Love In A Sparkling World

Love In A Sparkling World
31.Mencintai dalam diam.


__ADS_3

.....


Mencintai itu mudah tetapi menjaga nya yang sulit.Semoga cinta ku pada Hanna tetap terjaga dan tidak mengenal batas waktu.Rasa cinta ku pada Hanna semakin membara,dan bayangan Hanna selalu menyertai langkah ku.Tapi aku hanya bisa mencintai Hanna dalam diam.


Biarlah ku simpan rasa cinta ini dalam sanubari ku.Aku akan terus mencintai Hanna meski Hanna tidak mencintai ku.Aku ingin menjadikan Hanna tulang rusuk ku.Tapi jika Tuhan tidak mengijinkan aku memiliki nya,aku akan tetap mengikuti bayangan Hanna sampai aku merasa bosan dan lelah.


Dari ruang kerja ku percepat langkah ku ke klab sambil membawa segelas air putih hangat untuk wanita ku.Hasrat untuk melihat wajah wanita yang selalu menjadi penghuni hati ku ini kian menggebu.


Ku pandangi sosok berwajah cantik yang selalu menyibukkan diri di klab setelah semua tamu sudah pulang sambil bersandar didaun pintu.


Satu diantara tiga pegawai ku yang sibuk bersih-bersih sebelum pergi,tidak menyadari kehadiran ku.Sosok wanita ku yang akan meninggalkan klab setelah menyesuaikan rutinitas nya setiap menjelang fajar,masih saja fokus pada pekerjaan nya.


Keadaan klab yang kacau akan terlihat indah selama wanita ku cintai ada didalamnya.Apa yang wanita ku lakukan tidak luput dari perhatian ku.Wanita ku menyapu,mengepel lantai,membersihkan meja,mata ku masih terus mengikuti gesturnya.


Aku tidak pedulikan dua pegawai ku yang lain.Mata ku cuma terarah pada sosok wanita yang selalu membuat ku tersenyum,mengkhayal dan merasa bahagia.


Saat sedang asyik-asyiknya memandangi wanita yang ku cinta,dua pegawai ku yang lain tiba-tiba merundung wanita ku."Keterlaluan!".Dada ku seketika bergemuruh seakan terasa ingin meletus.


Aku ingin marah tapi tidak bisa memarahi dua wanita yang menyakiti perasaan wanita ku.Aku ingin memihak wanita ku,tapi aku menahan diri untuk tidak melakukan itu.


Aku tidak boleh terbawa emosi dan harus mengontrol diri ku.Jika aku membela wanita ku,maka dua pegawai ku yang lain akan merasa iri.Sikapku dalam mengistimewakan wanita ku yang cantik itu tidak boleh terlihat menonjol.Untuk saat ini perasaan cinta ku pada wanita ku harus ku sembunyikan dari para pegawai ku.


"Perbuatan dua pegawai itu pada Hanna tidak bisa ku maafkan.Tapi aku tidak bisa membela Hanna sekarang dan menyalahkan dua pegawai ku itu".Aku harus tetap netral dan tidak boleh memihak salah satu dari mereka.


Siapa yang salah dan siapa yang benar,harus ku lupakan soal itu.Tapi aku bersumpah akan membuat dua pegawai ku yang sudah memperlakukan Hanna seperti sampah menyesali perbuatannya.Aku punya cara sendiri untuk membuat dua pegawai ku itu jera dan menyesal.


Setelah dua pegawai ku yang lain meninggalkan klab,ku hampiri Hanna dan menawarkan segelas air putih hangat yang ku bawa."Minumlah! Hanna.Air hangat bagus untuk kesehatan mu".Ku coba tetap bersikap biasa saja seolah tidak tau apa yang sudah terjadi barusan.


"Terima kasih Boss".Hanna mau menerima dan meminum pemberian ku yang sederhana ini,aku merasa sangat senang.


Apalagi jika Hanna mau menerima cinta ku,pasti aku akan merasa bahagia.


"Sama-sama".Ucapan terima kasih Hanna ku tanggapi sambil tersenyum.


Tapi ada satu hal yang membuat ku heran.Muka Hanna terlihat pias seperti mayat hidup.Ada apa dengan Hanna?.


"Hanna kamu pucat sekali.Istirhatlah di kamar mu!.Kamu pasti lelah setelah bekerja semalaman".Sungguh hati ku sakit melihat kondisi Hanna sekarang.

__ADS_1


Dahi Hanna dibanjiri keringat dan matanya terlihat cekung.Hanna seperti kurang tidur.Mungkinkah Hanna banyak pikiran?.


Aku yakin Hanna tidak baik-baik saja.Hanna terlihat seperti sedang tidak sehat pagi ini.Hanna pasti kelelahan setelah bekerja dari petang sampai pagi.


Apa jangan-jangan Hanna sakit,karna aku penyebabnya?.Mungkinkah aku terlalu mengekang kebebasan Hanna?.Ataukah Hanna kepikiran dan tersinggung oleh perkataan ku yang menyakitkan?.


Aku begitu takut jika jika Hanna sakit gara-gara memikirkan ucapan ku tentang ancaman penjara dan denda saat membahas surat kontrak perjanjian kerja bersama Rayn tempo hari.


"Boss.Pekerjaan ku sudah beres.Aku pamit ke...".Tiba-tiba Hanna diam membisu dan memegangi kepalanya.Sepertinya Hanna merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya.


Tubuh Hanna terhuyung ke arah ku,sigap aku memeluknya.Hanna pingsan dalam dekapan ku,aku senang sekaligus sedih.Benar dugaan ku jika Hanna sedang sakit saat ini.


Ku angkat tubuh Hanna yang ramping dan lemah ini.Hanna ku bawa ke kamar ku yang menyatu dengan kantor kerja ku.Hanna ku baringkan di tempat tidur ku yang tidak pernah ditiduri oleh orang lain selain aku,dan ku selimuti tubuh Hanna dengan penuh cinta.


Saat ini yang Hanna butuhkan adalah istirahat.Karna itu kubiarkan Hanna tidur dan sengaja tidak membuat nya kembali sadar.


Ku pandangi wajah cantik yang sudah membuat ku jatuh cinta,yang sedang terlelap sambil aku duduk di kursi."Hanna.Ijinkan aku mencintaimu dan menjaga mu sampai nafasku yang terakhir.Aku akan memberikan apa pun yang kau mau,asalkan kamu tetap bersama ku,untuk selama nya".


Aku benar-benar pengecut.Disegani banyak orang tapi tidak berani menyatakan cinta secara langsung pada Hanna.Pecundang seperti ku bisanya cuma memendam cinta dalam hati saja.


Ini pertama kali nya aku memperlakukan istimewa seorang wanita.Dulu aku begitu acuh dan dingin pada pegawai ku terutama wanita.Aku tidak pernah mengistimewakan pegawai ku atau wanita lain selain Hanna.


Ku pegang kening Hanna,dan ternyata suhu tubuh Hanna cukup panas."Ya Tuhan.Hanna demam".


Tanpa pikir panjang lagi aku mengambil air hangat dan handuk kecil untuk mengompres.Setelah itu aku mengompres kening Hanna menggunakan handuk kecil yang dibilas dulu dengan air hangat.


Aku bertekad untuk merawat Hanna sendiri sampai Hanna sembuh,dan tidak akan membawa Hanna ke dokter.Aku mampu merawat Hanna seorang diri tanpa bantuan siapapun.Lagipula dengan keberadaan Hanna disini membuat ku bisa terus bersama Hanna.Tambah lagi sakit Hanna cuma demam biasa.


Aku akan menjaga Hanna sampai Hanna siuman dan pulih dari sakit nya.Ku harap Hanna kembali bugar setelah bed rest di kamar ku ini tanpa gangguan dari luar.


.....


Ambisi Nino untuk mengambil harta Ferdy dari tangan Bagaskara semakin menggebu setiap hari nya.Apalagi setelah Papa nya bicara dengan om nya itu,Nino makin penasaran tentang hasilnya.


Rasa penasaran itu membuat Nino semangat bangun lebih awal dan setia menunggu papa nya dimeja makan untuk sarapan pagi bersama yang sebelumnya selalu Nino lewatkan.Tetapi sampai sekarang Papanya belum juga keluar dari kamar padahal Nino sudah tak sabar untuk mendengar kabar baik dari papanya itu.


"Papa mana ma?.Lama amat sih?.Ini kan udah waktunya makan".Nino tak bisa bersabar menunggu papa nya lagi yang belum juga datang ke ruang makan.

__ADS_1


Padahal la,Mama dan kakak nya sudah standby di meja makan sepuluh menit yang lalu.


"Tumben-tumbenan lo bangun pagi dan ikutan sarapan bersama No.Pasti kamu ada maunya.Ya kan?".


Nino tak menghiraukan cibiran kakaknya,Anggun.Nino malah fokus memandangi pintu pembatas ruang makan yang belum juga dibuka papanya.


"Aigooo.Gue dicuekin kayak obat nyamuk bakar aja.Helooo Nino.Gue ngomong ama elo.Kok gak dianggap sih?".Sudah tak dianggap,di acuhkan pula oleh adik bungsu nya yang super malas dan manja.Tangan Anggun refleks melayang dan mendarat di kepala Nino.


Adik laki-laki satu-satunya ini selain malas tak bisa andalkan sama sekali.Bisanya cuma sleeping,klabing dan healing.Tingkah Nino memang tampaknya kekanakan tetapi anehnya soal cinta Nino ini jagonya,dan soal menaklukkan hati wanita Nino ini pakarnya.


Setiap bulannya Nino selalu gonta-ganti pacar.Parahnya,tanpa malu Nino selalu mengajak pacar nya itu ke rumah dan mengenalkan pacarnya pada keluarganya.


"Apaan sih kak.Sama Ade sendiri kok semena-mena.Cewek tapi kok becanda nya kasar kayak kuli panggul".Nino tak terima kepalanya dijitak Anggun,balas melempari Anggun yang duduk diseberang nya dengan jeruk.


"Elo bilang gue apa?.Gue kayak kuli bangunan?.Nih rasain kekuatan tukang kuli panggul".Anggun balas melempari Nino dengan jeruk,tak terima diledeki Nino.


Suasana ruang makan seketika berubah genting,bising dan ricuh gara-gara ulah Nino dan Anggun yang perang jeruk.Salah satu Jeruk yang dilemparkan Nino dan Anggun itu ada yang melesat ke kepala Naya,Mama Anggun dan Nino.


Seketika Naya menjadi berang."Berhenti ini!!!.Kalian kok malah ribut sih?. Ingat-ingat tata krama di meja makan yang sering mama ajarkan?".


Melihat Mama nya murka,Nino dan angggun langsung membeku seperti patung.


"Ada apa ma?.Teriakan Mama sampai terdengar ke kamar".Senyum Nino terbit begitu melihat papanya muncul di ruang makan.


Atmosfer yang semula tegang dan sepi,kembali normal setelah kedatangan Fatir.Sarapan pagi pun dimulai setelah Fatir mengambil tempat duduk di kursi khusus untuk kepala keluarga.


Niat Nino untuk bertanya soal hasil percakapan papa nya dengan om nya Ferdy kemarin,Nino utarakan setelah papanya menghabiskan sarapan pagi nya.


Nino menahan Fatir yang akan beranjak dari duduknya."Tunggu pa!.Bagaimana tanggapan om Ferdy kemarin Pa?.Apa om setuju mengalihkan warisannya pada ku?".Sebelum hak waris jatuh ke tangan nya,Nino takkan bisa tidur nyenyak dan hatinya pun takkan tenang.


"Kita bahas soal itu nanti saat jam makan siang.Kamu temui papa di restoran langganan papa,ok?!".Hal sepenting itu Nino tanyakan saat sedang di meja makan dan didepan putri dan istrinya pula,tak ayal Fatir pun menolak menjawab pertanyaan putra kesayangannya itu.


Nino kecewa tetapi apa mau dikata jika papa nya tak mau cerita."Ok pa!.Aku akan kesana sebelum jam dua belas siang".Jawab Nino dengan malas.


"Ini baru anak Papa".Fatir mengusap puncak kepala Nino dulu sebelum beranjak pergi.


Fatir berangkat dinas ke gedung pemerintahan yang menjadi tempatnya bekerja berpuluh-puluh tahun lamanya.Tahun depan rencananya Fatir akan dipensiunkan karna memang sudah waktunya sesuai umurnya sekarang yang sudah hampir menginjak angka enam puluh.

__ADS_1


__ADS_2