Love In A Sparkling World

Love In A Sparkling World
Part 17.Faktor X.


__ADS_3


Rayn yang tak bisa tidur nyenyak dan terjaga sepulang dari klab,terbaring di sofa semalam suntuk.Pikirannya yang kacau terarah pada ucapan Hanna tadi malam,sedangkan matanya terpaku pada foto mendiang Papa nya yang berwajah hampir serupa dengan Bagaskara.Bukan kembaran dan bukan pula seperti pinang yang terbelah dua,tetapi kenapa bisa nyaris sama persis?.


Tadinya Rayn tak percaya jika didunia ini ada orang berwajah serupa tetapi tak sama meskipun tak memiliki ikatan darah.Hal itu ternyata telah terbukti dengan kemiripan Bagaskara dan Papanya.Hanya saja keduanya lintas generasi dan berbeda usia pula.


"Apa Papa punya anak lain selain aku?.Bagaskara tidak mungkin anak Papa kan?.Cuma aku satu-satunya kan putra Papa?".


Sama sekali Rayn tak pernah mendengar kisah masa lalu Papa nya.Baik dari mulut Papa nya dan Mama nya ataupun orang lain.Setau Rayn,Papa nya hanya mencintai Mama nya dan suami yang setia hingga maut menjemput Papa nya itu.


Rayn menyimpan figura foto Papa nya di nakas sejurus dengan datangnya Eva dan duduk disampingnya.


"Rayn sayang.Kamu begadang disini semalaman atau ketiduran?.Apa sih yang kamu pikirkan sayang?".


"Ma,aku rindu Papa.Apa boleh aku ke makam Papa?".Sudah lama sekali Rayn tak berkunjung dan tidak berziarah ke makam Papa nya lantaran terkurung dalam sangkar trauma yang hebat.


"Tentu boleh nak.Mama senang kamu move on dari trauma mu.Jangan benci diri mu sendiri karna kesalahan mu,nak.Papa meninggal karna Allah lebih menyayangi Papa.Bukan karna mu,Rayn.Itu sudah skenario Tuhan yang ditulis sebagai takdir Papa mu".


Sosok Mama nya begitu bijak dan pemaaf,Rayn terbangun dari rebahan nya."Mama tidak membenci aku?".Rayn menatap Mama nya yang masih terlihat cantik meski tak muda lagi dan menua.


Pernah mengecewakan Mama nya tetapi rasa sayang Mama nya itu sedikit pun tak surut ataupun luntur.Pernah melakukan kesalahan dan dosa yang besar,tidak terampuni dan dibenci Tuhan,tetapi Mama nya tetap berhati lapang.


"Untuk apa Mama benci kamu nak?.Kamu ini anak kesayangan Mama dan kebanggaan Papa.Tidak mungkin Mama begitu.Ada-ada saja kamu ini Rayn".


"Terima kasih Ma.Aku makin sayang Mama".Kebesaran hati Mama nya yang seluas samudera dan menjadi lautan maaf nya membuat Rayn memeluk Mamanya yang mau memaafkan kesalahan terbesarnya selama puluhan tahun hidup di dunia.


"Oya Ma.Omong-omong,Mama tidak pernah cerita soal Papa.Bagaimana Papa dulu Ma dan seperti apa?.Ayo ceritakan sedikit Ma!.Aku mau tau".


27 tahun hidup bersama Papa dan Mamanya,tetapi sedikit pun Rayn tak pernah mendengar kisah sejarah dari bagian perjalanan hidup Papa nya.


"Papa itu lelaki yang baik,setia dan jujur.Pekerja keras dan bertanggung jawab.Itu saja yang Mama tau".


Bukan itu yang mau Rayn dengar tentang Papa nya.Soal sifat Papa nya itu Rayn sudah tau dan tak diragukannya."Ada yang Mama lewatkan".


"Apa itu?".


Lekat Rayn menatap wajah Mama nya yang berekspresi penasaran."Masa lalu Papa".


"Kalau soal itu...".

__ADS_1


Melihat Mamanya terlihat gamang bercerita kisah masa lalu Papa nya,tentunya Rayn menjadi curiga.Untungnya Mama nya terselamatkan oleh bau tak sedap dari masakan yang hangus seperti terbakar.


"Bau apa ini Ma?".Bau masakan yang terendus Rayn begitu menusuk hidung bangir nya saat mau serius menyimak cerita Mama nya."Mama lagi masak ya?".


"Astaghfirullahal adzim".


Asap yang menyeruak keluar dari area dapur menyeruak ke ruang tengah membuat Aruni terperanjat.Faktor usia Aruni yang kian bertambah tua lambat laun mengikis ingatan Aruni


"Maaf sayang!.Mama lupa kalau sedang menggoreng ayam kesukaan mu buat sarapan sekarang".


Melihat Mamanya yang toledor dan mulai pikun tergopoh-gopoh ke dapur,Rayn geleng-geleng kepala."Haishhh Mama ini.Kasihan tuh nasib paha ayam.Pasti gak indah lagi bentukan nya".


Tak terbayang Rayn bagaimana rupa paha ayam yang digoreng Mama nya itu.Pasti tak enak dipandang mata dan tak sedap dimakan pula.


Beranjak dari sofa,Rayn ke kamar nya dengan rasa malas merajalela.Rayn menebus tidurnya yang semalam tertunda dikasurnya yang empuk dan lebar.Kurang dari sejam atau pun lebih,itu tidak mengapa asalkan bisa tidur nyenyak.Segitu pun sudah cukup ampuh guna menghilangkan kantuknya.


Untung nya hari ini tanggal merah dan para karyawan yang bekerja di perusahaan nya libur bekerja.Rayn tak harus pergi ke pabrik tekstil pembuatan kain guna memantau karyawan atau memimpin perusahaan warisan peninggalan kakek nya yang merupakan ayah dari Mama nya itu.


Pabrik industri yang dinamai Rajawali Sakti textile yang sudah pernah dilungsurkan pada mendiang Papanya dan diturunkan kembali pada nya itu harus selalu Rayn pantau terus secara langsung.Baik perkembangan perusahaan atau pun para karyawan yang bekerja dibawah pimpinan nya saat ini.


Sebagai pewaris tunggal yang berhak atas perusahaan bernamakan Sastra Corp,Rayn merasa harus bertanggung jawab penuh dan serius dalam mengelola bisnis nya itu.Berkat perusahaan itu masa kecilnya sangat indah dan bahagia.Tidak kekurangan satu apapun,selalu bergelimang harta dan dikelilingi dengan kemewahan.


.....


Faktor X menyebabkan Hanna gelisah dan tak bisa tidur setelah selesai bekerja.Kerjanya cuma berguling-guling di kasur nya yang sempit.


Ada satu hal yang terus kepikiran Hanna sampai detik ini.Ucapan Rayn tadi malam masih terngiang di telinganya ketika Rayn membisikkan sesuatu yang absurd pada Nino yang berbunyi, 'Siapa pun gak boleh ada yang merebut Hanna dari gue.Terkecuali Tuhan.Hanna itu milik gue'.Sudah berlalu beberapa jam yang lalu,tetapi masih membekas dalam ingatan Hanna.


"Tidak.Aku pasti salah dengar.Rayn tidak mungkin menyukai aku.Pasti Rayn cuma mau membantu menjauhkan ku dari Nino yang suka menggoda ku".Hanna mendengar sendiri ucapan Rayn yang nyaris tak terdengar pada Nino tadi malam,akan tetapi tak membuat Hanna percaya jika Rayn menyukai nya.


Seperti yang dilakukan Rayn hari sebelumnya.Entah apa yang terjadi jika Rayn tak datang menolongnya dari jerat Nino yang berotak m*sum itu.Mungkin la takkan terlepas dari Nino dan sudah pasti akan menjadi korban kebejatan Nino.


"Rayn diluar jangkauan ku.Aku tidak pantas untuk Rayn.Dia jauh diatas ku.Aku cuma pelayan,sedangkan Rayn seorang pengusaha muda".Percakapannya di malam pertama la bekerja sebagai wanita penghibur dengan Rayn masih Hanna ingat.


Rayn pernah menceritakan soal kesibukan nya sebagai pengusaha muda yang seketika membuat Hanna merasa insecure berteman dengan Rayn pada awalnya.Akan tetapi dasarnya Rayn yang baik dan ramah,mampu menepis rasa tak percaya diri Hanna pada akhirnya.


Namun latar belakang Rayn tak bisa Hanna abaikan.Bagaimana pun Rayn tak selevel dengan nya dan bukan dari kalangan yang sama meskipun la suka dan cinta Rayn.


"Cinta ku pada Rayn akan ku pendam di hati ini.Aku tidak mau mengharap sesuatu yang mustahil bisa ku miliki".Hanna sadar diri jika Ia hanyalah gadis kampung yang merantau ke kota demi merubah nasibnya yang kurang beruntung.

__ADS_1


.....


Apa yang Aruni takuti Eva tak terhindari.Ungkeb paha ayam kesukaan Rayn yang digorengnya kelewat matang dan menghitam.Kacau sudah menu sarapan pagi yang dibayangkan nikmat dan lezat di lidah.


Aneh.Bagaimana bisa gosong?.Padahal tadi ada asisten rumah tangga nya Ratna di dapur.


"Astaghfirullah Ratna.Kenapa ayam nya tidak dibalik?".Aruni membalikkan ayam yang terendam minyak panas didalam wajan dan sudah setengah gosong itu.


"Maaf Bu!.Tadi saya buang sampah keluar.Ada truk pengangkut sampah di depan".


Begitulah asisten rumah tangga Aruni itu.Pelupa,ceroboh dan main pergi saja.Tidak ingat meski sudah dititipi.


"Kenapa tidak bilang kalau mau keluar?.Ya sudah,tidak apa-apa.Kamu siapkan piring saja di meja makan!".Aruni tak tega memarahi Ratna yang baru berusia 21 tahun itu


Salahnya juga tak meminta Ratna tetap diam ditempat sampai la kembali dari ruang tengah guna menyapa Rayn yang entah ketiduran atau begadang di sofa semalaman.


"Baik Bu".


Ratna menata peralatan makan di meja makan,Aruni menyiapkan makanan.Meski terkadang Ratna tak sesuai harapan Eva dan sering membuat kesalahan dan ada kekurangan,tetapi Ratna bisa diandalkan,rajin dan jujur.Tak seperti pembantu terdahulunya yang kebalikan dari Ratna.


"Rayn.Mau sarapan atau tidak?.Ini sudah hampir siang lho!".


"Rayn!.Kamu tidur lagi?.Ayo bangun!.Makan dulu!".


Rayn menggeliat dan membuka mata nya.Duduk dan mengucek matanya yang masih lengket dan mengantuk begitu mendengar suara teriakan Mama nya yang memekakkan gendang telinga nya.


Terlebih dahulu Rayn mencuci muka nya yang terasa lengket dan tangan pula sebelum makan.Begitu di ruang makan Rayn duduk disamping Mamanya yang sudah menunggu di meja makan.


"Ini apa Ma?.Ayam goreng jadi-jadian ya?.Warna nya kok begini.Atasnya coklat,bawahnya hitam".Selera makan Rayn mendadak hilang begitu melihat makanan favorit nya gosong sebelah.


"Iya benar!.Itu ayam jadi-jadian.Maunya jadi ultraman tapi malah jadi satria baja hitam".


Mamanya malah melawak,Rayn jadinya ketawa.Padahal sedang kesal dan lapar pula.Mau makan enak malah disuguhi menu yang diluar ekspektasi."Bagaimana aku bisa makan Ma?,kalau wujud ayam goreng nya aneh begini.Apa ada makanan yang bisa aku makan selain ini Ma?".


Sudah bisa kebayang Rayn rasa ayam goreng buatan Mama nya itu dilidahnya yang sejak tadi menahan lapar jika saja tak mengantuk dan memilih tidur dulu.


"Tidak ada.Cuma yang tersaji di meja ini.Kamu makan saja bagian yang tidak gosong.Sedangkan bagian yang gosongnya,kamu simpan dipinggir piring.Begitu saja kok repot amat sih".


"Ya baiklah.Aku makan yang ada saja Ma".Ayam goreng yang bentuk dan warna nya tidak sempurna itu Rayn lahap meski terpaksa.

__ADS_1


Rasanya agak sedikit aneh.Seperti nano-nano malahan cenderung pahit.Tetapi Rayn tetap memakannya,mau tak mau dan suka tidak suka.Rayn tak mau menyinggung perasaan Mama nya yang sudah susah payah memasakan nya makanan untuk menu sarapan paginya setiap hari.


__ADS_2