
Brian
β
β
β
Gw baru ngobrol sama Adrian. Dan nggak tau kenapa, gw benar-benar seneng ngeliat dia.
Bukan, bukan karena gw hepi terhindar dari Karla yang sebelumnya ngobrol sama gw dan mengoceh segala macam. Gw senang karena... yah, karena yaang datang Adrian. Gw jadi teringat tampang lucunya sewaktu pertama kali melihat gw di Upgraded dan gw bilang seharian itu kami bakal kencan berdua, hehehe...
"Kenapa lo ketawa-ketawa sendiri?" Dudy menepuk pundak gw. "Ayo siap-siap naik panggung. Nggak bakal lupa lirik lagi, kan?"
Sialan, Dudy selalu mengoda gw sejak kita tampil di acara show dan presenternya menyebut gw sebagai vokalis-band-yang-paling-sering-lupa-lirik.
Kadang-kadang gw mikir, gw ini vokalis band macam apa sih? Lirik sering lupa, interaksi sama penonton juga payah... Untung tampang gw bagusan dikit, kalau enggak, gw jamin gw nggak bakal keterima jadi vokalis Skillful!
"Nggaaakkkk. Gw udah hafal kok sekarang" Dudy nyengir, dan gw beranjak mendekati anak-anak yang sudah berjajar di pintu menuju panggung. Gw berdiri di sebelah Dovan, dan berdoa semoga pertunjukan ini sukses dan nggak terjadi hal-hal yang nggak diinginkan.
Lima belas menit kemudian, gw mendengar presenter menyerukan 'Skillful' keras-keras, dan anak-anak mulai naik satu persatu ke atas panggung. Gw selalu dapat giliran terakhir kalau naik panggung.
"Selamat malam, semuanyaaaaa..." seru gw begitu sudah di panggung, dan teriakan gw langsung disambut histeris.
Oke, dimana Adrian? Dia nggak pulang, kan?
Ah, itu dia, berdiri paling depan, disebelah kanan panggung. Gw bisa dengan mudah mengenali warna rambutnya yang coklat kemerahan di tengah kumpulan orang berambut hitam itu. Matanya berbinar dan dia tersenyum waktu melihat gw. She looks so sweet...
***
Gw mengelap keringat dengan handuk kecil yang ada di dalam travel bag gw, lalu minum air banyak-banyak. Acara barusan benar-benar heboh, plus gw sempat dikerjain sama penelepon yang ternyata orang-orang TOP CHANEL juga. Sialan.
"Ayo semuanya, naik mobil!" seru Bang Budy. Gw langsung memasukkan barang-barang ge yang masih berceceran ke tas.
Lho. Tunggu? Gw kan tadi janji mau menemui Adrian setelah acara ini?
"Brian! Kenapa kamu masih diam disitu? Ayo cepat naik mobil!" Bang Budy meneriaki gw.
Gw nggak mungkin ikut mobil Skillful. Gw jadi nggak bisa ketemu sama Adrian dong? Apa kata dia nanti? Dan gw benar-benar pengin ngobrol-ngobrol sama dia...
"Bri, ayo! Mobilnya udah nunggu di luar!" sekali lagi Bang Budy meneriaki gw. Dengan kesal gw mengangkat tas dan beranjak menuju pintu keluar studio, tempat mobil menunggu dan kami bakal dilarikan diam-diam.
***
Mobil sudah melakukan Mulud di jalan raya. Anak-anak pada tidur semua, Bang Budy juga. Pasti mereka kecapean.
Gw mengeluarkan HP dari kantong, dan mencari nomor telepon Adrian di kontak. Semoga dia nggak marah karena gw ingkar janji buat ketemu sama dia tadi...
"Halo? Adrian? Ini gw Brian..."
"Iya, Bri, kenapa?"
"Mmm... sori, ya Ian gw nggak bisa nemuin lo habis konser tadi... Gw udah di mobil nih, tadi disuruh naik cepat-cepat, jadinya gw nggak sempat nyari lo tadi"
"Oh, nggak papa kok... kan bisa lain kali"
Bohong. Gw bisa menangkap nada kecewa dalam suaranya, dan itu semua karena salah gw.
"Ian, gw bisa ngerti kalo lo marah. Gw memang salah kok karena uda ingkar janji sama lo"
"Nggak kok, Bri gw nggak marah. Gw juga ngerti kok kalo lo tadi harus cepet-cepet pergi. Lagian lo pasti cape banget tadi..."
Ya ampun, cowok ini pengertian banget!
"Tetep aja gw nggak enak sama lo..." gw terdiam.
Hell, sejak kapan gw jadi speechless di depan cowok gini? Adrian bahkan nggak ada di depan gw, tapi gw kehilangan kata-kata!
"Mmm... gini aja, buat menembus kesalahan gw yang tadi, gimana kalau besok kota ketemuan?"
Adrian nggak bersuara. Apa dia marah banget sama gw dan udah menutup teleponnya? Gw memang cowok yang goblok!
"Ian? Adrian? Lo masih disana?"
"Eh, iya... iya, gw masih disini kok. Lo... lo serius mau pergi sama gw, Bri? Bukannya lo sibuk banget? Bulan ini lo ada tur di Kalimantan sama Sulawesi, ka?"
"Iya sih, tapi kan turnya nggak mulai besok. Besok gw masih free kok. Jadi... gimana? Besok lo nggak keberatan, kan? Gw janji besok gw bakal datang"
Mau dong... ayolah, bilang mau... Gw benar-benar pengin jalan bareng lo lagi...
"Mmm... boleh deh," jawab Adrian lirih, dan gw nyaris teriak saking senangnya! "Besok dimana?"
Ah, iya, gw belum mikir mau ngajak dia ke mana besok. Gw pengin ngobrol-ngobrol banyak sama dia, di mana enaknya? Pastinya harus tempat yang nggak banyak orangnya, gw nggak mau di tengah-tengah gw ngobrol sama dia, ada orang yang menginterupsi ngajak foto bareng atau minta tanda tangan.
Bukannya gw nggak s7ka dimintain tanda tangan atau diajak foto bareng, tapi kan nggak enak sama Adrian... Gw suda cukup bikin dia jengkel. Pertama, menghilangkan nomor HP nya, terus nggak menepati janji menemui dia tadi. Gw nggak bakal kaget seandainya dia menghajar gw dangan tinjuan saking kesalnya dia sama gw.
"Bru? Halo? Besok jadinya dimana?"
__ADS_1
Gw tersentak. Adrian masih di seberang sama sana, dan gw belum ngasih jawaban besok bakal ngajak dia ke mana.
"Oh... Upgraded aja, gimana?" Tiba-tiba nama kafe itu melintas di kepala gw. Kenapa gw nggak kepikiran dari tadi, ya? Kafe itu kan oke banget buat tempat ngobrol!
"Upgraded? Oh... Kafe yang kemarin jadi tempat syuting pacar selebriti itu?"
"Iya, besok jam... mmm... Oya, lo pulang sekolah jam berapa?" gw baru ingat kalau Adrian masih sekolah, dan besok itu hari sabtu.
"Sekolah gw libur kok kalau sabtu," kata Adrian.
Bagus.
"Ya udah, kalau gitu... Jam sebelas? Mau... Gw jemput?"
Adrian diam selama beberapa detik. "Nggak usah, kan gw bareng Farel..."
Ya ampun! Gw lupa! Kan tadi gw janjinya mau menemui Farel juga! Dan Adrian beranggapan besok gw juga ngajak Farel.
Gw oke-oke aja sih kalau Farel ikut. Dia kan temennya Adrian. Tapi... gw tetep lebih suka kalau bisa pergi berdua sama Adrian...
"Oh... iya, iya," kata gw sok santai. "Kok gw bisa alupa ya, lo kan bareng Farel. Mmm... ya udah, kalau gitu besok jam sebelas, ya?"
"Oke"
"Oke. Hati-hati di jalan, kan. Salam buat Farel"
"Iya. Lo juga hati-hati di jalan, bye"
"Bye"
Gw memutuskan sambungan telepon, dan mendadak hati gw diliputi euforia berlebihan. Kenapa gw bisa kayak gini, ya? Apa sudah waktunya gw mulai hubungan baru? Dan apa gw benar-benar suka sama Adrian?
Mungkin ini sudah saatnya gw melepaskan Karin...
Mungkin.
***
Besoknya gw bangun jam sembilan, dan langsung mandi. Gw bilang gw mau pergi sama Adrian. Dia malah senyum-senyum nggak jelas. Mengerikan.
Jam sepuluh, gw mengeluarkan motor dari carport rumah, gw sampai di Upgraded dalam waktu 45 menit, biarpun gw udah ngebut dan lewat jalan-jalan tikus. Nggak tahu deh sampai kapan jakarta bakal terlibat kemacetan kayak gini. Naik motor aja susah, gimana yang naik mobil?
Yeah, itu satu lagi alasan kenapa ngebut merasa nggak perlu belajar mobil. Atau ini cuma self defense gw sebagai orang yang nggak bisa nyetir? Nggak tau deh.
Gw memilih meja yang posisinya menghadap pintu masuk, jadi gw bisa melihat kalau Adrian, dan Farel, datang. Gw bersyukur banget karena Upgraded sepi, jadi nggak akan ada banyak orang yang tau gw ada di sini.
Masalahnya, gw pengin sebisa mungkin menghindari gosip. Wartawan sekarang suka aneh-aneh, gw ngobrol sama satu cewek aja bisa dibilang kalau uda jadian. Dan nggak gw nggak mau Adrian nanti jadi nggak nyaman kalau ada gosip seperti itu. Dia kan nggak salah apa-apa... Tapi yang sedang gw ajak keluar ini kan cowok? Ya masa ada berita gw kencan sama cowok? Ah aneh-aneh aja...
Gw tersentak, dan dengan kaget melihat Adrian sudah berdiri didepan gw. Dia cekikikan melihat sendok strawberry cake yang masih ada dalam mulut gw.
"Hai! Duduk...duduk..." gw mempersilahkan dia duduk, dan celingak-celinguk heran setelah sadar dia datang sendiri.
"Lho, Farel nggak ikut?"
Adrian terdiam sebentar. "Oh, Farel lagi ada acara keluarga. Kenapa? Kayaknya pengin banget ketemu Farel?" Adrian duduk di depan gw dan tersenyum lucu dan sedikit memperlihatkan giginya. Ya ampun kenapa gw baru sadar kalau dia punya lesung pipi yang lucu banget, ditambah dengan gigi gingsulnya di sebelah kiri. Kesannya kayak vampir kecil...
"Lo maunya ketemu Farel ya daripada gw?" godanya.
"Eh, nggak, bukannya gitu... Kan gw cuma nanya. Jadi... Lo tadi kesini baik apa?" gw mengalihkan pembicaraan.
"Dianter Daddy"
"Hah? Daddy?"
"Mm... Ma-maksud gw, dianter bokap gw. Sori, habisnya gw kalau manggil bokap. Gw gitu sih..." Adrian kelihatan malu.
"Oh iya ya, bokap lo kan orang Aussie, haha... Nggak papa lagi Ad. Bokap lo sekarang dimana?"
"Langsung pergi sama nyokap gw. Tadi kan cuma ngedrop gw disni aja. Sori ya gw datangnya telat"
"Eh, nggak kok, gw aja yang datangnya kepagian" gw melirik arloji gw. Masih jam sebelas kurang lima. "Oya, lo mau minum apa?"
Gw memanggil pelayan, yang langsung mendekat dan membawakan buku menu untuk Adrian. Cowok itu membolak-balikan buku menunya.
Wah, dia lucu banget siang ini! Pakai headband dan hoodie plus jins aja sih, tapi gw benar-benar suka lihat dia tampil sederhana gitu. Gaya pakaiannya agak mirip Karin, tapi Karin kan cewek dan juga rambut Karin panjang plus warnanya kan hitam...
STOP!
Gw nggak boleh mikirin Karin lagi! Nggak boleh!
"Lo sering ke sini, ya Bri?" tanya Adrian setelah pelayan pergi. Tadi gw sempat dengar dia pesenΒ strawberry milkshake plus cheesecake, dan gw seneng mendengarnya. Cowok ini bukan kayak cewek jaim yang suka sok diet kalau pesan makanan di depan gw! Bagus, itu tandanya dia cowok sehat, bukan penderita anoreksia atau bulimia. Gw suka nggak ngerti sama cewek-cowok yang menyiksa dirinya sendiri dengan nggak makan. Emangnya mereka nggak laper, ya? Dan gw juga seneng melihat Adrian yang seperti suka dengan makanan manis.
"Nggak juga. Jarang-jarang aja kok, kalau lo?"
"Gw malah baru 2 kali ke sini. Pas ditelepon Mbak Mirna dan bilang kalau gw menang Lucky Circle itu, taunya gw kepilih jadi peserta pacar selebriti... Kedua kalinya ya sekarang ini"
"Oh. Kalau gitu, lo biasanya nongkrong dimana?"
__ADS_1
"Ya kayak PS, Ten Ball, tongkrongan buat balap liar, sama ke Mall. Tapi lebih sering nongkrong di turnamen balap motor, itu juga gw mesti pergi diem-diem biar nggak ketauan bonyok. Kalau ketauan bisa abis gw" Adrian tertawa kecil, dan dia kelihatan semakin imut di mata gw. Lesung pipinya lucu bangettt. Dan kayaknya Adrian ini bukan cowok yang jaim-jaim banget, buktinya dia ngikut balap motor gitu.
Pesanan Adrian datang, dia langsung meminum strawberry milkshake-nya.
"Eh, Ad, gw masih nggak enak soal kemarin nih. Kan gw udah janji sama lo, tapi taunya..."
"Kan udah gw bilang nggak pa-pa. Toh sekarang udah ketemuan lagi, kan? Lagian kemarin tuh banyak banget penontonnya, malah ada yang ngebelain nungguin lo sama anak-anak Skillful lainnya segala, gimana lo bisa ngobrol sama gw?"
"Ah, iya..."
"By the way, jangan marah ya gw nanya gini, tapi... Lo lagi ada gebetan nggak?"
Gw melongo, tapi langsung melihat mata bulat Adrian yang menatap gw lekat-lekat.
Kok lo nggak sadar sih kalau gw lagi menggebet lo?
"Nggg... Nggak tau juga sih, belum ketemu yang cocok. Mau bantu cariin?"
"Boleh. Tapi gw nggak punya temen yang foto model atau bintang iklan lho"
"Kalau sama lo aja, gimana?"
Adrian bengong menatap gw. Ya ampun, gw kok jadi ngegombal gini sih? Jangan sampai dia memikir gw macam-macam!Kesalahan fatal!
"Ehh... sori, Ad, maksud gw..."
"Nggak pa-pa... Nggak pa-pa" Adrian meminum milkshake-nya lagi. "Jadi... Habis ini Skillful mau turun Sulawesi dan Kalimantan sampai tengah bulan?"
Wow, dia pintar banget ganti topik pembicaraan!
"Iya. Sampai tanggal delapan belas. Gw baru manggung di jakarta lagi tanggal dua lima ntar. Lo nonton, ya?"
"Yah... Gw usahain. Itu kan bukan weekend, Bri, dan besoknya gw sekolah"
"Oh. Iya, ya... tapi kalau misalnya gw mau ketemu lo pas hari sekolah, bisa?"
"Lo... Masih mau ketemu gw lagi?" tanya Adrian nggak percaya. Matanya membulat, dan gw senang banget melihat bola mata berwarna coklat terang itu.
"Ya mau lah... Gw seneng ngobrol-ngobrol sama lo. Dan lo anaknya easy going, nggak jaim..."
"Mmm... Makasih..."
Hihihi... Adrian ini lucu banget sumpah! Kenapa ge nggak dari dulu aja sih kenalan sama dia?
"Kan, lo udah punya pacar?" Tiba-tiba aja mulut gw mengoceh, dan gw sendiri nggak ngerti kenapa bisa kayak gitu. Ekpresi Adrian seolah dia baru melihat hantu.
"Mm... sori kalau gw salah nanya. Lo nggak usah jawab kalau nggak mau..."
"Belum" jawab Adrian, dan gw hampir nggak bisa menahan diri gw untuk nggak meloncat-loncat.
"Dan gw nggak marah. Kan tadi lo juga nggak marah waktu gw tanya soal gebetan"
"Iya juga. Jadi kita satu-sama ya? Dan gw nggak perlu takut ada cewek yang marah kalau gw sering ketemuan sama lo?"
"He-eh" Adrian mengangguk dengan muka merah dan mulai memakan cheesecake-nya.
"Sebenarnya, gw dari dulu sampe sekarang jomblo kok, nggak tau deh kenapa padahal muka gw ganteng!" kata Adrian sedikit kesal dan sedikit menekankan kata 'ganteng'.
"Kok bisa?"
"Nggak tau! Padahal gw dari SD-SMP-SMA anaknya aktif banget di bidang pelajaran sama lomba"
"Mungkin belum saatnya lo dapet pacar..."
"Dan anehnya semenjak kenal lo, rasa aneh mulai memenuhi hati gw" ucap Adrian sambil menatap gw lekat.
Ha? Maksudnya? Gw...?
Adrian langsung memutuskan kontak mata dan melanjutkan memakan cheesecake-nya.
Setelah itu gw benar-benar kehabisan kata-kata, dan parahnya, Updgraded malah memutuskan lagu yang menusuk banget!
~Mungkin butuh kursus merangkai kata... Untuk bicara...~
Duh, lagu nya kok nyindir, ya?
***
Ok next
Eps selanjutnya
Maap klo ad typo ππ»ββοΈ
Follow + komenπ¬
Jangan lupa vote juga>
__ADS_1
Bantu promosi juga biar makin rame:')
To be continued...