
"Nindyyy, wah aku tau itu kau. Dari jauh aku bisa langsung mengenalimu" kata Sarah dengan hebohnya menyapa Nindy
"Oh hai Sarah, tidak ku sangka bisa bertemu denganmu disini" jawab Nindy membalas sapaan Sarah, ia memang tersenyum namun jujur saja Nindy merasa risih dengan kehadirannya, terlebih ia baru saja bercerita pada Mayang tentang dirinya
"Duduk disini saja Arka" kata Sarah pada pria yang ia temani tanpa menanyakan pada Nindy dan Mayang terlebih dahulu apakah ia bisa bergabung dengan mereka atau tidak, Nindy pun sudah terbiasa dengan hal itu berbeda dengan Mayang yang langsung kesal namun tetap diam, "Nindy, kenalkan. Dia orang yang selalu ku ceritakan padamu, namanya Arka" lanjutnya memperkenalkan pria yang bersamanya pada Nindy, pria itu pun terlihat tampak risih duduk disan, wajahnya terlihat begitu kesal
"Senang berkenalan dengan anda" ucap Nindy pada Arka sembari tersenyum tipis namun Arka dapat melihat Nindy tidak sesenang seperti perkataannya bertemu dengan mereka
"Aku tidak" jawab Arka dengan cueknya dan sedikit tidak sopan
"Maksudnya?" tanya Nindy tidak mengerti dan berusaha tetap bersikap sopan, alih-alih menjawab pertanyaan Nindy, Arka malah menatap Sarah dengan kesal
"Kenapa kau membawaku kesini? aku sudah bilang aku sibuk sekarang" kata Arka kesal dan suara yang sedikit keras pada Sarah
"Arkaa, aku hanya ingin membantumu memilih tempat untuk Birthday Party mu minggu depan" jawab Sarah berusaha menenangkan Arka
"Kau ini sangat kekanakan" ucap Arka membuang wajahnya kesal, Nindy pun merasa pria di depannya ini sangatlah kurang ajar, biar bagaimana pun Sarah adalah temannya dan tentunya seorang perempuan yang tidak harusnya dikasari seperti itu
"Kenapa harus berkata kasar pada Sarah? dia hanya ingin membantumu" ucap Nindy dengan kesal dan menatap Arka dengan tatapan tajam
"Kenapa pula kau ikut campur" kata Arka mengerutkan dahinya merasa tidak suka Nindy mencampuri dirinya
"Wah, kenapa bisa ada laki-laki sep..."
"Nindy, aku ke toilet sebentar" kata-kata Nindy terhenti saat Sarah memanggil namanya dan pamit padanya, Nindy tau Sarah sedang memberitahunya agar ia tidak berbicara sembarangan pada Arka hingga ia tidak jadi memaki pria itu
Sarah bangkit dari tempatnya dan berniat beranjak dari sana setelah berpamitan akan ke toilet, Mayang yang sedari tadi diam tiba-tiba berdiri dan berniat untuk pergi dengan Sarah
"Aku ikut denganmu Sarah" kata Mayang berdiri dan bersiap menyusul Sarah
__ADS_1
"Kau mau kemana Mayang?" tanya Nindy terkejut Mayang mau meninggalkannya berdua dengan Arka
"Toilet, sebentar saja" jawab Mayang langsung berlalu dari sana dan menyusul Sarah
Nindy mencebik melihat Mayang yang langsung oergi begitu saja, seketika ia merasa canggung karena hanya duduk berdua dengan Arka di tempat itu terlebih posisi mereka yang berhadapan membuat Nindy merasa lebih canggung lagi. Ia sekilas menatap Arka lalu mengalihkan pandangannya saat Arka juga menatapnya
"Apa yang kau lihat" ucap Arka dengan sinis
"Siapa yang melihatmu" kata Nindy dengan kesal
Mereka berdua lalu sama-sama membuang pandangannya ke arah lain dan terdiam saja, Arka yang merasa bosan disana berniat untuk pergi dari sana namun tiba-tiba ponsel Nindy berdering hingga mengurungkan niat Arka untuk pergi dari sana dan tetap duduk dengan tenang di tempatnya
"Halo Kak.." sapa Nindy saat panggilannya dengan kakaknya terhubung
"Halo dek, kakak mau memberitahumu sesuatu. Kakak iparmu memiliki teman lelaki yang luar biasa, mungkin saja itu cocok dengan..." belum selesai kakaknya menjelaskan maksudnya, Nindy sudah memotong ucapannya
"Tapi Nindy..."
"Nindy belum siap menikah Kak" ucap Nindy yang langsung menolak apa yang akan diberitahu oleh kakaknya, Nindy sudah menduga jika kakaknya menelponnya, pasti akan membahas hal itu. Arka yang mendengar Nindy mengatakan hal tadi seketika tersenyum namun samar, tetapi Nindy bisa melihat Arka tersenyum mendengarnya tadi
"Kakak, Nindy belum siap. Nindy akan anggap Kakak tidak pernah membicarakan hal ini, Nindy tutup telponnya" kata Nindy yang langsung menutup telponnya.
Nindy lalu meletakkan ponselnya diatas meja dan menatap tajam ke arah Arka, ia merasa sedang di ledek oleh Arka saat melihatnya tersenyum samar tadi
"Didesak menikah?" tanya Arka tersenyum seperti meledeknya
"Bukan urusanmu" ucap Nindy kesal
"Kau sudah tua begitu, tentu saja harus segera menikah" kata Arka mengejek Nindy membuat wanita itu mengkerutkan dahinya, sangat tidak sopan untuk orang yang baru saja berkenalan. Pikir Nindy
__ADS_1
"Tua? siapa kau sampai seenaknya mengataiku" kata Nindy yang merasa kesal dengan sikap kurang ajar kekasih temannya itu
"Dengan perangaimu itu tidak heran kau terlihat tua, kuberi saran padamu yah, turutilah keinginan keluargamu dan segeralah menikah" kata Arka sepenuhnya meledek Nindy hingga membuat wanita itu hampir kehilangan kesabara. Setelah mengucapkan hal itu, Arka lalu bangkit dari tempatnya dan berdiri dihadapan Nindy, "Katakan pada temanmu itu, aku tidak bisa mengunggunya" lanjutnya dan segera beranjak dari sana
"Hey, apa maksudmu? kenapa kau bersikap seperti itu pada Sarah? dia itu kekasihmu" ucap Nindy membuat langkah Arka terhenti dan membalikkan badanya menatap Nindy
"Kekasih? ck suruh saja dia bermimpi" kata Arka dengan smirknya yang sangat menyebalkan dimata Nindy, ia lalu kembali berjalan dan melanjutkan niatnya untuk pergi dari sana
"Wah kenapa bisa ada manusia seperti dia, sangat kurang ajar" kata Nindy yang benar-benar emosi dan marah melihat tingkah Arka yang begitu menyebalkan, "kenapa hari ini sangat menyebalkan, bahkan sampai malam hari seperti ini? Ya Tuhan" ucapnya merasa sangat frustasi mendapatkan hari yang seperti hari ini.
Mayang yang kala itu baru datang langsung kembali duduk ditempatnya, ia merasa Nindy sedang kesal saat ini melihat bagaimana ia meminum minumannya tanpa jeda hingga habis
"Kau kenapa?" tanya Mayang bingung melihat sahabatnya itu
"Wah, laki-laki tadi sangat kurang aj.." kata-kata Nindy tidak ia teruskan saat ia melihat Sarah berjalan ke arah mereka
"Nindy, Arka kemana?" tanya Sarah begitu sampai ke meja mereka dan kembali duduk ditempatnya
"Kau mengenal laki-laki itu dimana Sarah? dia sangat kurang ajar, dia bahkan meninggalkanmu karena tidak bisa menunggumu" tanya Nindy sekaligus menjawab pertanyaan Sarah, namun ia heran dengan sikap Sarah yang sama sekali tidak terlihat marah di perlakukan seperti itu
"Jadi dia sudah pergi?" tanya Sarah sembari tersenyum tipis
"Hey, kenapa kau tidak marah sama sekali?" tanya Nindy heran
"Arka memang begitu Nindy, tapi sebenarnya dia sangat baik" jawab Sarah tersenyum seolah selalu diperlakukan dengan baik oleh laki-laki itu
"Baik? apa kau bu..sudahlah, aku akan mengantarmu pulang" sesaat emosi Nindy hampir memuncak dan akan memaki Arka, namun ia merasa tidak enak pada Sarah yang kelihatannya juga merasa kecewa ditinggal oleh Arka hingga Nindy hanya bisa menghiburnya dengan memberikan tumpangab untuknya
"Sudah mau pulang?" tanya Mayang yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Nindy. Mereka bertigapun beranjak dari sana, bahkan Sarah belum memesan apapun, namun rasanya percuma jika tinggal lebih lama ditempat itu.
__ADS_1