
.....
"Hahhh,dimana aku?".Terperanjat aku ketika bangun tau-tau sudah berada dikamar yang bernuansa monokrom dan maskulin.Tampak klasik tapi mewah dan berkelas.
"Kamar siapa ini?.Gimana aku bisa ada disini?.Siapa yang bawa aku kemari?".
Sama sekali aku tidak ingat bagaimana aku bisa ada kamar ini.Aku cuma ingat saat pamitan pada Boss setelah selesai bersih-bersih tiba-tiba badan ku terasa lemas,kepala ku pusing dan...
"Ah iya,tadi aku pingsan.Pasti Boss yang menggendong ku kemari".Ku gigit kuku jari ku saat ingat hal itu.
Aku tau sekarang bagaimana aku bisa ada di kamar ini.Pingsan ternyata membuat ku hilang ingatan untuk sesaat.
Menengok ke sebelah kanan,aku sangat terkejut saat melihat Boss tertidur pulas di sofa.Ahhh,ternyata benar yang membawa ku kemari pasti Boss,dan ini pasti kamar nya Boss.
Diatas nakas kulihat ada wadah berisi air dan kain yang mirip seperti kompresan.Aku yakin pasti Boss yang mengompres ku saat aku demam.
Dari kemarin malam,aku memang sudah merasakan sakit.Tapi aku memaksakan diri untuk tetap bekerja.Aku tidak mau terlihat rapuh dan lemah didepan Boss dan temanku.Ku sembunyikan rasa sakit ku dari dari mereka.Aku tidak mau merepotkan teman ku dan membuat Boss cemas jika tau aku sakit.
"Ya Allah.Bagaimana ini?".Aku malu sudah merepotkan Boss.
Boss telah merawat ku saat aku sakit.Boss pasti lelah sewaktu merawat ku sampai dia ketiduran di sofa dengan kaki menjuntai ke bawah.Tubuh jangkung Boss tidak muat di sofa yang ukuran nya lebih pendek dari tinggi badan nya Boss.
"Boss tidur di sofa karna aku.Boss pasti tidak nyaman tidur disana".Pelan-pelan aku turun dari ranjang.
Ku dekati Boss sambil bawa selimut.Ku selimuti Boss yang sedang terlelap di sofa.Tadinya aku berniat membangunkan Boss biar pindah tidur nya di kasur,tapi aku tidak tega saat melihat Boss tidur nyenyaaak sekali.
Diam-diam ku perhatikan wajah Boss yang sedang tidur pulas."Boss lucu dan menggemaskan kalo lagi tidur".
Entah kenapa aku suka sekali melihat aura Boss saat ini.Kalem dan tenang.Boss selalu tampak menyeramkan saat terjaga.Seperti boneka Chucky.Dingin dan jarang sekali tersenyum.
"Oh tampannya kamu Boss".Aku baru menyadari sekarang jika Boss sangatlah tampan.
Ketampanan Boss mengalahkan ketampanan lelaki yang pernah ku lihat di klab malam.Setara lah dengan Rayn.Tidak hentinya aku mengagumi sosok sempurna ini yang begitu baik dan perhatian pada ku sejak aku datang kemari.
__ADS_1
Setelah lama ku perhatikan,wajah Boss sekilas mirip sekali dengan Rayn.Ahhh,ingat Rayn aku jadi kecewa.Seandainya yang bersama ku sekarang,dan yang merawat ku saat sakit adalah Rayn.Aku tidak keberatan diberi sakit selama sepekan asalkan bisa bersama Rayn.
"Apa kamu menyukai ku Hanna?".
"Aaaaa...!!!".Terjungkal tubuh ku ke lantai saking kagetnya ketika Boss tiba-tiba bersuara dengan mata tetap terpejam.
Kupikir Boss masih tidur.Ahhh,Boss ini membuat ku malu saja.Pipi ku terasa hangat seperti diterpa terik sinar matahari.
"Maaf Boss!".Gegas aku bangkit dan berniat pergi menjauhi Boss.
Eh baru juga mau melangkah,tiba-tiba tubuh ku sulit digerakkan.Duhhh,ternyata baju ku ditarik Boss dari belakang.
"Jangan pergi Hanna!".Boss menarik tubuhku kearahnya.
Membelalak mata ku saat aku duduk sudah ada diatas pangkuan Boss.Bunyi detak jantung ku mengeras saat tangan Boss melingkari pinggang ku.Memeluk ku sangat erat sekali.Membuatku membeku dan membisu.
Begini ya rasanya dipeluk lawan jenis?.Rasanya seperti ada serangga yang menggerayangi tubuhku.Otakku kosong dan tidak bisa berpikir apa-apa.Mau pergi tapi Boss malah mengencangkan pelukan nya.Mengunci tubuh ku hingga aku sulit untuk bergerak.
"Hanna,ijinkan aku mencintaimu dan memberi mu cinta yang baik.Biarkan aku menjaga mu selamanya Hanna".Boss membisikan kata-kata yang seketika membuat ku terkejut.
"A apa Boss?.Ba barusan Boss bilang apa?".Pura-pura aku tidak mendengar bisikan cinta Boss.
Aku ingin memastikan sekali lagi jika yang Boss ucapkan itu apa sungguhan atau cuma mencandai ku saja?.
"Aku sangat mencintai mu Hanna!".Sengaja Boss meninggikan volume suaranya saat menyatakan cintanya yang kedua kali biar bisa ku dengar dengan jelas.
Meremang bulu-bulu halus dikulit tangan dan tengkuk ku mendengarnya.Apalagi ketika Boss menyandarkan kepalanya di punggung ku,terasa lemas tulang kaki ku.Membuatku tidak mampu bicara seolah aku kehabisan kata-kata.Entah aku harus bicara apa?.
Ruang di hati ku terbagi menjadi dua bagian.Sepenggal hatiku mengakui jika begitu menyukai Boss,tapi separuh hati ku mengatakan jika sangat mencintai Rayn.Sulit memilih salah satu diantara Boss dan Rayn.Dua pria ini sama berarti nya dalam hidup ku,dan sama penting nya untuk ku.
"Hanna.Mau kah kamu jadi kekasih ku?".Pertanyaan Boss menyadarkan ku dari kebisuan.
Kedua tangan Boss yang mengunci tubuh ku,ku regangkan."Maaf Boss!".
__ADS_1
Terbebas dari pelukan Boss,sontak aku berdiri."A aku harus pergi.Permisi Boss!".Secepatnya aku pergi dari kamar Boss yang ternyata menyatu dengan ruang kerjanya Boss.
Aku pergi meninggalkan Boss karna aku belum siap menjawab pernyataan cinta Boss.
Masuk kamar aku langsung rebahan di kasur.Kata-kata cinta Boss belum terhapus dalam ingatanku.Bahkan masih terngiang-ngiang di telinga ku."Maafkan aku Boss!.Bukan aku tidak menyukai Boss.Boss lelaki yang baik,perhatian dan tampan,tapi aku tidak bisa menerima cinta Boss".Aku sungguh menyesal tidak membalas cintanya Boss.
Ku cium bau tubuh ku yang kecut dan lengket sekali.Aku belum mandi setelah selesai kerja tadi.Aku malah pingsan dan tidur di kamar private nya Boss.
Kusiram tubuh ku dengan air dingin biar segar.Harusnya aku mandi air hangat sehabis demam tadi.Tapi untungnya sekarang kondisi ku sudah agak mendingan berkat Boss.
"Boss.Aku tidak bisa membalas cinta Boss.Tapi aku akan bekerja sebaik mungkin dan melunasi hutang ku secepatnya pada Boss.
***
"Gitu ya.Ok lah aku ngerti.Aku bakal ajak Hanna jalan ke taman hiburan nanti sore.Tapi kamu dan Rayn harus standby di sana,Hubby".
"Ok baby.Pokoknya kamu dan Hanna jangan sampe gak datang,ok?!".
"Oke Hubby!.See you babay.Muaaah".
Setelah video call an dengan Adrian,Sarah lari ke kamar Hanna.Sarah mau membantu Adrian mengajak Hanna keluar nanti sore atas permintaan Rayn.
"Hanna!.Hanna!".Sarah masuk ke kamar Hanna tanpa permisi atau mengetuk pintu dulu.
Hanna yang tidak berpakaian setelah selesai mandi langsung sembunyi dibalik pintu lemari pakaiannya."Ya Allah kak Saraaahhh!.Ketuk pintu dulu kek!".Hanna melototi Sarah yang main selonong saja.
"Ups sorry!!".Sarah langsung putar badan melihat Hanna telanjang bulat."Maaf Hanna.Gue gak tau kalo elo gak pake baju".Meski sama-sama perempuan tetap saja Sarah risih melihat tubuh Hanna yang tanpa kain penutup.
Lekas Hanna pakai daster yang mudah digunakan untuk menutupi tubuhnya yang tak berpakaian.Mendekati Sarah yang berdiri seperti patung lilin berbentuk manusia.
"Ada apa kak?".Hanna menanyakan maksud dan tujuan Sarah ke kamar nya.
"Sini aku mau ngomong sesuatu yang penting sama elo".Sarah mengajak Hanna duduk di tepi kasur."Begini ya Hanna.Dengerin gue dari awal sampe akhir.Jangan nyela sebelum gue selesai ngomong.Ok?!".
__ADS_1
Meski belum tau apa yang akan Sarah bicarakan,Hanna menanggapi Sarah dengan anggukan.Sarah membisiki Hanna sesuatu yang membuat kepala Hanna manggut-manggut saja.Mengerti apa yang dibicarakan Sarah.