
~Adrian~
○
○
○
BRIAN bener-bener gila. Dia baru pulang dari tur kalimantan-sulawesi tadi siang, dan malam ini langsung mengajak gw pergi. Hebatnya lagi, gw nggak di ajak ke tempat-tempat basi seperti biasanya cowok mengajak cowok buat main.
Gw diajak ke kantor manajemen Skillful!
Waktu gw pertama melihat bangunan kantor ini, gw sama sekali nggak bisa nebak di kantor inilah Skillful bermarkas. Habisnya, di bayangan gw kantor manajemen Skillful adalah jenis kantor yang dindingnya penuh grafiti dan coretan, tipe khas bangunan yang dihuni para anak band. Tapi ternyata, bangunan ini nggak jauh beda dengan kantor-kantor pada umumnya. Bersih, ada lapangan parkir kecil yang kira-kira cukup untuk 5 mobil, juga pos satpam.
Satpamnya keluhannya lagi tidur waktu gw dan Brian datang. Aduh, Pak, bangun dong! Gimana nanti kalau ada maling?
Ah, sebodo amat. Gw masih bengong waktu Brian membukakan pintu untuk gw, dan kami berada dalam ruang tamu kecil yang terang benderang. Brian mengambilkan gw sekaleng cola-cola dari lemari es yang ada di situ, dan gw langsung meminumnya, berlagak menutupi kekagokan gw yang sama sekali nggak menyangka bisa menginjakkan kaki di markas Skillful.
Tiba-tiba gw ingat pernah mendengar selentingan dari milis Brianders bahwa kantor manajemen ini susaaaahhhh banget dimasukin orang-orang yang bukan kru atau personal Skillful. Beberapa anak milis pernah kesini, tapi mereka nggak berhasil masuk! But now I'm here!
"Mau lihat-lihat studio?" tawar Brian. Gw langsung mengangguk.
Brian mengajak gw melewati lorong yang nggak begitu lebar, dan kami naik tangga dulu sebelum akhirnya sambil. Gw cuma bisa bilang wow. Studio ini keren banget! Temboknya dilapisi peredam dari bantalan-bantalan berwarna abu-abu muda, dan karpetnya sewarna dengan itu. Dan Walaupun gw nggak bisa main musik, tapi gw nggak bego-bego amat untuk menyadari studio latihan ini punya peralatan bandung terkeren yang pernah gw lihat! Gitar hitam milik Rey, drum Duddy di pojok sana, deretan keyboard Ernest, bas Dovan yang tersandar di dinding... This is awesome!
Dan pandangan gw berhenti pada stand mike yang ada di tengah studio. Di stand mike itu ada mikrofon yang sepertinya familiar.
"Lho... kamu selalu pakai mikrofon ini, ya? Waktu di pensi SMA 93...di TKP Channel, kamu juga pakai mikrofon ini, kan?"
Brian mengangguk. "Itu memang mikrofon kuhusu buat aku" katanya sambil menunjuk ke label kuning pada mikrofon itu yang bertuliskan 'Brian Skillful'. "Nih ada namanya segala, hehe"
"Jadi, kalau kamu turun ke mana aja, mikrofon ini harus di bawa?"
"Yap!"
Gw manggut-manggut. Begitulah kalau vokalis band terkenal. Mikrofon aja khusus di awal sendiri.
"Mau lihat ruangan lain? Aku mau nunjukin award room ke kamu"
__ADS_1
"Award room?" apaan tuh?
"Iya. Ruangan tempat penyimpanan semua award yang didapat Skillful. Ada platinum, plakat-plakat... Yah, memang agak ngebosenin sih, tapi mungkin kamu-"
"Aku mau lihat!" seru gw ruang, dan langsung berlari kearah pintu studio.
Gw mengikuti Brian menuju ruangan yang ternyata letaknya disebelah studio ini. Ruangan itu lebih kecil dari studio yang tadi gw masuki, tapi ruangan ini hebat banget! Dindingnya penuh pigura berbagai macam penghargaan. Ada dua pigura yang masing-masing berisi dobel platinum untuk album Skillful yang dulu, sebelum Brian bergabung. Dan yang terbaru, tergantung didekat pintu masuk, pigura-pigura hitam mengkilap yang didalamnya berisi kepingan CD raksasa bertuliskan Skillful.
"Suka ruangannya?" tanya Brian.
"Banget! Album kalian laris, ya?"
"Yah... Berkat fans juga sih, kalau bukan karena mereka, nggak mungkin semua award ini ada disini," kata Brian merendah. Cowok ini benar-benar low profile.
Dan kenapa dia keliatan tambah ganteng sih setelah tur?! Gw mengalihkan tatapan gw dari wajah Brian dan memutuskan melihat-lihat lagi award-award yang ada di ruangan ini. Semua ini punya Skillful dari hasil penjualan album mereka...
Pandangan gw terantuk pada sebuah pigura yang isinya berupa piringan CD besar berwarna perak yang nggak bertuliskan apa-apa. Barang apa ini?
"Ini... Apa?" tanya gw sambil menunjuk pigura ya v tergantung tepat di tengah ruangan ini. Sepintas sih isinya nggak jauh beda sama pigura-pigura lain yang ada diruangan ini, cuma yang ini nggak ada tulisannya.
"Oh, itu," gumam Brian. "Itu award paling berharga. Platinum yang paling unik"
Dan tiba-tiba lampu mati!
"Bri, lampunya mati..."
"Memang. Kalau nggak kan kamu nggak bisa lihat itu..." pikiran gw mulai ngaco. Jangan-jangan Brian...
"Tuh, lihat"
Brian menggandeng gw menuju pigura berisi platinum aneh tadi, dan gw mulai sadar ternyata cuma lampu ruangan ini yang mati, sementara lampu di lorong luar sana masih menyala terang benderang. Seberkas cahaya masuk, tapi ruangan ini masih cukup gelap shingga...
Oh no!!
Gw benar-benar speechless melihat apa yang tertulis di benda yang gw sebut platinum aneh ini.
{I LOVE YOU}
__ADS_1
Tulisan glow in the dari pada piringan CD raksasa itu menyala terang di tengah kegelapan, dan pikiran gw mulai sibuk bekerja keras. Mana mungkin ada penghargaan platinum yang tulisannya 'I LOVE YOU'?
Kecuali kalau...
"Eh... Brian..." panggil gw kagok. "Ini... Maksudnya...,"
"Aku tau kalau aku nggak selalu bisa ada didekat kamu, Ian... Kita mungkin juga nggak bisa jalan bareng di cafe atau tempat-tempat umum lainnya, tapi... Aku benar-benar.... Sayang sama kamu, dan nggak mungkin bisa kehilangan kamu..."
Omigod, omigod, omigod...
Gw nggak sanggup lagi. Somebody pleaseee wake me up! Mimpi ini terlalu bagus, dan gw takut kalau gw bangun nanti gw bakal bunuh diri saking sedihnya semua kejadian ini cuma terjadi dalam mimpi!
"Kadang-kadang aku berharap aku ini cuma cowok biasa, bukan vokalis band terkenal yang hidupnya selalu diubek-ubek sama segala macam gosip," kata Brian sambil menggenggam tangan gw erat-erat. "Aku dulu kehilangan Karin karena itu, tapi aku sekarang nggak mau kehilangan kamu karena hal yang sama... Walaupun aku tau kalau cinta ini salah. Tapi jujur aku sayang dan cinta sama kamu"
"Jadi..."
"Aku tau aku gila kalau minta kamu kau menjalani semua ini diam-diam, tapi aku berusaha sebisaku untuk melindungi kamu dari... Orang-orang yang mungkin bakal menyakiti kamu kalau tau kamu deket sama aku... Dan aku sayang banget sama kamu..."
Gw diam. Bibir dan lidah gw rasanya baru saja dikeluarkan dari freezer. Beku.
"Aku bisa ngertiin kalau kamu nggak mau, lagian kamu juga belum tentu mau sam-"
"Aku... Mau kok," jawab gw akhirnya. Nggak tau kenapa bibir dan lidah gw mendadak mencair dengan sendirinya.
"Aku tau kamu ngelakuin ini semua demi aku juga, dan aku... Aku mau, aku juga cinta sama kamu uda lama..."
Gw nggak meneruskan kata-kata gw. Brian langsung mencium bibir gw dengan lembut. Tidak ada pergerakan hanya kecupan dari Brian dan itu membuat gw kaget sekaligus kikuk. Ya ampun ciuman pertama gw!! Setelah itu Brian sudah memeluk gw erat-erat, dan gw tersenyum memandang platinum I LOVE YOU yang masih menyala terang benderang didinding itu.
Well, i'm officially his boyfriend now.
Kalau dua bulan lalu ada orang yang bilang gw bakal pacaran sama Brian Siregar, yang vokalis band Skillful itu, gw pasti bakal ketawa terbahak-bahak dan mengatakan orang itu gila.
♡♡♡
... jangan lupa...
...vote...
__ADS_1
...like...
...komentar...