
Waktu berlalu begitu cepat setelah semua masalah yang datang menghampiri Nindy, mulai dari Harris, Arka dan juga Sarah. Namun dari ketiganya, hanya Harris lah yang tampaknya dapat berdamai dengan Nindy dan terus berusaha menjalin hubungan baik dengan Nindy.
Tiga bulan sudah Harris menjadi Dekan di tempat Nindy yang merupakan atasan sekaligus teman baik Nindy saat ini. Waktu yang terus berjalan terasa begitu singkat hingga saat ini, sejak kejadian di hotel tempat pesta ulang tahun Arka tiga bulan yang lalu, Sarah tidak pernah lagi menghubungi Nindy, begitupun dengan Nindy yang tidak ingin membuat dirinya pusing dengan semua yang berhubungan oleh Sarah, baik itu uang maupun Arka.
Pagi itu, seperti biasa Nindy kembali menjalani rutinitas paginya setelah bangun tidur, hari ini hari pertama semester baru dimulai, ia sangat tidak sabar untuk segera berangkat ke kampus dan mulai mengajar lagi. Satu pesan masuk di ponselnya menyita perhatiannya pada aktivitasnya yang sedang merapikan rambutnya, ia lalu membuka ponselnya dan melihat siapa yang mengiriminya pesan sepagi ini.
"Selamat pagi Nindy, aku membawakan sarapan untukmu di kampus, sampai ketemu nanti" bunyi pesan tersebut yang ternyata berasal dari Harris
Kedua sudut bibir Nindy otomatis tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman, ia tidak membalas pesan tersebut melainkan segera melanjutkan aktivitasnya agar secepatnya ia bisa berangkat ke kampus.
"Mama, Nindy berangkat" katanya berpamitan pada Mamanya begitu ia turun disana dan melihat Mamanya tengah menyiapkan sarapannya
"Tidak sarapan dulu sayang?" tanya Mamanya yang kebingungan melihat wajah putrinya yang begitu ceria pagi ini
"Nindy ada janji pagi ini jadi sarapannya di kampus saja, Nindy pamit yah Ma" jawabnya sembari mencium pipi Mamanya dan langsung berlalu dari sana tanpa menunggu persetujuan Mamanya
***
Nindy mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang hingga tiba di halaman kampus, ia pun segera memarkirkan mobilnya di sebelah mobil Harris yang sepertinya sudah tiba duluan disana. Ia pun segera turun dari mobilnya berniat untuk segera masuk ke dalam gedung kampus, namun panggilan seseorang menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Nindy.." panggil Harris, Nindy pun segera berbalik ke asal suara
Harris terlihat berdiri di dekat pintu mobilnya dan memberi arahan pada Nindy agar menghampirinya
"Pak Harris, kenapa tidak masuk?" tanya Nindy sedikit terkejut , namun senyumnya masih terukir di wajahnya saat menghampiri Harris
Harris lalu menarik tangan Nindy dan membimbingnya ke pintu mobil sebelahnya, ia lalu membuka pintu mobil tersebut dan mempersilahkan Nindy masuk ke dalam sana, Nindy pun hanya menurutinya saja. Setelah memastikan Nindy sudah duduk dengan nyaman, ia pun kembali ke kursi kemudinya dan duduk disana.
"Kenapa tidak masuk pak Harris?" tanya Nindy lagi yang terlihat kebingungan dengan tingkah Harris
"Kita sarapan dulu, aku membawa bekal untukmu juga Nindy" jawab Harris yang sibuk mengambil sesuatu di jok belakang
"Tapi pak Harris disini..."
"Aku tau Harris, tapi bagaimana jika ada mahasiswa yang melihat kita disini" kata Nindy merasa khawatir jika ada orang yang tengah mendapati mereka berdua sepagi ini
Harris hanya tersenyum tanpa menjawab Nindy, ia kemudian melanjutkan Aktivitasnya dan mengambil semua barangnya yang ada dikursi belakang dan mulai membuka isinya satu persatu
"Makanlah" titahnya menyerahkan kotak bekal berisi beberapa potong sandwich di pangkuan Nindy
__ADS_1
"Harris..." Tegas Nindy mulai merasa tidak nyaman
"Makanlah dulu, aku janji ini yang pertama dan terakhir" kata Harris kemudian, ia menatap Nindy seolah ia berjanji pada Nindy
"Baiklah" jawab Nindy kemudian, ia berharap ini benar-benar pertama dan terakhir kali Harris berbuat seperti ini.
***
Setelah selesai sarapan, Nindy berpamitan terlebih dahulu dan segera turun dari mobil Harris, tidak lupa ia memperhatikan keadaan sekitar, saat merasa aman ia pun segera berlalu dari sana. Harris hanya tersenyum melihat tingkah Nindy dari dalam mobilnya.
Tidak berselang lama, Harris juga ikut turun dari mobilnya saat ia sudah selesai merapikan kembali kotak bekal yang ia bawa untuk sarapan mereka tadi, satu lagi momen yang dapat ia kenang bersama Nindy hari ini, pikirnya.
Saat memasuki ruangan di Fakultas, Harris mencuri perhatian menatap Nindy yang lebih dulu melihatnya karena perhatiannya teralihkan saat Harris membuka pintu Fakultas, Harris lalu melemparkan senyumnya pada Nindy yang langsung memberinya tatapan garang bercampur panik sembari menggelengkan kepalanya sedikit, pertanda melarang Harris untuk melakukan hal itu, Harris pun segera beranjak ke ruangannya dengan sisa senyum di wajahnya.
***
"Bu Nindy, pak Harris memanggil anda" kata seorang cleaning service yang baru saja keluar dari ruangan Harris setelah membawakan makan siang untuknya.
"Iya Pak, nanti saya ke ruangannya" jawab Nindy tersenyum ramah
__ADS_1
Cleaning service tadi pun berlalu meninggalkan Nindy yang saat itu merapikan barang-barangnya, Nindy pun memperhatikan sekitar dan hanya ada dia sendiri disana
"Mau apa lagi sih Dekan itu" gumam Nindy merasa sedikit kesal pada Harris yang selalu membuatnya berada pada keadaan yang kurang nyaman.