Love In A Sparkling World

Love In A Sparkling World
33.Minta ijin ke taman hiburan


__ADS_3

Selamat membaca 🌻


***


Sore menjelang Hanna mampir ke ruangan Bagaskara untuk meminta ijin.Kebetulan Bagaskara belum pulang.Hanna bisa tau karena adanya bodyguard yang masih berjaga di depan pintu kantor Bossnya itu.


Sebenarnya Hanna merasa canggung untuk menemui Bagaskara setelah kejadian tadi pagi ketika Bagaskara memeluknya dan menyatakan cinta ke padanya.Namun demi Sarah,Hanna kesampingkan rasa canggungnya itu.Sarah meminta nya menemani jalan-jalan ke taman hiburan sore ini.Sebagai teman yang baik tentu Hanna tak mungkin menolak permintaan Sarah.Apalagi Hanna pun sudah lama ingin jalan-jalan ke taman hiburan yang ada di kota.


Anak buah Bagaskara menyambut Hanna dengan senyuman sesampainya Hanna didepan kantor sang Boss.


"Sore non?.Tumben sore-sore sudah dandan cantik begini.Mau pergi ya?".Tanya anak buah Bagaskara yang terpesona melihat penampilan Hanna yang kian hari semakin mempesona saja.


Dari ujung kepala sampai ujung kaki Hanna memperlihatkan kemajuan yang sangat pesat setelah bekerja di klab malam.Hanna tampak modis.Menjelma menjadi seperti wanita yang berasal dari kalangan atas.Berbeda dari sebelumnya saat Ia melihat Hanna untuk yang pertama kali nya.Berpenampilan layaknya gadis yang berasal dari desa.


"Nona mau ketemu Boss ya?".Bodyguard Bagaskara sudah tau maksud dan tujuan Hanna.Apalagi jika bukan untuk menemui Bossnya?.


"Iya.Apa boleh?".Hanna minta ijin dulu pada bodyguard itu sebelum masuk ke ruangan Bagaskara.


Boleh atau tidaknya menemui Bagaskara tergantung pada bodyguard itu yang menjadi kaki tangan Bossnya.Selain menjadi bodyguard,lelaki itu pun berperan juga menjadi asisten pribadi Bossnya.Mengatur agenda kegiatan Bagaskara dan lainnya.


"Silahkan masuk nona!".Lelaki berjas hitam itu langsung membukakan pintu kantor milik majikannya untuk Hanna tanpa menjawab dulu pertanyaan Hanna.


Tentu saja bodyguard itu takkan melarang Hanna untuk menemui Boss nya.Ia tau jika Hanna menempati posisi penting dan sangat istimewa dihati Boss nya.Hampir disetiap waktu mendampingi Bagaskara,maka Ia sangat memahami perasaan Bagaskara pada Hanna.Dari sikap dan cara Boss nya menatap Hanna begitu jelas memperlihatkan jika Bossnya itu menyukai Hanna.


Melangkah dengan canggung dan pelan,Hanna mendekati Bagaskara yang sibuk bekerja.Berdiri dengan kaki yang bergetar merasakan kegugupan yang luar biasa.Ternyata jika sudah berhadapan dengan Bagaskara Hanna merasa kesulitan untuk menghilangkan rasa canggungnya itu.

__ADS_1


Ya bagaimana pun Boss nya itu adalah seorang pria dewasa yang memiliki banyak kelebihan.Tampan dan mapan.Namun entah kenapa anehnya hatinya itu belum siap menerima cinta Bagaskara.Sekelumit rasa suka ada dihati Hanna untuk Bagaskara.Selebihnya rasa sukanya itu teruntuk Rayn.


"Ekhm".Keberadaannya masih belum disadari Bagaskara karena terlalu fokus pada layar laptop,Hanna berdehem."Selamat sore Boss?".


Berhentilah Bagaskara mengutak-atik laptopnya seiring mendengar suara Hanna yang saat itu sibuk mengurus keuangan yang semakin meningkat semenjak Hanna bekerja di klab malam nya.


Bertemu pandang dengan gadis yang menyapanya itu.Terpukau lah Bagaskara dengan gaya Hanna yang memakai sepasang sepatu boots hitam yang tingginya mencapai betis Hanna.Dipadukan dengan skinny jeans dan blazer hitam yang pernah dibelikan oleh nya tempo hari.Rasa bangga terpahat di hati Bagaskara karena Hanna mau memakai baju pemberian nya.


'Hanna cantik sekali'...Dalam hati nya Bagaskara memuji kecantikan Hanna.Muka Hanna yang sudah cantik semakin mengeluarkan aura seperti bidadari.Namun ada sedikit rasa kecewa dihati Bagaskara mengingat cinta nya tak dibalas Hanna.


"Sore Hanna.Ada apa?".Bagaskara bersikap biasa saja seolah tak terjadi apa-apa antara Ia dan Hanna tadi pagi.


Ia tak ingin membuat Hanna merasa bersalah atau salah tingkah karena menggantung perasaannya.


"Maaf sudah menganggu Boss!.Bolehkah aku keluar bersama Sarah?.Aku dan Sarah ingin mengunjungi taman hiburan".Hanna minta ijin pada Bagaskara dengan kepala tertunduk.Tak berani menatap Bagaskara yang sedang menatapnya begitu intens.Takut juga Bagaskara tak mengijinkan nya pergi.


Kekerasan usaha Rayn untuk mendekati Hanna masih mengendap dalam pikiran Bagaskara.Sejengkal pun Bagaskara takkan memberikan Rayn peluang untuk berada di dekat Hanna.


"Aku akan menemani mu dan Sarah ke sana.Tunggu lah dibasement!.Aku bereskan ini dulu".Terlepas perhatian nya dari Hanna,Bagaskara mematikan laptopnya.Merapikan mejanya yang berantakan dan dipenuhi berkas-berkas penting.


Lain halnya dengan Hanna.Disaat Bagaskara menyibukkan diri,Hanna malah membelalakan mata mendengar perkataan Bagaskara yang diluar harapan nya.Bisa ambyar rencananya dengan Sarah untuk bersenang-senang jika sampai Bagaskara ikut ke taman hiburan.Mana bisa seorang Boss mengikuti nya sepanjang Ia menghabiskan waktunya di taman hiburan bersama Sarah.Kan risih.Tak bisa leluasa bergerak dan tidak nyaman jika terus dibuntuti Bossnya itu.Enakkan jalan berdua saja dengan Sarah.Lebih bebas dan merasa nyaman.


"Ta tapi Boss...".Hanna mencoba memprotes keputusan Bagaskara yang menurutnya aneh.


Menghentikan kesibukan nya saat merapikan berkas-berkas yang berserakan dimeja,Bagaskara mengalihkan perhatian nya sejenak pada Hanna yang masih belum juga beranjak dari tempatnya berdiri.Tepatnya dari hadapan nya.

__ADS_1


"Ijinku tidak akan kamu dapatkan kalau tawaran ku kamu tolak!.Kamu tidak boleh keluar selangkah pun dari wilayah ku ini tanpa seijin ku.Jika aku tidak ikut,maka tidak ada yang boleh pergi ke taman hiburan atau kemana pun.Mengerti Hanna?!".


Sirna harapan Hanna jalan-jalan berdua bersama Sarah seiring Bagaskara melayangkan kata-kata yang tak bisa dibantah nya.Bibir Hanna mengerucut,mukanya mengerut seperti bocah kecil yang tidak diberi uang jajan.


"Baiklah Boss.Terserah Boss saja.Aku akan beri tau Sarah dulu".Meski merasa kecewa Hanna terpaksa menuruti sang Boss daripada nantinya gagal ke taman hiburan yang ada di kota bersama Sarah.


Padahal Hanna sudah membayangkan untuk menaiki wahana permainan yang berbeda dengan pasar malam yang pernah dinaiki nya didesa.Pastinya akan terasa menyenangkan dan seru.Namun jika ada Bagaskara,sudah pasti akan lain rasanya.


Pergi lah Hanna dengan muka masam nya dari ruangan Bagaskara.Beda ceritanya dengan Hanna,Bagaskara melukis senyuman diwajah tampannya.Merasa senang bisa memonitor Hanna.Kemana pun Hanna pergi Ia akan terus mengikuti.Ada sosok Rayn yang selalu membayangi pikiran nya.


***


Sebelum Hanna dan Sarah tiba di taman hiburan,Rayn dan Adrian lebih dulu datang.Dua lelaki bergaya keren itu semakin tambah keren lagi berkat kacamata hitam yang bertengger manis di tampangnya yang tampan itu.Para kaum hawa yang berseliweran melewati kedua nya,ada yang dengan sengaja mencari perhatian Rayn dan Adrian.


"Aduhhh.Kaki ku ke sandung".Seorang gadis pura-pura terjatuh demi mendapat perhatian Rayn atau Adrian.


Namun baik Rayn atau pun Adrian tak merespon barang sedikit pun.Acuh dan mengabaikan gadis yang menjatuhkan dirinya sendiri.Lebih tepatnya mempermalukan dirinya sendiri.Rayn dan Adrian malah menyunggingkan senyuman mengejek.Biasanya Adrian paling getol mengincar perempuan,kali ini malah menunjukkan tidak tertarik sama sekali.


Rayn dan Adrian berdiam diri didekat pintu masuk taman hiburan.Sengaja dua pemuda berbeda karakter itu berdiri disana untuk menyambut kedatangan Hanna dan Sarah.Rayn rela menunggu Hanna sejak setengah jam yang lalu demi mensukseskan rencana yang sudah dibuat Adrian dan Sarah.


Setengah jam menunggu lama-lama membuat Rayn merasa bosan dan cukup kecewa.Berulang kali Rayn menengok jam tangannya yang jarumnya terus berputar sambil bolak balik tiada henti.Waktu semakin bertambah sore namun Hanna dan Sarah masih belum datang.Hal itu membuat Rayn resah dan takut Hanna tak datang.


"Elo yakin kalo Sarah,cewek elo itu bisa membujuk Hanna buat datang kemari?".Rayn sudah sangat rindu ingin bertemu Hanna dan mengobrol dengan nya.


Setiap kali datang ke klab malam pasalnya Bagaskara selalu mencoba menghalangi nya untuk bicara atau pun mendekati dengan Hanna.

__ADS_1


Adrian mengurut jidatnya yang terasa pening melihat Rayn bolak balik sedari tadi dan tak bisa diam."Tenang bro!.Percaya deh sama gue dan Sarah.Hanna pasti datang kemari".Mencoba menenangkan Rayn yang sudah tak sabaran ingin bertemu Hanna.


Setiap tertular virus cinta sikap Rayn pasti akan begini.Lebay dan kekanakan.Gengsi dan ja'im nya menguap karena Rayn diperbudak oleh cinta.Namun kali ini kebucinan Rayn lebih dari yang sudah-sudah.Adrian tak pernah melihat Rayn sebucin ini saat jatuh cinta.


__ADS_2