
"Bro,liat tuhhh!.Cewek klab yang elo sukai itu rupanya ada disini bersama Boss nya".
Begitu keluar dari elevator,mata Rayn terarah pada seorang gadis yang berjalan berdampingan bersama lelaki seperti sepasang sejoli saling mencinta,yang ditunjuk Arya.Tak disangka Rayn akan melihat Hanna dan Bagaskara kembali di mall.
"Sialan!.Apa yang dilakukan perjaka tua itu sampai Hanna bisa sesenang itu".Mengepal tangan Rayn melihat Hanna saling melempar senyum dengan Bagaskara yang membawa banyak sekali baper bag ketika keluar dari sebuah butik.
"Ck,ck,ck.Elo kalah saing bro.Owner Starlight itu gak selevel dengan elo.Gue dengar,penghasilan lelaki itu dalam sebulan bisa mencapai milyaran dari bisnis klab nya dan saham hotel".
Bara api yang membakar hati Rayn seakan terasa kian berkobar dan membara lantaran terbakar cemburu ketika mendengar ucapan Adrian."Gue gak minta pendapat elo.Lagipula gue gak peduli soal perjaka tua itu.Yang gue pedulikan dan pikirkan cuma Hanna saja".
"Gawat!,gawat!,gawat!.Hati-hati bro!.Elo udah kena virus yang sampai sekarang gak ada obat penawarnya tuh".
Adrian memang paling asal kalau bicara.Terkadang Rayn suka jengkel dengan mulut Adrian yang asal bunyi,tanpa disaring dulu dan tak melihat sikon.Tidak taukah jika saat ini hatinya sedang tidak baik-baik saja?.
"Sekali lagi elo bicara,gue eliminasi elo dari geng ini.Tapi kembalikan dulu uang gue senilai seratus juta yang pernah elo pinjam dari gue sebelum elo cabut".
Gertakan Rayn sukses menakuti Adrian dan membuat nya garuk-garuk kepala."Etdasss.Tega nya elo,Ren".
"Mmppptfhhhh.Hahahahahaaa...".Tawa Arya dan Farhan membahana dan memecah suasana yang terasa menegangkan lantaran tak kuat menahan geli tatkala melihat muka Adrian yang semrawut.
.....
Bagaskara POV.
Uang senilai ratusan juta dalam sehari ku gelontorkan demi Hanna.Aku menertawakan diri ku sendiri.Tak sangka aku akan sebaik,sepeduli dan seperhatian ini pada Hanna.Gadis yang baru ku kenal dan sama sekali bukan saudara,teman,kerabat ataupun kekasih ku.
Sukar ku percaya.Tanpa berpikir panjang aku membelikan selusin pakaian di butik dari brand terkenal di Indonesia yang Hanna pilih dan Hanna sukai.Tidak habis pikir kenapa aku rela melakukan sesuatu yang tidak pernah satu kali pun ku lakukan seumur hidupku pada wanita lain?.Rela menghamburkan uang ku demi gadis yang belum tentu menyukai ku.
Belasan paper bag berisikan pakaian Hanna ku simpan di bagasi mobil ku.Aku kembali ke tempat dimana Hanna menunggu ku untuk melakukan sesuatu yang ingin sekali ku lakukan.Menonton film bergenre horor di bioskop 'NineTeen+' yang ada didalam mall bersama Hanna telah menggelitik hati ku.
Papa Ferdy pernah mengatakan,'Menonton film yang menakutkkan akan membuat pasangan kencan menempel seperti perangko'.Entah itu benar atau hanya mengada-ada?,akan ku buktikan hari ini.
"Ayo masuk Hanna!.Filmnya akan segera dimulai".Dua tiket masuk teater yang ku beli di loket sudah berpindah tangan ke penjaga teater.
Aku dan Hanna masuk teater dan memilih tempat duduk dibarisan paling depan.Rasanya menyenangkan sekaligus menegangkan.Begitu film diputar,suasana kian terasa tegang.Ketika ditengah adegan,makhluk astral bermuculan yang seketika membuat keringat ku bercucuran.Tangan ku bahkan berpegangan pada lengan kursi saking tegangnya.Sedangkan Hanna malah terlihat santai dan menikmati filmnya sambil memakan popcorn.
__ADS_1
Dasar payah.Aku kalah oleh seorang gadis muda seperti Hanna yang sama sekali tidak merasa takut menonton film horor.Seharusnya Hanna yang ketakutan lalu memeluk ku.Itu yang ku harapkan terjadi.Tapi sebaliknya malah aku yang ketakutan setengah mati.
"Kenapa Boss?.Apa Boss mau buang air besar?.Jangan ditahan Boss!.Nanti sembelit lho".
Raut wajah ku yang tegang dan pucat membuat Hanna berspekulasi jika aku sedang menahan panggilan alam.Ada-ada saja Hanna ini.Sungguh lucu ucapan Hanna yang membuat ku tersipu dan mengulum senyum.
"Tidak!.Aku,aku,cuma...".Tidak mungkin aku mengatakan jika aku takut dengan film horor yang ku tonton pada Hanna.
"Jika Boss takut,aku akan menemani Boss ke toilet?".
Hahah!.Yang benar saja.Turun citra ku sebagai lelaki sejati jika sampai di temani Hanna ke toilet.
"Tidak!.Aku sendiri saja.Kamu tunggu disini!.Jangan pergi kemanapun sebelum aku kembali kemari".Sebenarnya aku malas pergi ke toilet dan meninggalkan Hanna seorang diri di teater.
Tapi kulakukan demi menjaga citra ku didepan gadis yang ku taksir ini.Aku membasuh muka ku yang lengket oleh keringat.Aku tidak boleh terlihat takut dan tegang dimata Hanna.Menyedihkan jika sampai Hanna tau aku ketakutan oleh sosok mahkluk halus di dalam film itu yang hanya rekayasa sang sutradara.
.....
"Ayo makan!.Cacing diperut gue udah pada demo nih".Rayn menagih janji Adrian yang mau mentraktir nya makan.
"Oke deh.Yok kita makan!".Adrian memimpin geng dengan berjalan paling depan menuju restoran mahal yang menjadi langganan Rayn.
"Mas!.Tolong dicatat!.Aku pesan ini,ini dan ini".Semaunya sendiri Adrian memesan makanan dan minuman untuk nya,Rayn,Arya dan Farhan.
Adrian tak mengijinkan temannya memilih atau memesan menu yang sesuai selera masing-masing.Sejurus kemudian,menu yang dipesan dibawa pelayan restoran.
Makanan dan minuman yang tersaji di meja dan yang dipesan Adrian membuat kening Rayn mengerut."Elo bilang mau traktir gue makanan kesukaan gue sepuasnya!.Mana janji elo,Dri?".
Janjinya ditagih Rayn,Adrian cuma cengar-cengir kuda."Lain kali ya bro.Cuan gue sisa tujuh lembar noh!".Adrian menunjukkan uang nya yang pas-pasan dompet nya pada Rayn.Uang itu hanya cukup untuk dibelikan menu yang paling murah di restoran itu."Tapi kalo ada yang ikhlas bayarin,gue bakal sangat berterima kasih".
Diam-diam Arya mengambil dompetnya dan menyembunyikan kartu debit nya di saku celananya begitu menangkap gelagat tak baik dari Adrian."Yahhh,atm gue kayak nya ketinggalan di rumah deh.Uang kes gue juga sisa segini.Tuh liat!".Uang kertas warna hijau yang terselip di dompetnya,Arya tunjukkan ke muka Adrian lantaran uang tunai nya dibelikan action figur salah satu tokoh superhero idolanya yang bisa mengeluarkan jaring laba-laba dari tangan nya.
Perlu dijelaskan mengapa Arya menyembunyikan kartu debit nya?.Bukan Arya pelit dan tidak setia kawan.Pasalnya Adrian banyak berhutang ke semua anggota se geng nya,tetapi suka acuh dan lupa untuk membayar.Adrian punya moto sendiri yang katanya,'Dalam persahabatan dan selaku kawan sejati,tidak ada istilah hutang piutang'.Padahal hutang tetaplah hutang yang harus dibayar meskipun hanya satu sen.
Farhan membolak-balikkan dompet nya yang isinya tinggal selembar uang kertas warna biru lantaran habis berbelanja sepatu dan membeli koin games di zona permainan."Waduhhh.Duit gue pada kemana ya?.Mana kartu kredit gue limitnya habis lagi".
__ADS_1
"Kalian tega nian sama gue.Gak solider sebagai besti gue".Muka Adrian langsung ditekuk mendengar berbagai macam alasan yang dilontarkan Farhan dan Arya.
Sementara Rayn cuek saja melahap makanan yang sudah dipesan Adrian.Rayn sama sekali tidak peduli dan tak mau berkomentar.Rayn pura-pura tak mendengar yang dikatakan Adrian.
Adrian harus menyelesaikan urusan tagihan restoran yang cukup besar dan menguras isi dompet itu sendirian.Konsekuensi itu harus diterima Adrian jika sudah berjanji.Janji itu harus ditepati bagaimana pun cara nya dan bukan diingkari.
Apalagi pikiran Rayn masih dibayangi Hanna yang begitu intim dengan Bagaskara.Terlihat seperti pasangan kekasih yang serasi,selaras dan seimbang.Hanna cantik dan Bagaskara tampan.Benar-benar bisa membuat siapapun akan iri ketika melihat keserasian Hanna dan Bagaskara.
.....
Bianca mengantar Renata ke kamar Bagaskara yang pintunya tak pernah dikunci begitu tiba di rumah.Kamar Bagas cukup luas tetapi tak seluas kamar Bianca.Namun dilengkapi peredam suara sehingga kedap suara.
"Nyokap dan bokap gue membolehkan elo tidur di kamar kak Bagas.Itu artinya mereka sayang elo dan udah anggap elo bagian dari keluarga ini".Sudah lama berteman tak ayal Bianca sekeluarga tak segan lagi pada Renata.
Renata yang kelelahan dan mengantuk setelah melewati perjalanan yang sangat jauh dan panjang,rebahan di kasur empuk dan luas milik Bagaskara."Lalu kemana kakak elo?.Gimana pun gue harus dapat ijin nya juga.Kalo dia gak suka kamarnya gue tempati,gimana?".
"Kak Bagas udah lama gak tidur di rumah.Kamar ini selalu kosong sejak kak Bagas tinggal di apartemen".Masih menjadi tanda tanya besar dibenak Bianca dengan kepergian kakaknya dari rumah dan menetap di apartemen.
"Tapi alangkah baiknya kalo gue tidur di kamar tamu,Bi".Sebagai tamu,Renata merasa tak enak hati jika harus menempati kamar kakaknya Bianca.
"Kamar tamu AC nya rusak dan pemanas air nya gak berfungsi.Masih dalam perbaikan tukang servis".Masalah fasilitas di kamar tamu yang belum juga diselesaikan pihak terkait dari perusahaan yang melayani perbaikan barang elektronik dan semacamnya,memaksa Bianca menempatkan Renata di kamar kakaknya.
"Gimana kalo gue tidur bareng elo".
Kepala Bianca langsung menggeleng menolak permintaan Renata."Gak bisa!,Ren.Gue gak mau terganggu sama suara dengkuran elo yang bisa menakuti tikus-tikus di rumah ini".
Sindiran pedas Bianca membuat Renata refleks melempari Bianca dengan bantal."Sialan lo Bi.Semena-mena lo sama gue.Padahal gue kangen tidur bareng elo".
"Am so sorry Ren.Big No!.Waktu gue bermalam di rumah elo saat perpisahan sekolah,itu adalah malam terakhir gue tidur bareng elo".Masih terbayang Bianca dengkuran menyeramkan Renata ketika terakhir kali bermalam di rumah Renata.
"Up to you lah Bi.Asalkan gue bisa tidur nyenyak dan memimpikan Rayn malam ini.Muachhh!,muachhh!".
"Ish,ish,ish.Mulai lagi dehhh!".
Kegilaan Renata kumat lagi,Bianca minggat dari kamar kakaknya dan meninggalkan Renata yang sibuk memeluk dan menciumi guling tidur milik Bagaskara yang seolah-olah adalah Rayn.
__ADS_1