
Selamat membaca!.
***
Alam semesta dan sang pengatur takdir seakan tak mendukung pertemuan nya dengan Hanna,Rayn mengamuk di dalam kamar nya.
"Sial!,sial,siaaalll!.Rencana ku hari ini berantakan gara-gara dia.Brengsek!.Sialaaan kau Bagaskara!".Rayn melempar semua barang-barang yang ada diatas meja ruang kerja nya.
Vas bunga,bingkai foto,berkas-berkas dan laptop terhempas ke lantai.Menimbulkan suara gaduh yang cukup keras.Terdengar sampai ke telinga mama nya yang berada diruang tengah.
Rayn menenangkan diri dengan duduk dikursi putar dibalik meja kerja nya selesai melampiaskan emosinya barusan.Mengatur nafasnya yang tak beraturan setelah dirasuki amarah.
Niatnya untuk berkencan dengan Hanna dan mengajaknya bicara telah gagal.Digagalkan oleh rival terberatnya.
"Perjaka tua itu selalu menghalangi jalan ku.Dia tidak memberi ku peluang untuk mendekati Hanna".Rayn mengeluhkan sikap Bagaskara yang menurutnya berlebihan.
Setiap Ia akan menemui Hanna,Bagaskara pasti akan muncul."Kemana pun Hanna melangkah,dia terus membuntuti Hanna.Seperti seorang bodyguard saja".Keluh Rayn lagi.
Tok,tok!.
"Rayn!".
Suara mama nya memanggil sambil mengetuk pintu,Rayn diam saja.Pura-pura tak mendengar panggilan mama nya.Pintu kamarnya terbuka,baru Rayn menolehkan kepala.Menatap Mama nya yang berdiri di ambang pintu.
Mama nya mendekat,Rayn bertanya,"Ada apa Ma?".
Melihat lantai kamar putranya berantakan seperti habis terkena gempa bumi yang dahsyat,Mama Rayn mengerutkan dahi."Harusnya mama yang tanya itu.Ada masalah apa Rayn?.Kenapa kamu nak?".
Mama nya balik menanyai,Rayn beranjak dari kursi.Berjalan melewati wanita yang sudah melahirkan nya ke dunia,dan yang menatapnya penuh makna.
"Gak ada apa-apa kok ma!".Rayn menjawab sambil mencelos keluar dari kamar nya.
Rayn tak ingin mengatakan sesuatu yang meresahkan hatinya pada sang mama.Tak mau membuat mama nya ikut memikirkan keresahannya itu.
Mama Rayn hanya bisa mengelus dada menghadapi sikap putra nya yang kian hari semakin aneh.Wanita paruh baya yang masih berada di kamar Rayn itu,membereskan barang putranya yang berserakan dilantai tanpa mengomel meskipun kesal.Menyimpan barang-barang milik putranya kembali ke tempatnya semula.
***
Braaakkk!!!...
Bagaskara yang membelakangi Hanna menggebrak meja kerjanya sepulang dari taman hiburan.Marah karena merasa dikhianati dan didustai Hanna.
__ADS_1
Suara gebrakan meja yang telinga,membuat Hanna berjingkat.Matanya sampai terpejam saking kagetnya.
"Jadi itu alasan mu mau pergi ke taman hiburan bersama Sarah?.Untuk menemui lelaki itu kan Hanna?.Bukan untuk menemani Sarah jalan-jalan ke sana kan?".Bicara tanpa menatap Hanna yang sudah berani membohongi nya untuk menemui Rayn dengan beralasan mau menemani Sarah ke taman hiburan.
Begitu takutnya Hanna melihat kemarahan Bagaskara yang baru sekarang Ia tau.Jemari nya sampai meremas ujung bajunya."Maaf Boss!.Aku tidak tau kalau Rayn ada disana.Kak Sarah tidak bilang kalau disana ada Rayn".Bicara apa adanya tanpa menambah atau mengurangi.
Bagaskara berbalik dan menatap Hanna yang berargumentasi."Jangan berkelit Hanna!.Kamu tidak mungkin pergi ke sana jika bukan karena Rayn kan?.Kamu itu sedang sakit Hanna.Lupa kah jika aku yang merawat mu sampai begadang semalaman.Itu ku lakukan karena aku sangat mencintaimu Hanna".Perlahan Bagaskara mendekati Hanna yang berdiri seperti Arca.
"Apa kamu tidak memikirkan perasaan ku ini,Hanna?.Aku cemburu jika melihat mu berduaan dengan Rayn,atau pria lain.Aku tidak rela jika kamu menjadi milik lelaki itu,atau lelaki manapun".Tak terima hati Bagaskara melihat Hanna dekat dengan Rayn atau pria lain selain Rayn.
Degh.
Jantung Hanna seperti dihantam deburan ombak yang sangat dahsyat mendengar perkataan Bagaskara yang penuh makna.Menatap tanpa berkedip lelaki yang sudah dua kali menyatakan cinta pada nya hari ini dengan permukaan mata yang berkaca-kaca.
'Sedalam itukah cinta boss pada ku?.Kenapa boss begitu mencintai ku?.Pantaskah aku kau cintai boss?'....Menyimpan pertanyaan nya dalam hati.
Terdiam Hanna dengan bibir yang terkunci rapat.Mulutnya seakan sulit bicara.Seolah kehabisan kata-kata untuk menanggapi perkataan Bagaskara.Matanya yang berair masih fokus pada sosok pria yang tampak sangar namun memiliki segudang perhatian.Berhati baik seperti malaikat dan bersikap lembut.Selembut sikap mendiang sang ayah.
Riak air yang menyembul di pelupuk mata Hanna terlihat oleh mata telanjang Bagaskara.Hati Bagaskara merasa bersalah karena sudah membuat Hanna sedih.Kedua tangan nya yang kokoh refleks meraih tubuh Hanna.Memeluk gadis yang Ia cinta dengan sangat erat.
"Maafkan aku Hanna!".Meminta maaf sambil mencium pucuk kepala Hanna."Maaf! karena aku sudah membuat mu sedih".Bagaskara lebih mengeratkan pelukannya lagi.Membuat air mata wanita yang dipeluk olehnya itu menetes.
Ya Hanna menangis dalam kehangatan dada Bagaskara setelah mendengar serangkaian kalimat yang menyentuh kalbunya dari mulut Bossnya.Terharu pula mendapat pelukan yang begitu hangat dan erat dari Bossnya.
"Kenapa boss memilih ku?.Apa yang membuat boss mencintai ku?".Hanna sangat ingin tau apa alasan Bagaskara mencintai nya.
"Aku mencintaimu apa adanya Hanna,dan tanpa alasan.Bukan karena adanya sebuah alasan.Jika aku mencintaimu karena ada alasannya,maka cinta ku tidak akan bertahan lama.Cinta ku suatu saat nanti pasti akan menghilang jika cinta ku terbentuk karena alasan".Bagaskara memaparkan isi hatinya yang dipertanyakan oleh Hanna.
Perkataan Bagaskara sukses membuat Hanna terperangah."Sungguh?.Apa yang boss katakan itu benar-benar dari lubuk hati boss yang terdalam?".Hanna belum seratus persen mempercayai perkataan Bagaskara.
"Jantung ku selalu berdebar kencang saat bersamamu Hanna.Itu artinya aku jatuh cinta pada mu Hanna.Cuma kamu satu-satunya wanita yang bisa membuat ku begini.Aku begitu mencintai mu Hanna".Setelah mengatakan yang perasaan nya yang sejujurnya,Bagaskara mencium Hanna.
******* bibir Hanna yang semanis madu dengan penuh kelembutan.Ditambah dengan rasa cinta dalam hatinya,bibir Hanna yang sudah manis semakin terasa manis rasanya,menurut Bagaskara.
Lain ceritanya dengan Bagaskara.Hanna terpaku karena terkejut dicium Bagaskara.Diam dan tak membalas ciuman Bagaskara yang dilakukan secara tiba-tiba.
Bukan Hanna tak mau membalas ciuman Bagaskara karena tak menyukai Bagaskara.Pasalnya Hanna tak tau bagaimana cara berciuman.Bagaimana Ia bisa membalasnya coba?.Caranya saja tak tau.
Bermain sendiri sangatlah tidak enak.Bagaskara menghentikan kesibukan ******* bibir Hanna.Menatap wanita yang membiarkan nya bermain sendirian.
"Apa kamu tidak menyukai ku dan tidak mencintai ku Hanna?.Kenapa tidak membalas ciuman ku".Bagaskara merasa Hanna tak menyukai nya dan tak mencintai nya karena Hanna tak balas mencium nya.
__ADS_1
Ditanya soal ciuman membuat Hanna salah tingkah.Cinta memang belum ada dalam hati Hanna.Namun rasa sukanya sudah ada sejak pertama ketemu Bagaskara.Buta lah mata dan hati Hanna jika tak menyukai lelaki yang sempurna seperti Bagaskara.
"Bu bukan begitu boss.Masalahnya a aku,aku...Belum pernah ci,ciu...ciuman,boss".Merona wajah Hanna setelah mengungkapkan satu rahasianya pada Bagaskara.
Menundukkan kepala menghindari kontak mata dengan lelaki yang sukses membuat nya tersipu malu.Dagu nya yang lancip sampai menyentuh tulang lehernya saking malunya.
Berbeda dengan Hanna.Bagaskara malah senyum-senyum."Apa ini ciuman pertama mu Hanna?".
Hanna menjawab pertanyaan Bagaskara dengan anggukan.
Sukses merampas ciuman pertama Hanna,Bagaskara merasa kejatuhan durian yang runtuh.Tersenyum selebar mungkin."Jadi aku lelaki yang pertama mencium mu?".Tanya Bagaskara tanpa melepaskan tangannya dari pinggang Hanna.Masih tetap memeluk Hanna.
Hanna menganggukkan kepala lagi yang kedua kali nya untuk menanggapi pertanyaan Bagaskara.
Segitu senang nya karena menjadi lelaki nomor satu yang mencium Hanna,Bagaskara meraup pipi Hanna.Mencium Hanna kembali.Kali ini lebih liar.Tak selembut sebelumnya.
Belajar dari Bagaskara yang mengajarinya cara berciuman,Hanna membalas ciuman Bagaskara yang kedua meskipun masih kaku.
Namun Bagaskara tak mempermasalahkan soal ciuman Hanna yang kaku.Mengerti dan memaklumi Hanna.Wajarlah!.Hanna belum pernah berciuman.Ciumannya direspon Hanna saja sudah membuatnya senang.Berarti Hanna menyukai dan mungkin juga mencintai nya.
***
Rencana Adrian dan Sarah untuk menyatukan Hanna dengan Rayn kacau balau dan gagal total.Itu semua karena kehadiran Bagaskara ditaman hiburan.
"Yahhh kacau deh rencana kita.Kenapa kamu ngajak boss mu Sarah?.Kacau kan jadinya".Adrian menyalahkan Sarah atas kegagalan rencananya.
Sarah melongo dirinya disalahkan Adrian."Loh.Kok malah aku yang disalahin sih?.Boss sendiri yang mau ikut ke taman hiburan!.Bukan aku atau Hanna yang ngajak dia".
Adrian mengelus tengkuk lehernya.Malu sudah menyudutkan Sarah.".Maaf!.Gagal deh double date kita gara-gara boss mu itu".Mengerucutkan bibirnya yang sensual dan tebal.
Melihat bibir Adrian manyun malah membuat Sarah menciumnya sekilas.Menurut Sarah bibir Adrian seksi dan menggoda."Tenang mas bro!.Rencana kita gak gagal kok.Cuma tertunda saja.Masih banyak waktu kan?.Lain kali juga bisa.Atur aja lagi nanti waktunya,ok!".
Adrian yang tadinya kecewa kembali bersemangat setelah dicium Sarah."Ya sudah!.Kita nikmatin aja berdua wahana permainan disini!.Ayo!.Kita ke rumah hantu!".Ajak Adrian sambil merangkul pinggang Sarah.
Buru-buru Sarah menggelengkan kepala."Gak mau ah!.Gak seru!".Ajakan Adrian ditolak Sarah.
"Ya pasti seru dong!.Kan biar bisa peluk-pelukan!".Celetuk Adrian sambil memainkan kedua alisnya.
Sarah mengerti maksud Adrian.Menganggukan kepala kemudian."Iya deh.Aihhh,Abang ini.Otak mesum nya kok dibawa kemari sih?".Goda Sarah sambil mencubit pinggang Adrian.
"Ya harus dong!.Ayo!".Jawab Adrian penuh dengan rasa percaya diri yang tinggi.
__ADS_1
Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan ke area rumah hantu.Tempat tujuan utama Adrian mengajak Sarah ke taman hiburan.