Love Hate Relationship

Love Hate Relationship
Anak Yang Manis


__ADS_3

Apa perasaan cinta itu benar-benar ada? bukan hanya sekedar perasaan ingin menjadi orang yang paling mengerti dengan orang yang kita sukai, tapi memang perasaan cinta yang tulus. Ada didekatnya saat dia senang, ada bersamanya saat dia dalam masalah dan selalu siap merangkulnya untuk mengurangi bebannya.


Saat manusia mencintai sesuatu, apa benar itu adalah murni perasaan cinta? bukan sekedar rasa ingin memiliki untuk dijadikan suatu kebanggaan?


Apa benar perasaan cinta yang tulus itu ada?


"Bu Nindy..."


Suara panggilan dari Harris menyadarkan Nindy dari lamunannya, ia dengan segera menoleh ke asal suara yang memanggilnya.


"Ah iya Pak, apa Pak Harris memanggil saya?" tanya Nindy gelagapan melihat Harris sudah ada didepan meja kerjanya.


"Bu Nindy tidak mengajar? dosen yang lain sudah keluar ke kelasnya masing-masing Bu" tanya Harris, Nindy pun terkejut saat melihat rekan-rekannya sudah tidak ada ditempat mereka


"Astaga, maaf pak saya permisi dulu" kata Nindy berpamitan pada Harris


Nindy segera bangkit dari tempat duduknya saat menyadari sekelilingnya sudah tidak ada dosen lainnya pagi ini, ia keluar dari ruangannya dengan tergesa-gesa karena takut terlambat untuk mengajar hari ini.


"Dia begitu manis" gumam Harris tersenyum hangat saat melihat Nindy yang begitu menggemaskan baginya.

__ADS_1


***


Setelah hari yang panjang, Nindy akhirnya bersiap untuk pulang ke rumahnya. Hari ini ia hanya mengajar sampai sore saja, sekitar pukul tiga ia sudah merapikan barang-barangnya dan bersiap untuk pulang.


"Bu Nindy sudah mau pulang?" tanya Harris yang kala itu baru saja keluar dari ruangannya


"Iya pak, jam mengajar saya sudah selesai" jawab Nindy sembari tersenyum


"..."


"Ada apa yah Pak?" Tanya Nindy yang menunggu perkataan selanjutnya dari Harris, ia tidak tau harus berbuat apa saat Harris hanya diam saja disana setelah ia menjawab pertanyaan dari Dekan tersebut, apa dia harus pergi? atau apa.


Harris terlihat gelagapan untuk menyampaikan maksudnya, ia tidak tau bagaimana caranya mengeluarkan kata-kata yang tepat untuk mengajak Nindy hingga akhirnya ia berakhir konyol didepan Nindy yang tengah menahan tawanya.


"Jadi pak Harris, maksudnya yang mana?" tanya Nindy dengan senyum yang tertahan


"Minta tolong ditemani Bu Nindy, saya tidak tau toko buku sekitar sini" jawab Harris tersenyum kaku


"Baiklah saya bisa menemani pak Harris, kebetulan saya memang berencana untuk ke toko buku kalau ada kesempatan dan saya rasa hari ini sempatnya" kata Nindy yang membuat Harris bersorak hore dalam hatinya.

__ADS_1


"Terima kasih Bu Nindy" ucap Harris tersenyum lebar tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.


***


Harris dan Nindy berjalan berdampingan menuju ke parkiran, mereka setuju untuk menggunakan mobil Nindy dan nantinya Harris akan mengantar Nindy pulang lalu mengambil taksi untuk kembali ke kampus dan mengambil mobilnya, tidak apa-apa kalau harus repot sedikit, pikir Harris. Baginya mendapatkan simpati Nindy adalah hal yang sangat luar biasa baginya, bahkan kalau masih ada yang lebih repot lagi, ia masih bersedia mengambil resikonya.


Mereka berdua kini telah sampai di sebuah toko buku, Harris lalu memarkirkan mobil Nindy di depan sana dan mengajak Nindy untuk turun dari sana dan masuk ke dalam toko buku tersebut.


"Bu Nindy membeli buku untuk apa?" pertanyaan Harris yang begitu tiba-tiba membuat Nindy langsung menatapnya dengan tatapan tidak percaya, sangat terlihat jelas pada keningnya yang berkerut


"Sepertinya aku salah pertanyaan" batin Harris merutuki pertanyaannya barusan


"Tentu saja untuk dibaca pak Harris, lalu untuk apa?" tanya Nindy balik sembari tertawa kecil, tawa yang mampu menghipnotis Harris untuk berbuat lebih bodoh lagi


"Maksudnya mungkin untuk koleksi Bu Nindy" jawab Harris tersenyum, Nindy jadi mempertanyakan kenapa orang ini bisa menjadi Dekan


"Saya punya perpustakaan kecil dirumah pak Harris, kebetulan Papa saya juga hobi membaca jadi dirumah ada berbagai macam buku, sayapun ikut-ikutan hobi membaca karena sering melihat Papa mengisi waktu luangnya dengan membaca" jelas Nindy begitu mengetahui maksud pertanyaan Harris.


"Anak yang manis" ucap Harris tersenyum membuat Nindy merasa ambigu mendengar perkataannya.

__ADS_1


__ADS_2