
Dari keluarga besar Papa Ferdy yang paling membenci ku adalah Nino.Keponakan kesayangan Papa Ferdy itu pernah berusaha mencelakai ku dengan cara memotong kabel rem mobil ku yang terparkir di garasi apartemen ketika aku sibuk bekerja.
Ulah Nino itu terekam kamera pengintai yang tersembunyi di kaca spion mobil ku yang terhubung langsung ke laptop ku.Ambisi Nino untuk mendapatkan harta yang diwariskan Papa Ferdy pada ku telah membutakan hati nya.
Aku sempat mau melaporkan Nino pada polisi tapi ku urungkan.Kejahatan Nino itu masih bisa ku maafkan.Lagipula aku tidak mau memperbesar masalah.Aku tidak mengendarai mobil ku yang rem nya blong dan terhindar dari kecelakaan sehingga masih tetap hidup sampai sekarang saja sudah sangat bersyukur.
.....
Flashback.
Hanna meragu untuk memasuki ruangan yang bercahaya remang-remang,ramai dan berisik oleh suara musik.Akhirnya Hanna cuma mondar-mandir saja dilorong yang menghubungkan kamarnya dengan klab.
Dunia gemerlap yang kata orang adalah tempat mencari kesenangan dan tempat melupakan kesedihan,nyata nya malah mendebarkan jantung Hanna dan membuat nya tegang.
"Masuk,jangan,masuk,jangan...".Hanna bingung dalam mengambil keputusan.
Haruskah la masuk klab dan bekerja menjadi wanita penghibur di klab malam atau tidak?.Jika la masuk maka takkan bisa keluar lagi.Tetapi jika menolak,maka akan menjadi masalah.Hanna harus siap berurusan dengan Bagaskara yang sudah membelinya dengan harga entah berapa,Hanna sendiri tak tahu.Hanya Tuhan,Bagaskara dan Fandy yang tahu.
Kembali Hanna melangkah menuju klab.Irama jantung nya yang lambat kembali cepat.Belum masuk klab saja jantung nya sudah berdebar sekencang ini.Apalagi jika sudah ada didalam klab.
Langkah Hanna melambat begitu melihat lelaki yang telah membeli dirinya seperti budak saja untuk dijadikan wanita penghibur,berjalan kearahnya.
"Kamu,ikut aku sekarang juga!".Perintah majikan barunya tak bisa dibantah Hanna.
Hanna mengikuti langkah Bagaskara yang memasuki ruang pimpinan dan berdiri sebelum pimpinan memerintahkannya duduk.
"Jangan berdiri terus!.Duduklah!".
Tanpa banyak bicara,Hanna duduk dihadapan Bagaskara yang bersandar di sofa sambil menyilangkan tangan.
Kepala Hanna tertunduk saat dipandangi Bagaskara dengan sejuta makna.Entah apa yang dipikirkan Bagaskara tentang nya?.
"Siapa nama lengkap mu?".
"Hanna Anindya pak".Hanna kembali menekuk wajahnya setelah menatap Bagaskara sesaat.
Tatapan Bagaskara terlalu menakutkan dan membuat Hanna merinding jika dilihat dari dekat.Tak ubahnya seperti sosok penghisap darah yang memperlihatkan taring saat melihat manusia.
"Panggil aku Boss!.Itu lebih enak didengar".
"Baik Boss!".Aura pembunuh berdarah dingin yang ditunjukkan Bagaskara membuat bulu kuduk Hanna meremang.Bagaskara seolah siap menggigit lehernya dan menghisap habis darah nya yang suci,murni dan masih perawan.
"Ok Hanna.Sebelum kamu mulai bekerja di sini.Tulis! data lengkap diri mu sesuai dengan identitas asli mu,dan juga nama anggota keluarga mu.Lalu baca dan tanda tangani surat ini!".
Tanda tangan?.Surat apa? yang harus Hanna tanda tangani dan kenapa?.Itu sangat,sangat membingungkan Hanna.
Entah apapun isi surat itu,Hanna tak peduli.Lebih baik Hanna menurut saja sebelum Bagaskara murka.Hanna meraih selembar kertas putih dan pulpen yang dilemparkan Bagaskara ke atas meja.
__ADS_1
Membaca surat yang rupanya adalah kontrak perjanjian kerja,mulailah Hanna menulis identitas diri nya dikertas tersebut sesuai titah Bagaskara tanpa banyak bicara.Gerakan tangan Hanna terhenti saat akan mengisi kolom nama kedua orang tua nya dan menatap Bagaskara.
"Maaf Boss.Haruskah nama kedua orang tua ku yang sudah almarhum dicantumkan dalam surat perjanjian ini?".Setengah ragu dan takut Hanna bertanya.
Hanna berpikir jika kedua orang tua nya yang sudah tiada tak harus dilibatkan dalam masalahnya dengan Bagaskara.
"Maksudmu,kedua orang tua mu sudah tiada?".
Berat hati Hanna mengangguk."Benar Boss.Mereka meninggal akibat jadi korban tabrak lari".
Kematian kedua orang tua nya tak bisa Hanna tutupi atau rahasiakan dari Bagaskara.Percuma juga menutupi latar belakang nya yang suatu saat nanti pasti akan diselidiki dan diketahui Bagaskara.
"Benarkah?.Jadi,kamu yatim piatu?".
"Iya Boss".Menjadi anak yatim-piatu sangat menyakiti hati Hanna dan membuat air mata nya menetes.
Diusianya yang baru 21 tahun dan belum menikah pula bahkan tak punya kekasih yang bisa dijadikan sandaran dalam hidup nya,sudah harus ditinggalkan oleh kedua orang tuanya.Kini Hanna harus menjalani hidup sebatang kara tanpa saudara dan jauh dari kerabat.Tetapi Hanna harus menerima nasibnya menjadi anak tunggal dan anak yatim-piatu.Bagaimanapun takdir Tuhan tak bisa diubah oleh siapa pun.
"Maaf! sudah membuat mu menangis.Aku tidak tau soal itu.Kosongkan saja kolomnya.Tidak usah kamu isi jika tidak mau!".
Melihatnya menangis,Hanna tersenyum saat Bagaskara mengambilkannya tisu untuk menghapus air matanya."Baik Boss!.Terima kasih!".
Ternyata Bagaskara baik dan pengertian pula.Asumsi negatifnya tentang Bagaskara berubah positif.Hanna tak menemukan sisi jahat dari wajah Bagaskara yang tampan meski beraura sadis dan kejam.
Akan tetapi Hanna masih bingung dengan isi perjanjian yang dibacanya."Maaf Boss!.Disini tertulis kalau aku harus bekerja sampai waktu tidak terbatas.Apa maksud nya dengan ini?".
Seharusnya Bagaskara mencantumkan tanggal,bulan dan tahun berakhir nya kontrak kerja nya disurat kontrak tersebut.Tetapi Bagaskara tak melakukan itu,tentu saja Hanna heran.
Mendengar nama Fandy,rasanya Hanna ingin menyobek surat perjanjian yang dipegangnya.Tetapi tak Hanna lakukan dan cuma meremas kuat pulpen yang digenggamnya.Jika bukan karna Fandy,la tak mungkin ada dalam belenggu Bagaskara dan terjebak menjadi wanita penghibur di klab malam.
"Bagaimana jika aku keberatan?,dan tidak mau menandatangani surat ini?".Hanna cuma ingin memastikan saja.
Siapa tau mungkin saja Bagaskara berubah pikiran.Akan membiarkannya pergi dan membebaskan nya dari belenggu hutang yang terasa mencekik lehernya jika Hanna tak menyetujui kontrak perjanjian kerja nya.
"Itu sama saja dengan kamu berurusan dengan hukum".
Mata Hanna seketika membulat melihat aura iblis yang ditunjukkan Bagaskara.Prasangka baiknya tentang Bagaskara,Hanna tarik kembali.
"Baiklah!.Akan ku lakukan apapun perintah Boss".Terpaksa Hanna menandatangani surat kontrak perjanjian kerja nya dengan Bagaskara.
Melawan perintah Bagaskara artinya sama dengan menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam penjara yang terasa bagaikan masuk ke lubang neraka.
"Bagus!.Sebaiknya begitu.Dan ingat satu hal!,kalau kamu berani melanggar dan lari dari ku,atau meninggalkan tempat ini tanpa ijin ku,juga tanpa sepengetahuan ku,dengan senang hati aku akan membuat mu mendekam di penjara untuk selamanya.Tidak cuma itu,aku pun akan menuntut denda pada mu sebesar mungkin.Tapi jika kamu mau aman,lakukan! apapun keinginan ku".
Siksaan Bagaskara ternyata berlanjut meski sudah menggoreskan tinta hitam diatas kertas putih dan membuat kedua alis Hanna bertaut dan menatap Bagaskara dengan ekspresi menyedihkan."Jadi,selain menandatangani ini,aku tidak punya pilihan lain?".Hanna merasa terintimidasi harus melakukan semua permintaan Bagaskara.
Ini namanya ancaman.Bagaskara tak memberi nya kesempatan untuk berbuat sesuatu sesuai keinginannya.Ini jauh sekali dari bayangan Hanna yang begitu menginginkan garis nasibnya dari kemiskinan berubah menjadi lebih baik,sesuai dengan yang Fandy janjikan.
__ADS_1
"Tepat sekali!.Ayo tanda tangani surat itu!,dan jangan buang waktu mu!.Kamu harus segera bekerja setelah ini".
Mau tidak mau akhirnya Hanna menandatangani surat kontrak perjanjian kerja yang dibuat sendiri oleh Bagaskara dan dibawah tekanan Bagaskara pula.Meskipun setiap poin disurat itu menyudutkan dan merugikan Hanna.
Cuma itu yang bisa Hanna lakukan demi terbebas dari tuntutan hukum yang dilayangkan oleh Bagaskara.Gadis selemah dan semiskin dirinya mana mampu melawan dan menentang pria berkuasa yang kejam dan raja tega seperti Bagaskara.
.....
Tadi malam aku tidak pulang ke rumah setelah meninggalkan klab.Aku putuskan tidur di kamar pribadi yang menyatu dengan kantor di perusahaan ku agar bisa tidur nyenyak.Akan tetapi,ucapan Hanna semalam terus kepikiran dan membuat ku begadang sampai pagi.
Ku awali aktivitas ku dengan mandi.Selesai menyegarkan tubuhku,aku pakai jas cadangan yang sengaja ku simpan di kantor ku.Ku hangatkan tubuh ku dengan minum secangkir kopi latte kesukaan ku sembari menatap lembayung pagi di balkon kantor ku.
Indahnya lembayung itu mengingatkan ku pada senyum dan tawa Hanna yang membuat bibir ku seketika tersenyum.Selain Hanna,tidak ada yang mampu membuat hati ku sebahagia ini.Tapi mengingat ucapan Bagaskara semalam,gigi ku bergemeletuk.
"Sebenarnya apa isi kontrak perjanjian yang yang membuat Hanna tidak bisa lepas dari perjaka tua itu?".Aku yakin ada yang Hanna sembunyikan dari ku.
Apa alasan yang membuat Hanna harus bekerja di klab malam?.Itu membuat ku penasaran.
"Rayn!!!".
Cangkir kopi yang ku pegang nyaris saja ku jatuhkan saat mendengar suara seseorang yang pernah ku kenal dulu.Jika tidak salah itu adalah suara Renata.
Benar saja.Aku tidak salah lihat.Renata ada dikantor ku dan mendekat padaku."Kamu!.Apa yang kamu lakukan disini?".
Rasa benci ku pada Renata tidak ku sembunyikan di mata ku.Bukan waktu yang tepat Renata datang ke kantor ku sepagi ini.Sungguh aku tidak suka melihat Renata yang tersenyum saat menatap ku,ketika aku sedang merindukan senyum Hanna.
"Kata Tante kamu tidak pulang ke rumah.Aku yakin kamu disini.Kamu sulit ku temui di rumah mu,jadi terpaksa aku kemari".Renata memang tau benar jika aku suka bermalam di kantor selain di rumah.
Aku memang lebih nyaman tidur di kantor daripada di hotel atau di rumah teman.Suasana di kantor lebih tenang dan membuat ku leluasa melakukan apapun semau ku.
"Apa mau mu Renata?".Aku bertanya sambil memandangi langit.Sedetik pun aku tidak sudi menatap Renata saking bencinya.
"Aku merindukanmu Rayn.Karna itu aku nekad datang ke kantor mu sepagi ini".
Aku menjauhi Renata yang mau memelukku.Tidak sudi aku disentuh wanita yang tidak ku suka atau ku cintai.Jangan tanya bagaimana reaksi Renata.Sudah pasti Renata kecewa.
"Renata.Dengar ya!.Aku tidak bisa mencintai mu dan tidak akan pernah bisa.Jangan buang waktu mu dengan mengejar ku dan berhenti mencintai ku!.Mengerti?!".Aku kesal dengan sikap posesif Renata yang selalu mengejar cinta ku yang tentu tidak bisa ku berikan pada nya.
"Tidak mungkin Rayn.Cuma kamu yang ku cintai di dunia ini.Sebelum kamu menemukan jodoh mu,harapan ku untuk memiliki mu tidak akan pernah putus,Rayn".
Tidak cuma mengejar cinta ku,bahkan sekarang Renata mengikuti ku kemana pun aku melangkah pergi.Jejak langkah ku masih terus diikuti Renata sampai keluar dari kantor dan masuk elevator.
"Terserah apa yang mau kamu lakukan.Asal jangan menuntut ku untuk mencintai mu.Aku tidak akan pernah bisa melakukan itu".Aku mendorong Renata dari dalam elevator sebelum pintu nya tertutup.
Muak aku didekat wanita yang tidak pernah menyerah atau pun lelah mengejar ku sejak awal dipertemukan dalam acara makan malam bersama keluarga ku dan keluarganya untuk membahas masalah perjodohan antara aku dan dia.
"Sampai kapan pun aku akan tetap mencintai mu Rayn!".
__ADS_1
Ku palingkan muka ku dan pura-pura tidak mendengar teriakan Renata seiring pintu elevator tertutup.
Cinta?.Persetan dengan cinta wanita yang tak pernah ku harapkan hadir dalam hidup ku.Cinta ku ini cuma akan ku persembahkan untuk Hanna saja.Meskipun cinta yang ku pendam ini harus bertepuk sebelah tangan atau tidak terbalaskan,aku akan tetap mencintai Hanna tanpa batas waktu.