
Aiden memasuki ruangan dimana Alexa dirawat,tak lupa ia menggunakan baju rumah sakit yang disediakan oleh suster.
Aiden masuk secara perlahan-lahan,ia berjalan mendekati Alexa,Aiden bisa melihat beberapa selang terpasang ditubuh milik Alexa.
kemudian ia duduk disamping Alexa,Aiden memegangi tangan Alexa,sebelumnya Aiden menarik nafas dalam-dalam"Alexa kumohon bangunlah,Alan sudah menunggumu dirumah,apa kau tidak ingin memeluk anak kita ? apa kau tahu,aku rasa aku sudah jatuh cinta padamu,aku sama sekali tidak peduli dengan statusmu yang sekarang,aku yakin kamu akan berubah...."
Tes...
tiba-tiba saja air mata Aiden menetes dengan sendirinya,ini adalah yang kedua kalinya ia menangis karena perempuan,sungguh Aiden benar-benar cengeng jika menyangkut Perempuan.
Aiden kemudian menghapus air matanya yang keluar itu"Kumohon cepat bangun,jika dulu aku membiarkan perempuan yang aku cintai pergi,maka sekarang aku tidak akan membiarkannya,meskipun orang-orang akan menolak keberadaanmu aku akan melawannya dengan tegas,aku tidak akan lemah lagi...."
Aiden mencium tangan halus milik Alexa,kemudian Aiden berdiri dan beralih untuk mencium kening milik Alexa"Aku pamit my baby...."Ucap Aiden yang senyum-senyum sendiri mendengar perkataannya,sungguh ini adalah yang pertama Aiden memanggil seseorang seperti itu.
karna waktu yang diberi oleh pihak rumah sakit sudah habis,Aiden pun segera keluar dari ruangan Alexa,ia melepas pakaian rumah skait tersebut,yang berbarengan dengan kedatangan Mama dan Papanya.
"Aiden "Panggil Bara dari kejauhan.
"Papa, Mama ? ada apa kemari ?"tanya Aiden memasang muka waspada.
"Apa ? kamu tidak usah seperti itu ekspresi mu itu,memang kami musuhmu hah ! "Ucap Maxi dengan jengkel sembari melipat tangannya kedada.
Bara menarik nafasnya kasar"Tentu saja ingin menjenguk Alexa "
__ADS_1
"Apa benar Ma ?" Tanya Aiden seolah tak percaya.
Maxi memalingkan wajahnya"Tidak ! aku kesini hanya ingin....emmm...ingin bertemu dengan pak satpam saja ! "
Alis Aiden berkerut "Mama kenal dengan satpam disini ? "Tanya Aiden sembari memandang sang Mama.
Maxi pura-pura tidak mendengar pertanyaan dari Aiden,Maxi menepuk-nepuk udara seakan-akan ada nyamuk disamping telinganya.
Bara hanya menggelengkan kepala"Jangan percaya ,tidak mungkin Maxi kenal dengan satpam disini ! sekarang bagaimana kondisinya "
Aiden beralih memandang sang Papa "Alexa sudah melewati masa kritisnya,tetapi ia sekarang masih dalam keadaan koma,dan tidak tahu sampai kapan Alexa akan terbangun"
Bara mengangguk "Syukurlah,kami hanya bisa mendoakan saja supaya Alexa cepat sembuh..."
"Tunggu,kenapa Papa jadi baik....bukannya Papa tidak menyukainya ? "
Bara menarik nafasnya pelan "Huh...Setelah Papa dan Mama pikir-pikir selama ini akmi selalu menuntutmu untuk menuruti perintah kami,dan itu membuat Papa semakin merasa bersalah,Papa bisa melihat dari matamu bahwa kamu sangat mencintainya,dan kami akan berusaha untuk menerima Perempuan itu dengan baik,Papa yakin dia akan berubah....."Ucap Bara dengan jujur,dan Aiden bisa melihat kejujuran itu.
"Ia kan Ma "Ucap Bara,Aiden dan Bara memandang Maxi.
Maxi yang dipandang puan sesegera mungkin memalingkan wajahnya lagi "Tidak ! "
Bara dan Aiden yang tahu akan sikap Maxi yang gengsinya tinggi pun hanya menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Syukurlah jika Papa sudah mau menerimanya,aku berjanji akan merubahnya menjadi wanita yang benar,aku tidak akan membiarkan satu orangpun untuk merendehkannya termasuk Mama dan Papa ! "
Bara mengangguk,sedangkan Maxi malah menirukan omongan Aiden tanpa bersuara,seakan sedang mengejeknya.
Aiden yang melihat itu memutar bola matanya malas.
"Apa kami bisa menjenguk Alexa sekarang ?"Tanya Bara.
"Maaf Pa suster bilang tadi waktu jenguk hanya sampai jam 8 malam, Papa dan Mama besok saja menjenguk Alexa,lebih baik kalian pulang ini sudah malam....Aiden akan menunggu disini"
Bara mengangguk"Baiklah kalau begitu kami akan pulang,tadi Papa sudah menyuruh Lukman untuk membeli makanan untukmu,jangan lupa makan,Papa dan Mama akan pulang sekarang karena Alan hanya sendiri kami tadi sempat menitipkannya pada pelayanan tapi Papa takut Alan akan mencari kami"
Aiden mengangguk"Tolong jaga Alan pa,mungkin Aiden akan segera memeberitahu tentang kondisi Mommynya...."
"Lebih baik segera memberitahu Alan, Papa takut jika tidak segera diberitahu dia akan marah Padamu,kau tahu kan sifat anakmu ? dia tidak suka jika ada yang berbohong padanya "Bara menepuk-nepuk punggung Aiden.
"Ia Pa.."
"Yasudah kami pulang,Ayo Sayang kita pulang "Ucap Bara.
Maxi segera menarik tangan suaminya dengan kuat,huh memang tingkah Maxi sungguh seperti anak kecil tidak pernah berpikir tentang usianya yang sudah berkepala lima wkwkwk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
jangan lupa dukungannya ya makasii 😘😻