
"Jangan ganggu Hanna!".Sekali tepisan perjaka tua ini,tangan ku yang menggenggam tangan Hanna seketika terlepas.
"Hanna sedang bekerja.Katakan disini saja!.Apa yang mau kamu bicarakan dengan Hanna?".
Ketidak sukaan perjaka tua ini pada ku begitu tersirat nyata di maniknya yang memicing tajam.Tidak mau kalah,aku pun menatapnya lebih tajam lagi.
"Biarkan aku bicara dengan Hanna diluar sana.Disini terlalu bising".Bagaimana pun caranya aku harus bicara dengan Hanna.
Ini kulakukan agar bisa membawa Hanna keluar dan pergi sejauh mungkin dari klab ini.
"Hanna,mau kan keluar dengan ku?".Hanna cuma menatap ku sejenak dan kembali tertunduk.Itu artinya apa?.Apa yang ada di pikiran Hanna?.
"Perlu ijin ku jika kamu mau bicara empat mata dengan Hanna.Hormati aku sebagai Boss disini.".
Dasar perjaka tua sialan!.Setiap aku bertanya pada Hanna,perjaka tua ini yang selalu menjawabnya.Hanna bisa mendengar dan tidak bisu,jadi tidak perlu diwakilkan berbicara.Aku cuma butuh jawaban Hanna,bukan jawaban dari perjaka tua ini.
"Baiklah.Berapa upah Hanna perjam nya?.Akan ku bayar berapa pun asalkan aku bisa bicara dengan Hanna".Ku tantang perjaka tua yang bersikap sok berkuasa didepan ku meski jantungku serasa nonton film horor.
Diatas bumi masih ada langit.Selain dirinya,tidak terhitung crazy rich yang berkeliaran di muka bumi ini yang lebih kaya darinya.Kekayaanku memang jauh dibawah kekayaannya,tapi tidak sepantasnya menyombongkan diri.
"Penawaran yang menarik.Tapi sayang sekali,aku tidak mengijinkan Hanna bicara dengan siapa pun.Lagipula Hanna bukan budak yang bisa ditukar dengan uang.Dia pegawai ku,dan aku Boss nya.Sebagai Boss,aku berhak mengatur Hanna,dan selaku penguasa tempat ini,bisa saja aku mengusir mu keluar dari sini.Tapi tidak akan ku lakukan jika kamu tidak menggangu Hanna".
Sudah tau aku membencinya,perjaka tua ini malah terus pamer kekuasaan dengan nada sombongnya.Semua orang tau jika dirinya bisa melakukan apapun dan mampu membeli benda yang termahal sekali pun.
Betapa pun penting dan berharga nya harta dan tahta dalam hidup,akan tetapi bukanlah segalanya.Kenikmatan duniawi tidak akan pernah dibawa mati.
Setinggi apapun titel seseorang,ketika mati nanti hanya akan memakai kain putih saja.Singgasana boleh saja berlapis emas,dan selimut bersulam sutera.Setelah menjadi mayat,cuma tanah kuburan yang akan menjadi selimut di singgahan terakhir yang abadi nanti.
Ada yang lebih berharga dari harta dan tahta,yaitu cinta dan kebahagiaan.Untuk apa banyak harta jika tidak bahagia dan tidak memiliki cinta.
"Hanna,ayo ikutlah denganku!.Tinggalkan tempat ini.Dunia malam tidak cocok untuk mu Hanna".Ku abaikan tatapan mata perjaka tua itu yang seperti singa lapar saat ku nekad menggandeng tangan Hanna yang terdiam saja sedari tadi.
Kali ini aku ingin bersikap egois dan melawan rasa pengecut ku yang begitu menakuti sosok semacam perjaka tua ini.
"Maaf Rayn!.Aku tidak bisa ikut dengan mu".
__ADS_1
Aku cuma menatap Hanna yang tega mengurai genggaman ku dari tangan nya.Sudah jelas Hanna menolak ku,tapi masih saja membuat ku penasaran.
"Kenapa?.Apa alasan mu tidak bisa ikut dengan ku,Hanna?.Beri aku penjelasan?.Apa kamu tidak menyukai ku Hanna?.Ayo katakan?!".Sedetik pun mata ku tidak berpaling dari netra Hanna yang terlihat seolah menyembunyikan sesuatu di hatinya.
Aku ingin sekali tau perasaan Hanna yang sebenarnya pada ku.Apakah Hanna menaruh hati pada ku atau cuma menganggap ku teman saja.
"Aku,aku...".
"Sudah ku bilang jangan ganggu Hanna!.Cari wanita lain saja yang bisa menemani mu sampai hati mu puas".
Pengacau tua ini selalu saja turut campur dalam urusan ku dengan Hanna.Tidak suka Hanna ku sentuh,dan tidak mengijinkan Hanna bicara pada ku.
"Apa yang harus ku lakukan agar Hanna bisa lepas dari mu,tuan Bagas?".Ini saat yang tepat untuk ku mengambil Hanna dari belenggu perjaka tua ini.
Jika Hanna tetap terkurung di klab ini bersama lelaki angkuh ini,pastinya akan menyulitkan langkah Hanna.Ibarat burung yang terpenjara di dalam sangkar.Tidak bisa terbang bebas kemana pun sesuai keinginannya.
"Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan Hanna.Dia sudah terikat kontrak dengan ku dan siapa pun tidak bisa membatalkan nya,termasuk Hanna sendiri.Jika sampai Hanna melakukan itu,aku tidak segan untuk menjebloskan Hanna ke penjara dan akan menuntut nya untuk membayar denda senilai satu milyar".
Tidak cuma sombong,rupanya perjaka tua ini pintar dan licik.Ku akui kecerdasan dan kehebatannya lebih selangkah didepan ku.Latar belakang Hanna yang ku tau dari keluarga tidak mampu,mana mungkin sanggup membayar denda sebesar itu.
"Ini namanya pemaksaan,penindasan dan pemerasan.Si kaya menindas si miskin.Apa perbuatan mu ini layak dibenarkan?".Ku lawan perjaka tua ini yang bisanya cuma memanfaatkan kelemahan Hanna.
"Aku punya alasan dan bukti perjanjian yang menguatkan aku bisa memenjarakan Hanna,jika Hanna mengecewakan ku".
Alibi yang meyakinkan.Tapi aku tidak mau terkecoh dengan kelicikan perjaka tua ini.
"Hahahhh,yang benar saja.Apa menurut mu secarik kertas yang ditandatangani secara paksa akan sah dimata hukum?".Aku memang buta soal hukum,tapi setidaknya aku tidak terlihat bodoh dimata perjaka tua ini.
"Silahkan tanya Hanna!.Dia melakukan nya terpaksa atau secara sukarela?".Masih ada saja argumentasi yang dilontarkan perjaka tua ini dalam usahanya mempertahankan kuasanya atas diri Hanna.
"Hanna,katakan! yang sejujurnya?.Lelaki ini memaksa mu atau tidak?".Ekspresi kaget Hanna ditanya soal ini membuktikan jika hidup Hanna tertekan.
"Itu,,,,aku,,,aku....".
Tinggal menjawab ya atau tidak saja,Hanna begitu lama sekali.Tidak taukah jika aku sedang tidak bisa bersabar?.Apa yang mau Hanna katakan membuat ku gusar,frustasi dan mengaduk perasaan ku.Nafasku terus ku hela berkali-kali menunggu Hanna berkata-kata.
__ADS_1
.....
Bagaskara POV.
Debaran jantung ku kembali normal setelah berpacu melawan rasa takut.Kupikir Hanna akan membongkar yang sebenarnya pada bocah arogan itu,tapi tidak kenyataannya.Hanna menutupi kebenaran yang sesungguhnya,itu sangat membahagiakan ku.
"Boss!.Boleh aku tanya sesuatu?".
Ku tatap iris Hanna yang begitu berhasrat menatap ku saat bertanya.Sayangnya bukan hasrat cinta yang Hanna perlihatkan,tapi hasrat ingin tau.
Apapun itu,tapi membuat ku tersenyum.Kebisuan Hanna akhirnya terpecah setelah terlibat perdebatan dengan ku dan bocah arogan itu,sepatah kata pun Hanna tidak mau bicara pada ku.
"Tanyakan saja!".Apa yang ditanyakan Hanna akan ku jawab selama bukan soal bocah arogan itu.
"Boss bilang pada tamu VIP tadi jika aku wanita mu.Tapi pada Rayn,aku pegawai mu.Dua kalimat itu tentu saja aku tau sangat berbeda maknanya.Jadi,mana yang benar Boss?".
Astaga.Kenapa Hanna harus mengajukan pertanyaan yang sulit ku jawab?.Tidak,tidak.Itu mudah saja aku jawab,tapi aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.Jika berbohong,aku takut Hanna kecewa.Tapi jika aku jujur,Hanna pasti menjauhi ku.
"Hanna,bisakah kamu bacakan dokumen ini?!.Aku harus memasukkan data penting di dokumen ini ke laptop ku".Dokumen yang harus ku alihkan datanya ke dalam laptop ku,aku serahkan pada Hanna.
Maaf sekali Hanna.Terpaksa aku mengalihkan perhatian mu.Tidak seharusnya kamu membuat ku serba salah dan bingung begini.Sebaiknya Hanna tidak boleh tau dulu soal perasaan ku pada nya.
"Baiklah.Tapi jawab dulu pertanyaan ku Boss".
Tidak mungkin aku menjawab pertanyaan Hanna sekarang.Aku belum siap mendengar jawaban Hanna jika ku nyatakan perasaan cinta ku detik ini juga.Hati ku terlalu lemah untuk menerima penolakan Hanna.
"Lakukan dulu perintah ku Hanna.Itu bisa belakangan ku jawab.Waktu ku menipis.Aku harus segera pergi setelah ini".Ku pasang muka memelasku pada Hanna.
Sebetulnya isi dokumen nya tidak penting-penting amat,dan aku tidak sedang diburu waktu.Aku cuma lari dari pertanyaan Hanna yang membingungkan ku.
"Baiklah Boss".Hanna mau mengalah dan menuruti ku,senyum ku kembali merekah.
Tidak salah aku memilih Hanna untuk ku cintai,meski belum bisa memiliki hati dan raganya.Hanna gadis yang baik,penurut dan tidak materialistis.Lain dari wanita-wanita yang pernah mendekati ku dulu sewaktu aku baru ditunjuk menjadi pemilik klab ini oleh Papa Ferdy.
Tidak sedikit wanita yang mendekati ku cuma ingin mengincar harta yang kumiliki saat ini.Tapi dulu,aku pernah dipandang sebelah mata.Keluarga besar Papa Ferdy berpikir aku cuma memanfaatkan kekayaan Papa Ferdy saja.Katanya aku tidak layak bahagia atau dimanjakan Papa Ferdy.Aku cuma anak dari wanita yang mengincar harta Papa Ferdy,jadi seharusnya warisan Papa Ferdy jatuh ke tangan keluarga yang memiliki hubungan darah dengan Papa Ferdy.
__ADS_1
Lelaki sebaik Papa Ferdy akan tetapi tidak terhasut sedikit pun dan malah menunjukku sebagai pewaris kedua hartanya.Konsekuensi dari masalah warisan ini pun kini harus ku terima.Aku dibenci seluruh keluarga besar Papa Ferdy.