
"Baru saja !"Ucap Aiden yang sedikit menekan kata-katanya.
"Astaga aku sampai lupa kalau dia ada disini..." Ucap Alexa dalam hati.
"Baru sampai ya Ded ? kalau begitu kemari Ded temani Alan belajar bersama Mommy"Ucap Alan sembari menepuk-nepuk kasur.
Aiden tersenyum tidak apa lah Alan telat menyadari bahwa ia sudah lama disini yang paling penting ia masih dianggap disini.
Aiden kemudian berjalan mendekat menuju Alan dan Alexa kemudian ia duduk dikasur bersebelahan dengan Alan.
Sedangkan Alexa masih duduk dikursi roda,ia berhadapan dengan Alan.
Alan tersenyum bahagia melihat Mommy dan Deddy ada disini didalam hatinya ia sangat senang ini yang Alan inginkan, mempunyai keluarga kecil yang lengkap.
Alan lalu mengambil buku tulisnya dan juga pensil"Ded ajarkan Alan tentang perkalian Alan masih kurang paham bagaimana cara menghitung perkalian bersusun kebawah"
Aiden tersenyum"Baiklah Deddy akan mengajarimu cara perkalian bersusun kebawah,kemarikan buku tulisnya dan juga pensil, pertama-tama yang harus kau lakukan adalah angka ini dikalikan dengan yang ini...".
Aiden mengajarkan Alan perkalian bersusun kebawah hingga Alan mengerti,sedangkan Alexa hanya melihat mereka berdua dengan senyuman mengembang.
jika boleh jujur Alexa menginginkan keluarga yang seperti ini,Alexa ingin mempunyai keluarga yang selalu bahagia dan harmonis,tapi lagi-lagi Alexa sadar diri dengan keadaannya yang sekarang,dirinya sudah rusak,mana ada laki-laki yang mencintainya dengan tulus jika tau pekerjaaan apa yang Alexa kerjakan, lagi-lagi Alexa hanya mampu berangan-angan"jangan berharap lebih Alexa,kamu harus sadar, Perempuan sepertimu ini tidak pantas dicintai.."
Saat Aiden sedang fokus mengajarkan Alan ia melihat Alexa,kening Aiden berkerut"Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu" Ucap Aiden dalam hati.
"Alan sekarang kerjakan soal ini, Deddy akan mengetesmu apakah kamu bisa atau tidak menghitungnya sendiri..."
"Oke,siapa takut...cepat Ded kalau bisa yang susah-susah soalnya..."Ucap Alan yang sombong dan membanggakan diri.
__ADS_1
Aiden menggelengkan kepalanya"Deddy kabulkan permintaanmu,jangan sampai salah satupun !"
"Siap ,Mom do'akan Alan agar bisa menjawab soal yang diberikan Deddy..."Ucap Alan sembari memegangi tangan Mommynya.
Alexa mengelus kepala Alan dengan sayang"Mommy akan mendoakan mu,bagaimana jika buat kesepakatan saja,jika Alan benar semuanya maka Deddy akan dihukum !"Ucap Alexa dengan senyumannya yang licik.
Alan mengangguk setuju"Ide bagus,bagaimana Ded ? berani tidak ? "
"perasaanku tidak enak,lihat senyuman iblisnya,sepertinya dia sengaja ingin menjebakku " Ingin rasanya Aiden menolak,tapi jika ia menolak maka akan hancur harga dirinya sebagai tuan Aiden Barata yang berwibawa dan juga ganteng ini.
"Ehem..Baiklah Deddy setuju,tapi jika Alan kalah maka Alan tidak boleh lagi menonton Dora selama satu Minggu ini "
"Deal !"
Mereka berdua berjabat tangan untuk memulai sebuah tantangan ini.
Aiden sibuk memberikan soal-soal untuk Alan jawab nanti,Aiden memberikan soal yang sangat sulit agar dirinya tidak kalah nanti sungguh Aiden sangat egois sekali.
Alan yang meliaht soal-soal yang diberikan oleh Deddynya hanya mampu membuka mulutnya,tidak disangka soal yang diberikan Deddynya diluar ekspektasi.
...Soal...
• 1.200.679 kali 3.870.500
• 56.350.600 kali 4.783.561
• 76.222.444 kali 10.300.700
__ADS_1
Alan memandang Deddynya dengan tatapan mata datar,satu kata yang yang ingin Alan ucapkan sekarang yaitu menyebalkan !.
"Coba Mommy lihat soalnya..."
Alan segera menunjukkan soal yang Deddynya kasih.
Mata Alexa melotot "Astaga ! Kau gila ! Alan masih kecil, yang benar saja kau mengasilnya soal sesulit itu !"
"Sudah Mom tidak apa-apa,Alan bisa mengerjakannya,tenang Mom..."Ucap Alan yang memandang Deddynya dengan mata permusuhan.
Alexa memandang Alan lalu mengangguk"Ayo Alan pasti bisa,buktikan bahwa Alan itu bisa dan akan menang !"
Alan mengangguk"Thanks Mom..."Alan segera mengerjakan soal Matematika itu dengan serius dan harus teliti.
Sedangkan Alexa terus menyemangati Alan sesekali ia memandang Aiden dengan tatapan membunuh,kadang juga tangannya mengajak Aiden untuk bertarung,Sedangkan Aiden hanya diam saja melihat kelakuan Alexa yang sungguh aneh.
Aiden menebak-nebak jika ia kalah maka hukuman apa yang akan ia terima,Apakah dicium ? atau dipeluk ? Atau.... dua-duanya ? ah.. jika benar yang ada pikirannya itu sungguh bahagia pasti,Tapi Aiden tidak boleh berfikir positif dulu,bisa saja dia nanti akan disiksa oleh mereka,ya ! Aiden harus berfikir negatif.
"Ayo Alan ! pasti bisa ! "Ucap Alexa yang menyemangati Alan.
Kurang lebih selama lima belas menit akhirnya Alan selesai mengerjakan tiga soal itu .
"Selesai !"Alan segera merentangkan tangannya guna merilekskan otot tangannya."Silakan diperiksa Ded .."Ucap Alan yang sombong terhadap Deddynya.
Alexa menatap sinis pada Aiden "Sudah pasti akan kalah !"Ucap Alexa yang tidak mengeluarkan suaranya sembari menjulurkan lidahnya.
Aiden pun memeriksa jawaban dari Alan "Ya Tuhan semoga Alan salah menjawab,perasanku sudah mulai tidak enak kali ini.." Ucap Aiden dalam hati berharap Tuhan mengabulkan permintaannya.
__ADS_1