Love In A Sparkling World

Love In A Sparkling World
Part 28.Ambisi akan harta dan tahta


__ADS_3

.....


Setiap hari Nino selalu dibayang-bayangi wajah Hanna setelah bertemu di klab malam.Entah sejak kapan Nino telah jatuh cinta pada Hanna?,tetapi yang pasti perasaannya itu nyata dan bukan cuma hasrat sesaat.


Akan tetapi ada yang membuat Nino kesal setiap kali datang ke klab.Nino melihat Hanna semakin dekat saja dengan Bagaskara.Gestur perhatian Bagaskara mudah sekali ditebak yang berarti sangat menyukai Hanna.Gelagat Rayn pun begitu jelas menunjukkan ketertarikan pada Hanna dan ikut berperan menjadi saingan terberat nya sekarang.


Perasaan cinta dan kesal itu mendorong Nino mengutarakan niat pertama nya pada Papa nya Fatir,untuk merebut hak waris harta om nya,Ferdy yang jatuh ke Bagaskara,rivalnya berlevel paling tinggi.


"Papa jangan diam saja.Papa harus bicara lagi dengan om Ferdy untuk mengalihkan hak warisnya pada ku,Pa.".Ikatan darah lebih kental dari air,dan itu membuat Nino berambisi merebut harta warisan Ferdy dari Bagaskara yang statusnya hanya anak tiri om nya.


"Papa sedang mencari cara agar om mu mencabut hak waris nya dari anak itu,Nino.Tapi apa yang membuat mu begitu bersemangat membahas soal ini lagi?".Fatir yang tak setuju dan menentang keras keputusan adiknya,Ferdy,karna telah memberikan separuh harta kekayaan nya pada Bagaskara,menatap putra bungsu nya,Nino yang terlihat gelisah,tak tenang dan tak bisa diam sejak masuk ke ruang kerja pribadi nya.


"Karna aku satu-satunya anak laki-laki dari keluarga besar kita Pa.Jadi,akulah yang seharusnya menjadi pewaris harta Om Ferdy,dan bukan anak wanita penjilat itu".Kerjaan Nino yang tidak jelas dan bisanya cuma bersenang-senang di klab malam milik pamannya,yang kini berpindah tangan menjadi hak milik Bagaskara,tentu sangat mengharapkan menjadi pewaris kedua kekayaan pamannya yang didapat dari saham di hotel dan klab malam.


Nino ingin sekali menjadi salah satu laki-laki terkaya di Indonesia dan punya banyak harta tetapi tanpa harus bekerja keras.Nino bosan harus menengadahkan tangan terus atau meminta uang pada Papa nya yang cuma mengandalkan gaji sebagai pejabat pemerintah saja dan tak memiliki usaha lain lagi.


Apalagi Nino adalah cucu laki-laki satu-satunya dari seluruh keluarga besar nya yang kebanyakan dikaruniai cucu perempuan.


"Baiklah,papa mengerti.Kalau begitu papa akan bicara dengan om mu nanti.Tapi jangan bahas soal ini pada siapa pun,ok?".


"Ok Pa Tapi alangkah baiknya kalau si Bagas itu lenyap dari muka bumi ini".Nino begitu ingin menyingkirkan Bagaskara yang menjadi penghambat utama jalannya dalam perebutan kekuasaan dan separuh kekayaan Om nya.


Kematian Bagaskara satu-satunya jalan yang terbaik.Dengan begitu separuh harta warisan Ferdy akan jatuh ke tangan nya.


"Papa akan cari ide bagus nanti,cara untuk menyingkirkan anak itu,tanpa meninggalkan jejak sedikit pun".Memiliki ikatan darah yang kuat dengan Ferdy,tetapi Fatir merasa diasingkan oleh kakak tertuanya itu dan bahkan tak diberi harta warisan oleh Ferdy sepeser pun.


Seharusnya la atau keturunannya yang sah yang menjadi pewaris.Tetapi Ferdy malah mewariskan separuh kekayaannya pada Bagaskara yang bukan darah daging Ferdy sendiri.


.....


Cinta yang tak pernah terbalaskan begitu menyakiti perasaan Renata.Sosok Rayn seakan menjadi pemilik tetap hati Renata.Barang sedetik pun Renata tak bisa melupakan Rayn.


Bianca sampai bingung mencari cara untuk menyadarkan sahabatnya yang begitu tergila-gila pada Rayn.Seolah lelaki di jagat raya ini cuma tersisa Rayn seorang.


"Dari eksperesi elo,udah bisa gue tebak kalo elo ditolak cowok itu lagi kan?".Sejak Renata datang ke rumah nya sepulang dari kantor Rayn,Renata terus mengurung diri di kamar Bagaskara yang ditempati Renata untuk sementara.

__ADS_1


Bahkan sepiring menu makan siang yang dibawa nya tadi,sedikit pun tak disentuh Renata.Masih tetap utuh dan menjadi pajangan penghias meja nakas saja.


Sahabat nya yang kelewat bucin dan kasmaran itu malah tiduran saja diatas kasur dengan posisi tengkurap sambil memandangi bingkai foto.Wajah siapa yang dipandangi Renata di benda pipih itu dengan sebegitu intens nya?,mudah sekali ditebak Bianca.


Jika sudah begini,Bianca kesal sendiri melihat Renata yang semakin menggila karna cinta.Tetapi kasihan juga jika Renata terus di marahi.


Lagi asyik-asyiknya melamunkan Rayn sambil mengagumi wajah tampan nya Rayn,sontak Renata sontak menatap Bianca yang berdiri di ambang pintu."Elo cenayang ya Bi?.Kok tau sih?".


pegal juga berdiri terus sedari tadi diambang pintu kamar saat mengamati Renata,akhirnya Bianca duduk disebelah Renata yang bermuka masam."Pak Mamat makan sayur lodeh dipinggir kali.Selamat deh,patah hati lagi tuk kesekian kali".


Disindir kata-kata pantun yang pedas membuat Renata langsung menyambar bantal dan menimpukkan bantal itu ke kepala Bianca."Apaan sih Bi?.Harusnya elo kasih gue amunisi sebagai pembangkit semangat gue,bukan malah nyinyir kayak netizen gitu".


Bianca cuma ngakak saja kepalanya ditimpuki bantal oleh Renata.Tak apalah kepalanya agak pusing juga,yang penting Renata tidak larut dalam kesedihan dan tak meratapi Rayn terus.


"Bi,liat gue?.Apa ada yang salah dalam diri gue?".Sampai detik ini Renata masih tak mengerti,apa yang membuat Rayn tak tertarik pada nya dan tak bisa mencintai nya.


Wajah Renata seketika dipandangi Bianca dengan seksama."Mhhh,,,Ada".


Sontak Renata langsung duduk menghadap Renata dan dengan serius nya menatap Bianca."Coba bilang!,apa kekurangan gue?".


Cinta memang ajaib dan memiliki kekuatan yang luar biasa.Membuat Renata menjadi budak cinta nya Rayn.Tetapi anehnya kekuatan cinta itu tak bisa membuat nya bucin terhadap lelaki yang tak pernah gentar mengejar nya sampai mencapai garis finish untuk memenangkan hadiah cintanya.


Sebaliknya,malah lelaki itu yang bersikap posesif dan bucin terhadap nya.Bukan senang atau bahagia,Bianca malah merasa ada di titik jenuh dan bosan dalam menghadapi sikap lelaki yang sudah lama resmi menjadi kekasih nya itu.


Kini Bianca malah ingin menyendiri,tanpa harus ada yang mengekang kebebasan nya,ataupun mengatur hidup nya.Lebih nyaman hidup bebas tanpa ikatan cinta yang posesif seperti kekasih nya yang selalu menuntut nya untuk menurut dan mengikuti kemauan kekasihnya itu.


"Bucin itu tuntutan hati gue,Bi.Dan ngejar Rayn udah jadi hobi gue.Elo mana bisa ngertiin posisi gue?.Secara elo yang dikejar,dan bukan elo yang ngejar".Renata begitu mengharap bisa berada di posisi Bianca.Seandainya Rayn yang berjuang,mengejar dan mencintai nya.Bukan malah kebalikannya.


Soal lelaki yang selalu mengejar nya memang benar adanya dan tak mungkin disangkal Bianca.Dengan bangga nya Bianca menepuk dadanya sendiri."Itulah gue Re.Anggap diri elo bagai seorang tuan putri yang harus dihormati,dikagumi dan dicintai.Kemana pun elo melangkah,biarkan kaum Adam yang memuja elo,dan loyal terhadap elo.Ngerti?!".


"Ngomong mah gampang.Tapi praktek nya yang susah,Bi".Pernah Renata mencoba mempertahankan harga dirinya dengan berhenti mengejar Rayn dan berusaha menghapus Rayn dari ingatan nya,akan tetapi menyerah duluan sebelum mencapai titik keberhasilan."Gak semudah menjentikkan jari kali,Bi.Emang salah kalo gue mencintai seseorang?".


"Mencintai itu memang gak salah Re.Tapi cowo yang elo cinta itu bukan orang yang tepat buat elo".Bianca tak pernah menyalahkan Renata,cinta atau siapa yang Renata cintai.Bianca akan mendukung Renata untuk mencintai siapa pun asalkan lelaki itu bukan Rayn yang dingin,acuh,sok keren dan sok tampan.


Ya meskipun sebenarnya Rayn memang sangatlah keren dan tampan jika dilihat dari foto yang ada didalam bingkai,yang Renata pegang sekarang.

__ADS_1


Tak hanya mengabaikan perasaan Renata,lelaki seperti Rayn bisanya cuma mematahkan hati Renata,dan tak pernah memberi Renata kesempatan untuk menjadi kekasih nya walau sebentar saja.Bukankah lama-lama cinta akan datang seiring dengan terus bergulirnya waktu?.


"Cinta yang gue rasakan ini memang menyakiti hati gue Bi.Tapi gue bisa apa kalo gue gak bisa move on dari Rayn,dan gak bisa lupain dia,Bi?".Renata menangis,Bianca memeluknya dengan penuh luapan emosi dihatinya.


Bianca merasa marah dan ingin memberi Rayn pelajaran.Bianca takkan memaafkan Rayn yang sering mengecewakan Renata dan membuat nya selalu bersedih.


Selekat mungkin Bianca menatap Renata yang berlinang air mata."Dengar ya Re!.Poin utama dalam mencintai adalah tanpa pamrih.Elo jangan! paksa Rayn buat balik mencintai elo,dan berhenti mencintai seseorang yang gak bisa mencintai elo.Lupakan Rayn dan hapus dia dari ingatan elo.Cari! pengganti Rayn yang bisa mencintai elo dengan tulus".


Penolakan Renata atas saran yang diberikan Bianca ditunjukkan dengan gelengan kepala."Gak semudah itu Bi.Selain Rayn,gak ada yang bisa buat gue jatuh cinta,Bi".


Sahabatnya masih saja tak mau mengubah sudut pandang nya,Bianca mendengus kesal."Say! to me Re?.Apa cuma Rayn aja cowo dijagat raya ini?".


Siapa tau Renata hilang ingatan atau lupa dengan keberadaan makhluk berwajah tampan di dunia ini yang jumlahnya lebih banyak dari perempuan.


"Jelas engga lah Bi".Renata tak mau munafik dan tak mungkin menyangkal penghuni bumi yang sebagian besarnya adalah berjenis kelamin laki-laki.


Nafas lega Bianca hembuskan.Akhirnya Renata sadar juga dari amnesia dadakan nya"Ok.That's means,elo masih waras Re".


Renata tak percaya dengan yang Bianca katakan.Bisa-bisanya Bianca menyebutnya 'masih waras'."Biancaaa!!!.Apa elo pikir selama ini gue gila haaa???."Awas ya!".Renata yang tak terima diledeki,menggelitiki pinggang Bianca.


"Ahahahahaaa....".Tak tahan menahan geli,Bianca rebahan diatas kasur pegasnya Bagaskara dan ketawa terpingkal-pingkal digelitiki Renata tiada henti."Stop! Re.Geli tau".


"Gue gila kan seperti yang elo bilang Bi?.Rasain nih!".Makin Bianca berontak,Renata kian gemas dan geregetan lagi.


Tubuh Bianca yang tak bisa diam,Renata bungkus dengan selimut dan digulung kemudian diduduki sambil jingkrak-jingkrak.


"Ampun Re! ampun!....".Bianca yang tak bisa bergerak sedikit pun meronta-ronta dikerjai habis-habisan oleh Renata yang malah tertawa kegirangan.


Mati daya nya jika sudah begini.Bianca yang nafasnya pengap lantaran diduduki Renata,kaki nya menendangi ****** Renata.Tak ayal Renata pun jatuh tersungkur di lantai dengan posisi kepala dibawah dan kaki diatas kasur.


.....


Bagaskara tak pernah membatasi jumlah pengunjung di klab malam miliknya.Pintu klab nya selalu terbuka lebar bagi siapa saja.Begitu pun untuk Rayn,masih diperbolehkan masuk oleh penjaga klab,tentu atas perintahnya.


Kapan pun Rayn boleh keluar masuk klab,selama bisa menjaga sikapnya.Asalkan tak menganggu atau mendekati Hanna.Bagaskara memerintahkan anak buahnya serta seluruh pegawai yang bekerja dengan nya untuk mengawasi dan memerhatikan gerak-gerik Rayn atau Hanna.Mereka harus langsung melapor jika Rayn tak menjaga jarak dari Hanna atau sebaliknya.

__ADS_1


Sayangnya,Rayn yang dalam pengawasan Bagaskara tak menyadari hal itu.Rayn mendatangi Hanna yang sibuk membereskan gelas bekas tamu klab,dan membersikan meja yang kotor.


__ADS_2