Love In A Sparkling World

Love In A Sparkling World
29.Mencemaskan berarti menyukai.


__ADS_3

.....


Sekuriti yang bertugas di rumah Ferdy segera membukakan pintu gerbang setinggi dua meter begitu Fatir membunyikan klakson mobil.


Fatir sengaja datang ke rumah Ferdy tentu ada tujuan nya.Ya,apalagi jika bukan untuk membahas soal warisan dengan Ferdy.


Eva yang kebetulan sedang duduk diteras sambil membaca novel langsung beranjak ketika melihat Fatir keluar dari mobil dan berjalan kearahnya dengan ekspresi mudah sekali dibaca.Penuh dengan kebencian.


Bisa dilihat dari cara Fatir menatapnya dengan tajam dan merendahkan.Dari dulu sampai sekarang tatapan Fatir tak pernah berubah padanya.Masih tetap membencinya dan meremehkannya.


Sejak awal kedekatannya dengan Ferdy,Fatir memang sudah menunjukkan gelagat tak menyukai nya.Saat pernikahan nya dengan Ferdy pun,Fatir tidak datang.Eva tau jika keluarga besar Ferdy menentang pernikahan nya dengan Ferdy,tapi Eva tak peduli.


Menjadi istri pria sekaya Ferdy adalah impian Eva sejak masih gadis.Itulah mengapa Eva menggugat cerai suami terdahulunya demi kehidupan yang penuh dengan gelimang harta meski tak direstu keluarga Ferdy.Tentu itu ada alasannya.Karna saat Eva dekat Ferdy status nya masih istri orang,kemudian menikah dengan Ferdy setelah resmi bercerai dan baru menyandang status janda.


Hal itu memang memalukan bagi Eva,tetapi Eva menutup mata dan telinga nya demi ambisi nya menjadi istri orang kaya.


"Selamat malam mas Fa...".Nafas kecewa Eva hembuskan.Fatir melewatinya begitu saja tanpa menyapa atau tersenyum pada nya.


Kembali Eva duduk dan melanjutkan membaca novel setelah Fatir memasuki rumah nya untuk menemui suaminya yang sudah setahun ini tak bisa menafkahi nya secara batin.


Eva acuh dan tak peduli soal Fatir.Itu sudah biasa terjadi dan sering dialami nya.Perlakuan secara verbal dari anggota keluarga Ferdy sudah tak menjadi persoalan dan bisa dimaklumi nya.Itu sudah menjadi makanan pokok Eva selama puluhan tahun lamanya.


.....


Tepat jam 19:30 aku datang ke klab.Malam ini suasana klab cukup ramai.Suasana ini pun ku manfaatkan untuk bicara dengan Hanna.Tapi aku harus tetap berhati-hati dan waspada.Siapa tau perjaka tua itu mengawasi gerak-gerik ku dan Hanna dari kejauhan,memantau ku di cctv,atau memerintahkan anak buahnya untuk menguntit ku.


Jika aku diawasi,maka ruang gerak ku tentu akan terbatas.Aku tidak bisa bergerak bebas dan tidak akan leluasa berinteraksi dengan Hanna.Tapi jika aku tidak memanfaatkan situasi sekarang dan diam saja,tidak akan menghasilkan apa-apa.Aku harus mencoba mendekati Hanna dan bicara padanya.


Ku dekati Hanna yang sedang sibuk merapikan meja.Meski pekerjaan Hanna cuma pelayan,tapi senyum nya tetap terukir sempurna diwajah cantiknya."Hanna.Kalau kamu istirahat nanti,datanglah ke kamar nomor 720 di hotel ini".Ku minta Hanna untuk datang ke salah satu kamar yang sengaja ku sewa di hotel yang menyatu dengan klab ini.


Itu ku lakukan agar bisa bicara dengan Hanna,dan membawanya pergi dari klab ini.Sialnya sampai sekarang hal itu masih belum terwujudkan gara-gara sering dikacaukan si perjaka tua brengsek itu.

__ADS_1


Aku melakukan ini semua ada alasannya.Sangat disayangkan jika gadis secantik Hanna bekerja di klab malam yang banyak dikunjungi lelaki buaya dan bermata keranjang.Meski sekarang Hanna bekerja sebagai waiters dan bukan lagi menjadi wanita penghibur,tapi aku masih tidak rela.


Selain itu ada alasan lainnya.Aku tidak suka jika gadis yang ku cintai bekerja di klab malam.


Hanna begitu terkejut saat melihat ku ada sisi nya."Rayn tolong pergilah!.Nanti Boss ku marah kalau sampai melihat mu bicara dengan ku".Ke khawatiran terlihat jelas diwajah Hanna.


Apa Hanna menghawatirkan ku karna menyukai ku?.Asumsi ku ini semoga saja benar.Itulah yang sangat ku harapkan dari Hanna.Jika Hanna menyukai ku maka cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan.


Ku halangi Hanna saat Hanna mau pergi dari sisi ku."Aku tidak peduli soal itu Hanna.Aku akan menunggu mu di kamar yang ku sewa sekarang sampai kamu datang".Kutatap mata Hanna yang begitu mengkhawatirkan ku.


"Rayn.Kamu tau kan? resikonya kalau kamu nekad begini.Aku takut terjadi apa-apa sama kamu Rayn".


Dari jawaban Hanna aku semakin yakin jika Hanna menyukai ku.Karna itu Hanna khawatir padaku.


"Hanna,kamu mencemaskan aku?.Apa kamu menyukai ku?".Ku harap Hanna menjawab iya atau menganggukkan kepala.


"Aaaku,aku...".Hanna malah grogi dan menengok kesana-kemari.


"Rayn,sebaiknya kamu pergi sekarang sebelum Boss ku datang kemari".


Selangkah pun aku tidak beranjak saat Hanna mendorong ku.Aku tau Hanna mengusir ku dari sisinya karna takut aku terluka.Tapi aku tidak akan pergi meski si perjaka tua itu muncul disini dan menghajar ku.


"Aku tidak akan pergi sebelum kamu menjawab pertanyaan ku Hanna".Jawaban Hanna sangat ku nantikan dan lebih penting ketimbang nyawa ku.


"Rayn.Aku,,,aku....".


Dengan sabar aku mendengarkan Hanna berkata-kata dan menatap wajahnya yang terlihat cantik meskipun sedang gugup saat mau menjawab pertanyaan ku.


Hanna begitu mempesona dan mengagumkan memakai baju apapun.Seragam warna hitam putih yang dipakai Hanna sekarang bahkan lebih bagus ketimbang memakai gaun seksi yang cuma memperlihatkan auratnya saja.


"Hanna!.Elo dicari Boss tuh!".Tanpa diundang wanita yang sering dikencani Adrian tiba-tiba muncul dan mengacaukan perhatian Hanna pada ku.

__ADS_1


Damn!.Pasti perjaka tua itu memerhatikan ku disuatu tempat.Dia tidak suka melihat ku bicara dengan Hanna.Karna itu dia memerintahkan teman kencan Adrian di klab untuk memanggil Hanna.


"Apa aku bilang kan Rayn?.Sudah sana!.Kamu pergi saja!".Hanna mengusir ku lagi dengan ekspresi penuh amarah dan nada kesal,aku menghela kecewa.


"Baiklah.Tapi aku akan terus menunggu mu sampai kamu datang ke sana".Aku mengalah dan pergi dari hadapan Hanna karna tidak mau mempersulit Hanna dan membuat nya takut atau cemas.


Aku kembali ke kamar yang ku sewa malam ini dengan langkah gontai dan perasaan kecewa.Ku hempaskan tubuh ku diatas kasur dengan kasar dan memejamkan mata.Ku bayangkan seraut wajah yang belum bisa ku miliki seutuhnya.


Entah apa yang membuat ku begitu menyukai dan mencintai Hanna?,aku pun bingung.Rasa kasihan yang berubah menjadi suka kemudian berkembang menjadi cinta datang begitu saja di hati ku sejak pertama kali melihat Hanna di lobby hotel.


.....


'Ini terakhir kalinya aku meminta mu untuk menjadikan Nino sebagai pewaris kedua mu.Jika tidak,maka tali persaudaraan kita terpaksa harus putus'.


Ferdy yang masih duduk di kursi roda merenungkan kembali yang dikatakan Fatir tadi.Tatapannya fokus pada bingkai foto keluarga besar nya dan keluarga kecilnya yang tergantung bersebelahan di dinding kamar nya.Haruskah la memenuhi permintaan Fatir?.


Sudah tiga kali Fatir membahas soal pengalihan hak waris tentu sesuatu yang sangat serius.Ferdy tak bisa mengabaikan permintaan Fatir yang menginginkan Nino menjadi pewaris kedua nya,.Tetapi tak mungkin juga Ferdy mencabut hak waris Bagaskara yang sejak kecil dididiknya sampai dewasa.


Mencabut hak waris Bagaskara yang sudah dianggap putra nya sendiri bukanlah perkara yang mudah dilakukan.Ferdy sudah hidup bersama Bagaskara lebih dari 25 tahun lamanya.Selain menjadi anak yang baik,Bagaskara pun sudah membuat nya bangga dan bisa diandalkan.


Kekayaan nya memang didapatkan atas hasil kerja keras nya sendiri dan tanpa bantuan saudara nya,tetapi Ferdy tetap menyayangi saudara sekandung nya.Apalagi pada keluarga kecilnya,Ferdy lebih sayang lagi.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?.Oh Tuhan,beri aku petunjuk.Bagaimana aku seharusnya?".


Dengan susah payah Ferdy mencoba bangkit dari kursi roda ke tempat tidur.Biasanya Ferdy akan memanggil Eva datang untuk membantu nya berpindah tempat,tetapi Ferdy malas melihat Eva saat ini.


Eva semakin hari kian acuh saja.Eva tak peduli lagi soal dirinya dan kurang perhatian juga.Bahkan tak mau tidur bersama dengan nya dan tak mau mengurusnya lagi.Jangankan menyuapi makan,yang mengantarkan makanan pun kini menyuruh pembantu.


Punya istri tetapi merasa seperti hidup sendiri.Ferdy merasa diasingkan oleh Eva dan tak dianggap suami lagi.Tinggal di rumah mewah tersebut tetapi Ferdy merasa seperti tinggal di panti jompo.Kian hari rasanya semakin tak betah saja.Apalagi tidak ada Bagaskara,rumah semakin terasa bagaikan seperti pemakaman umum.Sepi dan sunyi.


Untungnya masih ada Bianca yang menjadi penyemangat hidup nya dirumah.Ditambah dengan adanya Renata yang membuat rumah menjadi terasa hangat kembali dan ramai.Jika tidak,mungkin Ferdy sudah pergi dari rumah dan memilih tinggal di panti jompo saja atau tempat lain.Itu lebih baik ketimbang hidup bersama istri yang tak sudah tak menganggap nya lagi suami.

__ADS_1


__ADS_2