
Saat ini Alan sedang bermain dengan Oma dan Opa nya di ruang keluarga.karna sudah 2 bulan ini dia tidak bertemu.
sedangkan Aiden ,dia sedang di ruang kerjanya karna masih ada beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan.
"Oma,apa Oma tau di mana keberadaan Mommy?"Tanya Alan yang masih sambil bermain mobil-mobilan.
Maxi dan Bara saling pandang "Oma tidak tau sayang, Papa juga sudah berjanji kan padamu untuk mencari Mommy"Maxi sudah tau karna waktu itu Aiden sudah menceritakan nya.
"Aku tahu,tapi kenapa lama sekali,aku iri pada teman-teman ku,mereka di antar dan di jemput oleh ke 2 orang tuanya,sedangkan-"
Maxi segera memeluk sang cucu dengan erat"Kita doa kan saja semoga Mommy mu cepat kete ya.. muachh"Maxi mencium Alan dengan sayang."Sekarang bagaimana kalau Alan mandi,ini sudah sore,ayo kita mandi...."Maxi pun segera menggendong Alan.
"Oma Alan tidak mau di mandikan,Alan sudah besar,biar Alan mandi sendiri,kalau teman Alan tahu Alan masih di mandikan,mereka pasti akan menertawakan aku..."Ucap Alan yang berusa memberontak.
Dan mau tidak mau Maxi harus menurunkan Alan dari gendongannya"Baiklah cucu Oma sudah besar sekarang,sudah sana cepat mandi,biar Oma tunggu di sini"Alan segera berlari menuju kemarnya.
"Hati-hati Alan ! jangan berlarian seperti itu,nanti kau akan jatuh"Ucap Maxi yang sedikit berteriak.
"Yes Oma!!"Alan pun berteriak tak kalah kencangnya.
Bara hanya menggeleng kan kepalanya"Lihat cucu kita sudah besar sekarang"
"Kau benar suamiku,cucu kita sudah besar,lihat saja dia sudah tidak mau di mandikan lagi oleh ku...."
"Peemisi nyonya Maxi dan Tuan besar Bara"Ucap Ken sedikit menunduk.
"Ken,ada apa kemari,sini duduk lah.."Ucap Bara.
"Tidak usah tuan,saya ke sini hanya ingin bertemu dengan tuan Aiden,karna harus membicarakan hal yang penting"
"Oh,ya sudah kau keruangan kerjanya bara saja,tadi saya lihat dia masih sibuk mengerjakan tugas kantor"
"Baik terimakasih,kalau begitu saya permisi"
__ADS_1
Maxi dan Bara mengangguk.
Tok ! Tok ! Tok !
"Masuk"
"Permisi Tuan,ada yang mau saya bicarakan"Ucap Ken sambil berjalan mendekat ke arah Aiden.
Aiden melihat Ken sejenak,lalu melanjutkan pekerjaannya nya lagi "Mau bicara apa ? kenala tidak di telepon saja,tidak biasanya kau datang kemari hanya untuk membicarakan hal penting,paling juga tidak terlalu penting.."
Ken menggaruk tengkuknya yang tidak gatal."Tapi saya rasa ini penting untuk anda,ini tentang Nona Alexa tuan"
Saat mendengar nama Alexa zldi sebut Aiden segera menutup laptopnya "Katakan ! "
"Ehem...Saya sudah menemukan titik keberadaan Nona Alexa di mana,Menurut informasi yang saya dapat dari anak buah saya Nona Alexa saat ini sedang berada di Negara S"
"Apa kau yakin?"Ucap Aiden yang terlihat tidak percaya dengan ucapan Ken.
Ken mengangguk"Saya yakin tuan,anak buah saya juga sempat mengambil foto Nona Alexa"
Ken segera memberikan foto itu."Nona Alexa sedang berada di sebuah club,Tapi namanya bukan Alexa melainkan Sonya tuan,saya rasa Nona Alexa sudah merubah identitas asli nya menjadi identitas palsu"
Aiden mengangguk"Hmm,Baiklah Aku akan segera menyusul nya,kau boleh pergi "
"Baik tuan,saya permisi"Ken segera pergi dari tuanagn Aiden.
Setelah Ken pergi,Aiden beranjak dari tempat duduknya,ia turun ke bawah dan melihat Mama dan Papa nya sedang menonton film Dora di televisi,yah film Dora kesukaan Alan,walau film itu sangat menjengkelkan bagi nya,karna Dora agak tuli.
*katakan peta !
katakan peta* !
"Peta....peta....."Ucap Maxi dan Bara berbarengan.
__ADS_1
Aiden yang mendengarkan itu hanya mampu berkata dalam hati"kenapa harus mempunyai orang tua seperti mereka"
"Ma,Pa"Panggil aiden segera mendekat ke arah Mama dan Papa nya.
Maxi dan Bara yang sedang fokus menonton film Dora pun merasa terganggu oleh suara Aiden,lalu dia berbalik"Kenapa Aiden?"Tanya Maxi.
Aiden duduk di samping sang Mama"Alan kemana?"
"Alan sedang mandi"
"Aku ingin berbicara dengan Mama dan Papa"
Maxi dan Bara memandang Aiden"Jika ingin berbicara cepat katakan lah,kau mengganggu saja,tidak lihat Mama dan Papa sedang menonton.."
Aiden menarik nafas kasar,lihat ! hanya karena Dora itu Mamanya merasa terganggu oleh nya,Aiden makin benci saja pada Dora.
"Ini soal Mommy Alan,Alexa sudah di temukan keberadaannya Ma,Pa.."
"Apa ?! jadi kau masih mencari perempuan ****** itu ?! Mama benar-benar tidak setuju jika kau masih saja memikirkan nya...jangan bilang kau akan menyusul nya !"Ucap Maxi yang tidak terima jika Aiden harus menemui perempuan itu.
"Papa juga sama,Papa tidak setuju jika kau menemui perempuan itu Aiden ! dia itu perempuan tidak benar,Papa memang bisa menerima Alan dengan baik sebagai cucu,tapi tidak dengan perempuan itu !"Ucap Bara dengan tegas.
"Bukankah Mama dan Papa selalu bilang pada Alan?"
"Kau kan bisa mencari perempuan yang lebih baik dari nya,jangan perempuan itu,kau bisa mengenal kan nya pada Alan sebagai Mommy nya"Ucap Maxi.
"Aku tidak peduli,aku akan tetap menyusul Alexa,dan kenapa harus perempuan lain?, namanya itu berbohong,sampai kapan pun Mommy nya Alan tetaplah Alexa tidak ada yang lain ! "Ucap Aiden tegas,lalu dia segera beranjak dari tempat duduknya,dan menaiki tapak tangga menuju kamarnya.
"Suamiku bagaimana ini, aku benar-benar tidak mau memiliki menantu seperti perempuan itu.."Ucap Maxi yang gelisah.
Bara mengelus pundak sang istri"Sudah lah Sayang,Kau tahu kan sifat Aiden seperti apa,kita lihat saja nanti kedepan nya akan seperti apa..."Ucap Bara yang masih berusaha menenangkan sang istri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...