
***
Waktunya untuk tidur namun Hanna terjaga padahal sudah larut malam.Hanna tak bisa tidur setelah berciuman dengan Bagaskara.Adegan romantis itu terus membayangi pikiran Hanna setiap kali memejamkan mata.
Alhasil Hanna terus meraba bibirnya yang dicium Bagaskara sambil menutup mata.Hanna membayangkan adegan romantisnya bersama Bagaskara tanpa sadar.Masih bisa dirasakan Hanna ciuman lembut Bagaskara yang terasa membuainya dan membuatnya terasa melayang di luar angkasa.
Beberapa detik kemudian Hanna menggeleng-gelengkan kepala.Sadar jika yang dibayangkannya tidaklah benar.
"Ya ampun.Sepertinya aku pasti sudah tidak waras.Kenapa aku melakukan itu bersama Boss?".Hanna tak pernah menyangka ciuman pertama nya dilakukan dengan lelaki yang tak Ia cintai padahal lelaki yang Ia cintai adalah Rayn.
"Tapi aku tidak kuasa menolak Boss.Wanita manapun pasti akan melakukan hal yang sama jika ada diposisi ku".Hanna merasa tak sanggup melawan pesona Bagaskara yang tampan dan mapan.
Mungkin hanya wanita yang tidak normal saja yang tak terpikat pada lelaki sempurna seperti Bagaskara.Sudah tampan,kaya,baik pula walaupun dingin dan tampak kejam.
***
Bagaskara mengartikan lain ciumannya dengan Hanna yang bermakna sebagai tanda cinta.Ciuman itu telah mengubah perasaan Bagaskara yang selama ini kosong menjadi berpenghuni.Membuat hati Bagaskara yang tandus dan gersang bagaikan tanah dimusim kemarau menjadi dihiasi bunga-bunga yang bermekaran pada saat musim penghujan datang.
"Mulai sekarang jangan! panggil aku Boss Hanna".Titah Bagaskara pada Hanna yang menduduki kursi tamu diruangan kerjanya sebagai Boss klab malam.
Perintah Bagaskara tidak sulit tetapi tak mudah dilakukan Hanna."Kenapa Boss?".Tanya Hanna sambil mengernyitkan dahi.
"Karna mulai hari ini kamu adalah kekasih ku Hanna".Jawab Bagaskara sambil senyam-senyum.
Hanna membulatkan kedua bola matanya karena terkejut.Tiba-tiba saja Bagaskara memberikan ultimatum yang diluar dugaannya.
"Apa Boss?.Kekasih?".Tanya Hanna ingin memastikan saja.Siapa tau Bagaskara salah bicara atau Ia yang salah dengar.
"Benar.Kekasih".Ucap Bagaskara memperjelas nya dengan rona bahagia terpancar dari wajahnya yang tampan.
Bulu roma Hanna seketika berdiri.Belum juga menyatakan cinta pada nya tetapi Bagaskara sudah menganggap nya kekasih.Yang benar saja.
"Tapi Boss.Bagaimana bisa?.Boss tidak pernah bilang,Hanna maukah kamu jadi kekasih ku?.Dan aku juga tidak pernah bilang mau jadi kekasih Boss".Protes Hanna bersungut-sungut.
"Hahahahaha...".Kata-kata Hanna terdengar sangat lucu seolah menggelitiki Bagaskara hingga mampu membuatnya tertawa.
"Apa ciuman ku tidak cukup untuk membuktikan cinta ku pada mu Hanna?.Haruskah kita melakukannya lagi sekarang?".Goda Bagaskara dan berharap Hanna akan menjawab iya.
Namun langsung ditanggapi Hanna dengan gelengan kepala dengan pipi tampak memerah seperti terbakar sinar matahari.
"Ti tidak usah Boss!".Tolak Hanna lalu menutup mulutnya dengan telapak tangannya karena takut Bossnya itu mencium nya lagi.
Dicium sekali saja oleh Bagaskara sudah membuat Hanna tak bisa tidur semalaman.Apalagi kalau sampai dicium dua kali atau lebih.
'Bisa pingsan aku kalau dicium Boss lagi'...Keluh hati Hanna sambil mengulum bibirnya yang pernah merasakan kelembutan ciuman Bagaskara.
Bagaskara tersenyum melihat tingkah Hanna yang tampak takut diciumnya kembali.Namun dari penolakan Hanna itu Bagaskara bisa menarik kesimpulan.
"Baiklah.Aku anggap penolakan mu mewakili jawaban mu atas pertanyaan cinta ku.Sekarang kita resmi menjadi kekasih".Ucap Bagaskara penuh semangat dan percaya diri yang kuat.
Hanna terdiam.Ia tak bisa berargumentasi lagi ketika Bagaskara memvonis nya sebagai kekasih.Mungkin sudah takdirnya harus menjadi kekasih Bagaskara.Apalagi selama ini Bagaskara begitu baik,selalu memerhatikan nya dan sering membantu nya.
'Boss lelaki yang banyak berjasa dalam hidup ku.Aku tidak bisa menolak cinta Boss pada ku.Mungkin sudah jalannya harus begini.Aku harus mengubur perasaan ku pada Rayn'...Hanna
"Baik Boss.Tapi ada syaratnya".Ujar Hanna.
Bahagia tak terhingga perasaan Bagaskara cinta nya diterima Hanna sampai mengepalkan tangan walaupun ada syaratnya.Seharusnya cinta itu tak bersyarat namun Bagaskara tak merasa keberatan.
__ADS_1
"Apa itu Hanna?.Katakan saja?!.Aku siap menerima persyaratan mu".Tanya Bagaskara.
"Ehm...".Hanna sengaja mengulur waktu mengatakan syarat yang diajukan oleh nya untuk membuat Bagaskara penasaran ketika menanti jawaban.
***
Seketika mulut Bianca menganga,mata melebar saat memergoki Renata yang jarang terjun ke dapur sedang memasak.Baru sekarang Bianca melihat Renata mau terkena asap kompor,mengotori tangan nya dengan aroma bawang,bumbu dapur dan menggerakkan jemarinya yang tak pernah memegang pisau.
"Elo bikin apa Re?.Tumben-tumbenan lo masuk dapur sama masak.Kesambet apa lo sekarang?".Tanya Bianca.
"Gue bikin makan siang buat Rayn Bi".Jawab Renata sambil mengaduk makanan dalam wajan anti lengket.
"Ya elaaa...Elo kayak pungguk yang merindukan bulan.Terus mengharap sesuatu yang gak pasti".Ledek Bianca.
"Namanya juga cinta.Gue rela melakukan apa saja demi Rayn Bi".Jawab Renata tak asal bunyi saja.
Demi cinta Renata rela melakukan apa saja walaupun nantinya akan berakhir dengan kecewa.Selama Rayn belum memiliki ikatan dengan wanita lain maka Renata akan memperjuangkan cintanya yaitu Rayn.
Bianca semakin jengah karena Renata tak pernah menyerah atau lelah mengejar Rayn.Padahal Renata wanita yang cantik dan cerdas sehingga bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dari Rayn.Akan tetapi Renata justru membuang-buang waktunya yang berharga dengan sia-sia karena mencintai seseorang yang tidak pernah menghiraukan perasaannya.
"Dimana harga diri elo sebagai wanita Re?.Harusnya dia yang ngejar elo bukan malah sebaliknya".Ejek Bianca.
"Gak masalah Bi.Batu yang keras lama-lama akan terkikis kalo terus ditetesi air.Aku yakin hati Rayn pasti akan melunak seiring waktu oleh cinta dan perhatian ku".Jawab Renata.
"Batu itu akan berlubang,kemungkinan akan hancur lalu menghilang ketika disapu bersih oleh arus yang deras kalo terlalu lama terkikis air.Mungkin Rayn akan sama seperti batu itu.Ingat itu Re".Bianca lalu berlalu dari sisi Renata yang berhadapan dengan tungku dan wajan setelah memberikan temannya peringatan yang penuh makna.
Bianca tak mau melihat Renata menderita,menangis,sedih dan kecewa karena mengharap sesuatu yang tidak pasti.Bukankah masih banyak ikan di laut?.Masih banyak lelaki yang lebih baik dari Rayn yang bisa menghargai arti ketulusan cinta.
***
"Mau apa kamu kemari?".Tanya Rayn sambil menatap wanita yang menenteng tupper ware dua susun.
"Rayn.Aku bawakan kamu makanan kesukaan mu.Aku yang membuat nya sendiri.Habiskan ya!".Ucap wanita yang meletakkan kotak makanan di atas meja kerja Rayn.
Namun benda itu langsung digeser Rayn ke arah wanita yang berdiri di depan meja nya."Aku tidak mau.Berikan saja pada orang lain".Tolak Rayn tanpa mau melihat dulu apa isi kotak makanan tersebut.
"Tapi makanan ini untuk mu Rayn.Aku capek-capek masak dan jauh-jauh datang kemari demi kamu Rayn".Kata wanita yang tampak kecewa mendengar penolakan Rayn.
"Aku tidak meminta mu untuk membawakan ku makanan dan datang kemari Renata".Dalih Rayn sambil mengalihkan pandangannya dari wanita yang tak mau berhenti mengejar nya.Ya siapa lagi kalau bukan Renata.
Renata pantang menyerah.Ucapan Rayn tidak membuat Renata sakit hati atau pergi.Justru membuat Renata membuka Tupperware nya lalu menyodorkan sesendok makanan ke mulut Rayn.
"Cobalah sedikit Rayn.Kamu pasti suka".Desak Renata memaksa Rayn untuk mencicipi masakan nya.
Sikap Renata itu membuat Rayn bangkit dari duduknya lalu membuka pintu ruangan nya yang terbuat dari kaca.
"Sebaiknya kamu pergi Renata!.Jangan! buat aku kesal".Rayn yang enggan melihat Renata mendorong wanita yang dibencinya keluar dari ruangan nya.
Saat ini Rayn tak mau diganggu oleh siapa pun ketika suasana hati nya sedang tidak bagus.
Renata tak patah semangat.Ia menerobos masuk kembali ke ruangan Rayn."Rayn,bi...".
"Pergilah sebelum aku memanggil keamanan untuk menyeret mu keluar dari gedung ini".Sembari menunjuk pintu kantornya Rayn mengusir Renata.
Namun wanita yang diusir Rayn bergeming.Mempertahankan posisi nya untuk tetap berada di ruangan Rayn.
"Rayn.Tidak bisakah kamu memberiku kesempatan sekali saja untuk mencintai mu?.Dari dulu perasaan ku padamu tidak pernah berubah Rayn".Ucap Renata dengan sendunya menatap Rayn.
__ADS_1
"Apa kekurangan ku Rayn?.Katakanlah?!.Aku akan merubahnya dan mengintropeksi diri ku".Sambung Renata yang merasa putus asa karena cintanya tak pernah dibalas Rayn.
"Tidak ada.Kamu cantik dan pintar Renata.Hanya saja,,,aku tidak bisa mencintai mu".Jawab Rayn sambil menghela nafasnya.
"Apa aku tidak cukup baik untuk mu Rayn?".Tanya Renata.
"Dengar Renata.Kamu wanita yang baik.Pantas untuk dicintai dan layak untuk bahagia.Tapi aku bukan lelaki yang bisa memberikan cinta dan kebahagiaan pada mu.Aku tidak tercipta untuk mu Renata.Ku mohon mengertilah".Ucap Rayn dengan wajah memelas memohon pengertian Renata untuk mau memahami dirinya yang tak pernah bisa mencintai nya.
"Aku akan berhenti berharap,berhenti mengejar mu dan berhenti mencintai mu jika kamu menemukan cinta sejati mu Rayn".Ujar Renata agar bisa terus menemui Rayn.
"Baiklah.Aku setuju".Rayn menanggapi keinginan Renata demi bisa terlepas dari belenggu cinta Renata.
***
Setiap saat melihat Hanna bisa keluar masuk ruangan Bagaskara secara bebasnya dan leluasa mengundang rasa iri,cemburu,penasaran sekaligus marah seorang wanita yang sudah lama menyukai Bagaskara.Membuat wanita itu mendendam dan mengintimidasi Hanna.
Wanita pendendam itu menyeret Hanna ke toilet khusus wanita yang kosong dan mengunci pintunya supaya tak ada orang lain yang bisa masuk.Mendorong Hanna hingga punggungnya membentur tembok.
Tak ada perlawanan dari Hanna,wanita itu memiting tangan Hanna ke belakang.Acuhkan Hanna yang merintih dan meringis karena kesakitan.
"Katakan Hanna!.Ada hubungan apa antara elo sama Boss Bagas?.Kenapa elo sering keluar masuk ruangan Boss?".Tanya wanita yang mencengkram pergelangan tangan Hanna itu.
"Aku tidak ada hubungan apa-apa selain cuma sebatas boss dan pegawai".Kilah Hanna karena takut.
"Yakin cuma itu?".Tanya wanita itu penuh selidik.
"Iya.Kamu tidak perlu khawatirkan soal itu".Jawab Hanna.
"Ok.Gue pegang kata-kata elo.Kalo elo berani bohongi gue,itu artinya elo mengibarkan bendera perang sama gue".Wanita itu melepaskan cengkraman nya dari tangan Hanna lalu pergi.
***
Resmi menjadi kekasih Hanna membuat Bagaskara menjadi posesif.Ia tak mengijinkan Hanna bekerja dan hanya ingin Hanna menemaninya saja dikantor.Namun keinginan Bagaskara ditolak Hanna karena ada alasan yang sulit dijelaskan Hanna.
"Apa salah kalau aku tidak mau melihat kekasih ku kelelahan hemh?".Ucap Bagaskara yang kepalanya berada dipangkuan Hanna.
"Tidak.Tapi ingat kesepakatan kita kemarin untuk merahasiakan hubungan kita".Ucap Hanna sambil memainkan anakan rambut yang menutupi dahi Bagaskara.
Bagaskara yang berbaring di sofa panjang dengan kepala bersandar diatas paha Hanna menolehkan wajahnya agar bisa menatap wajah sang kekasih.
"Apa kamu malu menjadi kekasih ku Hanna?".Tanya Bagaskara.
"Tentu saja tidak.Aku cuma belum siap saja".Jawab Hanna menutupi alasan yang sebenarnya dari Bagaskara.
"Tidak baik jika urusan pribadi digabungkan dengan urusan pekerjaan kan?".Argumen Hanna.
"Lalu aku harus bagaimana sayang?".
"Perlakukan aku seperti pegawai yang lain.Bersikap lah sewajarnya saja kalau didepan orang lain".
"Baiklah sayang.Aku akan bersikap manis jika kita sedang berduaan saja dan diruangan tertutup.Seperti ini misalnya".Bagaskara menegakkan tubuhnya lalu menciumi pipi Hanna yang langsung mendapat cubitan dipinggang nya dari sang kekasih.
"Aduh.Sakit sayang".Ringis Bagaskara sambil mengelus pinggangnya yang kesakitan.
"Dasar mesum!".Oceh Hanna yang kesal karena Bagaskara mencium pipinya tanpa permisi.
Melihat Hanna cemberut Bagaskara tertawa saja bukannya minta maaf.Namun itulah yang membuat Bagaskara semakin mencintai Hanna.Hari-hari Bagaskara yang hambar sekarang terasa lebih menyenangkan karena Hanna.
__ADS_1