
Hilang keseimbangan membuat Ferdy terjatuh dan terguling bersama kursi rodanya di lantai.Pria lumpuh sepertinya sudah tentu takkan bisa bergerak sendiri.Tentu nya Ferdy membutuhkan bantuan orang lain untuk berpindah tempat.
Setelah Fatir pergi,Eva baru berani masuk ke kamarnya.Sebelum masuk Eva dikagetkan suara benda yang terhempas ke bawah yang bersumber dari kamar Ferdy.
"Suara apa itu?".Bergegas Eva ke kamar Fatir dan menemukan suaminya dalam posisi tengkurap tak berdaya."Astaghfirullah!,Pa!.Kenapa bisa jatuh?".Sekuat tenaganya Eva mencoba mengangkat tubuh Ferdy ke tempat tidur.
Untungnya berhasil Eva lakukan.Eva menyelimuti tubuh Ferdy yang lemah dan menyedihkan.Rasa sesal Eva kembali menyelinap di hati nya karna sudah menelantarkan dan mengabaikan suaminya yang seharusnya la jaga dan rawat dengan baik.
Wajah suaminya yang pucat Eva tatap dengan penuh penyesalan yang mendalam sambil duduk di tepi kasur."Pa,maafkan aku!.Maafkan istri mu yang tidak tau diri ini".Setetes demi setetes telaga air mata Eva meluap keluar.
"Aku tidak tau harus berkata apa?.Sudah lama kita tidak bicara seperti ini.Aku sangat marah padamu karna sikap mu padaku.Tapi aku senang bisa mendengar kata maaf mu.Tentu aku akan memaafkan mu".Kata-kata Ferdy begitu menusuk hati Eva sampai membuat Eva tak bisa berkata-kata dan bisanya cuma menangis saja.
Ferdy bisa lumpuh terus dan tak juga pulih dari lumpuhnya akibat obat-obatan Ferdy yang ditukar oleh nya supaya kaki Ferdy terus lumpuh dan tak bisa berjalan kembali.Dengan demikian Bagaskara akan tetap menjadi penerus usaha Ferdy dan menjadi pewaris yang sah dari separuh harta suaminya.
Ada alasan lain kenapa Eva melakukan itu.Semua dilakukan Eva demi mempertahankan posisi Bagaskara sebagai pewaris kedua.Secara terang-terangan Nino pernah meminta warisan tepat dihadapan Eva setelah Ferdy mengalami kelumpuhan dan saat Bagaskara baru disahkan menjadi pewaris harta dan tahta Ferdy.
.....
Hal yang paling memalukan dan menyakitkan dalam hidup ku adalah ditolak oleh gadis yang ku suka dan ku cintai.Berulang kali aku mencoba bicara dengan Hanna,tapi selalu gagal.Ini semua ada sebabnya,ini terjadi karna campur tangan si perjaka tua itu.
"Damn!.Lagi-lagi perjaka tua itu menggagalkan usaha ku".Ku lemparkan bola basket di kamar ku saat melampiaskan amarah ku yang terpendam sejak tadi malam.
Sampai fajar aku menunggu Hanna di kamar hotel yang ku sewa,tapi Hanna tidak datang.Sakit hati ini dan luar biasa kecewanya diriku.
Karna hal itu,pagi buta aku cek out dari hotel dan kembali ke rumah dengan membawa hati yang terluka,juga perasaan kecewa.Aku tidak tau harus berbuat apa lagi?.Bagaimana cara aku menunjukkan cinta ku pada Hanna yang seharusnya?.Sungguh aku bingung dan tak mengerti.
Aku ingin memberikan Hanna cinta yang baik dan tanpa alasan.Aku mencintai Hanna dengan apa adanya diri Hanna.Aku tak peduli latar belakang Hanna siapa dan darimana asalnya?.Bahkan aku tak memusingkan soal profesi Hanna yang pernah menjadi wanita penghibur dan sekarang menjadi pelayan klab malam.
__ADS_1
"Jiiirrrr...!!!.Pening pala gueee brooo!".Setiap kali aku melemparkan bola basket,Adrian pasti muncul di balik pintu kamar ku.
Jangan salahkan aku kalau bola basket yang ku lemparkan mendarat di kening Adrian.Salah dia kenapa muncul diwaktu yang tak tepat?.Bibirku yang sedari tadi tak bereaksi,refleks tersungging meski agak dipaksakan.
"Bro,kenapa elo gak ngantor?.Kata Tante elo gak pergi ke kantor.What's wrong with you men?".
Mama pasti mengeluhkan sikap ku yang aneh pada Adrian.Tidak biasanya aku bolos ke kantor jika bukan karna ada sesuatu yang serius atau darurat.
"Gue malas kerja hari ini.Urusan kantor bisa Helena yang tangani".
"Gue tau perasaan elo bro.Patah hati boleh saja,tapi gue gak suka liat elo rapuh begini.Kemana Rayn yang gue kenal heuh?.Harusnya elo optimis dan yakin kalo Hanna bisa elo dapatkan".Tumben sekali otak Adrian waras dan pikiran nya jernih.
Aku sampai memikirkan perkataan Adrian yang benar dan masuk akal.
Ku pandangi muka Adrian yang sebenarnya malas aku lihat sepagi ini."Dri,gue butuh bantuan elo.Apa elo bisa bantu gue?".
"Gue mau elo bujuk partner cewek elo di klab,untuk bawa Hanna kesuatu tempat biar gue bisa ketemu dan bicara dengan Hanna.Kayaknya Hanna dekat sama cewe yang sering elo kencani itu?.Gue minta elo cari tau nomor kontak Hanna dari partner klabing elo itu".Permintaan kecil ku ini semoga saja disanggupi Adrian,yang harus mencari tau nomor kontak Hanna dari teman kencannya di klab malam.
"Maksud elo Sarah?".
Ku anggukkan kepala ku dengan mantap."That's l mean".
"Ok.It's so easy".
Saking senangnya ku peluk Adrian yang duduk sebelahan dengan ku ditepi kasur."Thanks bro.Ini baru namanya teman gue".
Misi kecil yang ku percayakan pada Adrian kuharap bisa berjalan lancar.Jika cuma meminta nomor kontak Hanna dan menghubungi nya lewat ponsel akan percuma saja.Alangkah baiknya jika aku bertatap muka secara langsung dengan Hanna.
__ADS_1
.....
Nafas panjang aku hembuskan saat membersihkan sampah yang berserakan di meja klab bekas tamu tadi malam.Sebenarnya aku menyesal tidak datang ke kamar hotel dimana Rayn menunggu ku tadi malam,tapi hati ku merasa lega.
Bukannya aku tidak mau ketemu Rayn dan bukan pula aku tidak suka dengan Rayn.Aku memilih tidak menemui Rayn di hotel karna aku pedulikan keselamatan jiwa Rayn.Boss Bagas boleh melakukan apapun pada ku asalkan tidak menyentuh Rayn.Selama Rayn baik-baik saja,itu sudah cukup membuat ku senang.
Biarlah cinta ku yang ku pendam pada Rayn menjadi pelangi di hati ku ini.Sebagai pencerah hari-hari ku yang terasa gelap gulita,tak tau arah dan tujuan.
Disaat aku sedang fokus menyapu lantai,dua wanita yang sering merundungku datang menghampiri ku.Ya apalagi jika bukan untuk melontarkan kata-kata pedas pada ku.
"Wahhh,Primadona klab jadi tukang bersih-bersih?,apa kata pengagum lo nanti?".
Kenapa dedemit betina berambut pirang ini selalu mencibir ku dan tidak suka melihat ku bisa dekat dengan Boss dan Rayn.Ingin sekali rasanya ku jambak rambut pirang nya itu.
"Heyyy cewe udik.Apa sih yang bikin Boss,mas Rayn dan mas Nino selalu merhatiin elo?".Jelas sekali terpancar dimata senior ku yang satu ini rasa bencinya padaku.
"Iya!.Heran deh gue.Elo pendatang baru disini,tapi dalam sekejap bisa menguasai hati cowok terpopuler di sini.Apa coba kalo bukan karna ada sesuatu yang elo gadaikan".
Panas kupingku mendengar tudingan palsu senior ku yang berambut pendek ini."Aku tau maksud kamu apa?.Tapi aku tidak butuh pencitraan yang baik untuk membela diri ku dari tuduhan kalian yang tentu saja tidak benar.Aku tidak bermusuhan dengan siapa pun,jadi tolong!.Urus saja diri kalian sendiri.Tidak usah mencampuri urusan orang lain".Sesabarnya aku,pasti akan melawan jika ditindas dan difitnah terus tanpa bukti.
"Hallaaah,jangan sok menggurui Lo".Sedikit pun aku tak melawan dan cuma diam saat kepala ku didorong ke belakang dengan hinanya oleh senior ku."Ingat ya!.Pelayan kampung kayak elo jangan pernah mimpi bakal berubah jadi cinderela".
Aku sangat tau diri sekali.Sekali pun tak pernah aku bermimpi,dari pelayan berubah menjadi cinderella.Menjadi orang kaya tidak bisa dilakukan secara instan.Butuh perjuangan dan kerja keras dengan cara yang halal.
"Ho'oh.Inget-inget tuh!".
"Ayo pulang!.Biar cewek udik ini aja yang bersihin lantai".
__ADS_1
Sungguh jahat mulut dua senior yang menjadi rekan kerja ku sebagai pelayan di klab ini.Apa salah dan dosa ku pada mereka berdua sampai memusuhi ku dan membenci ku seperti ini?.Setiap kali satu shift dengan mereka berdua,pasti akan mendapat perlakuan seperti ini.