! Dan juga peserta satu-satunya cowok yang pernah terpilih jadi peserta Pacar Selebriti ini!!"
Gw bengong. Benar-benar bengong dengan posisi mulut terbuka dan mata yang melotot kaget.
"Hei, kamu bengong!" kata Anastasya, dan gw mengerjap menatapnya
"Gw... Gw nggak lagi dikerjain, kan?" tanya gw gagap.
Ya ampun, kalau ada yang membangunkan gw dan bilang ini mimpi, gw bakal menabok orang itu. Suer deh. Mimpi indah begini!
"Ya enggaklah!" Anastasya tertawa. "Jadi, kamu sudah siap buat syuting?"
"Ehh? Syu-syuting?!"
"Iya, syuting sama Brian"
"Tapi...,"
"Udah nggak perlu dandan kok... Udah ganteng kok"
"Eh? Oh... Mmm..." gw mengangguk dan memandang berkeliling. Kalau ini bukan bohongan, harusnya orang itu ada disekitar sini, kan?
Harusnya 'dia" ada disini, kan?
"Cari siapa? Brian?" Anastasya menjawab pertanyaan sendiri. "Nggak usah khawatir, dia ada kok disini! Cewek itu mengedip centil pada gw, dan gw rasanya benar-benar mau mati.
Brian ada disini, dan gw bakal kencan sehari sama dia, padahal gw sama sekali nggak dandan! Mana dipipi gw ada jerawat, dan wajah gw pucat!
Ya ampun, untung saja pakaian gw bagus dikit dan untungnya gw bawa topi!
...****...
Bayangin, gw benar-benar bakal dikasih kesempatan sehari berdua sama Brian! (Yah... nggak bisa dibilang berdua aja sih, soalnya ada kru-kru dan kameramen yanga bakal membuntuti kami, tapi kan mereka cuma menjalankan tugas dan nggak bakal menggangu kami.)
Hahaha... sejak kapan gw dan Brian menjadi "kami"?
Gw duduk di kursi taman, yang sempat gw kira sebagai hadiah Lucky Circle itu, dan mendengarkan Anastasya yang masih terus berceloteh. Tapi suara Anastasya mendadak seperti TV yang di-mute, begitu gw melihat orang yang muncul dari balik pintu kafe.
Ya Tuhan, itu dia! Brian!
Gw bakal mati! Gw pasti mati saking groginya! Kenapa gw mendaftar jadi peserta Pacar Selebriti waktu dipensiunkan SMA 93 itu??? Kenapa??? Harusnya gw nurut sama Kak Wawa!
Dari jarak dua meter saja gw sudah bisa mencium harus parfumnya. Gw menatapnya dan tanpa sengaja dia juga menatap gw, pandangan kami bertemu. Dia sempat keliatan agak kaget saat melihat gw lalu tersenyum.
"Hai, Adrian, kita ketemu lagi," katanya begitu berdiri di depan gw.
Dia ingat nama gw!!!
"Oh... Mmm... Iya... Ketemu lagi ya," gumam gw tolol.
"Buka dulu donk topinys biar gw bisa liat wajah lo~"
"I-iya..." gw lantas melepas topi gw dan merapikan sedikit rambut gw agar terlihat rapi.
"Apa kabar?"
"Baik banget! Nah, jadi... hari ini kita bakal... eum.. kencan sehari?" Brian menatap gw lurus-lurus, dan ujung alisnya terangkat sedikit waktu dia melakukan itu. Aduh, tolong!
"Ehm... Eh... sepertinya begitu..."
"Weiii... stop!" Tiba-tiba Anastasya menyela. "Kok kalian udah saling kenal?"
"Ohh... Adrian ini... temennya adiknya mmm... temen gw," jelas Brian terpatah-patah.
Yee... Bri, bilang aja gw ini temennya adik mantan lo!
"Tapi bukan karena itu lo milih Adrian, kan?" tanya Anastasya curiga. "Ini bukan KKN, kan?"
"Yah, lo boleh-boleh aja curiga gitu, tapi gw kan milih peserta berdasarkan alasan kenapa mereka mau jadi pacar gw di acara ini, bukan karena fotonya. Gw tadi bahkan nggak tau kalo yang gw pilih itu... Adrian, sampai gw dikasih lihat fotonya. Dan di formulir itu kan nggak ada namanya" Brian mengedikkan bahu.
"Oh," gumam Anastasya. "Bener juga ya..."
"Lho, ada kok," potong gw. "Gw menulis nama, alamat, dan data-data yang lain disitu"
"Formulir dipotong, jadi yang ditunjukkan ke selebnya cuma bagian tempat calon peserta menulis alasan kenapa mereka mau jadi pacar seleb pilihan mereka itu," jelas Anastasya.
"Itu... untuk menghindari KKN, hehe..."
Gw manggut-manggut. Jadi... Brian benar-benar terkesan dengan alasan kenapa gw memilihnya? Padahal gw ikut ginian kan cuma main-main!
"Nah, kan... Gimana sih, presenter kok malah nggak hafal prosedur acaranya sendiri," goda Brian. "Mana pakai nuduh orang KKN, lagi!"
Anastasya cengegesan. "Ya udah, untuk menghemat waktu, kita langsung syuting aja, gimana?"
__ADS_1
"Boleh," jawab Brian, terdengar sama sekali nggak keberatan. Gw melirik Anastasya, dan kelihatannya dia juga minta pendapat gw.
"O-oke...," jawab gw akhirnya. "Gw nggak keberatan"
Anastasya tersenyum senang, dan sedetik kemudian dia sudah berpose dengan manis di depan kamera.
"Halo Halo Halo, semuanya! Ketemu lagi sama gw, Anastasya, di acara reality show paling heboh dan paling bisa mewujudkan impian lo! Pacar selebriti! Disini, lo bisa mewujudkan impian lo buat kencan sama idola lo itu sehari penuh! Coba, mana ada reality show lain yang sekeren ini? Nggak adaaa..."
Gw menatap Anastasya dengan kagum. Ya ampun cewek ini benar-benar mengucapkan semua kalimat tadi tanpa jeda! Kayaknya nafasnya panjang banget, dan dia bisa mengucapkan semua tadi hanya dalam satu tarikan nafas.
"Oh ya, gw... Punya hadiah buat lo..."
Tiba-tiba ada sebuah benda berwarna hitam di depan gw. Boneka! Dari Brian!
"Thanks," gumam gw sambil mengambil boneka itu dari tangan Brian dengan hati senang setengah mati.
"Lo... suka boneka?"
"Suka banget!"
"Lho?"
"Oh... Hehe gw memang suka boneka dari dulu agak aneh si karna gw cowok..."
"Hahaha... Lo suka bonekanya?"
"Suka! Boneka kapten bajak laut!" gw memeluk gemas boneka itu dan tanpa sadar Brian menatap gw gemas.
"Emm... tapi gw udah syuting duluan. Bagian awalnya aja sih, waktu gw milih peserta buat acara ini dan melihat foto-fotonya," cerita Brian, sementara Anastasya masih menyerocos di depan kamera.
Gw nyaris menggigit lidah gw sendiri. Ya ampun, foto gw. Dia pasti melihat foto orang terpede seumur hidup! Duhh gw kok jadi malu gini! Emang agak narsis si fotonya tapi... Arghhh!
"Eh... lo lihat foto gw?"
Brian menoleh dan ujung alisnya terangkat sedikit lagi. Aduh, jangan sering-sering menatap gw kayak gitu dong! Jangan salahkan gw kalau akhirnya gw jadi lepas kendali dan tiba-tiba sudah memeluk lo yah!
"Iya," katanya geli. "Foto lo lucu"
"Ah, bilang aja jelek, foto narsis gitu...'
"Nggak kok. Bener. Dan alasan lo bagus. Alasan kenapa lo milih gw untuk jadi pacar di acara ini, maksudnya"
"Oh." apa sih yang waktu itu gw tulis di formulir peserta?
"Padahal gw ikut cuma main-main aja... eh nggak tahunnya malah gw terpilih"
"Hahaha.. Jadi lo ikut gini cuma karena lo main-main?"
"Eee... iya sih waktu itu gw liat Stan ini terus daftar... Ya bisa dibilang perkara gabut lah"
"Ada-ada aja lo"
"Tapi kenapa lo milih gw? Kan peserta-peserta lainnya pasti banyak yang lebih cantik.."
"Lo kira gw mau kencan sehari sama cewek yang mengaku punya poster gede gw di langit-langit kamarnya?"
"Hah? Siapa?"
"Yah, sebutlah peserta nomor satu" Brian nyengir. "Dan... mmm... kalau gw boleh nanya, apa alasan yang lo tulis di formulir itu jujur? Maksud gw, waktu lo bilang gw friendly dan low profile?"
Lagi-lagi Brian menatap gw lurus-lurus, dan gw benar-benar salting.
"Eh... jujur dong. Memangnya kenapa?"
"Gw suka banget sama alasan itu. Lo milih gw di acara ini bukan karena lo menganggap gw ganteng atau keren, eh... bukannya gw nyombong lho!"
"Nyombong dikit juga nggak pa-pa," gw geli sendiri melihat Brian.
"Tapi lo juga ganteng kok... manis,"
"Eh?"
"Ya, lo... gw akui sih lo sebagai cowok termanis yang pernah gw temui..."
"O-oh... hahaha, makasih..."
"Tapi gw benar-benar jujur kok. Gw pernah ketemu beberapa seleb, dan mereka gayanya belagu banget! Lo nggak gitu..."
Brian tersenyum. Duh, Tuhan, kenapa ada cowok seganteng ini di dunia? Dan kenapa dia ini selebriti yang nggak bisa gw jangkau... Dan kenapa juga gw harus terlahir sebagai cowok?!
"Yuhuuuu... Cukup ya ngobrol-ngobrolnya. Sekarang kita take!" Anastasya muncul lagi di dekat kami dan langsung menyela. "Ekhem! Belum apa-apa, vokalis kita udah mulai pedekate duluan nih! Yuk yaaa, mariii...," rodanya ke Brian. Anastasya pintar banget memanfaatkan kesempatan untuk balas meledek Brian setelah cowok itu meledeknya sebagai presenter yang nggak hafal prosedur acara nya sendiri tadi. Brian cuma nyengir mendengar ledekan Anastasya, sementara gw merasa urat malu gw baru ditarik putus.
...****...
Kalau ini yang dimaksud keberuntungan 'kecil' sama Madam Fortune dulu itu, gw benar-benar nggak tau deh, keberuntungan 'besar'-nya bakal kayak apa.
Tau nggak, hari ini benar-benar sempurna! Totally perfect! Kami makan siang di upgrade (sambil disyuting lho!). Sementara itu, seperti biasanya, Anastasya 'hilang' selama acara, dan dia tadi bilang baru akan kembali di akhir acara, waktu harus 'memisahkan' gw dan Brian. So here we are, makan enak sambil ngobrol santai dan akrab.
"Oh ya, Ad, kenapa sih lo suka Skillful? Em.. Maksud gw kan jarang tuh cowok suka ginian?" Tanya Brian tiba-tiba.
"Hmm... Karena gw pernah nyanyiin lagu kalian di acara kelulusan senior gw di sekolah, dan lagu kalian tuh bagus-bagus makanya gw suka!"
"Karena itu aja?"
Wah, jadi lo mau gw mengaku gw suka Skillful karena lo vokalisnya, ya?
"Ya karena lagu-lagunya Skillful bagus-bagus juga sih. Gw suka lirik-liriknya. Lo yang nulis, kan, ya?"
"Iya. Gw kan nggak bisa main musik, jadi gw nulis lirik aja. Payah ya gw?"
"Hahaha... Gw juga nggak bisa main musik! Waktu latihan buat acara kelulusan senior itu dan pemain Keyboard bandung gw menggambar not-not balik di kertas, gw malah mengira itu gambar kecebong!
Brian tertawa sampai suaranya nyaris hilang, dan gw juga ikut tertawa dengannya. Ya ampun, gw nggak rela kalau semua ini cuma untuk sehari saja. Gw mau semua ini untuk selamanya...
...***...
^^^Ok next^^^
^^^Eps selanjutnya^^^
^^^Maap klo ad typo ππ»ββοΈ^^^
^^^Follow + komen π¬^^^
^^^Jangan lupa vote juga>
__ADS_1
^^^Bantu promosi juga biar makin rame:')^^^
To be continue...