
"Temanmu saja yang terlalu murah, dengan percaya dirinya mengaku sebagai kekasihku, yah memang dasarnya wanita itu matr.."
Plakkk
satu tamparan mendarat di pipi Arka sebelum ia menyelesaikan kata-katanya, matanya tertuju pada tangan Nindy yang mengepal setelah menampar pipi Arka dengan begitu keras hingga mereka menjadi pusat perhatian saat ini
"Dasar wanita kurang aj.."
"Arka jangann" suara teriakan Sarah yang baru saja datang mengurungkan niat Arka yang sudah mulai mengayunkan tangannya untuk memukul Nindy balik, beruntung Sarah datang tepat pada waktunya.
Sarah dengan cepat menghampiri mereka berdua dan berdiri di depan Nindy untuk melindunginya dari Arka.
"Minggir kau, temanmu itu harus diberi pelajaran karena seenaknya menampar pipiku" kata Arka yang tersulut emosi berusaha menerobos Sarah agar bisa Menggapai Nindy yang terlihat tidak takut sama sekali, sebaliknya ia pun tengah tersulut emosi saat ini
__ADS_1
"kamu memang pantas buat ditampar, laki-laki sepertimu itu harus di berikan pelajaran agar sadar diri" tegas Nindy makin memperkeruh keadaan
"Memang yang aku katakan salah? kau sendiri tau bagaimana temanmu ini" ucap Arka yang membuat Nindy tersenyum miring karena ia menanyakan hal yang sudah jelas-jelas salah baginya
"Jelas salahlah, kamu tidak bisa seenaknya menilai orang salah, memangnya Mamamu tidak pernah mengajarimu?" jawab Nindy, perkataannya membuat Arka benar-benar kehilangan kesabarannya saat ini, dari matanya dapat dilihat jika Arka benar-benar sangat marah saat ini
"IYA, MEMANG MAMAKU TIDAK PERNAH MENGAJARIKU! LALU APA MASALAHNYA DENGANMU!" kata Arka dengan suara keras yang membuat perhatian orang-orang tertuju pada mereka, dengan tatapan yang tajam serta wajah memerah, ia berusaha mendekati Nindy lagi membuat Nindy sedikit takut saat ini saat melihat tatapannya.
"ARKA STOP" teriak Sarah mendorong badan Arka hingga sedikit menjauh dari mereka berdua
"Arkaa..." panggil Sarah namun pria itu sama sekali tidak menghiraukannya.
Nindy pun turut memperhatikan punggung tegas Arka yang berjalan keluar dari sana, jujur kakinya saat ini terasa lemas karena melihat sorot mata Arka, ia bisa merasakan bagaimana emosinya Arka saat itu, mungkin saja Nindy terlah berbuat kesalahan yang tidak ia sadari, bukan cuma menampar tapi lebih dari itu, mungkin kata-kata Nindylah penyebabnya. Pikir gadis itu
__ADS_1
***
Setelah semua kekacauan tadi, Nindy pun kini sudah berada di mobilnya bersama Sarah yang menatap kosong ke arah depan.
"Kenapa sampai menampar Arka tadi?" tanya Sarah tanpa menoleh ke arah Nindy
Gadis itu diam beberapa saat sambil berbicara dengan pikirannya. Ia tidak habis pikir Sarah masih menanyakan hal tersebut padanya.
"Ya karena dia mengataimu perempuan murah dan aku tidak suka itu" jawab Nindy berterus terang
"Tetap saja Nindy, harusnya tidak usah sampai menampar Arka" kata Sarah yang langsung membuat Nindy menatapnya dengan tatapan bingung
"Kau itu bodoh atau apasih? Sadar Sarah, dia sudah sampai mengataimu wanita murahan dan itu sama sekali buka kata-kata yang pantas dilontarkan untuk perempuan" ucap Nindy berusaha mengingatkan Sarah, baginya jika ia bertemu dengan lelaki seperti Arka, mungkin saja ia akan lepas kendali dan melakukan hal di luar batas, pikir Nindy
__ADS_1
"Aku tau Nindy, mungkin dalam hati kau bingung melihat aku yang seperti ini. Aku kenal sama Arka dari kita masih kuliah dulu, dia orangnya baik hanya ada hal yang buat dia jadi seperti itu," Sarah berhenti sejenak dari ucapannya dan beralih menoleh ke arah Nindy dan melanjutkan ucapannya , "Aku tidak peduli Nindy kalau Arka mau mengataiku apapun, aku tau kisah dia dan aku mau jadi orang yang selalu bisa buat rangkul dia saat terpuruk" jelasnya dengan tatapan yang begitu tulus, bahkan Nindy pun bisa merasakan betapa tulusnya ucapan Sarah tadi. Ia merasa Sarah benar-benar memberikan seluruh hatinya untuk pria itu