Love In A Sparkling World

Love In A Sparkling World
Part 13.Rahasia


__ADS_3

Sikap Ferdy yang semula rikuh melihat putri nya sudah ada didekatnya,kembali tenang."Ehhh,rupanya anak gadis Papa ada disini toh?".


Jika la bersikap berlebihan,Bianca malah akan curiga nantinya.Pasalnya la,Bagaskara dan istrinya,Eva,memang sengaja menyembunyikan masa lalu yang kelam puluhan tahun silam dari Bianca.Alasannya tentu tak mau dibenci Bianca.Baik kesalahan nya atau pun dosa istri nya.


"Bianca,kamu menguping ya?.Dari kapan kamu disini?".Resah hati Bagaskara takut Bianca menyimak semua yang dibicarakan nya dengan Papa tirinya.


"Liat kakak terkejut,aku yakin kalau kalian sedang membicarakan ku kan?".


Rupanya Bianca tak mendengar topik awal yang dibahasnya dengan Papa Ferdy.Bagaskara menghembus panjang nafasnya.Syukurlah,rahasia besar keluarga nya yang terpendam lama belum terkuak oleh Bianca.


"Bukan begitu Bianca.Kamu diam-diam ada dibelakang ku tanpa bersuara.Menakuti saja.Tidak mungkin kalau aku tidak terkejut kan?".


Bianca mendelik Bagaskara yang mencibirnya."Yayaya.Baiklah.Aku minta maaf.Oya kak,ada yang mau ku tanyakan sama kakak".


"Apa itu?".Tak hanya penasaran,Bagaskara merasa tak enak hati yang akan ditanyakan Bianca.


"Soal Mama".


Kian cepat debaran jantung Bagaskara Mama nya akan dijadikan bahan pembicaraan Bianca."Bianca.Tunggu kakak di kamar ku.Kakak antar Papa dulu ke kamarnya".


"Ok.Tapi kakak jangan kabur sebelum kita bicara".


Astaga.Apa-apaan Bianca ini?.Sejak kapan la menjadi pecundang yang lari dari pembicaraan?.Tidak mungkin la kabur cuma gara-gara hal sepele.


"Biancaaa!!!".


"Ok,ok.Aku pergi".


Kepala Bagaskara geleng-geleng melihat Bianca lari terbirit-birit ke dalam rumah setelah diteriaki dan dipelototi nya.Bianca selalu saja harus dikasari dulu baru mengerti.


Bagaskara mengantar kembali Papa tirinya ke kamar,dan memindahkan Ferdy dari kursi roda ke kasur.


"Bagas,apa kamu berdebat lagi dengan Mama mu?".


Perdebatan dengan Mama nya seolah menjadi topik menarik dirumahnya.Seakan-akan tak ada topik lain saja.Jengah Bagaskara masalah la dan Mama nya di tanyakan Ferdy.


"Papa istirahat lah!.Jangan pikirkan soal aku dan Mama".Bagaskara menyelimuti tubuh Ferdy yang lemah dan tak berdaya.


"Maafkan Papa nak.Kamu mau kan memaafkan Papa?".


Sebesar apapun kesalahan Papa tirinya,Bagaskara sudah memaafkan sejak lama.Kasih sayang yang diberikan Papa tirinya sudah dapat menebus semua kesalahan Papa tirinya itu.Sejak kecil la tak kekurangan apapun.Ferdy selalu mencukupi semua kebutuhan hidupnya,bahkan lebih dari cukup.


Lagipula pengkhianat sekaligus penghancur dalam rumah tangga orang tua kandung nya yaitu Mama nya sendiri.Sudah sepatutnya Mama nya lah yang harus disalahkan dan menanggung segala konsekuensinya.Bukannya Ferdy.


"Tidurlah Pa!.Aku akan kembali nanti".


Bagaskara keluar dari kamar Papa tirinya dan menemui Bianca yang sedang menunggu nya di dalam kamarnya yang kedap suara dengan pikiran berbelit.


Apa nanti yang akan la katakan jika Bianca bertanya,"kenapa selalu bertengkar dan membuat Mama menangis?".Haruskah la menjawab pertanyaan Bianca yang itu-itu saja dengan jawaban yang sama pula?.


__ADS_1


Siang hari tak banyak yang bisa dilakukan Hanna dikamar nya selain menanti matahari terbenam dan bulan terbit.Teman sejatinya yang setia dan selalu ada menemani nya hanya telpon genggam nya,televisi,Sarah dan Nella.Itu pun jika Sarah dan Nella tak sibuk.


"Aku bosan.Kerja ku cuma nonton,rebahan dan makan.Jam segini Sarah dan kak Nella pasti tidur siang".


Seraut wajah tampan yang tadi malam menjadi teman mengobrol Hanna di night club,hadir menyapa pikiran Hanna.Sepenggal kenangan manis semalam bersama Rayn,menggelitik hati Hanna.


"Rayn,kamu sangat tampan dan baik pada ku.Apa kamu menyukai ku?".Hanna mengajak bicara gulingnya.Ia berhalusinasi jika guling nya itu adalah Rayn.


"Ayo jawab!.Kenapa diam saja?.Kamu dengar aku kan Rayn?".Benda mati itu tak menjawab pertanyaan nya yang konyol,Hanna membanting dan memukuli guling yang dianggapnya sebagai Rayn.


Konyol,payah,norak.Jin betina apa yang merasuki nya sampai menggila dan berdelusi seperti itu?.


Hanna malu sendiri sampai mengacak rambut panjang nya yang digelung."Ahhh,bisa-bisa nya aku kepikiran Rayn siang-siang begini.Seperti nya aku butuh healing untuk mencuci mata dan otak ku yang kotor".


Beranjak dari tempat tidur,Hanna keluar dari kamar penuh imajinasi yang membuat nya setengah gila.Hari yang cerah ini sayang jika dilewatkan cuma diam saja tanpa melakukan sesuatu yang lebih baik.


Hanna jalan-jalan menyusuri lorong yang menjurus ke hotel Royal Palace.Hanna membuka pintu yang menjadi akses ke taman dibelakang hotel.


Banyaknya bunga dan tanaman indah dari berbagai macam jenis dan warna yang tumbuh di taman itu memukau mata Hanna."Wahhh.Aku baru tau kalau ada taman seindah ini disini".


Mata Hanna tak berkedip menatap taman dibelakang hotel bertingkat dan mewah yang menjulang tinggi didepannya."Dihotel semewah ini,aku cuma dipekerjakan sebagai pelayan di klab malam".


Sejauh mata memandang,hanya kehampaan,bingung dan heran yang Hanna rasakan.Bermimpi menjadi model tetapi berakhir menjadi seorang wanita penghibur yang beralih profesi menjadi pelayan.


"Gak adakah yang bisa memungut ku menjadi pegawai hotel ini?".Hanna melampiaskan kekesalannya dengan menendang kerikil kecil yang jatuhnya mendarat di kepala seseorang.


"Howzattt.I can't believe that.Siapa yang berani melempar kepala gue?".


"Lo!.Gadis yang semalam nolak gue kan?".


Perasaan semalam Hanna tak memimpikan sesuatu yang buruk,tetapi kenapa bisa berjumpa lagi dengan lelaki yang mencoba mencumbunya tadi malam di night club?.Apes benar.Mau cuci mata malah makin ternodai.


"Kamu,cowok yang ngakunya anak petinggi itu kan?".Hanna menunjuk muka lelaki arogan dan sombongnya minta ampun.


"Memang benar gue anak pejabat.Lo gak percaya?".


Astaga.Hanna melongo tak percaya.Mata nya masih normal dan tidak buta atau pun rabun.Ia bisa membedakan mana yang pantas menjadi anak petinggi,dan mana yang dari kalangan biasa.


"Gondrong dan urakan begini bilang anak pejabat.Mana mungkin aku percaya".Hanna mencibir lelaki yang penampilannya lebih mirip rocker ketimbang anak pejabat.


"Tadi malam Lo udah berani nolak gue,dan sekarang Lo hina gue.Lo pikir gue bakal lepasin Lo gitu aja heuh?".


"Heyyy,mau apa kamu?.Lepaskan aku!".Hanna memukuli tangan lelaki yang melingkar di pinggang nya.


"Jangan teriak kalo Lo mau selamat".


Tak hanya memeluk Hanna,lelaki itu pun mau mencium bibirnya.Hanna memalingkan muka menghindari ciuman lelaki itu."Tolong!.Jangan lakukan itu!".


Lelaki itu tak jadi mencium nya,Hanna menghela lega.


"Kali ini gue biarkan Lo lolos.Kalo Lo berani nolak gue lagi di klab nanti.Bukan cuma Lo yang gue lukai.Mahkota Lo yang paling berharga akan gue curi".

__ADS_1


Maksud ucapan lelaki itu sama sekali tak Hanna mengerti.Hanna menyimak saja tanpa berani melakukan perlawanan ataupun berontak.


"Gue Nino.Ingat nama gue itu baik-baik.Mulai malam ini,Lo jangan berani acuhkan gue lagi,dan jauhi cowok belagu itu!.Mengerti?".


"liiya".


"Berjanjilah!".


"A a a aku janji".Terpaksa Hanna mengiyakan permintaan lelaki yang menyebutkan namanya Nino itu.


"Gadis cantik yang pintar.".


Hanna menepis tangan Nino yang membelai pipinya.


"Sampai jumpa nanti malam,sayang".


Lega perasaan Hanna dengan kepergian lelaki bertampang keren tetapi agak abstrak dan absurd.


"Apa sebenarnya maksud lelaki itu.Apa mahkota ku paling berharga yang mau dicurinya?.Mahkota apaan?.Aku bukan putri keraton atau pun anak konglomerat".


Sudah memutar otak ribuan kali,Hanna masih tak mengerti maksud Nino.Ada-ada saja Nino ini.Jangankan mahkota berharga,emas se gram uang pun Hanna tak punya.


Hanna kembali ke kamar Mess nya sambil memikirkan ucapan Nino yang mencoba mencuri ciuman pertama nya itu.


"Sudah sombong,arogan,mesum pula".Nino membuat Hanna bergidik ngeri.


Bagaimana nanti la bisa tahan di dekat lelaki yang kurang ajar dan brengsek seperti si Nino itu.Rayn yang tampannya melebihi Nino saja tak begitu amat.Sikap Rayn malah kebalikan dari Nino.



Diam dan membisunya Bagaskara,lama-lama Bianca jengah juga.Ditanya tetapi tak menjawab.Bagaskara malah duduk merenung saja.


"Kakak tau?.Aku bosan kak.Ini terakhir kalinya aku bertanya soal ini.Ayo jawab!.Kenapa kakak suka membuat Mama sedih dan menangis?.Apa sebenarnya yang kalian sembunyikan dari ku?.Kakak jangan diam saja!".


"Bianca,masalah ku dengan Mama cuma soal salah paham saja dan berbeda pendapat.Mama mau aku menuruti kemauan nya,tapi aku membangkang".


Itu bukan rahasia lagi.Bianca juga tau jika kakaknya seorang pembangkang.Terbukti dari cara kakaknya pindah rumah dan tinggal di apartemen.


"Kalau soal itu aku juga tau kak.Kakak memang pangeran tampan yang cerdas tapi pembangkang,sedangkan aku tuan putri cantik yang cerewet tapi penurut.Tapi kurasa bukan cuma itu alasannya".


"Bianca,kakak janji akan memberi tau mu yang sebenarnya.Tapi tidak sekarang,sayang.Alangkah baiknya kalau kamu tidak tau saja alasan yang sebenarnya.Itu lebih baik daripada kamu merasakan yang kakak rasakan".


Bianca menatap tajam Bagaskara.Perasaan heran,bingung,penasaran sekaligus berbaur menjadi satu dihatinya."Sepertinya dirumah ini cuma aku saja yang tidak tau apa-apa,alasan kakak dan Mama berseteru".


Bianca merasa dianggap seperti orang asing oleh keluarganya sendiri.Kemelut dalam keluarganya sama sekali tak la tau.Kenapa harus disembunyikan dari nya?.Ia anggota keluarga dirumahnya dan sudah dewasa.la berhak tau yang terjadi dirumahnya itu.Bukankah ini tidak adil?.


"Bianca.Maaf!.Kakak harus pergi.Kita bahas soal ini lain kali,ok?!.Sampai jumpa.Love you dear".


Bianca hanya terpejam saat Bagaskara mengecup kening nya,dan memandangi kakaknya berlalu pergi meninggalkan nya sendiri yang termenung ditepi kasur.


"Lihatlah.Lagi-lagi kakak mengelak.Aku seperti orang terbodoh saja didunia ini.Tapi aku gak akan tinggal diam.Aku harus cari tau yang dirahasiakan Papa,Mama dan kakak dari ku".

__ADS_1


Rahasia yang disembunyikan keluarganya harus Bianca cari tau bagaimana pun cara nya.Jika tidak,la takkan pernah tau apa-apa.Sepahit apapun rahasia itu,Bianca siap menerima nya.


__ADS_2