
Alexa masih saja tidak berhenti tertawa, sungguh ini adalah kejadian yang sangat lucu baginya"Oh, yaampun perutku sakit ahahahah"Ucap Alexa sembari memegangi perutnya yang sudah kram.
"Sial bisa-bisanya dia bilang aku fakboy ! huh tapi tidak apa-apa cowok cool harus tetap tenang ...." Gerutu Aiden lalu ia memandang Alexa ,Aiden tersenyum melihat Alexa yang sedang tertawa,entah mengapa hatinya menjadi senang melihat Alexa tertawa.
Alexa tertawa sampai mengeluarkan air matanya, beberapa saat ia tersadar bahwa ada orang yang memperhatikannya,Alexa pun seketika berhenti tertawa dan melihat Aiden yang sedang memandanginya"Ehem..."Alexa berusaha menetralkan dirinya.
"Sudah puas tertawanya ?"
"Iss apasi ! sudah pergi sana ,dasar cowok fakboy !"Ucap Alexa melengos.
Sejenak mereka terdiam beberapa saat,entah apa yang mereka pikirkan.
Sampai Dokter pun masuk kedalam ruangan"Permisi bapak dan ibu,maaf mengnggu saya hanya ingin memeriksa keadaan ibu Alexa..."
Aiden pun berdiri dari tempat duduknya"Silahkan dok "Ucap Aiden sembari menyingkir supaya dokter bisa leluasa untuk memeriksa keadaan Alexa.
Dokter itu kemudian memeriksa detak jantung Alexa dan denyut nadinya" Sudah cukup baik,dan luka dikepalanya juga sudah kering,maka dari itu saya putuskan memperolehkan ibu Alexa untuk pulang, kesehatan ibu Alexa juga sudah lebih baik,tapi jika memang masih belum kuat untuk berjalan bisa menggunakan kursi roda dulu..."
Aiden mengangguk"Baiklah saya akan gunakan kursi roda saja "
Alexa menepuk tangan Aiden "Hey aku masih bisa berjalan,aku juga bukan anak kecil yang harus menggunakan kursi roda !"
"Tapi kan pasti kakimu lemas,menurut saja kenapa "
"Tapi aku tidak mau !"Ucap Alexa dengan tatapan tajam.
"Harus mau !"Ucap Aiden yang tak kalah dengan tatapan tajamnya.
"Tidak !"
"Harus !"
"Tidak !"
"Harus mau, menurut pada calon suami !"
Dokter perempuan itu pun hanya tersenyum mendengar perdebatan antara pasangan ini "Benar apa yang dikatakan oleh pak Aiden ,ibu Alexa lebih baik menggunakan kursi roda saja dulu "
Aiden tersenyum sinis"nah benar,dengar kan ? dokter saja setuju dengan pendapatku,yakan dokter Mala ?"
dokter Mala tersenyum lalu mengangguk"Benar ibu Alexa,calon suami ibu itu sungguh perhatian sekali "
__ADS_1
"Ck...bukan dok,dia bukan calon suamiku !"
Aiden tersenyum"Lihat kan dok ? kekanak-kanakan sekali dia ? padahal kita dulu sering sekali menghabiskan waktu berdua,entah apa yang membuatnya berubah,mungkin karena kepalanya itu diperban ya dok"
Alexa melotot"Tidak-tidak dok ! dokter tolong suruh monyet ini keluar dari ruangan ini, bisa-bisa saya darah tinggi dok !"
Dokter Mala hanya tersenyum,dia tidak tau harus berbuat bagaimana"Ehh,emm...lebih baik kalian selesaikan masalah rumah tangga kalian terlebih dahulu,kalau begitu saya permisi..."Dokter Mala pun buru-buru keluar dari ruangan tersebut.
Alexa menatap Aiden dengan tatapan permusuhan.
Aiden yang ditatap seperti itu hanya tersenyum kuda "Emm...ayo kita pulang sekarang,aku akan membantumu naik ke kursi roda"
"Aku bilang tidak mau menggunakan kursi roda !"
"Huft...oke baiklah saya menurut,tidak mau menggunakan kursi roda ? oke,biar saya bantu gendong saja "Ucap Aiden yang bersiap-siap akan menggendong Alexa.
Alexa memukul lengan Aiden"Tidak usah aku bisa sendiri !"
"Yakin bisa ? lebih baik kubantu saja "
"Tidak ! kau jalan duluan saja "
"Baiklah jika memaksa,aku tunggu diluar"Aiden segera berjalan keluar dari ruangan meninggalkan Alexa dikamar.
Ia segera berdiri walaupun kepalanya masih sedikit sakit ,Alexa berjalan secara pelan-pelan karena kepalanya masih sakit.
Aiden yang sudah menunggu didepan pintu pun merasa sangat tidak sabar"Kenapa dia lama sekali " Aiden pun terpaksa harus kembali masuk keruangan itu,ia melihat Alexa yang hampir saja terjatuh,Aiden segera berlari dan menangkap tubuh Alexa.
Mereka saling menatap satu sama lain.
"Astaga jantungku kenapa ini yatuhan,nafasnya wangi sekali,dan juga dia terlihat sangat tampan..."Ucap Alexa dalam hati yang memuji ketampanan Aiden.
Aiden segera mengangkat tubuh Alexa"Aku sudah bilang padamu untuk menggunakan kursi roda atau aku gendong tapi kau terlalu munafik !"
Alex memandang wajah Aiden "perhatian tapi cara bicaranya sungguh menusuk hati sekali !"
"Maaf,Emm...gunakan kursi roda saja deh,bisa turunkan aku "
"Ck...sudah terlanjur aku angkat jadi tidak bisa ! kalungkan tanganmu keleher ku kalau tidak mau terjatuh dari gendonganku"Ucap Aiden sembari berjalan.
Alexa segera menuruti perintah dari Aiden,Alexa mengalungkan tangannya keleher Aiden sembari menatap wajah Aiden.
__ADS_1
Saat memasuki lift pun mereka berdua hanya diam.
"Emm..lebih baik turunkan aku saja,aku tidak mau nanti tanganmu akan sakit karena aku ini berat.."
"Sudah tau berat,jadi lebih baik
diam saja "Ucap Aiden datar.
"nye nye nye....Aku kan padahal hanya ingin mengurangi bebannya saja,tapi malah bilang aku gendut juga huftt...aku rasa aku harus diet...eh apa maksutnya diet ! emangnya aku berharap ingin digendong lagi oleh pria ini ! tidak-tidak..."Alexa menggelengkan kepalanya.
Ting !
Saat sampai lantai dasar,Alexa segera menyembunyikan wajahnya kedada Aiden karena ia terlalu malu saat berpapasan dengan banyak orang "Turunkan aku ! aku sangat malu... lihat orang-orang melihatku ..."Ucap Alexa yang sedikit berbisik.
Aiden tak memperdulikan perkataan Alexa seakan itu hanya angin berlalu,Aiden tetap berjalan menuju Mobilnya.
Alexa yang merasa tidak ada respon apa-apa dari Aiden pun merasa jengkel sendiri.
Saat sampai mobil Aiden segera membuka pintu mobilnya menggunakan kedipan mata tapi boong wkwkwk yakali pake kedipan mata😌.
Aiden segera membuka mobilnya menggunakan sidik jadi,lalu meletakkan Alexa didepan lalu segera memasangkan sabuk pengaman.
Aiden pun segera menutup pintu mobilnya dan berjalan menuju tempatnya mengemudi yaitu disebelah kanan.
Setelah Aiden memasuki mobilnya Aiden pun segera menyalakan mesin mobilnya.
Dalam perjalanan mereka hanya diam"Emm..Alan kemana ? Aku dengar dari suster bahwa Alan sering sekali menjenguk ku"
"Alan ada dirumah kerena besok dia ada ujian disekolah,jadi aku menyuruhnya untuk fokus belajar"Ucap Aiden yang masih fokus menyetir.
"Eh ini kita mau kemana ? "
"Tidak perlu bertanya sudha pasti tahu bukan ? tolong kali ini jadilah ibu yang baik untuk Alan, jangan egois Alexa ! Alan masih butuh perhatian dari kedua orang tuanya jadi kumohon hilangkan dulu keegoisan mu itu "
Alexa terdiam,ia merasa bersalah kepada Alan,tapi Alexa melakukan ini untuk masa depan Alan agar kelak Alan tidak akan dibenci oleh siapapun karena ibunya seorang wanita malam,jika Alan tahu pun pasti akan sangat membencinya karena harus mempunyai seorang ibu seperti dirinya.
*Bersambung
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak disini makasii 💋 💋💋