Love Hate Relationship

Love Hate Relationship
Pengganggu


__ADS_3

Seseorang memang tidak bisa dinilai dari penampilan luarnya saja, bisa jadi mereka adalah sesuatu lain yang berbeda dari hal yang ditampilkan, itulah yang Nindy pikirkan setelah berusaha mengenal Harris, walau dengan banyak kekesalan yang ia rasakan di awal pertemuan mereka.


Nindy yang kala itu telah selesai makan siang dengan Harris diruangan Dekan berniat untuk pamit dari sana.


"Terima kasih untuk makan siangnya pak Harris" ucap Nindy sebari membereskan box makanannya


"Sama-sama Bu Nindy, terima kasih juga sudah mau membantu saya menghabiskan makanan ini"


"Saya permisi dulu Pak"


"Silahkan Bu Nindy"


Nindy kemudian beranjak berdiri dan mengambil box makanannya, ia lalu keluar dari ruangan Harris dan berjalan ke mejanya setelah membuang box bekas tempat makannya di tempat sampah.


Wanita itu lalu merapikan barang-barangnya yang ada di atas meja karena ia berniat akan langsung pulang setelah mengajar jam terakhirnya yang hanya tersisa satu kelas saja.


***


Setelah selesai mengajar, Nindy langsung keluar dari kelas dan berjalan menuju ke parkiran dimana ia memarkirkan mobilnya.


Baru saja Nindy ingin membuka pintu mobilnya, ponselnya tiba-tiba berbunyi menandakan satu pesan masuk, ia lalu mengurungkan niatnya untuk membuka pintu mobil dan beralih membuka ponselnya.


"Nindy, nanti malam ulang tahun Arka, aku harap kau bisa datang yah" bunyi pesan tersebut yang berasal dari Sarah


"Kenapa Sarah malah mengundangku?" tanyanya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Ia tidak menggubris pesan tersebut dan langsung mematikan ponselnya dan melanjutkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil dan segera pulang ke rumahnya.


***


Malam harinya, Nindy yang baru saja selesai makan malam berpamitan pada kedua orangtuanya dan naik ke kamarnya. Begitu masuk ke dalam, ia berjalan ke lemari bukunya yang menarik salah satu buku untuk dibaca.


Saat sedang asyik membaca buku, Nindy tiba-tiba dibuat kesal dengan dering ponselnya. Biasanya jika hari menuju akhir pekan, ponselnya akan diam saja, ia jadi penasaran siapa yang menelponnya malam begini.


Nama Sarah terpampang di layar pemanggilnya membuat Nindy memutar bola matanya dengan malas dan mengabaikan telpon Sarah setelah mendiamkannya, tapi tidak lama kemudian ponselnya kembali berbunyi lagi.


"Kenapa lagi anak ini?" gumam Nindy kesal dan menyambar ponselnya dan mengangkatnya.


"Halo, ada apa?" tanya Nindy dengan malas saat panggilannya terhubung


"Nindy? kenapa tidak kemari?" tanya Sarah, Nindy dapat mendengar suara yang sangat ramai disana


"Kan kau mengenalku" bujuk Sarah tidak ingin mendengar penolakan Nindy


"Tapi..."


"Ayolah Nindy, akumohon kesini yah, aku juga butuh tumpangan pulang nanti takutnya Arka minum jadi dia tidak bisa mengantarku pulang" pinta Sarah yang membuat kening Nindy berkerut


"Apa orang ini gila? kenapa tidak ada berat-beratnya berbicara seperti itu" batin Nindy kesal karena Sarah selalu saja seenaknya jika berbicara


"Nindy?..." panggil Sarah saat Nindy terdiam

__ADS_1


"aku tidak bisa Sarah, aku benar-benar sibuk.."


"Aww" pekik Sarah yang bisa didengar oleh Nindy


ucapan Nindy terputus saat mendengar suara Sarah seperti kesakitan


"Sarah? kau kenapa?" tanya Nindy panik, ia dapat mendengar dari seberang sana Sarah sedang berbicara dengan seseorang


"Sini kau..kau bebar-benar pengganggu yah, aku bilang aku tidak mau ada pesta seperti ini dan kau malah mengundang semua orang?" ucap seorang pria dengan suara yang ditinggikan, Nindy pun tampak panik namun tetap menyimak pembicaraan mereka diseberang sana


"Aku hanya mau ulang tahunmu dirayakan dengan meriah seperti ini Arka, lagipula semua ini aku lakukan untuk kamu" kata Sarah, Nindy pun memutar bola matanya malas saat mendengar ucapan Sarah, benar-benar bodoh, pikir Nindy


"aku tidak butuh, memangnya uangmu sebanyak apa sampai membuat pesta besar seperti ini?" seru Arka yang terdengar begitu emosi


"Arka.."


"Aku muak melihatmu!" seru Arka berlalu dari sana


Hening, setelah suara Arka yang ia dengar tengah marah pada Sarah semuanya jadi hening, Nindy dibuat tidak habis pikir oleh temannya itu, kenapa bisa ada wanita sebodoh Sarah? pikir Nindy


"Halo..Sarah" panggilnya


"Nindy, iya aku masih disini, ya sudah kalau kau sedang sibuk aku tidak akan memaksamu lagi" kata Sarah kemudian, suaranya terdengar seperti bergetar, mungkin saat ini ia sedang ketakutan atau sedih, itulah yang dipikirkan oleh Sarah


"kau dimana? aku kesana sekarang" tanya Nindy yang mengambil keputusan untuk segera menyusul Sarah.

__ADS_1


Bagiamana pun, Nindy sangat tidak bisa melihat seseorang diperlakukan dengan tidak baik oleh orang lain, terlebih ia mengenal Sarah, sangat tidak mungkin bagi Nindy untuk mengabaikannya walau ia juga tidak begitu menyukai sifat Sarah.


__ADS_2