Love In A Sparkling World

Love In A Sparkling World
Part 10.Pengacau di pagi hari.


__ADS_3


Tok,tok...


"Hanna!.Lo udah bangun kan?.Boleh masuk gak?".


Hanna yang selesai merapikan tempat tidur dan sibuk melipat selimut,pergi membuka pintu kamarnya yang diketuk Sarah.


"Silahkan masuk saja Sarah!.Gak aku kunci pintu nya kok".


Sarah yang membawa sekotak makanan dan sebotol plastik air mineral kemasan besar itu menyelonong masuk ke kamar Hanna.Tetapi Sarah tak datang sendiri.Ada wanita lain yang mengekori nya dan turut masuk ke kamar Hanna.


'Siapa dia?'...Tak hanya Sarah saja yang memasuki kamarnya yang sudah rapi itu,Hanna penasaran dengan sosok wanita yang datang bersama Sarah sambil membawa dua kotak makanan itu.


"Hanna,nih sarapan buat Lo dari si Boss".


Hanna mengambil sekotak makanan yang diulurkan Sarah."Makasih ya Sarah".


"Oya,Hanna.Kenalin,ini kak Nella.Penghuni kamar sebelah ku".Nella yang menemani Sarah dan ingin mengenal sosok gadis yang diceritakan Sarah,memperkenalkan diri pada Hanna.


Oh,ternyata wanita itu tak lain teman seperjuangan nya juga di dalam Mess milik Bagaskara yang terasa bagaikan sel tahanan ini."Haiii kak Nella,aku Hanna".Hanna menyalami wanita yang berambut ikal dan pirang bernama Nella itu.


"Aku Nella".


Hanna insecure dipandangi Nella yang terlihat lebih tua dari nya dan dari Sarah.Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki nya tak luput dari mata Nella.Seolah ada sesuatu yang menarik perhatian Nella didalam dirinya sampai mata Nella yang sipit membulat.


"Wahhh,anak perawan memang beda aura sama baunya ya.Aura nya seterang bulan purnama,dan baunya sewangi angin surga.Gak seperti jendes kayak kita kan Sarah?.Udah bulukan,bau busuk pula.Terlalu banyak dosa dan calon penghuni neraka".


Hanna tersenyum tipis akan kelucuan Nella yang bicara nya agak ceplas-ceplos dan sudah menjanda itu."Kak Nella ada-ada saja.Dimata Tuhan kita sama kak.Cuma akhlak baik dan mulia yang membedakan kita.Satu hal lagi,apa pun dosa dan kesalahan kita,akan terampuni jika kita bertaubat kak".


"Sudahlah!.Gak usah kotbah ditempat seperti ini.Mendingan juga kita makan sarapan pagi kita ini.Nanti keburu dingin.Gak enak kalo udah anyep".Sarah yang berstatus janda muda,malas mendengar dalil Hanna yang tak sesuai waktu dan tempat nya.


Ya,meskipun ada benarnya.Tetapi saat ini bukanlah saat yang tepat.Secara kebutuhan hidup kian meroket tajam dan kian menggerus isi dompetnya.Mengharuskan la harus bekerja dan tetap bekerja di bawah tekanan Bagaskara.


Mau kemana lagi jika bukan kerja di night club yang memiliki andil besar dalam membebaskan utangnya pada rentenir online yang bagaikan lintah darat penghisap darah.


"Setuju!.Ayo makan!".Nella mendukung Sarah.


Tiga wanita berbeda usia dan status itu unboxing dan eksekusi nasi uduk yang menjadi menu sarapan pagi nya hari ini.


Setiap makanan yang disiapkan anak buah Bagaskara atas perintah Bagaskara itu tentunya takkan disia-siakan Hanna,Sarah dan Nella.Apa boleh buat.Hidup ketiga nya saat ini bergantung pada Bagaskara.

__ADS_1


Kesempatan untuk mengobrol dan untuk makan bersama takkan mereka lewatkan begitu saja.Ketika malam tiba pun,ketiga nya berpencar di dunia yang gemerlap itu.Waktu mereka tersita dalam menjalankan tugas nya sendiri.Intensitas mengobrol di night tentu saja club tak diperbolehkan Bagaskara.



"Halooo!.Selamat pagi Bro!".


Kacauuu.Hari belum siang-siang amat tetapi teman-teman sengkleknya sudah nongkrong di kantornya.Rayn kesal dan muak.Benar-benar merusak pemandangan dan moodnya saja.


"Astaga,dasar rajungan sawah.Kalian semua pengacau.Merusak suasana hati gue yang sedang senang,dan menodai mata gue yang suci saja.Lo semua mau apa kemari?".


"Heee,heee...".


Si*lan.Melihat teman-teman nya malah cengengesan saja setelah habis-habisan dilabraknya,Rayn mendengus kesal.


"Yesss berhasil!".Serentak Adrian,Farhan dan Arya bertosss ria.


Misi dan visi membuat Rayn kesal telah sukses.Rayn paling tidak suka disambangi mereka ke kantor nya tanpa seijin Rayn dan tak membuat janji dulu sebelum nya.


"Ray,Lo harus ceritakan soal gadis semalam yang Lo dekati.Siapa gadis itu Ray?".Farhan salah satu putra konglomerat yang berkepala plontos begitu penasaran dengan sosok gadis cantik yang semalam mengobrol dengan Rayn.Hanna.


Awalnya Farhan memang cuma melihat Rayn dan Hanna berdebat.Tetapi ujung nya,berakhir damai dan intim.Hal itu sudah pasti patut dipertanyakan Farhan.Bukan perkara mudah bisa menaklukkan lelaki sedingin Rayn yang takkan tergoda menjamah wanita yang bertubuh semok.Tak bersentuhan fisik dengan wanita penghibur di klab malam adalah syarat mutlak bagi Rayn,setau Farhan.


"Benar bro.Biasanya Lo gak pernah bicara seintim itu dengan gadis diskotik.Apa gadis itu Lo sukai?".Arya,lelaki berambut cepak yang sudah tau bagaimana Rayn ketika clubing dibuat aneh dan heran.


Teman nya yang satu ini memang paling tak suka disentuh dan diraba tubuh nya oleh sembarang wanita tanpa seijin Rayn sendiri.Terkecuali jika hanya untuk menemani Rayn saat minum saja sampai uang Rayn keluar,tentunya Rayn takkan keberatan.


Arya tau sifat Rayn yang begitu memaklumi pekerjaan wanita pencari nafkah di night club demi bertahan hidup itu,rela merogoh kocek nya dalam-dalam asalkan tanpa harus berujung menginap dikamar hotel.


Tetapi tadi malam,Rayn benar-benar terlihat absurd dan abstrak.Mau berdekatan dan bercengkrama dengan salah satu wanita penghibur night club.Suatu perubahan yang begitu menonjol dari sikap yang ditunjukkan Rayn itu.


"Jujur Ren,Lo menyukai gadis itu kan?".Giliran Adrian yang menggoda Rayn.


"Rupanya nya kalian begitu penasaran dan mau tau sekali ya?".Rayn tak mengindahkan pertanyaan Adrian,Farhan dan Arya yang mengarah ke Hanna.


"Bangeeet!!!".Arya dan Farhan mengacungkan tangan nya mendukung Adrian.


Pusing kepala Rayn jadinya diusik tiga lelaki kurang kerjaan itu.


"Ahhh,dasar ded*mit gunung".Rambutnya yang klimis dan tersisir rapi diacaknya kembali".Sebaiknya Lo semua minggat sana!.Urus sendiri urusan Lo semua.Gak usah mengurusi masalah pribadi gue".Rayn mendorong para pemuda yang mengusik suasana hati nya yang sedang tenang dan senang itu dari ruangannya.


Kemunculan para lelaki yang datang tak diundang itu sudah membuat atmosfer diruangan nya seakan terasa panas dan gerah saja.

__ADS_1


Adrian yang tak terima diusir begitu saja tanpa disuguhi Rayn masuk kembali ke ruangan Rayn."Heyyy Ren!.Lo belum suguhi kita minum kopi,tapi udah main usir saja.Tega Lo".


"Beli saja dikafe seberang sana.Lo pada pasti punya duit kan?.Husssh,sana pergi!".Rayn mengibaskan tangannya kearah Adrian seolah mengusir nyamuk nakal yang mau menggigit nya.


"Dasar b*ngke cacing tanah".Geleng-geleng kepala Adrian yang diusir tanpa perasaan oleh Rayn."Heyyy Ren!,awas Lo ya.Jangan salahkan gue kalau gadis Lo,gue rebut".


"Astaga.Dasar set*n m*sum.Berani Lo godain dan jamah gadis gue,kepala Lo bakal gue tebas!".Rayn melibas lehernya dengan tangan nya guna memperlihatkan pada Adrian jika la akan siap menggorok leher Adrian seandainya Adrian berani menggoda dan menyentuh Hanna.


"Busettt dah".Adrian yang digertak Rayn,lari kocar-kacir dari ruangan Rayn.


"Huuufthhh...".Rayn menghempas tubuh nya dikursi dan mengendorkan dasi yang melilit kemejanya putihnya.


Nafasnya terasa sesak lantaran ulah ke tiga Don Juan yang tidak tau diri itu.Pagi-pagi sudah muncul di kantor nya guna mencari tau soal Hanna.


Astaga,yang benar saja.Hanna bukanlah figur yang harus la ceritakan pada lain lelaki.Cukup la yang mengenal sosok gadis cantik yang lugu seperti Hanna.Jangan sampai Hanna menjadi buruan Adrian,Farhan dan Arya yang dicap play boy ulung dan mesumnya tak ketulungan itu.


Ahhh,ada-ada saja para teman jomblo sejati nya itu yang tak punya pasangan tetap dan sering gonta-ganti pasangan itu.Sorry to say,sampai tiga lelaki itu lumutan dikantornya,Rayn takkan mengungkapkan jati diri gadis yang sudah menguasai hati nya itu.


Rayn menekan tombol intercom yang terhubung ke meja sekertaris nya,Helena."Helena,buatkan aku capuccino latte".


Capuccino latte,hanya itu yang bisa membangkitkan kembali semangat Rayn yang tergerus oleh kesengklekan teman-teman nya.


"Baik pak".Helena yang standby di meja sekertaris menyahuti panggilan Rayn.


Rayn mengotak-atik laptopnya yang menyimpan foto Hanna.Sepertinya Hanna sudah menghipnotis pikiran dan jiwanya yang tak bertuan dan tak berpenghuni.Tanpa seorang kekasih atau pun teman dekat wanita.


Cuma butuh lima menit bagi Helena menyeduh minuman yang diminta Rayn."Pak Rayn,ini minuman anda".Secangkir capuccino latte yang dibubuhi bubuk coklat diatasnya disajikan di meja Rayn.


"Terima kasih Helena.Aku minta satu hal lagi.Lain kali jika aku belum datang,jangan biarkan seorang pun memasuki ruangan ku ini.Mengerti?".Rayn tak suka ruangan yang menjadi area privasinya dimasuki orang lain.


Ruangannya itu adalah zona terlarang bagi siapa pun tanpa terkecuali.Bisa saja masuk asalkan dengan ijin nya tentunya.Jika la ada ditempat dan hanya orang tertentu saja yang la bolehkan masuk ke ruang CEO nya itu.Banyak berkas dan data penting yang tersimpan di ruangannya itu.Jika sampai ada yang hilang,akan menjadi petaka.


Senyum Helena mendadak sirna diterpa peringatan tegas Rayn."Maaf pak!.Mereka datang sebelum aku tiba disini".


Kelakuan Adrian,Farhan dan Arya yang kelewat berani itu tak bisa diterima Rayn.Teman-teman nya begitu lancang memasuki area kantor CEO nya yang dalam keadaan kosong itu tanpa permisi.


"Astaga.Ck,ck,ck.Benar-benar kurang kerjaan kurawa-kurawa itu".Ketiga teman tengilnya itu kian menambah kepala nya pusing dan geleng-geleng saja."Baiklah Helena,kamu boleh pergi.Terima kasih!".


"Baik pak.Kalau begitu aku permisi".Helena yang diperbolehkan keluar oleh Rayn,undur diri dari ruang CEO.


Rayn mengotak-atik ponselnya dan mengetik teks berupa pesan singkat pada seseorang yang begitu ingin Rayn temui siang ini.Tetapi Rayn urungkan dan batal mengirimkan pesan.

__ADS_1


"Ahhh,dasar payah".Rayn yang terlupa jika belum memiliki nomor kontak orang tersebut,dan tak ingat untuk meminta nomor orang itu tadi malam,meletakkan kembali ponsel nya di meja.


Kacau.Mana mungkin bisa la berkomunikasi dengan gadis yang la sukai jika tak memiliki nomor kontak nya.Tadi malam terlalu larut dalam obrolan hingga la melupakan hal sepenting itu.


__ADS_2