
...~Brian~ ...
...○...
...○...
...○...
...○...
Kafe Upgraded pagi tadi sepi. Gw masuk dan heran sendiri karena cewek yang membukakan pintu itu bengong melihat gw. Yang benar aja, gw kan udah sering kesini, kenapa waiter-waiter nya masih suka kagok kalau ngelihat gw?
"Sory. Brian?" sapa seseorang.
Gw menoleh, dan melihat seorang cewek mungil berkacamata berdiri di depan gw. Pasti cewek ini mau minta foto bareng atau tanda tangan. Oke, gw nggak keberatan.
"Iya. Mau foto bareng?"
Cewek itu kelihatan bingung. Dia membetulkan letak kacamatanya yang merosot di hidung.
"Saya Mirna," katanya. "Dari pacar selebriti. Masih ingat?"
Gw rasanya nyaris mati saking malunya! Kenapa gw sama sekali nggak kepikiran kalau ini mbak Mirna?
Iyalah, karena dalam bayangan gw, Mbak Mirna adalah jenis mbak-mbak berpakaian rapi yang rambutnya dimasak da dikasih apa itu namanya...? Oh ya, hairspray. Kenapa gw nggak nyadar orang lapangan kayak Mbak Mirna mustahil banget rambutnya disasak, kecuali kalau dia mau ke kondangan?
"Ohh... maaf, Mbak Mirna!" kata gw sok cool, padahal muka gw mendidih karena malu. "Habisnya, kita nggak pernah ketemu sih."
"It's okay". Mbak Mirna tersenyum. "Yuk, ikut saya. Kru-kru sudah siap semua dibelakang."
Gw mengangguk dan mengikuti Mbak Mirna berjalan kebagian belakang kafe. Gw masih bisa merasakan pandangan beberapa orang yang jelas-jelas mengarah ke punggung gw setelah gw lewat di depan hidung mereka.
...****...
Bagian belakang kafe, yang adalah taman yang luas dan sejuk, ternyata sudah penuh dengan kru pacar selebriti yang hilir-mudik. Mereka semua nyengir waktu gw lewat, yang gw balas dengan cengiran juga. Gw merasa kayak lagi di lokasi syuting video klip Skillful aja.
Dua bulan lalu Skillful pernah syuting video klip mafia di taman tapi seperti hutan yang luas dan sedikit serem si menurut gw. Tamannya mirip kayak taman kafe ini. Dan waktu itu modelnya si Bara. Iya, Bara yang itu, yang bule banget dan super ganteng itu...
"Mmm... brian! Sory... bri?" Mbak Mirna menepuk lengan gw, dan gw langsung geragapan.
"Eh... sori, Mbak!" kata gw nggak enak. Payah, kayaknya hari ini gw lagi nggak konsen nih!
"Nggak pa-pa," Mbak Mirna nyengir lagi. "Saya udah biasa dicuekin artis kok. Biasa... saya kan cuma kru reality show..."
Gw mengernyit. "Kenapa Mbak bilang gitu? Artis juga nggak akan ada apa-apanya tanpa kru, Mbak. Saya bukannya nggak menganggap Mbak Mirna, tapi tadi saya benar-benar... yah, bilang aja... ngelamun"
"Oh. Maaf" Mbak Mirna terpana, dan gw bisa melihat semburat merah yang muncul dikedua pipinya.
__ADS_1
"Jadi kamu... mmm... mau langsung pilih pesertanya? Saya sudah siapkan tiga surat dan foto peserta"
Gw mengangguk, dan Mbak Mirna membawa gw kebangku taman di sudut taman. Dimeja bangku itu sudah ada tiga amplop.
"Peraturannya, kamu harus baca alasan kenapa mereka memilih kamu dulu, baru kamu boleh melihat fotonya. Ini untuk... mmm... menghindari..."
"Ketidakadilan?" potong gw sambil tertawa geli. Mbak Mirna mengangguk cepat. Lucu orang ini, di chat dan telepon dia kayaknya pd dan formal banget, tapi begitu ketemu face-to-face, dia jadi gugup dan pemalu begini.
Gw mulai membuka amplop pertama, dan nyaris ngakak begitu membaca apa yang ada di potongan kertas didalam amplop.
Alasan: Brian guanteeeeengggg...! Gila, gw kepingin banget nyubit pipinya yang chubby itu! Mana dia cool, lagi! Suer, gw deg-degegan kalau ngelihat dia! Saking ngefansnya, di langit-langit kamar gw ada poster Brian supergede yang selalu gw pandangi sebelum tidur!
Hah? Ada cewek yang memasang poster gede gw di langit-langit kamarnya dan selalu memandangi poster itu sebelum tidur?!
Kayaknya gw mesti hati-hati nih. Jangan-jangan sebentar lagi ada yang nekat ke dukun pelet dan mengirim guna-guna buat gw.
Maksud gw, apa sih yang ada di pikiran cewek ini waktu memasang poster gede gw di langit-langit kamarnya? Okee... gw memang punya beberapa poster gw sendiri di kamar, tapi gw nggak segitu gilanya pasang poster di langit-langit kamar. Ditambah lagi, poster-poster yang ada di kamar gw itu kan wajah gw sendiri! Jadi itu bisa di anggap... yah... foto dalam ukuran besar, atau apalah...
Memangnya orang nggak boleh memasang fotonya di kamarnya sendiri?
Ya ampun, fans emang kadang suka antik! Gw beralih ke amplop kedua.
Alasan: Brian mirip... banget sama idola gw dikorea! Rambutnya yang belah samping... dua tindikan dikuping kirinya... matanya yang pakai soft lens min satu setengah... sama-sama suka berenang kayak Idol gw! Arghh ganteng banget pokoknya Brian!!
Gw nyaris tersedak. Orang yang menulis ini pasti gila. DARI MANA DIA TAHU GW PAKAI SOFT LENS MIN SATU SETENGAH?! Gw bahkan nggak pernah cerita soal ini ke Rey, Dudy, atau Dovan. Yang tahu mungkin cuma Ernest, karena dia salah satu member yang ke kepoan nya melebihi batas.
Amplop ketiga.baru memegangnya saja perasaan gw udah kacau balai. Kalau yang ini sama parahnya kayak yang dua sebelumnya, gw mengundurkan diri saja dari episode Pacar Selebriti ini!
Alasan: He's adorable. Gw pernah ketemu dia sekali, dan biarpun dia nggak kenal gw, dia orang nya baiiikk... banget! Low-profile dan mau ngobrol-ngobrol. Nggak kayak cowok selebriti kebanyakan yang gayanya selangit, padahal tampangnya pas-pasan. Satu lagi, Brian is so... friendly! Dia murah senyum dan nggak keberatan menjawab macam-macam pertanyaan dari fans. Dia juga wangi banget! Pokoknya. Nggak ada deh selebriti lain yang se-oke Brian!
Thanks god, akhirnya ada juga peserta yang waras! Sudah jelas gw bakal milih cewek yang menulis ini, nggak peduli apa dia jorok dan dekil atau suka kentut tiap setengah jam sekali, pokoknya gw bakal tetap memilih yang ini!
Lagi pula, peserta yang ini jujur banget. Gw suka dia nggak mengambarkan gw dengan kata 'ganteng', 'cakep', atau lainnya yang semacam itu. Dia malah mengambarkan gw 'low profile' dan 'friendly'. Kayaknya, kalaupun dua surat sebelumnya nggak edan, yang ketiga ini yang bakal tetep jadi pilihan gw deh.
"Sudah ada pilihan?" tegur Mbak Mirna, dan gw mengangguk, mengangkat amplop dan kertas yang masih berada di tangan gw.
"Yang ini, Mbak. Kayaknya ini yang paling... mmm..." gw nggak mungkin kan bilang kalau ini yang paling waras, kan? "Ini yang paling...mmm... menarik..."
"Oke. Mmm... Brian mau lihat foto peserta nomor satu dan dua dulu, atau langsung foto peserta nomor tiga?"
Good. Sekarang gw merasa lagi ada di kuis Super Deal 2 Miliyar, dan Mbak Mirna adalah host nya. Anda mau sepuluh juta, atau tirai nomor tiga?
"Memangnya boleh , Mbak?"
"Boleh. Asalkan nggak berubah keputusan dan tetap memilih peserta nomor tiga"
Yah, sama juga bohong! Itu kan intinya cuma menunjukkan cewek macam apa yang udah gw tolak jadi date sehari gw, ya kan?
__ADS_1
"Nggak papa deh kalau gitu"
Mbak Mirna merogoh ke dalam amplop biru berukuran sedang yang ada di tangannya. Dia meneliti beberapa foto sebentar, lalu menyerahkan selembar ke gw.
"Itu peserta pertama, yang kamu tolak tadi"
Tahu nggak, gw nyaris ketawa saking bahagianya! Peserta pertama itu, yang gw tolak itu, ternyata KARLA!
Jadi dia punya poster gede gw di langit-langit kamarnya? Gila.
Sungguh deh, gw merasa baru luput dari malapetaka. Coba bayangin, sepuluh menit ngobrol sama Karla saja gw merasa kayak ada di neraka, gimana kalau gw wajib, mesti, kudu, harus, nggak boleh nggak, kencan sehari sama Karla? Jangan-jangan pulang dari date sama dia, gw harus mampir dulu ke psikolog.
Dan mungkin juga dokter THT, karena ocehan nya selama sehari pasti bakal mengontamonasi kuping gw. Yah, gw memang selalu berusaha bersikap manis sama dia, tapi kalau lo mau tau, sebenarnya gw ngeri sama tu anak!
Hei, bukannya Karla jelek atau apa lho. Dia cantik. Cantik banget, malah. Tapi siapa yang tahan sama sikap obsesif nya ke gw? Sory, Karla, tapi lo sendiri yang sudah merusak image lo dimata gw.
"Mau lihat foto peserta kedua?" tanya Mbak Mirna lagi. Gw mengangguk, dan Mbak Mirna mengeluarkan foto kedua dari amplop biru yang ada ditangannya.
Siapa ini?
Gw sedang menatap foto studio seorang cewek yang aneh. Gila make-upnya menor banget disini! Ini sih pantasnya nggak disebut make-up, tapi make-down! Dempulnya, man... nggak nahan! Dan dia pakai apa ini yang di matanya ini??? Glitter?
Siapa pun dia, gw juga benar-benar bersyukur dia bukan peserta pilihan gw. Kayaknya cewek ini sifatnya nggak akan jauh beda sama Karla.
"Nah, sekarang peserta pilihan Brian," kata Mbak Mirna ceria. "Siap?"
"Siap!" jawab gw dengan gaya prajurit. Mbak Mirna tertawa. Dia mencari foto itu dan setelah dapat tampangnya kok kayak... Shock? Kenapa ni? Kenapa?
Dia diam sebentar lalu menyerahkan selembar foto itu ke gw.
Lho? Ini kan...
...****...
^^^Ok next^^^
^^^Eps selanjutnya^^^
^^^Maap klo ad typo🙇🏻♀️^^^
^^^Follow + komen💬^^^
^^^Jangan lupa vote juga>
^^^Bantu promosi juga biar makin rame:') ^^^
To be continue...
__ADS_1