Love Different Age And Case

Love Different Age And Case
18. KERTASNYA HILANG!


__ADS_3

...Brian...


...○...


...○...


...○...


MANA kertas itu? Mana???


Gw merogoh-rogoh saku celana dengan panik. Gw yakin tadi gw memasukkan kertas itu kesini, tapi kok nggak ada?


Apa jatuh ya? Sialan, kok gw akhir-akhir ini jadi sembrono begini sih? Tadi siang HP ketinggalan, sekarang kehilangan kertas!


"Eh, tadi waktu lo pergi, HP lo bunyi terus tuh" Nathan nongol di pintu kamar gw. Dia keluhannya abis mandi deh, dia bahkan hanya memakai celana training hitam tanpa baju atasan dan terdapat handuk kecil di pundaknya, lalu dia memberi isyarat ke HP-gw yang ad di meja.


"Lo kenapa mandi malem-malem?"


"Biasa abis kencan~"


"Uda mama bilang jangan mandi malem, gw aduin ke mama lo!"


"Aelah cepu amat idup lo!"


"Bodo!"


Gw beralih mengambil HP itu dan berdecak. Gila, 500 pesan masuk!


"Tadi Rey telepon, terus manajer lo itu juga. Dia bilang besok kalian ada jumpa fans di *****" Nathan menyampaikan sedangkan gw nggak bereaksi, malah membuka chat-chat yang masuk.


+62 8569****


Hai...


Ini Brian Skillful, ya?


Boleh kenalan nggak?


Yeah, orang-orang iseng lagi. Nggak perlu dibalas. Bukannya gw sombong, tapi gw pernah trauma membalas chat-chat semacam ini. Awalnya sih orang-orang ini baik, tapi akhirnya malah berusaha mengorek urusan pribadi gw. Gw tahu nggak semua orang kayak gitu, tapi lebih baik jaga-jaga, kan?


Rey


Bri, cht ini cma bwt jga² aj klo Nathan lpa nyampein psng gw


Biasa, dia kn kna penurunan daya ingat wkwk


Bsk ad jmpa fans di **** jm 1 siang. Kmpul di markas jm 11


Ah ya, ini yang dibilang Nathan tadi. Rupanya hari ini penurunan daya ingatnya nggak lagi kumat.


Rafa


Hei, man!


Pa kbr?


Payah, skrng tiap hr gw dcariin sm cwe², tp mrka smua tujuannya cm 1 : mengorek info ttg lo dr gw!


Parah! Hahaha


Gw tersenyum kecut. Rafa temen kuliah gw yang paling dekat, dan sudah berapa bulan gw nggak ketemu dia saking padatnya jadwal Skillful. Biar deh dia yang meng- handle cewek-cewek itu. Gw rasa dia sebenarnya nggak keberatan dikelilingi cewek gitu!


Chat-chat lainnya nggak penting. Saat gw hendak duduk di kasur, gw malah melihat Nathan yang sudah tertidur di kasur gw.


"Woy! Bangun lo!" teriak gw sambil menyeret kakinya agar bisa turun dari kasur gw.


"Paan si Bri!" gerutunya kesal.


"Bangun! Ini kasur gw! Kasur lo di kamar samping!"


"Ck! Males gw bangun lagi, cape!"

__ADS_1


"Cape mana sama gw bego!"


"Ya cape gw lh! Kerja terus langsung nge date!"


"Bangsat! Bangun nggak lo!"


BRAK! Pintu kamar terbuka dan memperlihatkan kedua orang tua gw berdiri di depan pintu kamar dengan wajah galak.


"Ini kenapa sih ribut-ribut?!" tanya mama dengan suara mengelengar.


"Nathan nih ma!"


"Kok gw! Lo yang rese!"


"Kalian ini uda besar masi juga sifat masi kekanak-kanakan" ngerutu papa gw kesal.


"Yang salah siapa?!" tanya mama.


"Nathan!"


"Brian!"


"Ck! Mama urus anak mama ini, papa mau lanjut tidur cape papa" ucap papa pasrah dan meninggalkan kamar, sedangkan mama menghampiri kami berdua dan menjewer telinga kami berdua dengan keras.


"Aaaaa mama sakit mamaaa"


"Ma ampun maa"


"Makanya jangan berantem! Heran mama!"


"Iya ma nggak berantem lagi aaaa ma lepasin donk!"


"Ngomong doank di lakuin enggak!"


"Maaf lepas ma sakit mau copot ni maaaa"


"Maa ampunnn"


"Janji dulu sama mama kalian nggak bakal berantem! Baru mama lepas"


"Iya maa janji... lepasin maa"


Mama langsung melepaskan jeweran dan langsung pergi meninggalkan kamar. Sedangkan gw dan Nathan sibuk mengusap telinga kami masing-masing.


"Gila pedes bener jeweran mama nggak pernah berubah dari dulu"


"Ck gara-gara lo sih ah!"


"Kenapa gw?"


"Ya karena lo goblok!"


"DIEMMM" suara mama berteriak dan kami langsung terdiam bisu.


"Mending lo tidur ke kamar lo, disni kamar gw!"


"Uda gw bilang gw males! Lagian nggak papa juga kita tidur seranjang toh lo nggak akan hamil"


"Bukan itu maksud gw bego, lo kalo tidur tu serakah sama tempet!"


Nathan tidak mendengarkan ocehan gw dia malah tidur membelakangi gw. Huft...


Sedetik kemudian gw langsung teringat untuk mencari sesuatu.


Nathan sudah tidur, jadi gw memutuskan mecari kertas nomor HP Adrian lagi.


Damn! Dimana sih kertas itu???


...____...


...HE DOESN'T CALL...

__ADS_1


...Adrian...


...○...


...○...


...○...


SUDAH sepuluh menit ini Farel cuma diam dan bengong, gw benar-benar khawatir.


Maksud gw, gw tahu dia bakal kaget kalau gw ceritain tentang pengalaman gw kencan sehari bareng Brian di acara Pacar selebriti kemarin, tapi gw nggak menyangka reaksinya bakal seaneh ini.


"Farel? Halooo... Farel? Lo nggak pa-pa?" gw mengoyang-goyangkan tangan di depan mata Farel. Dia menatap gw, tapi mulutnya masih menganga terbuka.


"Gw nggak pa-pa," katanya sambil menepiskan tangan gw.


"Gw cuma masih nggak percaya, kok bisa-bisanya lo dapat kesempatan kayak kemarin"


"Jangankan lo, gw aja juga nggak nyangka.."


Gw dan Farel terdiam. Gw sibuk dengan otak gw sendiri, sementara gw nggak tahu apa yang ada di pikiran Farel.


"Eh Ad, lo nggak... maksud gw, lo nggak ngarang cerita ini, kan?"


Gw melotot.


"Memangnya gw segitu kurang kerjaannya, sampai ngarang cerita segala! Kalau imajinasi gw sehebat itu, mendingan gw jadi novelis aja deh!" ujar gw sewot.


"Lagian, gw punya buktinya nih! Ini, lihat!" gw menunjukkan CD duet gw dan Brian yang kami buat di Wanna Be kemarin. Huh, ini bukti nyata, kan?


"Sori, sori... gw bukannya mau menuduh lo bohong atau apa, tapi... lo kan cowok masa bisa terpilih dan juga bintang tamunya cowok! Dan..." Farel mengedikkan bahunya.


"Nggak tau deh, lo bener-bener manjur..."


Gw mengangguk. Memang kemarin gw benar-benar mujur. Siapa sih yang bisa menyangka gw, cowok setengah bule yang baru meningkatkan rasa PD-nya kemarin, bisa kencan sehari sama Brian? Rekaman lagi berdua,lagi!


Cuma satu yang mengusik pikiran gw: Brian belum telepon atau Chat sekali pun.


Sial. Apa gw kemarin benar-benar kege-eran, ya? Apa dia minta nomor HP-gw cuma untuk basa-basi?


Ah... jangan dipikirin, jangan dipikirin! Mungkin dia lahir sibuk atau nggak sempat chat atau telepon gw... mungkin juga dia lagi tidur, atau apalah...


"Ad? Brian udah telepon lo belum?" tanya Farel penasaran. Aduuhhh... kenapa juga Farel mengingatkan gw soal itu??? Gw langsung menyesal cerita Brian minta nomor HP gw kemarin.


"Belum. Lagi sibuk kali dia"


"Kenapa nggak lo yang telepon atau Chat dia duluan?"


Gw menoleh dan menghembuskan nafas keras-keras. "Farel, gw nggak bisa ngelakuin itu! Pertama, gw gengsi! Masa gw chat duluan? Ntar yang ada dia mikir gw apa-apa lagi! Kedua, gw takut! Gimana kalau Brian menganggap gw 'ganggu'? Ketiga, gw nggak punya nomor HPnya! Jadi kalau nggak gengsi ataupun takut, gw nggak akan bisa menghubungi dia duluan!" jelas gw panjang-lebar.


Farel memutar bola matanya, jenis tingkah laku yang bakal dilakukannya kalau dia nggak setuju dengan pendapat gw.


"Farel, udah deh... gw juga maunya gitu, tapi lebih baik gw tunggu aja deh. Sekalian gw pengin membuktikan Brian kemarin basa-basi atau nggak pas minta nomor gw. Kalau dia serius, pasti nanti dia bakal telepon gw. Kalau dia cuma basa-basi, ya udah, memang gw lagi apes"


"Ihh... lo!" Farel melengos. "Kesempatan bagus kayak gini kok dilewatim gitu aja? Lihat aja deh, nanti lo pasti bakal frustasi sendiri kalau Brian nggak telepon lo duluan!"


Gw cuma bisa mengangkat bahu mendengar celotehan Farel.


Aduh, Brian, telepon dong...


...***...


^^^Ok next^^^


^^^Eps selanjutnya^^^


^^^Maaf klo ada typo🙇🏻‍♀️^^^


^^^Follow + komen💬^^^


^^^Jangan lupa vote juga>

__ADS_1


^^^Bantu promosi juga biar makin rame:')^^^


To be continue...


__ADS_2