
Adrian
○
○
○
Ya ampun.
Percaya nggak, Brian mengajak gw ke taman Safari! He-eh, Taman Safari Bogor yang ada binatang-binatangnya itu!
Pertama gw sempat bengong waktu motor yang di kendari Brian ini melewati jalan-jalan yang sama sekali nggak percaya gw lihat sebelumnya, tapi belakangan gw ngeh kami ternyata melewati jalan di luar jalan tol (gw sempat ngerti sendiri, Jangan-jangan Brian berniat yang nggak-nggak, gw kenal dia kan belum lama, dan di kan COWOK! Eh nggak deh ya gw juga cowok kali bukan cewek. Yakali dia mau perkaos gw. Tapi ternyata kecurigaan gw nggak beralasan, dan gw cuma bisa nyengir bego waktu kami melewati gerbang yang terbentuk dari dua gading raksasa buatan bertaut. Lagian mana mungkin siy Brian kau berniat jahat di Taman Safari?!)
"Kaget ya?" tanya Brian sambil melepaskan helm gw. Kayaknya dia bisa melihat tampang kaget gw begitu tahu kami ada di mana sekarang.
"Eh... Lumayan. Nggak kaget-kahet banget sih, cuma nggak nyangka aja lo mau ngajak gw ke sini"
"Tapi lo nggak keberatan, kan?"
"Nggak. Gw malah sebenarnya pengin ke sini. Udah lama banget gw nggak ke taman Safari..."
Brian tersenyum, dan memakai lagi topi yang sepanjang perjalanan tadi disimpannya di dalam saku hoodie nya.
"Yuk, masuk sekarang?"
***
K
arena nggak bawa mobil pribadi, akhirnya kami naik bus Taman Safari. Begitu penumpang penuh, bus berang6.
"Iiihhh..," gw memekik waktu binatang sejenis unta yang entah apa namanya itu mendekat dan menyikat kaca jendela di sisi gw. Brian tertawa.
"Tenang aja, kan cuma kacanya yang dijilat, bukannya kamu"
"Kamu?" tanya gw heran. Kok tumben dia bilang "kamu"? Biasanya juga dia bilang " lo-gw"! Apa ini pertanda kalau... Hah?!
"Mmm... kalau misalnya kita sekarang ngomongnya pakai aku-kamu nggak pa-pa, kan?" tanya Brian dengan suara pelan, pipinya memerah. Gw melotot.
"Eh.. itu... ya nggak papa sih..."
Gw salting, dan akhirnya malah mengalihkan pandangan ke luar jendela buat Taman Safari yang sedang kami naiki.
Gila, Jangan-jangan Brian beneran naksir gw!!
Ahh... Ngga mungkin ah!
Gw kan cuma cowok biasa yang nggak punya kelebihan apa-apa. Sementara Brian tinggal di dunia yang penuh cewek cantik yang tinggal dia tunjuk kalau dia mau salah satunya. Ngapain juga dia milih gw? Lagian gw juga cowok dan dia cowok... apa jadinya kalo dia pacaran sama gw? Yang ada malah gw ngasi kesana buruk ke dia...
Bus mulai melewati area hewan-hewan buas. Beruang madu, harimau, singa, semuanya dilewati satu per satu, tapi gw sama sekali nggak bisa memusatkan perhatian gw ke situ. Kayaknya otak gw sudah overload sama pertanyaan gw tentang Brian.
Setelah melewati kumpulan gajah, bus berhenti di taman bermain yang ada di akhir Taman Safari. Di sekitar permainan-permainan ini banyak banget orang yang menjual makanan. Perut gw langsung berdangdut-ria melihat penjual nasi gila dan macam-macam makanan lainnya, tapi gw gengsi di depan Brian kalau bilang gw laper!
Ssstt... Mana kemarin waktu di Upgraded, gw keceplosan pesen cheesecake dan strawberry milkshake di depan Brian! Suer, gw malu banget! Dan kayaknya Brian senyum-senyum gitu pas mendengar apa yang gw pesen! Aduh, nggak banget deh, soalnya kemarin gw grogi banget mau pergi berdua sama Brian sampai nggak sempet sarapan, dan akibatnya gw jadi kelaparan di Updgraded!
Ini juga gara-gara ide gila Farel yang pura-pura ada acara keluarga dan nggak mau menemani gw! Katanya sih, dia pengen membuka jalan gw sama Brian, biar kami bisa berduaan. Dan dia juga bilang dia nggak mau jadi kambing congek! Huh!!
But i really thanked her... Kalau bukan karena ide gilanya, nggak mungkin kemarin gw bisa ngobrol-ngobrol berdua sama Brian. Dan mungkin Brian juga nggak akan mengajak gw pergi lagi hari ini kalau bukan karena kemarin dia seneng pergi sama gw. Uhuy!
"Ian, makan yuk?"
Gw terperangah. Makan?
"Tuh, ada yang jual hamburger sama hot dog! Atau kamu mau makan nasi? Eh... Ada yang jual es krim juga!" Brian kedengeran riang banget melihat semua penjual makanan itu. "Kamu mau makan apa?"
Tuh kan... Dia nanya, lagi! Makan... enggak... makan... enggak...
"Mmmm... Es krim aja deh, kayaknya enak panas-panas gini makan es krim"
Ya ampun, kapan sih gw berhenti berbuat tolol? Panas apanya? Ini kan cisarua!
Tapi Brian percaya-percaya aja sama omongan gw yang asli ngaco itu, dan malah mengajak gw ke tempet penjual es krim.
__ADS_1
"Kamu mau es krim apa?"
"Conello cokelat"
"Oke. Conello cokelatnya dua, bang" pesen Brian ke penjual es krim, dan dia ngotot membayari es krim gw.
Kami duduk di bangku yang ada di bawah pohon, deket permainan sepeda gantung. Brian membuka bungkus es krimnya dan memakan es krim itu dengan santai, sementara gw benar-benar kehilangan kontrol atas detak jantung gw. Gila, kalau kayak gini terus kayaknya gw bakal kena serangan jantung dan mati muda!
"Kamu keberatan nggak kalau aku cerita sesuatu?" tanya Brian tiba-tiba.
"Nggak. Nggak pa-pa, cerita aja..."
Aku sebenarnya nggak mau bawa-bawa kamu dalam masalah pribadiku, Ian, tapi... nggak tau kenapa, aku seneng banget ngobrol sama kamu. Rasanya kalau aku udah cerita ke kamu aku jadi lega" Brian tersenyum dan menatap gw lurus-lurus. Aduuuuhhhh.... tolooongggg! Senyumnya itu... nggak nahaaannnn!
"Aku juga seneng kok kalau kamu mau cerita sama aku, Bri" jawab gw kagok. Suara gw terdengar kecil dan mencicit seperti suara tikus.
"Thanks ya" Brian menghela napas. "Kamu tau apa ketakutanku yang paling besar?"
"Kehilangan fans?" gw sok bercanda, tapi Brian cuma tersenyum pahit dan menggeleng. Ups, the wrong joke in the wrong time!
"Aku paling takut mengulangi kesalahan yang sama"
Gw mengernyit. "Kesalahan apa?"
"Apa aja. Tapi aku paling takut kalah orang-orang tau aku deket sama seseorang, dan seseorang itu jadi bulan-bulanan media. Atau orang-orang yang nggak suka aku deket sama seseorang itu..."
"Maksudmu... Kalau kamu punya pacar dan orang tau tentang itu? Juga kalau ada orang yang benci sama pacarmu itu dan jadi menerornya?"
Brian menatap gw heran, dan gw baru sadar gw salah bicara.
Ya Tuhan... kanapa otak gw selalu konslet di saat-saat genting begini sih?!
"Hufh... Maksudku itu, kamu...,"
"Lo tau dari siapa kalah pacar gw yang sebelumnya diteror?!" sentak Brian marah dan memotong pembicaraan gw.
Aduh! "Bukannya gitu, tapi aku..." gw menghela napas dalam-dalam. Nggak ada gunanya bohong, toh nanti juga Brian pasti bisa melihat gw bohong.
Huft..."Kinar pernah bilang kamu dulu pacar kakaknya, tapi kalian udah putus.. Dan Kinar juga pernah cerita ke Farel kakaknya... mmm... sering dapat surat kaleng dan chat iseng sejak kamu gabung sama Skillful dan orang-orang tau kakak Kinar itu pacarmu..."
Brian menyandarkan punggungnya ke bangku taman dan memejamkan mata, nggak menghabiskan es krim yang ada di tangannya. Gw juga kehilangan selera makan gw... Gw takut... Brian bentak gw, tangan gw gemeteran dan dingin...gw takut... gw butuh Farel... Farel...
Apa dia marah gara-gara gw kelewatan tau urusan pribadinya, ya? Jangan-jangan kalau dia marah, dia bakal meninggalkan gw di Taman Safari sendirian! Gw kan nggak tau jalan pulang dari sini, gimana dong? Dan apa jadinya kalau gw telpon Daddy untuk minta dijemput di Taman Safari, sementara Daddy taunya gw pergi sama Farel? Aduh, Tuhan, tolong! Gw benar-benar kualat karena udah bohong sama ortu gw!
Dan mendadak gw ingat satu hal yang lebih gawat lagi :Jangan-jangan gara-gara semua omongan gw barusan, Brian jadi mengira Kinar 'ngember' ke teman-temannya soal hubungan Brian dan Karin dulu!
"E-eh, Bri-brian... Aku tau semua ini bukan karena ki-kinar ngember atau apa lho," kata gw gugup, jantung gw jungkir-balik dengan perasaan bersalah. Brian merubah duduknya jadi berhadapan dengan gw dan menatap gw lekat-lekat. Gw bisa apa selain nunduk sama takut.
"Sebenarnya ki-kinar ngomong itu cuma ke Farel, dan Farel cerita ke a-aku karena...,"
Gw nggak mungkin bilang Farel memberitahu gw semua itu biar gw nggak berharap terlalu muluk jadi pacar Brian, kan? Ya ampun, ini jalan buntu! Huft, gw mendengar Brian menghembuskan nafasnya lalu meraih tangan gw dan dia usap lembut punggung tangan gw.
"Nggak pa-pa, Ian, aku tau Kinar bukan orang yang seperti kamu takutkan itu kok. Aku kan kenal dia lumayan lama" ucap Brian lembut.
"Oh... I-iya..." gw masih menunduk, nggak berani menatap Brian.
"Dan karena kamu udah tau garis besar ceritanya kayak apa, aku jadi nggak perlu ngejelasin semuanya dari awal ke kamu"
Suara Brian terdengar geli, jadi gw memberanikan diri mendongak.
"Kamu... Nggak marah sama a-aku?"
"Marah? Awalnya ia, tapi kenapa aku harus marah sama kamu?"
"Ya kan aku...,"
"Kamu nggak cerita tentang semua yang dibilang Kinar itu ke orang lain, kan?" potong Brian. Gw cepat-cepat menggeleng. "Nah, kalau gitu, aku nggak punya alasan buat marah sama kamu. Aku kan nggak bisa marah sama orang atas apa yang mereka dengar. Dan maaf tadi aku emosi..."
Gw manggut-manggut tolol.
"Jadi... itu yang paling aku takutkan, Ian. Aku takut hal yang sama bakal terulang," kata Brian sedih. "Dan kalau sekarang aku dekat sama kamu... tolong, jangan cerita ke siapa-siapa, ya? Kamu boleh cerita ke Farel, tapi jangan ke orang lain lagi. Aku nggak mau kamu kenapa-napa. Sori, tapi ini semua demi kamu juga..."
Brian bangun dari kursi taman yang kami duduki, lalu membuang es krimnya yang nggak habis ke tempat sampah. Setelah itu dia mendekat ke arah gw... dan tangannya menyentuh ujung bibir gw.
__ADS_1
"Es krimmu cemot di bibir" katanya geli dan menjilat ujung jarinya yang ada bekas es krim di dekat sudut bibir gw. Seolah dia nggak habis membicarakan hal serius yang bikin gw pusing tujuh keliling.
Gw masih memproses kata-kata Brian tadi...
'Kalau sekarang aku deket sama kamu'
'Kalau sekarang aku deket sama kamu'
Maksudnya...? Apa maksudnya...?
"Ian?"
"Eh?! Iya?!" gw terlonjak.
"Kita masuk ke rumah hantu, yuk?"
♡♡♡
"Gw cuma bisa bilang 'wow'", seru Farel di telepon. " lo bener-bener gila, Ad! Tau nggak, tadi waktu bonyok lo telepon gw dan nanyak jam berapa gw bakal nganter lo pulang, gw bener-bener shock! Apalagi HP lo nggak bisa dihubungi!"
"Ya gw kan di tengah-tengah Taman Safari, di sana mana ada sinyal?" gw ngeles.
"Iya tapi kan seenggaknya kemarin atau tadi pagi lo bisa bilang lo bohong sama bonyok lo, jadinya gw nggak kaget kayak tadi waktu bonyok lo telepon! Untung aja gw banyak akal dan bilang kalau kita lagi makan dan HP lo low batt. Untungnya lagi, bonyok lo nggak minta ngobrol sama lo! Coba kalau iya, mampusss deh gw!" Farel menyerocos.
"Iya, iya... sori deh... habisnya tadi pagi tuh yang kepikiran di otak gw cuma gimana cara Brian nggak jemput gw di rumah, jadinya gw kelupaan mau ngasih tau lo..."
"Hmm... ya udahlah. Oya, terus tadi gimana caranya Brian nganterin lo pulang?"
"Ya dia nurunin gw di portal, terus gw jalan sampai ke rumah"
"Bonyok lo nggak curiga?"
"Ya curiga lah! Nyokap nanya, 'mana Farel?' soalnya kan dikiranya lo yang anter gw pulang"
"Terus lo bilang apa?"
"Gw bilano sakit perut, jadinya buru-buru pulang dan gw diturunin di portal!"
"Anjing! Ngga bonafid banget sih alasan lo!" omel Farel, gw cengegesan. "Tau nggak, habis gw bilang gitu, nyokap bilang apa?"
"Apaan?!" nada suara Farel masih terdengar jengkel.
"Katanya, 'kok Farel nggak disuruh pakai kamar mandi kita dulu aja sih? Kan jadikan dia kalau mau nahan sakit perutnya sampai rumah. Rumah Farel kan jauh' bwa hahahahaha...!!"
"Adriaaaaannnnnn! Sialan banget lo ya anjirr! Bener-bener anak durhaka lo!"
"Haha... maap... maap.." gw menghapus titik air di sudut mata gw yang menetes gara-gara gw kebanyakan tertawa.
"Lo yang seneng-seneng sama Brian, gw kena imbasnya" Farel mengerutu. "Tapi nggak pa-pa deh, gw seneng kalau lo hepi Ad"
Gw berhenti tertawa. "Trims ya, Farel. Kalau bukan karena lo, mungkin..."
"Udahlah. Yang penting sekarang lo inget apa omongannya Brian, lo nggak boleh ngember ke mana-mana kalau lo sekarang deket sama dia"
"Iya, gw inget kok. Lo juga jangan cerita siapa-siapa ya?"
"Tenang aja, bos! Gw kan nggak mau lo sampai diteror. Jujur aja, gw dulu ngenes kalau inget kondisinya Mbak Karin menjelang dia putus sama Brian. Gw nggak mau lo kayak gitu juga" ucap Farel, bisa juga ni anak berpikiran dewasa gini kekeke...
"Moga-moga nggak deh" gw menelan ludah.
"Tapi yang gw nggak ngerti, kenapa ada orang yang sampai segitu tega, ya? Maksud gw, toh mereka nggak bisa juga ngedapetin Brian dengan cara kayak gitu... "
"Gw juga bingung, tapi udahlah, nggak usah dipikirin lagi"
"Ehhh... Bentar! Out of topics nih, jangan kira gw ikhlas lihat image gw jeblok dimata nyokap lo, ya! Pokoknya besok gw mau makan pangsit bakwan nya Pak Amboy dia porsi dan lo yang bayar!"
Hah?!
♡♡♡
Jgn lupa like, favorit dn komen
👋🏻
__ADS_1