Love Hate Relationship

Love Hate Relationship
Lebih Nyaman


__ADS_3

"Anak yang manis" ucap Harris tersenyum membuat Nindy merasa ambigu mendengar perkataannya.


Nindy lalu menatapnya sembari menanyakan "Maksudnya? anak manis?" tanya Nindy tersenyum tidak mengerti


Harris pun hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya dan berjalan ke lemari buku sebelahnya


"Apa maksudnya pak Harris?" tanya Nindy lagi sembari tertawa kecil mengikuti Harris


"Apa boleh kita saling memanggil nama saja jika diluar kampus seperti ini?"


Alih-alih menjawab pertanyaan Nindy, Harris malah menyampaikan permintaannya pada Nindy namun dengan cara perlahan karena Harris takut jika Nindy yang baru pertama ia kenal dulu kembali sifatnya seperti dulu


"Alasannya?" tanya Nindy setelah berpikir sejenak


"Tidak ada alasan khusus bu Nindy, hanya saja saya mau lebih akrab dengan Bu Nindy, bisa berteman baik dengan bu Nindy dan juga lebih nyaman saja rasanya jika seperti itu" jawab Harris dengan wajah penuh harap, entah tapi dia benar-benar ingin seperti itu dengan Nindy

__ADS_1


"Baiklah kalau pak Harris mau" ucap Nindy menganggukkan kepalanya. Toh hanya berteman saja, mungkin memang lebih nyaman jika seperti itu, pikir Nindy


"Serius..Nindy?" tanya Harris dengan wajah setengah ragu bercampur senang


"Iya..ekhmm Harris" jawab Nindy menunduk malu membuat Harris tersenyum gemas melihatnya, Nindy pun segera berlalu darisana karena takut terlihat salah tingkah didepan Harris


Harris pun turut mengikuti Nindy karena merasa begitu senang akhirnya setelah beberapa waktu wanita itu bisa lunak juga dengannya, mengingat bagaimana tegas dan lugasnya Nindy di awal-awal.


"Nindy.." panggil Harris sewaktu Nindy tengah memilih bukunya


"Ada apa?" tanya Nindy menoleh ke Harris


Nindy pun kembali memilih bukunya begitu juga dengan Harris yang ikut memilih buku disamping Nindy, tidak lama kemudian Harris tersenyum saat melihat Nindy yang berdiri disampingnya, tidak tau kenapa tapi Harris merasa senang Nindy begitu dekat dengannya saat ini.


"Nindy.." panggil Harris lagi, rasanya sangat senang menyebut nama itu

__ADS_1


"Ada apa Harris?" tanya Nindy sedikit kesal sekarang terlebih saat Harris hanya menanggapinya dengan tersenyum dan sembari menggelengkan kepalanya lagi


Tidak mendapat jawaban dari Harris, Nindy kembali melanjutkan kegiatannya namun dengan emosi yang tertahan, ia membalik-balik halaman bukunya dengan sesekali menghembuskan nafasnya berusaha mengontrol emosinya.


"Nindy.." tidak lama kemudian Harris kembali memanggilnya dan sukses merobohkan kesabaran Nindy


"Ada apa Harris ada apa? kenapa? hah?" tanya Nindy dengan kesal dan menjawabnya dengan suara yang ditinggikan


"Apa kau marah?" tanya Harris sedikit terkejut


"Aku tidak marah, hanya risih dan kesal saja dipanggil terus tanpa alasan" ucap Nindy dengan tatapan kesal


"Maaf, aku hanya senang bisa seperti ini, memanggil namamu dengan lebih akrab dan berdiri bersebelahan denganmu. Padahal aku kira ini tidak akan pernah terjadi" jelas Harris yang membuat suasana hati Nindy sedikit berubah, apa mungkin ia terlalu keras selama ini? pikirnya


"Sudahlah, aku yang minta maaf, mungkin aku yang terlalu sensitif" kata Nindy merasa sedikit bersalah telah membentak Harris yang hanya mau berteman baik dengannya.

__ADS_1


"Ternyata gadis ini berhati lembut, sifat kerasnya cuma kelihatan dari luar saja" batin Harris begitu senang melihat sisi lain dari Nindy lagi hari ini, gadis yang baik dengan banyak pengertian pada dirinya.


"Terima kasih Nindy untuk hari ini" ucap Harris menatap Nindy dengan tatapan yang dalam, Nindy pun balas menatapnya dan mengganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


__ADS_2