Love Different Age And Case

Love Different Age And Case
19. NUMPAMG LEWAT???


__ADS_3

...Brian...


...β—‹...


...β—‹...


...β—‹...


"HEi! Kenapa lo! Suntuk banget!"


Gw menoleh dan melihat Nathan berdiri di belakang gw. Kayaknya dia mau pergi, penampilannya rapi begitu.


"Gw nggak pa-pa," jawab gw bohong.


"Hmm... tampang lo udah kayak orang niat pengin bunuh diri gitu kok. Ayolah, ngaku aja. Apa Skillful lagi sepi job?" tanyanya sambil cengegesan.


"Nggak. Justru ini lagi rame-ramenya"


"Nah, terus, kenapa lo suntuk?"


Gw menghela nafas dalam-dalam. Mungkin lebih baik gw cerita ke Nathan. Siapa tau dia bisa bantu gw. Dua kepala lebih baik dari pasa satu kepala, kan?


"Gw kehilangan nomor HP nih"


"Nomor HP? Nomor HP lo hilang?" tanya Nathan heran.


"Bukan nomor HP gw goblok!"


"Lah terus?"


"Nomor HP... orang"


"Cewek?" tebak Nathan, setengah menahan tawanya. Gw menggeleng.


"Bukan cewek... tapi cowok"


"Gw kira cewek, btw siapa? Bintang iklan? Model? Bintang sinetron? Ganteng nggak?"


"Bukan artis. Cowok biasa. Tapi orangnya emak banget diajak ngobrol"


Nathan bersiul. "Lo... naksir cowok ya?"


Gw diam membisu, mencerna smuanya.


"Wah wah wah, adek gw jadi belok hahaha... selamat bro" Nathan langsung menjabat tangan gw ingin memberi selamat tapi langsung gw tepis kesal.


"Bangsat lo!" gw mendengus kesal.


"Halah bilang aja lo suka!"


"Gw baru beberapa kali ketemu dia, tau. Itu aja cuma sebentar banget. Baru kemarin gw bisa agak lama jalan bareng dia. Dan gw seneng ngobrol sama dia.."


"Oh... pantes kemarin seharian lo nggak ada di rumah, ternyata kencan, ya?" Nathan ngakak. "Terus lo minta nomor HPnya?"


"Iya. Gw catat di kertas... tapi sekarang kertasnya hilang"


Nathan bengong. "Lo catat di kertas? Bego lo ya! Kan lo bisa simpen di kontak HP lo aja?"

__ADS_1


"Lha, kan kemarin HP gw ketinggalan di rumah! Lo kan yang ngangkat waktu gw telepon!" seru gw kesal. Ternyata Nathan nggak cuma salah dijadikan tempat curhat, tapi penurunan daya ingatnya juga lagi kumat!


"Oh... iya! Yah... payah lo! Sekalinya ketemu orang yang nyambung, lo malah lepasin gitu aja!" Nathan membego-begokan gw dengan senang hati. Brengsek!


"Nah, itulah kenapange suntuk! Dan daripada lo maki-maki gw, mendingan lo bantuin cari cara deh gimana caranya gw bisa dapat nomor HP tu orang lagi"


"Wah... itu sih susah! Tapi tu cowok anak kampus lo, bukan, kalau iya, gw bisa deh usahain nyari nomornya! Temen gw kan banyak yang anak kampus lo, siapa tau ada yang kenal"


"Eh..." gw menggaruk kepala gw yang nggak gatal. "Bukan anak kampus gw... dia... masih SMA..."


"Hah???!" Nathan menjerit. "Lo demen anak SMA, Bri?"


Tanya Nathan nggak percaya. "Lo ini serius apa lagi bercanda sih?!"


"Heh, gw kan nggak bilang gw suka sama dia! Gw cuma bilang gw seneng ngobrol sama dia, soalnya dia nyambung"


"Sama aja tolol!" ketus Nathan kesal.


"Lagian... apa lo nggak malu?"


"Malu karena apa?"


"Kalo seandainya... gw suka sama co-cowok?" tanya gw takut-takut. Nathan diam sesaat kemudian dia merangkul bahu gw.


"Lo adek gw. Lo bahagia gw juga bahagia. Apapun keputusan lo gw bakal dukung asalkan itu bikin lo bahagia, tapi lo harus bilang masalah ini sama bonyok" katanya sembari menepuk-nepuk bahu gw.


"Thanks, balik lagi sama topik kita" Nathan menepuk-nepuk dahinya frustasi. Anak aneh, yang lagi bingung kan gw, kenapa dia yang tampangnya stres gitu?


"Oke. Langkah awal nih, nama cowok itu siapa?" Nathan mulai menginterogasi.


"Adrian"


Gw mengingat-ingat, dan sepotong info melintas di kepala gw. "SMA Harapan"


"Lo kenal dia dari mana?"


"Dia fans Skillful"


"Waduh. Susah!" Nathan menggeleng-gelengkan, persis orang yang bingung karena punya utang ratusan juta.


"Apa gw bikin pengumuman aja di media? Gw tulis: Brian Siregar, vokalis Skillful, mencari Cinderella-nya yang hilang. Ciri-ciri\= namanya Adrian, sekolah di SMA Harapan. Yang mengetahui keberadaan Cinderella tanpa sepatu kaca ini, harap langsung menghubungi Brian di 08154..."


Gw langsung menoyor kepala Nathan. Parah banget anak ini, bukannya bantuin, malah bikin lawak!


"Punya teman yang juga temannya dia nggak? Kalau iya, kan lo bisa nanya nomor HP Adrian ke temannya yang juga teman lo itu" Nathan langsung serius setelah Kepala gw toyor.


Gw hampir bilang 'nggak punya', waktu gw ingat Kinar yang mengenalkan gw ke Adrian. Ya ampun, benar juga, kenapa gw nggak kepikiran sampai situ? Gw kan bisa telepon Kinar dan minta nomor HP Adrian ke dia!


"Ada, Tan! Ada!" seru gw ruang.


"Yee si bangsat seenaknya bilang Tan-tan emang gw orang utan!"


"Ya sori hehe"


"Ya udah telepon gih temennya, tanyain nomor HP si Adrian tuh!"


Nathan ikut-ikutan bersemangat.

__ADS_1


Gw langsung mengeluarkan HP gw dari kantong celana dan mencari-cari nama Kinar di kontak HP.


Sial, ternyata gw nggak punya nomor HP-nya. Ah, tapi gw kan punya telepon rumahnya. Dia sudah pulang dari sekolah atau belum ya jam segini? Di coba aja deh.


Tut... Tut... Tut...


"Halo, selamat siang..."


Jantung gw sepertinya berhenti, dan spontan gw memutuskan sambungan. Itu Karin yang mengangkat telepon gw!


"Kenapa?" tanya Nathan bingung. "Nggak diangkat?"


"Bukan itu..." gw yakin muka gw sekarang pasti pucat kayak tembok. "Yang gw telepon tadi itu rumah Kinar..."


"Kinar?" dahu Nathan berkerut, tapi sedetik kemudian dia melongo. "Kinar adeknya Karin?! Ngapain lo telepon dia?"


"Ya kan dia temennya Adrian..." gw menggigit bibir. Suara Karin yang sudah gw hafal di luar kepala sepertinya masih bergaung dalam telinga gw.


"Ya ampun! Kenapa sih lo nggak bisa cari gebetan yang bukan temen adik mantan lo???"


"Tan, yang angkat teleponnya tadi itu bukan Kinar, tapi Karin!" desis gw tanpa mengacuhkan protes Nathan barusan.


Tampang Nathan seperti baru mendengar bahwa gw menelpon rumah Kinar tapi yang mengangkatnya adalah seorang artis papan atas.


"Ya iyalah! Kinar sama Karin kan serumah! Kalau lo telepon rumahnya, nggak aneh kalau Kinar yang angkat!"


Gw menggigit-gigit bibir. Apa-apaan ini? Kenapa cuma gara-gara denger suara Karin, gw langsung deg-degegan begini?


Apa gw...


Of course gw masih sayang sama Karin. Dan gw belum siap kenal sama orang lain. Belum.


Dan gw juga nggak mau orang yang deket sama gw nanti akhirnya akan di teror seperti Karin... Ditambah lagi, Adrian masih... SMA (ya walaupun dia cowok bisa aja lah dia takut) apa kata orang kalau gw sama dia nanti? Sejenis pula! Dan kalaupun apa yang gw rasakan ke Adrian sekarang bukan cuma semua, memangnya Adrian bakal mau sama gw?


Sepertinya kemarin gw cuma kebawa suasana. Apa mungkin Adrian cuma numpang lewat aja dalam hidup gw???


"Eh, Bri, bukannya lo bilang siang ini ada jumpa fans di ****? Yang kemarin Rey bilang?" tanya Nathan mengagetkan.


Ya Tuhan! Acara peresmian itu!


Gw langsung melirik arloji gw. Jam dua belas. Sialan.


"Gw cabut dulu Tan!"


Dan gw berlari secepatnya keluar rumah. Pasti nanti Bang Budy ngomel-ngomel karena gw telat!


...***...


^^^Ok next^^^


^^^Eps selanjutnya^^^


^^^Maap klo ada typoπŸ™‡πŸ»β€β™€οΈ^^^


^^^Follow + komenπŸ’¬^^^


^^^Jangan lupa vote juga>

__ADS_1


^^^Bantu promosi juga biar makin rame:') ^^^


To be continued...


__ADS_2