Love Different Age And Case

Love Different Age And Case
9. MADAM FORTUNE & PACAR SELEBRITI [2]


__ADS_3

...~Adrian~...


...○...


...○...


...○...


...○...


...S...


etengah jam kemudian, gw menemukan Farel di stan membuat tato. Lengan kanannya sudah di beri tato motif sayap dan beberapa tulisan tato di arah pergelangan tangannya di area urat nadi, dan dia nyengir begitu melihat gw.


"Farel! Lo kan udah janji nggak akan hilang tiba-tiba lagi! Terus ini tangan lo kenapa lo pake tato ha?!"


Desis gw di depannya. Biarpun lagi emosi, gw berusaha nggak membuat Farel jadi tontonan di stan ini gara-gara suara gw.


"Soriii... tadi gw lihat stan ini, terus gw pengin banget ke sini. Gw kira lo masih jalan di samping gw. Taunya pas gw noleh ke samping, eh... lo udah nggak ada!"


Gw terdiam. Mungkin gara-gara insiden milk tea yang gw tumpahkan di baju cewek tadi itu, makanya gw terpisah dari Farel. Tapi itu kan gw sempat berhenti sebentar untuk minta maaf ke cewek itu, dan mungkin waktu itu Farel berjalan terus dan akhirnya gw ketinggalan. Yah, sudahlah, yang penting kan sekarang gw sudah ketemu anak ini lagi.


"Lo belum jawab pertanyaan gw, kenapa lo pake tato?"


"Ya nggak pa-pa sih pengen aja, biar keliatan kayak anak nakal gitu"


"Anak nakal apa, orang lo-nya uda nakal banget pake sok-soakan pake tato!"


"Kenapa lo rese? Ho gw tau ni, lo juga pasti mau pasang tato kan?"


"Idih ogah! Ketauan bonyok bisa mampus gw!"


"Ya udah... Yok manggung!" ajaknya dan gw mengangguk setuju l.


Bintang tamu sebelumnya sudah selesai tampil, dan kalau gw dan Farel nggak cepat-cepat cari tempat yang enak di dekat panggung, bisa-bisa kami nggak bisa nonton Skillful dari dekat!


"Ayo cepet, Skillful udah mau main tuh!" gw menarik tangan Farel nggak sabaran, dan cowok itu buru-buru mengeluarkan uang untuk membayar ongkos tato-nya.


Kami berjalan melalui kerumunan orang yang sudah mulai memadat di sekitar panggung, dan gw menemukan tempat yang enak banget di bibir panggung sebelah kiri. Dari sini gw bisa melihat dengan jelas stand mike yang kelihatannya bakal dipakai Brian nanti. Itu berarti gw juga bakal bisa dengan jelas melihat Brian. Sip dah!


Setelah waktu yang rasanya berjam-jam dan langit mulak gelap, akhirnya MC cabut dari panggung. Asap buatan mulak membubung keluar dari ssisi-sisi panggung. Omigod, semua bulu kuduk gw langsung merinding mendengar intro lagi Masa Itu milik Skillful. Ini salah satu lagu Skillful favorit gw selain Tetap sahabatku! Lirik lagu ini ciptaan Brian, tapi melodinya digarap Ernest, pemain keyboard Skillful kayaknya Brian nggak bisa main musik deh, karena lagu-lagu di album Skillful sebagian besar aransemennya dibuat Ernest. Tapi kalau lirik, wah... nyaris semuanya Brian yang bikin! Jadi, gw bisa menarik kesimpulan dia nggak bisa main musik, sama kayak gw, hehe...


Dan sepertinya gw tiba-tiba mendapat semburan adrenalin begitu melihat Dovan muncul di panggung. Ernest, Rey, dan Dudy jiga muncul satu persatu. Orang-orang disekitar gw menjerit histeris dan gw bisa merasakan orang-orang yang berada di belakang gw berusaha merangsek maju ke depan dengan cara dorong-mendoronh. Bagus, gw di gencet!


Tapi itu semua belum pa-pa, karena teriakan paling histeris baru terdengar begitu melihat Brian muncul dipanggung.


"Selamat malam semuanya...!" sapa Brian dari panggung dan dia mendapat sambutan teriakan histeris. Brian keliatan amat-sangat-super-duper-ganteng dengan kauhs hitam bersablon emas dan celana jins. Rambutnya disisir model, dan agak berantakan mengakibatkan dia keliatan seperti anak nakal tapi ganteng.


Lagu Masa Itu mengalun cepat. Jenis lagu upbeat yang memang sanggup membangkitkan semangat penonton sebagai lagu pembuka konser. Cowok-cowok di sekeliling gw sibuk berjingkrak-jingkrak, sementara gw memutuskan memotret dengan santai. Kesempatan buat dapat foto Brian sebanyak-banyaknya! Dan gw juga sudah siap tempur dengan memo yang kapasitasnya kira-kira cukup untuk seribu foto lagi, yang batrenya sudah gw charger penuh tadi malam. Ini semua untuk menembus kegoblokan gw yang nggak sempat minta foto bareng Brian waktu kami ketemu di SMA 93. Haduh gw emang bego banget!


Tapi, siapa yang nggak berubah jadi bego mendadak kalau berada di depan cowok seganteng Brian!


"Terimakasih! Selamat malam!" sapa Brian sekali lagi setelah dia menyelesaikan lagu Masa Itu. Gemuruh tepuk tangan bercampur teriakan membalas sapanya.


"Seneng banget Skillful bisa manggung di Cheerful Paradise, pensi anak-anak SMA 93! Tepuk tangan dong buat SMA 93!"


Sekali lagi terdengar tepuk tangan yang riuh. "Terimakasih juga buat semua fans Skillful yang sudah datang disini..."


"Brianders...!" teriak seorang cewek tiba-tiba, dan gw bisa melihat, meskipun dari jauh dan hanya sekilas, Brian jadi salting mendengar teriakan cewek itu. Kayaknya Brianders adalah sebutan untuk fans Brian. Hmm... gw baru tahu...


"Berikut ini, lagu dari album terbaru kami, Terlalu Indah..." Brian menghilang sebentar ke belakang panggung untuk minum dan mengelap keringat yang membanjiri di dahinya. Sementara itu intro lagu Terlalu indah yang mellow mulai mengalun. Kepala gw bergoyang mengikuti lagu itu, mulut gw komat-kamit menyenandungkan lirik lagu yang sudah gw hafal di luar kepala.


Ku pernah mengenal satu cinta

__ADS_1


Rasa indah tak pernah terduga


Seluruh belai manja dan sayang


Berikanku sentuhan nirwana...


Masih kerasa pesona ceria


Hari berganti bagai tak terasa


Hadirmu berikan tawa


Bagai cerita teruntai bianglala...


Dirimu sungguh terlalu indah...


Aku terpana... Terbuai...


Jangan pergi tinggalkan kisah


Ku tak mau semua ini usai...


Deg! Ya Tuhan! Ya Tuhan! Brian menunjukan gw! Dia menunjuk gw waktu menyanyikan 'dirimu sungguh terlalu indah'! Gw?!!!


Aduh, ternyata dia masih ingat sama gw! Waktu melihat gw tadi dia kayaknya kaget, tapi langsung tersenyum maniiisss... banget dan menunjuk gw! Mampus, gw rasanya mau pingsan! Kaki gw lemas, dan cewek-cewek di sekitar gw, yang nggak terima melihat gw ditunjuk, langsung menggencet gw dari segala arah.


Tolooonggg!!!


...****...


Panggung sudah kosong, dan sekeliling gw sudah sepi, tapi gw masi lemas. Kaki gw kayaknya gemetar dan nggak sanggup menopang berat tubuh gw. Tapi untungnya ada Farel yang sedari tadi terus memeluk pinggang gw agar tidak oleng saat semua orang menggencet gw waktu Brian menunjuk gw.


Tapi bukan, gw lemas bukannya karena gw digencet atau apa tadi, tapi gara-gara sepanjang di atas panggung tadi, Brian terus-menerus menunjuk gw! Dia menunjuk gw waktu menyanyikan 'sayangku... hanya dirimu...' di lagu Sayangku, juga diwaktu menyanyikan 'karena hanya kau yang ada di hati...' di lagu Akhir Penantian, dan bahkan hampir di setiap lagu yang dinyanyikannya tadi dia menunjuk gw! Gw juga nggak tahu kenapa, bukan gw ge-er atau apa tapi jarinya persis mengarah pada gw.


Gw benar-benar cinta mati sama Brian! Dan gw harus mencari cara supaya gw bisa dekat sama dia! Tapi gimana... Hah! Gw baru kali ini merasakan hal yang benar-benar berbeda! Dan itu semua terjadi saat gw mengenal Brian, gw jadi cinta sama dia! Wahh parah ni kalau Farel tahu pasti heboh ni! Tapi gw benar-benar jatuh cinta banget sama dia. Apa Mama sama Daddy bakal marah sama gw karena udah masuk dalam cinta terlarang ini? Huft...


"Mau sampai kapan bengong nya?" tanya Farel mengagetkan gw. Suara ingar-bingar di stadion sudah lenyap, dan tinggal sedikit orang yang ada di dekat kami. Booth-booth juga sudah mulai dibongkar.


"Ya maaf, tadi gw mikir sesuatu hehehe"


"Mikirin paan lo? Mikirin senangnya lo hari ini bisa jalan-jalan sama gw?"


"Ya enggak lah anjing!"


"Hahaha... soalnya tuh muka lo serius banget kek apa"


"Ck! Udalah diem lo nggak usah rese! Lepas tangan lo gw udah nggak pa-pa!"


"Si anying uda di tolong juga!" Farel ngedumel dan langsung melepaskan tangannya dari pinggang gw, dan berkata lagi.


"Tapi ya Ad... pinggang lo tuh enak tau nggak meluknya, uhh lebih enak pelukan sama lo dari pada sama Kinar" godanya sambil memeluk pinggang gw kembali.


"Bangsat lepas! Gw aduin Kinar mampus lo! Rel, lepas!"


"Bwahahahaha, aduin aja gw nggak takut. Kalo putus ya putus bodoamat gw lagian kalo putus juga bisa cari yang lain kan?"


"Parah lo nyet! Gw do'ain lo putus beneran sama dia dan enggak ada yang mau sama lo"


"Ya kalo nggak ada yang mau sama gw... kan masih ada lo Ad hehe"


"Arghhh! Serah lo!"


Gw baru saja mau melepaskan tangannya tapi Farel sudah keburu menarik pinggang gw keluar dari stadion, menuju tempat mobilnya terparkir.

__ADS_1


Dan tiba-tiba ekor mata gw melihat Kak Wawa yang sedang berada di parkiran juga sedang melihat gw dengan raut wajah heran.


"FAREL LEPAS ANJING! ADA KAK WAWA GW NGGAK MAU DIA MIKIR MACEM-MACEM!"


...****...


Gw duduk di depan komputer gw, sama sekali nggak konsen mengerjakan laporan percobaan Kimia yang seharusnya di kumpulan besok. Duh, memangnya siapa yang peduli sih H2O itu terdiri dari hidrogen dan oksigen?! (Eh, benar hidrogen dan oksigen kan, ya?)


Arghhh pusing!! Sial! Farel dia malah sibuk rebahan sambil main game dari pada membantu gw membuat laporan! (Farel memang menginap dirumah gw karena katanya keluarganya lagi diluar kota dan bakal pulang minggu depan) Padahal bentar lagi mau menunjukkan pukul 11 malam, bisa di hukum gw kalau nggak siap laporan! Awas tuh anak gw bales dendam mati lo!


Gilanya lagi, waktu gw membolak-balik buku teks kimia gw, yang terlihat dimata gw bukannya gambar molekul-molekul zat dan penjelasan penuh kata-kata yang biasanya malah membantu gw semakin nggak jelas, tapi justru wajah Brian! Aduuhhh... kalau kayak gini caranya, gw bakal nggak naik kelas nih!


"Rel, bantuin gw dong! Lo kan udah selesai masa lo nggak mau bantu sahabat lo..." lirih gw dan menghadap kebelakang melihat Farel yang dengan santainya rebahan di kasur gw sambil bermain game.


"Ogah! Tadi siapa yang bilang 'nggak usah gw bisa kok' kok sekarang minta bantu?"


"Ya itu kan gw asal aja, gw mana tau kalo laporannya bakal sesusah ini..."


"Alsan~"


"Rel bantu ya? Ya? Nanti gw-"


"Ogah!"


"Yah... Bantuin dong, Farel ganteng"


"Kerjain sendiri, buruan kerjain gw mau tidur!"


"Bangsat! Awas lo, gw nggak bakal ijinin lo nginep dirumah gw lagi!"


"Bodo! Gw mau tidur!" ucap Farel yang langsung menghentikan bermain game dan langsung segera mengambil ancang-ancang untuk tidur. Dasar nggak tahu diri!


Gw berusaha berkonsentrasi lagi ke soal-soal yang harus gw jawab dan penjelasan-penjelasan dibuku Kimia gw, tapi ternyata gw sama sekali nggak bisa, dan sialnya Farel sudah tertidur. Parahnya lagi, bukannya semakin berusaha konsen mengerjakan laporan, gw malah mengambil kertas dan mulai mencoret-coret.


Cara-cata biar gw bisa dekat sama Brian:


●Ikutan Pacar Selebriti (tapi nggak jamin gw bakal terpilih jadi pesertanya, apalagi karena gw cowok)


●Ikut pemilihan model majalah remaja dan berharap gw menang dan akhirnya jadi bintang sinetron/bintang iklan. Dengan gitu jalan gw buat deket sama Brian bakal lebih lebar, secara kami sama-sama seleb, gituuu... (Yang ini lebih nggak mungkin deh)


●Ikutan acara-acara menyanyi /Indonesia Idol. Alasannya sama seperti kenapa gw mau ikut pemilihan model majalah remaja. Siapa tau gw bakal jadi seleb (yeah, Pura-pura lupa saja bahwa Indonesia Idol ini kontes menyanyi untuk orang-orang yang BENAR-BENAR bisa menyanyi. Bukannya vokalis band amatir yang cuma pernah tampil di acara kelulusan seniornya)


●Aktif di OSIS dan berusaha merayu Pak Wondo si pembina OSIS itu. Supaya pihak sekolah mau bikin pendidikan dan mengundang Skillful. Kalau gw bisa jadi ketua panitianya. Pasti gw bisa dekat juga sama Skillful sebagai bintang tamunya (hahaha mengingat gw yang cuma punya prestasi menang lomba basket dan panah kayaknya nggak mungkin deh gw terpilih jadi anggota OSIS. Bahkan untuk jabatan paling nggak berguna macam 'seksi kekeluargaan' sekalipun)


●Minta Daddy mem-boking Skillful di pesta ultah sweet 17-gw tahun depan (oh yaaaa??? Bagaimana kalau saat itu tarif Skillful sekali manggung sudah mencapai dua ratus juta???)


●Pergi ke dukun dan minta guna-guna untuk memelet Brian atau pasang susuk di wajahmu gw (ihhh untuk apan pasang susuk orang wajah gw udah ganteng gini! Blasteran lagi! Dan kayaknya nggak banget deh ke dukun)


Jadi, semuanya sudah jelas, jalan gw menuju Brian buntu total. Benar apa yang dibilang si Madam Fortune sialan itu, gw punya terlalu banyak halangan dak cobaan untuk mencapai mimpi gw yang satu ini.


...****...


^^^Ok next^^^


^^^Eps selanjutnya^^^


^^^Maaf kalo ad typo 🙇🏻‍♀️^^^


^^^Follow+ komen💬^^^


^^^Jangan lupa vote juga>


^^^Bantu promosi juga biar makin rame:')^^^

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2