
Merekapun kembali terdiam.
Sekitar 15 menit perjalanan mereka pun akhirnya sampai disebuah Mension Barata yang cukup mewah dan besar.
Saat mobil yang Aiden tumpangi sampai didepan gerbang para satpam pun buru-buru membuka gerbang tersebut.
Mobil Aiden perlahan mulai memasuki halaman Mension yang sangat luas.
Alexa memandang sekitar,sungguh ia merasa gugup sekali.
"Ayo turun "Ucap Aiden yang akan membuka pintu mobil.
Alexa buru-buru memegang tangan Aiden "tunggu ! t-tapi aku malu,dan juga jika ada orang tuamu bagaimana ? aku sangat takut jika mereka tidak mau menerima keberadaanku ini "Ucap Alexa dengan sedikit gugup.
Aiden memegang kedua pundak Alexa"Mereka baik...tidak ada yang perlu dikhawatirkan,sekarang ayo kita masuk...Alan pasti akan sangat bahagia saat melihatmu ada disini"
Alexa mengangguk,tanpa disadari Alexa mengeluarkan air mata tapi ia buru-buru menghapusnya"Aku juga sangat senang sekali bisa bertemu dengan Alan, jujur saja aku rindu padanya,maaf selama ini aku sudah menghindari kalian,tapi kau pasti tahu kan alasan mengapa aku menghindar? tapi walupun aku berada jauh percayalah hatiku tetap disini,aku selalu memikirkan Alan setiap saat..."Ucap Alexa yang sedikit berbisik karena menahan tangisannya.
Aiden buru-buru membawa Alexa kedalam pelukannya,Alexa kali ini tidak memberontak ataupun membalas pelukan Aiden ,Alexa merasa nyaman dengan pelukan hangat dari Aiden,memang ini adalah saat yang tepat,Alexa butuh pelukan dari seseorang yang tulus bukan dengan modusnya dan Alexa merasakan bahwa Aiden adalah satu-satunya laki-laki yang membuat hatinya menghangat karena pelukan itu.
Alexa memejamkan matanya menikmati pelukan dari Aiden.
Aiden melepas pelukannya"Sekarang ayo kita masuk dan bertemu dengan Alan..."
Alexa mengangguk.
"Aku akan keluar dulu untuk mengambil kursi roda dalam bagasi,kau tunggu disini"
__ADS_1
"Baiklah"
Aiden pun keluar dari mobilnya dan berjalan menuju garasi mobil "Tadi ukurannya berapa ya kira-kira emm...40 sepertinya, sangat pas digenggam,huft...tuhan tolong restui kami supaya aku bisa merasan lagi nikmatnya bukit indah alami ini " Ucap Aiden dalam hati,Aiden segera menggelengkan kepalanya,astaga sejak kapan dia jadi berubah menjadi penjahat kelamin,dulu tidak begini-begini amat.
Otor :Efek nganggur 6 tahun bang😎
Aiden : huft..bener juga,buruan nikahkan saya dengan Alexa atau nanti saya suruh Ken untuk menyantet otor ini 😤
otor : Ken Mulu yang lu andelin bang,kayaknya yang pantes jadi bos si Ken bang bukan lu 😁
Aiden: Lah otor sendiri yang milih mengapa menyalahkan saya !
Otor : Emm...tapi tetep aja bang Aiden salah,intinya mah laki-laki harus selalu salah,dah lah Otor lanjutin ceritanya
Alexa heran didalam mobil,sudah hampir sepuluh menit tapi kenapa simonyet belum juga muncul,bilang tadi hanya sebentar.
Otor : Maap neng Alexa...bang Aiden saya pinjem,soalnya otor kaga ada temen ghibah nya wkwk😁godain dikit tapi...
Alexa:Astaga Thor ! Alexa udah tunggun gak sabar ketemu sama anak kenapa malah diajak ghibah !
Otor:Ya maap,oke deh Otor udahin ghibah nya...
Aiden yang otaknya sudah kembali waras pun buru-buru untuk mengambil kursi rodanya,dan berjalan kearah pintu yang ditempati Alexa,Aiden membuka pintu mobilnya dan membantu Alexa untuk duduk dikursi roda "Pelan-pelan nanti kakimu sakit"
"Astaga ,aku tidak lumpuh !"Ucap Alexa yang jengkel terhadap Aiden.
"Iya juga "Ucap Aiden yang sedikit loading entah mengapa otaknya yang pintar tiba-tiba menjadi bodoh seperti ini.
__ADS_1
Aiden segera mendoronv kursi roda dan membawa Alexa kedalam rumahnya,Alexa menatap kagum keseluruh penjuru ruangan,tapi ia simpan ekspresi wajahnya agar terlihat tetap anggunly.
Rumah mewah bermotif emas dengan hiasan yang elegan,sudah pasti harganya sangat tidak ramah.
Dimension itu dilengkapi dengan lift juga jadi cocok untuk Alexa yangenggunakan kursi roda,sebenarnya lift itu jarang sekali digunakan karena Aiden yang mengusulkan untuk membuat lift tersebuat jika suatu saat mama atau Papa bara tua nanti jika sudah tidak bisa berjalan,tapi karena kedua orang tuanya tidak terima dengan perkataan Aiden akhirnya lift itu jarang digunakan dan lebih menggunakan tangga karena itu lebih sehat dibanting harus menggunakan lift.
Ting !
Semakin dekat dengan kamar Alan entah kenapa perasaan Alexa menjadi tidak karuan antara senang,sedih,kangen, terharu pokoknya bercampur menjadi satu.
Alan saat ini sedang fokus belajar karena besok dia akan ujian,ia akan memberikan nilai terbaik untuk Deddy dan Mommynya,Alan yakin jika Alan pintar Mommy pasti akan semakin cepat untuk sembuh dari komanya.
Alan kali ini sedang belajar matematika,ia memulainya dengan soal-soal yang ia karang sendiri lalu menghitungnya sendiri.
Ceklek...
Suara pintu terbuka,Alan yang sedang fokus belajar pun melihat sumber suara itu.
Alan dibuat kaget akan sosok wanita didepannya yang masih menggunakan pakaian rumah sakit,Alan buru-buru menutup bukunya dan langsung berlari kearah Mommynya.
Alexa tersenyum sembari merentangkan kedua tangannya
_Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak disini makasii 💋💋💋